Ridjal, Abraham Mohammad
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakter Spasial dan Visual pada Bangunan Gedung Juang 45 Bekasi Jawa Barat Dewa Gde Agung Wibawa; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.094 KB)

Abstract

Beberapa bangunan masih berdiri dan berfungsi dari peninggalan kolonial Belanda di Bekasi adalah Gedung Juang 45 Bekasi. Bangunan ini masih memiliki keaslian bentuk dan fasade bangunan dari sejak pertama kali dibangun hingga saat ini. Perubahan fungsi yang terjadi pada bangunan Gedung Juang 45 Bekasi ini mempengaruhi aspek spasial maupun visual yang ada pada bangunan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui karakter spasial dan visual dari bangunan Gedung Juang 45 Bekasi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan langkah mendekripsikan elemen-elemen spasial dan visual bangunan dan menganalisisnya sehingga dapat disimpulkan karakter spasial dan visual bangunan. Karakter visual yang ditunjukkan oleh Gedung Juang 45 Bekasi adalah langgam Indische Empire Style. Penggunaan jendela dan pintu dengan ukuran berskala besar pada fasade bangunan menggambarkan bangunan milik penguasa yang ingin membuat bangunannya lebih monumental dari yang lain.Kata Kunci: Karakter Spasial, Karakter Visual, Bangunan kolonial Belanda
Identitas Visual Bangunan Masjid Raya Gantiang di Kota Padang Muhammad Ricky Ronaldo; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Raya Gantiang sebagai salah satu bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda merupakan bangunan masjid tertua yang berada di Kota Padang dan juga sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindingi oleh pemerintah setempat. Identitas bangunan merupakan simbol bagi nilai-nilai dan kebudayaan yang dianut oleh masyarakat tak terkecuali untuk bangunan Masjid Raya Gantiang dan masyarakat setempat, namun bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali perubahan atau penambahan pada elemen penyusun visual masjid tersebut yang sedikit mengaburkan karakteristik visual yang dimiliki. Metode deksriptif analisis digunakan dalam menagidentifikasi karakter visual dan menganalisis identitas bangunan masjid Raya Gantiang. Hasil dari identifikasi dan analisis dari bangunan masjid Raya Gantiang ini secara visual adalah, identitas yang terbentuk pada bangunan memiliki dominasi pengaruh dari beberapa gaya arsitektur seperti arsitektur kolonial Belanda yang tertuang pada bentuk bukaan dengan dominasi bentuk persegi dengan ukuran yang besar dan barisan kolom Yunani. Selain itu terdapat dominasi pengaruh, arsitektur Mediterania yang banyak ditemukan pada bukaan-bukaan yang melengkung, hiasan garis melengkung pada atas pintu dan jendela, dan hiasan-hiasan pada kolom bangunan. Pengaruh arsitektur tradisional Minangkabau dan arsitektur Tionghoa juga ditemukan pada bentuk dasar atap bertumpang yang dikombinasi dengan bentuk persegi delapan pada dua tumpangan atap paling atas. Selain itu juga terdapat penggunaan ragam hias lokal Minangkabau dan Betawi pada ornamen-ornamen yang menjadi pelengkap visual bangunan.
Identitas Visual Bangunan Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi Arida Fitriana Yasmin; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.445 KB)

Abstract

Pendopo Sabha Swagata Blambangan merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Banyuwangi yang dibangun pada masa kolonial dan bertahan hingga saat ini. Namun, adanya berbagai perubahan yang terjadi sejak awal dibangun telah mengaburkan karakter visual yang dimiliki. Karakter visual merupakan salah satu poin penting dalam membentuk identitas sebuah bangunan dan menjadi simbol dari masyarakat tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi berdasarkan karakter visual bangunan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan mengidentifikasi karakter visual dan menganalisis identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan. Hasil dari penelitian ini adalah secara visual, identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan memiliki dominasi pengaruh arsitektur “Indische Empire Style” yang terlihat pada bentuk atap perisai, dominasi bentuk persegi, simetri fasade, serta penggunaan material dinding, kolom, dan lantai. Terdapat pula pengaruh asitektur tradisional Jawa pada bentuk atap tajug, penggunaan material kayu, serta ornamen flora pada lantai. Ragam hias lokal Banyuwangi juga menjadi pelengkap pada visual bangunan untuk menunjukkan budaya setempat. Kata kunci: identitas visual, arsitektur kolonial, Arsitektur Jawa
Pemaknaan Terhadap Prinsip dan Pola Ruang pada Istana Maimoon Nindya Adhyaksa; Chairil Budiarto Amiuza; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.939 KB)

Abstract

Sebagai salah satu elemen terpenting dalam perancangan arsitektur penempatan sebuah ruang juga melalui pertimbangan tertentu yang membentuk suatu pola tata ruang. Dalam pola penataan tersebut setiap susunan ruang memiliki maksud tertentu sehingga hal tersebut dapat dibaca melalui bahasa tanda. Istana Maimoon adalah peninggalan kebudayaan melayu di kota Medan yang harus dijaga kelestariannya. Dalam tatanan pola ruangnya Istana Maimoon memiliki suatu prinsip-prinsip penataan ruang yang memiliki makna dalam setiap susunan dan penempatannya. Pemaknaan tersebut dapat diterjemahkan melalui semantik dengan beberapa aspek yakni dari segi referensi atau kode tertentu, relevansi atau tertentu, maksud atau fungsi tertentu dan ekspresi atau nilai tertentu dari setiap pola dan prinsip-prinsip ruang yang terbentuk. Melalui identifikasi terhadap aspek sepasial pada pola ruang Istana Maimoon akan mengetahui prinsip-prinsip penyusunan pola tata ruangnya, kemudian dikaji makna yang terkandung di dalamnya melalui aspek semantik. Pola dan prinsip tata ruang yang ada pada Istana Maimoon mengacu pada sebuah pola tatanan istana kerajaan pada umumnya yang memiliki makna yaitu gambaran sosok kekuasaan dan kebesaran seorang Sultan Melayu Deli pada masa kepemimpinannya dan nilai-nilai kepemimpinan yang harus dijaga baik hubungan vertikal terhadap Tuhan maupun hubungan horizontalnya kepada sesama manusia.Kata kunci: Pola ruang, Prinsip tata ruang, Semantik, Istana Maimoon
Pelestarian Bangunan Masjid Tuo Kayu Jao Di Sumatera Barat Dion Farhan Harun; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji karakter bangunan Masjid Tuo Kayu Jao yang meliputi karakter visual, spasial, struktural bangunan, dan menentukan strategi arahan pelestarian bangunan Masjid Tuo Kayu Jao. Metode analisis data yang digunakan pada studi ini, yaitu metode deskriptif analisis, evaluatif, dan development.Karakter visual memperhatikan keseluruhan elemen yang membentuk fasade eksterior maupun interior dari Masjid Tuo Kayu Jao, seperti gaya bangunan, pintu, jendela, dan dinding. Karakter struktural dengan menganalisa susunan struktur yang ada pada Masjid Tuo Kayu Jao, mulai dari struktur bawah hingga struktur bagian atas bangunan. Dari hasil analisa ketiga karakter tersebut, nantinya dapat ditentukan hasil berupa arahan pelestarian yang sesuai dengan setiap elemen-elemen bangunan yang ada di Masjid Tuo Kayu Jao.Kata kunci: Masjid Kuno, karakter bangunan, strategi pelestarian
Keberadaan Masjid Jami Peneleh Surabaya pada Pola Spasial Kawasan Peneleh Arga Prayodhya; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam dengan sejarah panjangnya di Indonesia, menggunakan masjid sebagai salah satu metode penyebarannya. Salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Ampel selain berdakwah, menyebarkan Islam dengan membangun masjid. Salah satu masjid yang dibangun oleh Sunan Ampel adalah Masjid Jami Peneleh. Masjid yang diperkirakan dibangun pada tahun 1400an ini sudah mengalami beberapa renovasi. dalam perkembangan kawasan disekitar masjid, kawasan peneleh ini berkembang menjadi kawasan yang padat. Masjid Jami Peneleh yang pada awalnya masih dapat dilihat dari sisi sebrang Kali Mas sekarang sudah tertutup pemukiman padat. Hal ini membuat keberadaan Masjid Jami Peneleh tidak terlihat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan identifikasi secara langsung. Hasil yang diperoleh bahwa keberadaan Masjid Jami Peneleh akan terlihat disaat memasuki kawasan Kampung Peneleh. Pola sirkulasi yang terbentuk, penataan bangunan disekitar masjid, hingga fungsi bangunan sekitar terpengaruhi keberadaan masjid. Pada penataan kawasan yang sudah terbentuk dapat terlihat bahwa dalam perkembangannya keberadaan Masjid Jami Peneleh masih dipertimbangkan dan keberadaan Masjid Jami Peneleh dapat terlihat dari pola spasial kawasan hingga bangunan disekitar masjid saat sudah memasuki kawasan Kampung Peneleh.Kata kunci: masjid, Peneleh, pola spasial
Pola Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Wisata Religi KH. Abdurrahman Wahid Sudiaryandari Sudiaryandari; Jenny Ernawati; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi ziarah merupakan tradisi yang telah ada di Indonesia sejak jaman Hindu-Budha. Tradisi ziarah sekarang bukan hanya bernilai sakral namun juga bernilaiekonomi. Perkembangan pariwisata syariah dunia menuntut pengembanganpariwisata ziarah oleh pemerintah. Pengembangan wisata ziarah harus melaluiperencanaan yang matang karena wisata ziarah memiliki nilai sejarah dan sakral.Ziarah makam KH. Abdurahman Wahid merupakan salah satu wisata religi yangdikembangkan oleh pemerintah. Wisata religi ini terbentuk secara tiba-tibasehingga mengakibatkan perubahan beberapa fungsi ruang dalam kawasan. Untukitu perlu peninjauan pemanfaatan ruang untuk mengetahui kebutuhan peziarahsehingga dapat mewadahi berbagai perilaku dan aktivitas di kawasan wisata ziarah.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan objekwisata religi KH. Abdurahman Wahid, dan pendekatan environment behavior studydengan metode place centered mapping untuk mengetahui pemanfatan ruang olehkelompok atau individu. Hasil studi menunjukkan aktivtas yang ada dalam suaturuang tidak sesuai dengan fungsi ruangnya terutama ruang koridor jalan. Kapasitasruang dengan jumlah pelaku aktivitas tidak sesuai sehingga mengakibatkankepadatan. Kepadatan tidak berlaku di ruang ziarah karena ruang ziarah akan lebihnyaman jika peziarah berdoa dalam posisi yang rapat dan dekat satu sama lain.Kata kunci: ziarah, perilaku, pemanfaatan
Pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Novalinda Puspitasari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.267 KB)

Abstract

Sejarah Kota Surabaya sebagai kota pahlawan menjadikan Kota Surabaya sebagai pusat pemerintahan pada masa kolonial, terdapat banyak bangunan dengan fungsi kantor pelayanan jasa sebagai pemenuhan kebutuhan pada zaman kolonial. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya bergaya Indische empire stijl yang tampak pada elemen-elemen bangunan. Tujuan studi ini sebagai identifikasi dan anaisis karaktakteristik bangunan, serta sebagai identifikasi dan analisis arah pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Studi ini menggunakan tiga macam metode deskriptif, meliputi metode deskriptif analisis, metode evaluatif, dan metode development. Analiis karakter bangunan pada studi ini meliputi karakter spasial, karakter visual, dan karakter struktural. Hasil dari analisis ketiga karakter tersebut merupakan sumber untuk menganalisis arahan pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya. Potensial arahan pelestarian dibedakan menjadi tiga, yaitu potensial tinggi dengan arahan pelestarian preservasi dan konservasi, potensial sedang dengan arahan pelestarian konservasi dan rehabilitasi, serta potensial rendah dengan arahan pelestarian rehabilitasi.Kata Kunci: Kantor Pos Besar Surabaya, bangunan cagar budaya, Strategi Pelestarian
Teritori Ruang Ritual pada Pura Luhur Dwijawarsa Malang Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Luhur Dwijawarsa merupakan pura Khayangan Jagad yang tertua dan terbesar di Malang. Letaknya di gunung yang dipercayai sebagai tempat tersakral menjadikan pura ini memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Terdapat jenis aktivitas ritual jenis kebudayaan dan keagamaan yang dilaksanakan di Pura Luhur Dwijawarsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis pola aktivitas ritual serta teritori ruang ritual yang terbentuk pada Pura Luhur Dwijawarsa. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan proses terjadinya aktivitas ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap ritual terdiri dari runtutan aktivitas yang cenderung bergerak dari ruang satu menuju ruang lainnya, sehingga hirarki aktivitas pada setiap prosesi ritual tidak selamanya berbanding lurus dengan konsep hirarki pada Pura Luhur Dwijawarsa. Teritori yang terbentuk yaitu jenis teritori primer, sekunder dan tersier. Perubahan terhadap teritori ruang dapat terlihat dari pergeseran sifat suatu ruang, hal tersebut dikarenakan faktor jenis pelaku yang terlibat serta sifat ritual tersebut.Kata kunci: aktivitas ritual, ruang ritual, teritori
Elemen Arsitektural Rumah Bangsal Di Desa Larangan Luar Pamekasan Madura Intan Kurnia Asmarani; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Larangan Luar memiliki banyak peninggalan arsitektur tradisional Madura yang masih bertahan hingga sekarang, salah satunya adalah rumah bangsal. Rumah bangsal merupakan rumah tradisional Madura yang lahir dari akulturasi budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda, Cina dan mendapat pengaruh dari golongan rakyat dan Kerajaan. Banyaknya faktor yang mempengaruhi rumah bangsal membuat karakter elemen arsitekturalnya berbeda dari rumah tradisional lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis elemen arsitektural rumah bangsal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis secara deskriptif dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen arsitektural rumah bangsal terdiri dari lantai, dinding batu bata, dinding kayu, pintu, jendela, kolom batu, kolom kayu dan atap. Karakter penghuni rumah bangsal sebagai orang Madura tercermin pada elemen arsitekturalnya. Faktor budaya Madura, Jawa, Kolonial Belanda dan Cina, kepercayaan dan kondisi iklim mempengaruhi karakter elemen arsitektural rumah bangsal.Kata kunci: Elemen arsitektural, Rumah bangsal, Madura
Co-Authors A. Rendra Atasa Abdullah Aslam Adif Lazuardy Firdiansyah Aditya Taufiqurrahman Ajeng Dyosta Lucandhary Ali Soekirno Alifian Kharisma S amalia melody Andi Muhammad Aria Pinandita Andre Sandhywinata Andriyani Andriyani Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Arga Prayodhya Arida Fitriana Yasmin Arnes Ayunurafidha Bayu Nugroho Putra Chairil Budiarto Amiuza Daniar Valent Prameswari Dewa Gde Agung Wibawa Dhara Adyuta Sasikirana Dion Farhan Harun Dionisius Dino Briananto Disyacita Sauma Absari egi satya dharma Elsa Intan Pratiwi Fatma Zahrotun Nisa' Femy Andromedha Atthalibi Haru Agus Razziati Herry Santosa Indyah Martiningrum Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Kade Praditya S. Empuadji Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Marinda Noor Fajrina Maulana Reddy Firmansyah Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muhammad Ricky Ronaldo Mustivia Mustivia Nesyarani Fauzia Ami Nindya Adhyaksa Nita Tria Pitasari Novalinda Puspitasari Noviani Suryasari Oktavia Eka Megayanti Prima Adi Yudha Putra Adytia Raissa Vedayanti Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Sayf Askaril Akbar Siti Miftahul Ulum Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Viva Virginia Suhartawan Wahyuni Eka Sari Yazid Dwi Putra Noerhadi Yofangga Rayson Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yussi Oktarisa