Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN CNC DRILLING MENGGUNAKAN SISTEM KONTROL GRBL UNTUK PEMBUATAN LUBANG PCB Mansur Mansur; Ilyas Yusuf; Marzuki Marzuki
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i2.1222

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini semakin berkembang pesat dan telah memberikan dampak disegala bidang. di zaman sekarang ini, kita telah sering mendengar perkembangan mesin teknologi yang diciptakan sebagai alat mempermudah kegiatan  manusia dengan penggunaan teknologi computer kedalamnya sehingga berdampak pada penggunaan system otomas. sistem otomasi merupakan suatu teknologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan system yang berbasis computer. Mesin CNC drilling ini adalah mesin perkakas yang berkerja dengan 3 sumbu x,y dan z. mesin cnc driling akan bekerja sesuai dengan pola gambar benda kerja yang dibuat dan dilengkapi dengan sistem kontrol  mikrokontroler digunakan untuk menerima g-code dari pc yang dikirim ke mikrokontroler yang selanjutnya di kontrol menggunakan GRBL controller untuk menggerakkan motor stepper. Kata kunci : G-code,GRBL controler, driver motor, motor stepper, breakout board,ST-V3, power supply.
Weldability of welded joint alloy steel grade 91 to stainless steel grade 316L using filler metal ER NiCrMo-3 and ER 309LMo in power boiler piping and tubing Kurniyanto, Hendri Budi; Rohmat, Imam Khoirul; Muh Sulhan, Ilham Ainur Rosyid; Marzuki, Marzuki
Journal of Welding Technology Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v6i2.6096

Abstract

Welded joints between high alloy steel and austenitic stainless steel are commonly used in the power plant industry. In this research, the materials used were SA-335 P91 and 316L stainless steel with ERNiCrMo-3 and 309LMo fillers designed with a butt joint configuration. Several mechanical test (tensile test ASTM E8, Hardness Test ASTM E92) and microstructure examination was carried out to determine the tensile strength, hardness and microstructure of welded joint. The highest tensile strength is found in the ERNiCrMo-3 filler metal, namely 354.085 MPa, while the lowest is found in the 309LMo filler metal, namely 349.87 MPa. The highest hardness values for the ERNiCrMo-3 filler metal are found in base metal P91, HAZ P91, weld metal, HAZ stainless steel 316L, and base metal stainless steel 316L, with values respectively 212.77 HVN, 278 HVN, 239.53 HVN , 189.32 HVN, and 180.40 HVN. The lowest values for the 309LMo filler metal are 210.13 HVN, 266.12 HVN, 206.48 HVN, 175.59 HVN, and 172.32 HVN. Microstructural observations show the formation of a dendrite phase in the weld metal area with ERNiCrMo-3 filler metal and a delta ferrite phase in the weld metal area with 309LMo filler metal. No phase changes were observed in the P91 base metal, P91 HAZ, 316L stainless steel base metal, or 316L stainless steel HAZ areas. The results of the corrosion resistance test show that specimens with the ERNiCrMo-3 filler metal are more resistant to pitting corrosion compared to specimens with the 309LMo filler metal. The corrosion rate is 12,50 mm/years for ERNiCrMo-3, and 18,94 mm/years for 309LMo filler metal.
Kajian Pengaruh Variasi Temperature Pemanasan, Holding Time Dan Agregad Media Karbon Tempurung Kelapa Pada Proses Pack Carburizing Mata Cangkul Azli, Ahlul; Azwar, Azwar; Marzuki, Marzuki
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 9, No 1 (2025): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v9i1.6641

Abstract

Carburizing adalah proses pengerasan lapisan permukaan baja dengan cara mendifusikan karbon pada penelitian ini Mata cangkul merek Corocodille kualitas rendah dan kualitas premium dengan temperatur pemanasan850 dan 9500C, holding time  60 menit, 90 menit dan 120 menit, media pendinging : air mineral dan ukuran agregad karbon tempurung kelapa 100 mesh dan 150 mesh pada pengujian kekerasan mikro vickers. Dari hasil uji kekerasan, nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada temperatur 8500C dengan holding time 90 menit pada ukuran karbon 100 mesh, hal ini dipengaruhi oleh difusi karbon kedalam material pada temperatur temperatur 8500C dengan holding time 90 menit tersebut. Dari hasil uji kekerasan, nilai kekerasan pada mata cangkul kualitas rendah dengan menggunakan karbon 100 mesh paling baik pada holding time 90 menit dengan temperatur 8500C sedangkan pada karbon 150 mesh paling baik pada holding time 60 menit. Dari hasil uji kekerasan, semakin besar ukuran karbon maka semakin rendah nilai kekerasan. Dari hasil uji kekerasan, waktu holding time tidak berpengaruh terhadap nilai kekerasan, dimana semakin tinggi waktu holding time maka semakin rendah nilai kekerasan yang diperoleh.  Keywords: Carburizing, mikro vickers dan holding time
Desain Dan Pembuatan Mold Dan Dies Pencetak Piring Dari Pelepah Pinang Menggunakan Mesin Cnc Milling VMC50E Firdaus, Fahri; Marzuki, Marzuki; Syamsuar, Syamsuar
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 9, No 1 (2025): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v9i1.6640

Abstract

Luas perkebunan Pinang di Provinsi Aceh mencapai 45.044 hektare, yang akan memproduksi 364.856.400– 405.396.000 pelepah daun pertahun. Petani belum memanfaatkan pelepah Pinang secara maksimal untuk menambah penghasilan mereka. Pelepah Pinang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang merupakan salah satu biopolimer yang menyusun bahan kemasan, sehingga sangat memungkinkan pelepah Pinang ini dikembangkan menjadi produk seperti piring. Dies adalah bagian cetakan untuk menekan produk. Mold adalah bagian cetakan  yang membentuk produk. Mold yang memerlukan transfer panas tekanan tinggi. Material yang digunakan aluminium, dikarnakan aluminium dapat tahan korosi, mampu bentuk yang baik, masa jenis rendah, penghantar listrik dan panas yang baik, serta memiliki titik lebur yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan cetakan mold dan dies untuk memproduksi Piring dari Pelepah Pinang menggunakan mesin CNC Milling VMC 50E, melalui opimasi desain mold dan dies menggunakan software Solidworks, pemilihan material, proses pembuatan program NC dan proses fabrikasi menggunakan mesin CNC. Hasil penelitian adalah mold dan dies yang sesuai pada desain dan menggunakan material aluminium dengan dimensi 150 x 150 x 40, proses pembuatan menggunakan mesin CNC milling dengan putaran spindel 4.777 rpm, kecepatan makan per gigi 955,4 mm/menit, total waktu pengerjaan 17,33 jam dan total biaya produksi Rp 5.626.000. Pengujian kekasaran pada permukaan mold dan dies menunjukkan tingkat kekasaran N6. Keywords: Pelepah pinang, Mold dan Dies, Aluminium, Mesin CNC milling
ANALISA SIFAT MEKANIK PAPAN KOMPOSIT PARTIKEL BERBAHAN DASAR TEMPURUNG KELAPA DAN KULIT BUAH JERUK BALI SEBAGAI PENGGANTI MATERIAL PAPAN KAYU Rizal, Muhammad; Cebro, irwin Syahri; Marzuki, Marzuki
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 9, No 2 (2025): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v9i2.7842

Abstract

Kulit buah jeruk yang digunakan dalam pembuatan papan komposit merupakan limbah yang dihasilkan dari pemanenan buah jeruk. Limbah dari kulit buah jeruk dapat diolah menjadi pupuk kompos cair, pestisida organik, serta dapat diolah sebagai adsorben. Selain itu, Kulit buah jeruk sangat berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan papan komposit karena memiliki banyak kandungan selulosa 22%. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas yaitu 5% partikel tempurung kelapa, 15% kulit buah jeruk bali , 80% resin, 10% partikel tempurung kelapa, 10% kulit buah jeruk bali, 80% resin dan 15% partikel tempurung kelapa, 5% kulit buah jeruk bali, 80% resin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ukuran partikel tempurung kelapa adalah 200 mesh sedangkan partikel kulit buah jeruk bali 40 mesh. didapatkan bahwa nilai kekuatan tarik mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya persentase partikel tempurung kelapa serta nilai kekuatan bending mengalami peningkat dari setiap persentase partikel tempurung kelapa hal ini dikarenakan tidak terjadinya bonding (daya ikat) dimana ikat antara penguat dengan matriks sempurna sehingga pada saat terjadinya proses pengujian nilai kekuatan bending mengalami peningkatan pada persentase.  Keywords: Kulit buah jeruk, resin, dan debounding