Claim Missing Document
Check
Articles

Tema Elektrik Pada Pusat Apresiasi Musik dan Tari Kontemporer Yeptadian Sari; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.439 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3751

Abstract

Pengajuan tema sebagai awal perancangan adalah salah satu kemungkinan dari sekian banyak kemungkinan pendekatan perancangan. Pada dasarnya suatu hasil perancangan dengan sendirinya akan mengandung tema. Menentukan tema pada awal proses perancangan sama halnya dengan menentukan arahan, pedoman serta batasan bagi seorang perancang dalam menentukan dan menetapkan hasil rancangan yang akan ditampilkan, yang tentu saja sesuai dengan fungsi bangunan yang hendak dirancang. Tema ‘Elektrik’ dipilih karena dilatarbelakangi oleh objek bangunan itu sendiri. Objek bangunan adalah pusat apresiasi musik dan tari kontemporer yang berarti musik dan tari yang kekinian, salah satu genre musik dan tari yang kekinian ditambah kecanggihan teknologi adalah electric, yang kemudian menjadi dasar transformasi tema elektrik pada pusat apresiasi musik dan tari kontemporer dan akan dibahas secara detil
Kesinambungan pada Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur Muhammad Ilhamullah; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4409.857 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6546

Abstract

Budaya  kesenian wayang kulit merupakan salah satu warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah mendapat pengakuan secara internasional oleh UNESCO sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 7 November 2003. Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur merupakan objek rancang yang menghadirkan kembali budaya wayang kulit Jawa Timuran di tengah-tengah kehidupan masyarakat sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Objek ini dikembangkan menggunakan tema “Kesinambungan” yang bermakna suatu media penyambung yang susah diputus. Dihadirkan dengan kesan yang dinamis namun tetap mempertahankan sisi tradisional agar masyarakat dapat lebih mudah mengenal serta melestarikan budaya ini[5]. Simbol gunungan merupakan ciri khas dari kesenian wayang kulit, proses rancang menggunakan metode metafora dalam menyelesaikan isu-isu yang terdapat dalam objek rancangan[1]. Objek ini diharapkan dapat menghidupkan dan mengembangkan kebudayaan wayang kulit jawa timuran dengan ilmu dan teknologi yang berkembang, tanpa melupakan aturannya, sehingga tercipta sesuatu yang baru dengan bentuk, arti, dan fungsi yang sama[8]. Penerapan konsep dan tema terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan struktur yang diterapkan pada galeri kesenian wayang kulit jawa timur.
Pendekatan Tema Jelajah dalam Konsep dan Rancangan Perpustakaan sebagai Ruang Publik Rahma Sakinah; Murni Rachmawati; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5800.051 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6800

Abstract

Tema merupakan salah satu pendekatan perancangan yang umum dilakukan. Tema merupakan panduan, pedoman, dan arahan yang dapat menuntun perancang untuk membuat konsep yang dapat memecahkan permasalah dalam suatu obyek rancangan. Tema untuk obyek rancang perpustakaan dipilih dengan mempertimbangkan permasalahan utama obyek, yaitu belum mampunya perpustakaan menjadi ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kesan perpustakaan di mata masyarakat yang cenderung kaku dan tidak ramah. Tema “Jelajah” memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan kaku. Pendekatan tema pada obyek rancang dilakukan secara metafora dengan mengaplikasikan karakteristik-karakteristik “Jelajah” pada berbagai macam aspek rancang. Dengan pendekatan tema “Jelajah” tersebut dihasilkan rancangan perpustakaan yang menarik dan jauh dari kesan kaku dan tidak ramah
Pendekatan Tema Koneksi pada Rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta Adiar Ersti Mardisiwi; Murni Rachmawati; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5212.442 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6804

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang mencanangkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau “Perpustakaan Masyarakat” berbasis Rukun Warga (RW). Sejak tahun 2007, kini 237 TBM telah berdiri diantara 615 RW. Kebijakan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Namun, desain perpustakaan dewasa ini cenderung menjenuhkan. Perpustakaan Kota Yogyakarta yang sudah ada pun belum mencerminkan budaya Yogyakarta. Kapasitas Perpustakaan Kota Yogyakarta juga masih terlalu kecil untuk disebut perpustakaan kota. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah taman baca yang dapat meningkatkan minat baca masyarakat Yogyakarta, mencerminkan budaya lokal, serta dapat menjadi ruang publik yang menyenangkan. Tema ‘koneksi’ diaplikasikan pada rancangan Taman Baca Kota Yogyakarta dengan metode studi kasus, survei lapangan, serta pembagian acak kuesioner preferensi pengujung Perpustakaan Kota Yogyakarta. Lokasi terpilih ialah di bantaran Kali Code karena atmosfernya yang tenang dan memenuhi kriteria untuk didirikan taman baca. Rancangan ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai fungsi perpustakaan umum sehingga dapat berperan sebagai ruang publik untuk menggali informasi melalui media apapun, tanpa batas waktu dan batas apapun
Penerapan Tema Atraktif dalam Rancangan Taman Wisata Brawijaya Malang Pridany Widya Ad’ha; Murni Rachmawati; Nur Endah Nuffida
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.69 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6827

Abstract

Dalam merancang arsitektur seorang arsitek dapat menggunakan tema sebagai alat untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Tema dalam arsitektur adalah ide yang harus dieksplor dan memasukkannya ke dalam desain untuk menciptakan karakteristik atau makna pada bangunan tersebut. Selanjutnya, eksplorasi tema tersebut dapat diterapkan ke dalam konsep perancangan. Konsep perancangan akan menentukan berbagai elemen rancangan seperti bentuk, ruang luar, material, dan sebagainya. Objek rancang adalah taman wisata dengan wahana permainan 4 dimensi sebagai hiburan utamanya. Tema atraktif diangkat karena mampu mewakili esensi objek sebagai bangunan wisata. Pendekatan metafora digunakan untuk menerapkan tema atraktif ke dalam objek rancang. Karakteristik atraktif yang digunakan adalah kontras, dinamis, dan mengejutkan. Hasil rancangan berupa penerapan karakteristik atraktif ke dalam bentuk massa, fasad, sirkulasi antar massa, komposisi massa, serta penerapan atraksi dalam rancangan.
Pendekatan Rancang Metafora dalam Perancangan Pusat Musik Gamelan di Surabaya Maulana Cahyo Utama; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6264.753 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9075

Abstract

Banyak cara yang dilakukan dalam pendekatan rancang dalam suatu obyek, salah satunya adalah pendekatan metafora. Obyek yang akan dirancang dengan metode metafora adalah Pusat Musik Gamelan di Surabaya. Dengan hadirnya obyek rancang ini masyarakat akan terfasilatasi untuk dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian-kesenian yang berhubungan dengan gamelan. Dengan pemiliahan tema ning nong ning Gung maka bangunan terbagi menjadi 4 bagian dengan karakteristik dan visualisasi yang berbeda-beda
Perancangan Pusat Komunitas Tunanetra Indonesia dengan Pendekatan Indera Yustisia Sekar Pratiwi; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.011 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18603

Abstract

Tunanetra adalah suatu kondisi dimana seseorang kehilangan kemampuan pengelihatan. Jumlah penyandang tunanetra di Indonesia saat ini mencapai 3 juta jiwa. Jumlah tersebut tentu saja terbilang cukup banyak. Namun perhatian pemerintah terhadap tunanetra masih sangat kecil. Pandangan masyarakat terhadap tunanetra pun tidak terlalu baik. Hal ini tercermin dari sedikitnya fasilitas khusus tunanetra serta keterbatasan profesi bagi tunanetra. Tidak sedikit penyandang tunanetra yang berprofesi sebagai tukang pijit dan pengemis yang tergolong sebagai masyarakat marjinal. Kondisi tersebut membuat penyandang tunanetra tidak memiliki kesempatan untuk berkembang. Banyak penyandang yang sebenarnya memiliki kemampuan yang sama atau bahkan melebihi kemampuan yang dimiliki non-tunanetra. Namun potensi tersebut kurang terasah akibat kurangnya fasilitas dari pemerintah dan pandangan dari masyarakat yang menanggap penyandang tunanetra tidak mampu melakukan apapun. Pada perancangan ini akan membahas mengenai fasilitas untuk mewadahi pengembangan potensi bakat dan minat yang dimiliki oleh tunanetra sekaligus sebagai area publik yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengenalkan potensi bakat dan minat tunanetra kepada khalayak umum. Sehingga nantinya rancangan dapat menyadarkan masyarakat terhadap kemampuan tunanetra, serta membuka peluang bagi penyandang tunanetra untuk memperoleh profesi yang lebih baik di masa depan.
Perancangan Ulang Area Terminal Joyoboyo menjadi Area Transit Intermoda Daerah Kota Surabaya Muhammad Dewawisnu Mahdi; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.869 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22613

Abstract

Indonesia termasuk dalam negara yang memilki jumlah penduduk yang banyak yaitu sekitar 240 juta jiwa. Meskipun luas tanah pijak masih cukup luas sekitar 1.9 juta meter persegi namun pemerataan jumlah yang tidak seimbang di beberapa wilayah terutama wilayah perkotaan metropolitan seperti Jakarta dan Surabaya mengakibatkan munculnya berbagai kemacetan yang akhirnya menghambat konsistensi mobilitas terutama saat jam kerja. Rencana pemerintah kota Surabaya untuk mengembangkan serta menambah beberapa jenis moda transportasi baru merupakan sebuah langkah yang harus diambil untuk mengatasi persoalan kepadatan lalu lintas di hampir semua ruas jalan penting di kota Surabaya. Pemkot Surabaya sudah menyiapkan desain berupa konnsep poin-poin dimana proyek ini akan berlokasi. Penulis membahas sebuah rancangan bangunan stasiun/ Terminal Hub , yang mengutamakan orientasi terhadap kebutuhan publik terutama dalam kemudahan dan efisiensi akses ke sarana dan prasarana transportasi yang berbeda. Penerapan rancangan bangunan ini dilakukan ke arah vertikal guna menghubungkan beberapa sirkulasi penghubung transportasi yang berbeda elevasi ketinggian.
Pusat Komunitas Tunarungu: Mata yang Mendengar Cinthia Sofie Devansari; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.76 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24279

Abstract

Sebagai seseorang yang memiliki ketidaksempurnaan, tunarungu sering mengalami permasalahan tersendiri dalam hidupnya. Yang pada akhirnya permasalahan-permasalahan tersebut mempengaruhi kualitas hidup tunarungu, dimana para tunarungu memiliki kualitas hidup yang buruk karena merasa dikucilkan, tidak dianggap dan tunarungu juga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan finansialnya. Padahal sebagai umat manusia, para tunarungu berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, sama seperti manusia normal lainnya. Penjabaran di atas melatarbelakangi diperlukannya Pusat Komunitas Tunarungu yang nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi tunarungu dalam mengembangkan minat dan bakatnya, sekaligus wadah dalam memamerkan dan menunjukan kemampuan dan bakatnya kepada masyarakat luas. Pendekatan DeafSpace dan juga konsep “Mata yang Mendengar” diterapkan dalam objek rancang ini. Pendekatan dan konsep ini dipakai dan diterapkan untuk membuat sebuah objek rancang yang desainnya sesuai dengan kebutuhan seorang tunarungu, baik dari sisi gubahan massa, tatanan zoning, hingga penggunaan material dan warna pada bangunan. Dengan desain objek rancang yang sesuai dengan kebutuhan tunarungu ini, maka diharapkan para tunarungu dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman.
Aplikasi nilai karakter syukur di Al-Quran surat Luqman sebagai upaya penanganan degradasi moral remaja pada Rancangan SMP Islam, Surabaya Ihdina Sabili; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.468 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27069

Abstract

Degradasi moral sudah beberapa tahun terakhir ini menjadi permasalahan yang cukup krusial di Indonesia. Sekolah masih tetap menjadi pilihan paling ideal dalam menerapkan pendidikan karakter pada anak didik. Dalam agama islam, acuan paling utama dalam menjalankan kehidupan adalah Al-Quran. Di dalamnya terdapat semua ajaran, contoh dan juga perintah, diantaranya juga tentang berkarakter mulia, salah satunya ialah Syukur. Maka dengan Al-Quran inilah adanya harapan mampu membentuk perilaku terpuji dan karakter mulia manusia. Peran arsitektur dalam penyelesaian masalah ini diantaranya dalam membentuk ruang belajar, membentuk pola sirkulasi dalam berinteraksi, menciptakan suasana kondusif dalam menyerap materi, serta penerapan kepada kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan pada teori perilaku manusia, perancangan menitikberatkan pada proses dan berdasarkan ajaran penting dalam Al-Quran surat Luqman ayat 12 tentang Syukur. Maka dibuatlah rancangan SMP Islam dengan konsep syukur yang terbagi menjadi tiga kelompok, syukur kepada Allah, alam, dan sesama manusia. Baik dalam aspek teknis, interior maupun eksterior.