Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Desain Bisnis Herbal (Minyak Atsiri dan Madu AMKE) Pasca Produksi dalam Upaya Pengabdian kepada Masyarakat Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu Awik Puji Dyah Nurhayati; Noor Nailis Sa’adah; Edwin Setiawan; Dini Adni Navastara; Lissa Rosdiana; Didit Prasetyo
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.446 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.182

Abstract

Desa Oro-oro Ombo memiliki letak yang strategis di dekat Kota Batu dengan kondisi iklim yang sangat mendukung untuk pertanian tanaman herbal. Semakin bertambahnya waktu, terjadi penurunan minat konsumen terhadap produk produk herbal. Penyebab utama terjadinya fenomena ini adalah produk herbal memiliki masa kadaluarsa yang lebih cepat, kemasan yang kurang efektif dan efisien, serta kurangnya promosi sehingga tidak banyak masyarakat yang mengetahui keunggulan suatu produk herbal. Maka dari itu perlu adanya rancangan bisnis untuk meningkatkan nilai jual suatu produk herbal melalui video promosi dan juga pembaruan kemasan dan label. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan mutu produk herbal dalam bidang kesehatan dan perekonomian. Proses kegiatan ini dilakukan dengan membuat Business Model Canvas untuk mengorganisir dan mengontrol jalannya suatu bisnis, kemudian pengembangan upaya promosinya dilakukan dengan iklan berupa video untuk mengenalkan produk herbal AMKE seperti madu serta minyak atsiri roll on} dan gantungan mobil. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebuah luaran berupa video promosi dan juga desain produk beserta kemasan yang baru bagi produk madu, minyak atsiri roll on, dan gantungan mobil.
Penggunaan Alat Peraga Kawat Luncur Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pokok Bahasan Gaya Lorentz Abdul Wahab; Aunurohim; Dian Saptarini; Indah Trisnawati D.T; Nurul Jadid; Edwin Setiawan; Farid Kamal Muzaki; Triono Bagus Saputro; Iska Desmawati
Sewagati Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.839 KB)

Abstract

Penelitian ini disusun sebagai tindak lanjut dari sebuah penelitian untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran tentang gaya Lorentz yang sering dialami oleh peserta didik yaitu kesulitan menvisualisasikan gaya Lorentz sehingga hasil belajar peserta didik kurang baik. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan uji coba one-group pretest – posttest sedangkan pengembangan alat peraga kawat luncur menggunakan model 4D yang terdiri atas 4 tahap yaitu define, design, develop dan disseminate. Penelitian ini diujicobakan kepada peserta didik kelas 9D yang terdiri atas 32 peserta didik. Penggunaan alat peraga kawat luncur dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat memvisualisasikan keberadaan dan arah gaya Lorentz secara jelas pada peserta didik sehingga mereka lebih mudah memahami konsep dan arah gaya Lorentz. Hasil belajar perserta didik pada materi gaya Lorentz setelah menggunakan alat peraga kawat luncur dalam pembelajaran mengalami kenaikan dengan rata – rata n-gain sebesar 0,8 dan berkategori tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga kawat luncur dalam pembelajaran materi gaya Lorentz mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Kolaborasi Institusi Pemerintah – Perguruan Tinggi – LSM dalam Pengelolaan Sampah Plastik Melalui Forum Group Discussion Aunurohim; Anies Wijayanti; Hermawan; Enny Zulaika; Dian Saptarini; Dewi Hidayati; Maya Shovitri; Edwin Setiawan; Farid Kamal Muzaki; Iska Desmawati; Nova Maulidina Ashuri
Sewagati Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.813 KB)

Abstract

Pengelolaan sampah, utamanya plastik, menjadi sorotan Indonesia bahkan dunia terkait dengan pencemaran yang disebabkannya. Pengelolaan sampah plastik menjadi penting untuk dilakukan manakala sudah mencapai taraf yang membahayakan makhluk hidup di perairan ataupun di daratan. Departemen Biologi bersama Dinas Lingkungan Hidup kota Surabaya dan Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas ‘Nol’ Sampah Surabaya mengadakan forum group discussion guna membahas hal tersebut agar diperoleh suatu upaya konkret dalam pengelolaan sampah plastik di Surabaya secara khusus, dan Indonesia secara umum. Hasil forum group discussion kegiatan ini merekomendasikan langkah-langkah konkret berdasarkan prioritas dalam pengelolaan sampah plastik dimulai dari (1) tidak menggunakan sama sekali tas atau kantong plastik, sedotan plastik, dan botol minuman plastik sekali pakai, (2) jika tidak memungkinkan, maka dilakukan pengurangan penggunaan material berbahan dasar plastik sekali pakai, (3) skala prioritas selanjutnya adalah melakukan re-cycle ataupun re-use untuk plastik yang tidak bernilai komersil seperti plastik sachet ataupun bungkus mie agar dapat bernilai fungsional bahkan komersial, (4) dan prioritas terakhir adalah membiasakan membuang sampah terutama plastik pada tempatnya agar mekanisme sortikasi yang dilakukan pemerintah untuk melaksanakan program bebas sampah plastik pada tahun 2025 mendatang dapat terwujud.
Optimalisasi Produk “Biofitofiltrasi” dalam Manajemen Kualitas Air pada Akuakultur Semi Intensif Ikan Nila Oreochromis niloticus Edwin Setiawan; Dewi Hidayati; Awik Puji Dyah Nurhayati; Nurlita Abdulgani; Nova Maulidina Ashuri; Noor Nailis Sa'adah; Nurul Jadid; Nadila Wulan Cahyani; Zufar Azzaria Azmi; Aulia Istighfarotunnisa; Afrilya Dina Salsabila; Alifia Cahyaning Putri; Danang Samudra; Natanael Hari Wijaya; Geoloveriana Esasi; Kharisma Armida Ulayya; Devi Pramesti Wulandari; Kamila Islamiati; Maitsa Adzro Fania; Rony Irawanto
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.560

Abstract

Bisnis ikan Nila segar memiliki potensi ekonomi tinggi di Kota Batu. Sebagai kota ekowisata, permintaan dan konsumsi ikan air tawar segar dalam usaha kuliner memiliki pasar yang besar. Salah satu lokasi untuk budidaya ikan Nila di Kota Batu adalah Dsn.Kajar, Desa Pandanrejo, Kec.Bumiaji. Pembudidaya ikan Nila di desa ini memanfaatkan pekarangan yang tidak terpakai dan saluran irigasi. Untuk menjaga kualitas lingkungan, air menjadi faktor penting karena jika kualitas air menurun maka terjadi penurunan produktivitas ikan. Oleh karena itu, kami memperkenalkan Biofitofiltrasi menggunakan tanaman untuk menjaga kualitas air dalam budidaya ikan Nila. Dua jenis tanaman air dari Famili Alismataceae yakni Daun Tombak dan Melati Air yang berpotensi sebagai penyerap logam berat beracun digunakan. Kegiatan Abmas ini terdiri dari pengenalan Biofitofiltrasi yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan kerja Praktek kepada warga desa dan pembudidaya ikan, serta praktek pembuatan pot apung bambu dan aplikasinya dalam tambak dan keramba saluran irigasi ikan Nila. Meskipun dari 30 responden hanya 7 responden yang memberikan jawaban lengkap terhadap 4 pertanyaan survei, 100% responden memberikan respon yang sangat positif terkait tingkat pemahaman terhadap sosialisasi yang dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa penjelasan dapat dipahami oleh peserta, dan informasi berhasil disampaikan dengan baik. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa KKN Abmas telah berhasil memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat melalui program ini.
Pelatihan Pengolahan Limbah Ikan Bandeng Menjadi Pakan Ikan di Kampung Cabut Duri, Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Nurhayati, Awik Puji Dyah; Hidayati, Dewi; Setiawan, Edwin; Abdulgani, Nurlita; Ashuri, Nova Maulidina; Sa'adah, Noor Nailis; Nadhila, Auliya Rahma; Millah, Ro’iqotul; Rahmadani, Syakirah Shafwah; Sukma, Nur Awaliyah Mentari; Kristianto, Kristianto; Zuwanita, Cyntya Sri
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.1197

Abstract

Kegiatan pencabutan duri ikan di Kampung Cabut Duri, Desa Sedati, seringkali meninggalkan limbah tulang dan sisik ikan yang tidak lagi dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Laboratorium Biosains dan Teknologi Hewan Departemen Biologi FSAD ITS bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda memberikan pelatihan pengolahan limbah di Kampung Cabut Duri menjadi pakan ikan. Pakan ikan atau pelet yang diolah dari bahan dasar olahan limbah tulang dan sisik ikan bandeng (C. chanos) menjadi suatu solusi dari pencemaran limbah yang dihasilkan dari kegiatan pencabutan duri di Desa Sedati. Komposisi pakan yang tepat sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Kandungan nutrisi dibuat sesuai standar pakan ikan sesuai SNI (Standarisasi Nasional Indonesia). Formula pakan terdiri dari tepung ikan 35%, dedak 60%, CMC 2%, tepung tapioka 1%, Vitamin premix 1% dan ragi tempe 2%. Formula pelet ini memiliki integritas yang bagus dan mampu disuplementasi oleh ikan. Kegiatan pelatihan ini diharapkan masyarakat dapat memahami dan mempraktekkan proses pembuatan pelet ikan dari limbah cabut duri. Secara keseluruhan dari 15 responden warga masyarakat di Kampung Cabut Duri, Kalanganyar, Sidoarjo dapat memahami dan mengetahui proses dan manfaat pembuatan pelet ikan dari limbah kegiatan cabut duri berupa sisik dan tulang ikan serta materi yang disampaikan ketika pengabdian masyarakat tersampaikan dengan baik. Selain itu warga juga menilai bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat besar. Berdasarkan latar belakang sosial peserta kegiatan diharapkan sosialisasi dan demonstrasi dapat memberikan inspirasi terkait pengembangan mata pencaharian warga.
A Mini Review on Analysis of Potential Antibacterial Activity of Symbiotic Bacteria from Indonesian Freshwater Sponge: An Unexplored and A Hidden Potency Setiawan, Edwin; Hermanto, Michael Einstein; Abdulgani, Nurlita; Prasetyo, Endry Nugroho; Riani, Catur; Wulandari, Dyah; Budiharjo, Anto
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.82682

Abstract

Marine sponges have been investigated as potential bioresources because of their symbiotic relationship with microbes such as Actinobacteria that produce antibacterial substances. In contrast, a group of sponges, that inhabits freshwater environments called freshwater sponges (Order Spongillida Manconi & Pronzato, 2002) and consists of only one percent among all of the sponges’ species (Phylum Porifera Grant, 1836), has  not yet intensively examined.  For this reason, we screened, determined, evaluated, and reviewed by examining several databases in Scopus, Pub Med, and Google Scholar related to potential aspects of symbiotic bacteria and their antibacterial substances that can be further utilised  and developed into synthesised  antibacterial compounds, based on published metagenomic data of symbiotic bacteria in freshwater sponges. At the same time, we compared a composition of those freshwater symbionts to marine sponges’ symbionts whether those possess a similar composition or not. Moreover, a current report and a revisit study of freshwater sponges in East Java, initiate further direction on mapping of those symbiotic bacteria from Indonesia that can be nominated as potential groups possessing antibacterial properties. 
Corruption Eradication in Four Asian Countries: A Comparative Legal Analysis Mahendra, Januar Rahadian; Edwin Setiawan; Hellend , Arbend Ficasso Van
Journal of Law, Environmental and Justice Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Law, Environmental and Justice
Publisher : CV. Ius et Ambientis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62264/jlej.v2i2.98

Abstract

Corruption has both direct and indirect impacts on various sectors. Therefore, anti-corruption efforts are needed in each country to eradicate it. This study discusses the problem of corruption law enforcement in Indonesia by comparing it with Hong Kong, Singapore, and South Korea. The selection of these countries is based on their similarities in having anti-corruption institutions and a long history of corruption as a result of colonialism. This study uses a normative legal method supported by data to produce comprehensive research. The discussion in this study is divided into two, namely by providing a general overview of corruption law enforcement in each country and the problem of law enforcement in Indonesia by comparing it with Hong Kong, Singapore, and South Korea. Based on this study, it can be seen that Indonesia still has complex and systemic problems so that its corruption law enforcement is still weak. The problems that occur include weak political will, corruption eradication that still focuses on the public sector, conflicts of interest between law enforcement agencies, intervention by political elites, criminalization of law enforcers, weak independence, and the absence of supporting laws, a culture of gratification that is still deep-rooted
EFEKTIVITAS EKSTRAKSI SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI ABSORBEN MENGGUNAKAN METODE DELIGNIFIKASI DAN BLEACHING Ritonga, Putri Chairani; Sintya Agustina Eka Putri; Edwin Setiawan; Alfin Desta Pramaysella; Christoforus Kalo Bello Puyanggana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.1

Abstract

Limbah kelapa sawit di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat seiring dengan perluasan areal perkebunan kelapa sawit. Hal ini menyebabkan penumpukan limbah kelapa sawit terutama tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dengan pengelolaan limbah yang minim. TKKS tersusun atas berbagai kandungan didalamnya, salah satunya adalah selulosa. Kandungan selulosa TKKS yang tinggi berpotensi menjadi absorben alami yang ramah lingkungan sekaligus sebagai bentuk pengelolaan limbah TKKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi selulosa TKKS sebagai absorben alami dengan metode delignifikasi dan bleaching. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ekstraksi selulosa memiliki dua faktor perlakuan, yaitu persentase NaOH (10%, 20%, 30%) pada proses delignifikasi dan persentase H2O2 (0%, 5%, 10%) pada proses bleaching. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa proses delignifikasi berpengaruh nyata terhadap yield TKKS dengan konsentrasi 10%, sedangkan pada uji whiteness index H2O2 memiliki tingkat kecerahan maksimal dengan daya serap terbaik diperoleh dari perlakuan 20% NaOH + 10% H2O2 sebesar 12,87 g H2O/g. Perlakuan yang tepat pada ekstraksi selulosa TKKS sebagai absorben alami terdapat pada perlakuan 20% NaOH + 10% H2O2.
SPK Pemilihan Perguruan Tinggi Komputer Kota Semarang Dengan Metode WASPAS Edwin Setiawan; Setyawan Wibisono
Elkom : Jurnal Elektronika dan Komputer Vol 15 No 1 (2022): Juli : Jurnal Elektronika dan Komputer
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/elkom.v15i1.793

Abstract

Di kota Semarang terdapat beberapa perguruan tinggi jurusan komputer yang sangat kompetitif dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. Dengan banyaknya universitas yang ada, sebagian besar lulusan SMA dan SMK harus pandai menentukan universitas yang baik untuk masa depan mereka. Kriteria penilaian meliputi akreditasi, jumlah mahasiswa, jumlah dosen, biaya kuliah, biaya SPI dan jumlah jurusan. Hasil rekomendasi pemilihan perguruan tinggi bidang komputer di kota Semarang didapatkan dari nilai yang paling tinggi. Dari seluruh Perguruan Tinggi bidang komputer yang ada di kota Semarang diatas, nilai Q_i tertinggi adalah UDINUS dengan nilai sebesar 0,955. 3. UDINUS memiliki nilai tertinggi karena memiliki akreditasi tertinggi dimana kriteria akreditasi memiliki bobot persentase tertinggi. Kombinasi keunggulan dalam akreditasi dan keunggulan dalam bobot memberikan UDINUS skor tinggi.
Optimizing the use of Digital Forensics and Information Technology in Proving Criminal Acts of Electronic Document Forgery in Indonesia Edwin Setiawan; Hartiwiningsih Hartiwiningsih
International Journal of Law, Crime and Justice Vol. 2 No. 2 (2025): June : International Journal of Law, Crime and Justice
Publisher : Asosiasi Penelitian dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijlcj.v2i2.587

Abstract

The rapid development of information technology has significantly changed cybercrime, especially electronic document forgery. This re-search examines the utilization of digital forensics and information technology in proving the crime of electronic document forgery in In-donesia through a normative legal research approach. The research uses a statutory approach and a conceptual approach to analyze the ef-fectiveness of digital forensic methods in uncovering electronic crimes based on certain evaluation criteria including technical feasibility, legal acceptability, and procedural compliance with Indonesian law. The findings show that digital forensics has an important role in in-vestigating electronic document forgery, but faces complex implementation challenges. Key barriers include limited human resources, with only 147 certified digital forensics experts in Indonesia according to verified 2023 data from the Indonesian Digital Forensics Association (AFDI), and legal regulations that have not fully accommodated the evolving digital technology landscape. The research identifies signifi-cant technical barriers, such as the complexity of forensic technology, the volatility of digital evidence, and the rapid advancement of cyber-crime techniques. Through an examination of recent case studies including the Tokopedia data breach of 2023 and the Jakarta Administra-tive Court electronic document forgery case of 2022, this research demonstrates the practical application of digital forensics in Indonesian courts. The research proposes a balanced approach that fulfills both evidentiary and human rights protection requirements in digital inves-tigations. Strategic recommendations include strengthening the capacity of forensic laboratories, harmonizing legal regulations, and im-proving the competence of human resources in technology and law. This research contributes to the conceptual framework of cyber law enforcement by offering a comprehensive perspective on the evidentiary challenges of e-crime in the digital age.
Co-Authors A, Aunurohim Abdul Wahab Abdul Wahab Adik Mayang Indiani Adik Mayang Indiani Afrilya Dina Salsabila Agus Wahyudi Agus Wahyudi Ahmad Ardiansyah, Defan Agmu Alfani Raziful Dwi Ersandy Alfin Desta Pramaysella Alifia Cahyaning Putri Anies Wijayanti Anies Wijayanti Anto Budiharjo Arina Tri Lunggani Aulia Istighfarotunnisa Aunurohim Aunurohim Awik Pudji Diah Nurhayati Awik Pudji Diah Nurhayati Awik Puji Dyah Nurhayati Budiharjo Anto CATUR RIANI Christoforus Kalo Bello Puyanggana Danang Samudra David J. Marshall David Relex Devi Pramesti Wulandari Dewantoro, Giwang Dewi Hidayati Didit Prasetyo Dini Adni Navastara, Dini Adni Dini Ermavitalini Dyah Wulandari Elshinta Riantica Enny Zulaika Enny Zulaika F, Fauziah Faizah Nur Shabrina Farid Kamal Muzaki Farikha, Siti Lutfiatul Geoloveriana Esasi Hartiwiningsih Hartiwiningsih Hellend , Arbend Ficasso Van Hermanto, Michael Einstein Hermawan Hermawan Hermawan Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum Iska Desmawati Kamila Islamiati Kharisma Armida Ulayya Kristianto Kristianto Lanny Kartikasari Lissa Rosdiana Lissa Rosdiana Mahendra, Januar Rahadian Maitsa Adzro Fania Marita Ika Joesidawati Michael Einstein Hermanto Millah, Ro’iqotul Mulyadi, Yeyes Nadhila, Auliya Rahma Nadila Wulan Cahyani Natanael Hari Wijaya Ni Wayan Ni Wayan Noor Nailis Sa'adah Noor Nailis Saadah Noor Nailis Saa’dah Noor Nailis Sa’adah Nova Maulidina Ashari Nova Maulidina Ashuri Nurlita Abdulgani Nurlita Abdulgani Nurul Jadid Prayogo, Fitra Adi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmadani, Syakirah Shafwah Ratna Rintaningrum Riani Catur Ritonga, Putri Chairani Rony Irawanto S, Suwarsih Sa'adah, Noor Nailis Saptarini, Dian Setyawan Wibisono Setyo Nugroho Shabrina Syifa Ghaissani Shovitri, Maya Sintya Agustina Eka Putri Sukma, Nur Awaliyah Mentari Syahroni, Nur Triono Bagus Saputro, Triono Bagus Yanuar Ahmad Zufar Azzaria Azmi Zuwanita, Cyntya Sri