Ridjal, Abraham Mohammad
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PURNA HUNI FASILITAS PADA TAMAN WISATA BUDAYA SENAPUTRA MALANG Daniar Valent Prameswari; Haru Agus Razziati; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.87 KB)

Abstract

Taman wisata budaya Senaputra merupakan taman wisata di Kota Malang yang didalamnya terdapat fasilitas budaya. Fasilitas pada Senaputra saat ini kurang diminatimasyarakat dikarenakan kurang memadahi dan kurang dapat mengikuti perkembanganjaman. Sejak berdirinya hingga sekarang taman wisata ini tidak mengalami perubahanyang signifikan. Padahal seiring berkembangnya jaman, berkembang pula teknologi yangmempengaruhi kebutuhan dan selera masyarakat. Evaluasi Purna Huni (EPH) merupakanlangkah yang tepat guna mengevaluasi fasilitas pada taman wisata budaya Senaputrayang bertujuan untuk mengetahui kelayakan performa bangunan secara fisik padamasing-masing fasilitas dalam taman budaya. Metode yang dilakukan adalah MetodeInvestigatif yaitu penilaian berdasarkan literatur dan perbandingan dengan bangunanatau fasilitas lainnya yang sama. Dalam hal ini evaluasi dilakukan berdasarkan observasilangsung pada lapangan lalu diperbandingkan standar fasilitas pada bangunan tamanwisata budaya. Hasil dari evaluasi menunjukkan kondisi fasilitas Senaputra jikadibandingkan dengan standar fasilitas pada wisata budaya. Sehingga dapat menjadi dasardalam proses pengembangan taman wisata budaya Senaputra.Kata kunci: EPH, taman budaya
Peran Kosmologi Terhadap Pembentukan Pola Ruang Permukiman Dusun Segenter Yofangga Rayson; Abraham Ridjal Mohammad; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.714 KB)

Abstract

Rumah dan permukiman tradisional lahir dari sebuah proses panjang ekstraksi nilai budaya suatu masyarakat. Proses ini berawal dari gagasan pola pikir, lalu berkembang menjadi sebuah perilaku dan penentuan sikap yang bersifat turun temurun hingga akhirnya membentuk sebuah identitas. Dusun Segenter yang terletak di kabupaten Lombok Utara memiliki pola ruang permukiman yang teratur dan simetris. Tata letak dan orientasi bangunan dalam permukiman merupakan sebuah ekspresi kosmologi berdasarkan sistem kepercayaan dan tradisi-tradisi masyarakat berbasis budaya. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi peran budaya intangible terhadap pembentukan pola ruang permukiman. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep ruang makro Masyarakat dusun Segenter terbentuk berdasarkan konsep filosofi kosmologi gerak matahari dan kesakralan gunung Rinjani.Kata Kunci : Kosmologi, Pola Ruang, Permukiman
Pola Ruang Dalam pada Rumah Tinggal Tradisional Jawa di Desa Brayut, Yogyakarta Marinda Noor Fajrina; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.221 KB)

Abstract

Rumah Tinggal tradisional Jawa merupakan salah satu rumah tinggal tradisional di Indonesia khusunya yang terletak di Yogyakarta. Pola ruang dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa, adalah sebuah pembahasan penting dalam keseluruhan bahan yang dapat diteliti pada rumah tinggal tradisional Jawa. Pembagian katagori bangunan pada rumah tinggal tradisional Jawa menjadi rumah tipe Joglo, Limasan dan Kampung dipengaruhi oleh pola ruang bangunanya yang memiliki makna serta simbol tertentu. Salah satu lokasi yang memiliki tiga tipe rumah tinggal tradisional Jawa adalah Desa Brayut. Desa Brayut adalah desa yang dicanangkan menjadi desa wisata yang menjual kearifan lokal berupa rumah tinggal tradisionalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pola ruang dalam yang tercipta pada rumah tinggal tradisional Jawa yang ada di desa tersebut dengan faktor yang memepengaruhi terbentuknya serta perubahan yang terjadi pada pola ruang dalam rumah tinggal tradisional Jawa. Metode yang diggunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan studi kasus rumah tinggal tradisional Jawa ayang ada di Desa Brayut yang dianalisis berdasarkan pada fungsi, zonasi, orientasi mikrokosmos, orientasi mezokosmos, hirarki linier, hirarki oposisi binair, dan elemen pembentuk ruangnya. Ketujuh aspek tersebut saling terkait dalam pembentukan pola rung dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa. Hasil dari studi ini menjukan susunan ruang pada rumah tingal tradisional jawa sesuai dengan klasifikasi pola ruang dalam pada kawasan tersebit.Kata kunci : Pola ruang dalam, rumah tinggal tradisional Jawa, Brayut Yogyakarta
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Khusus Tunanetra melalui Pendekatan Orientasi dan Mobilitas di Malang Adif Lazuardy Firdiansyah; Abraham Mohammad Ridjal; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan fisik pada siswa tunanetra akan menghambat tunanetra dalammenjalani kehidupan sehari – hari. Gangguan yang dimiliki siswa tunanetra dalamaspek penglihatan akan menyebabkan siswa tunanetra mempunyai keterbatasanmengenai orientasi dan mobilitas. Orientasi dan mobilitas menjadi faktor utamadalam menjalani kehidupan sehari – hari secara mandiri karena berkaitan dengankemampuan bergerak siswa tunanetra dari satu tempat ke tempat lain.Berdasarkan Badan Pusat Statistika Jawa Timur menjelaskan bahwa wilayahMalang memiliki presentase penyandang tunanetra yang lebih tinggi daripadapenyandang tuna lainnya, yaitu sebesar 874 orang. Sedangkan diantara jumlahpenyandang tunanetra tersebut, angka yang paling tinggi berdasarkan umurnyayaitu anak tunanetra yang berusia 12 – 15 tahun, yaitu sebesar 24.45% (214 anaktunanetra). Oleh karena itu, berdasarkan data tersebut, penyandang tunanetramerupakan aspek yang cukup berpotensi untuk dikembangkan. Sebagai tempatbelajar siswa, perancangan sekolah tunanetra berperan sebagai media latihorientasi dan mobilitas. Perancangan sekolah tunanetra ini didasarkan padaobservasi sederhana di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa YPAB Surabaya,analisis tunanetra pada masing – masing klasifikasi dan analisis orientasi danmobilitas, sehingga diperoleh kriteria desain untuk perancangan seklah tunanetra.Kata Kunci : Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Tunanetra, Orientasi, Mobilitas
Morfologi Ruang Dalam Rumah Tinggal Perumahan Kamaran di Kawasan Pabrik Gula Semboro Khoirul Hidayat; Abraham Mohammad Ridjal; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.776 KB)

Abstract

Arsitektur kolonial merupakan penanda jaman dan menjadi jiwa bagi keberlangsungankehidupan berarsitektur, memiliki keistimewaan tersendiri baik dari wujud maupun nilaisejarahnya. Arsitektur kolonial adalah langgam arsitektur yang berkembang selama masapendudukan bangsa Belanda di tanah air yang lahir melalui karya arsitek-arsitek bangsa Belanda.Beberapa peninggalan arsitektur kolonial di Indonesia antara lain berupa bangunan, kawasan/lingkungan. Salah satunya adalah perumahan kamaran yang berada di kawasan pabrik gulaSemboro. Kurang tingginya apresiasi masyarakat terhadap keberadaan bangunan bersejarah(bangunan kolonial), sehingga kondisi dari Perumahan Kamaran kini sudah mengalamiperubahan, terlebih pada bentuk ruang dalam. Pada penelitian ini pembahasan akan difokuskantentang identifikasi morfologi ruang dalam rumah tinggal kolonial pada Perunmahan Kamaranyang berada di Kawasan Pabrik Gula Semboro sebagai obyek penelitian. Fokus pembahasandalam penelitian ini, adalah mengenai salah satu bagian yang terpenting dalam arsitektur, yaknimorfologi/ bentuk ruang dalam bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisismorfologi secara spasial, visual, dan struktural ruang dalam berdasarkan perubahan yang terjadipada bangunan. Metode yang yang digunakan adalah deskriptif-analisis, sifat penelitian adalahpenelitian kualitatif. Hasilnya adalah analisis pembahasan dan tabulasi perkembangan morfologirumah tinggal Perumahan Kamaran sebagai esensi pedoman bentuk arsitektur rumah tinggalpada masa kolonial yang akan memberikan kontribusi terhadap keilmuan arsitektur nusantara.Kata kunci: Morfologi, ruang dalam, rumah tinggal (Perumahan Kamaran),
Sambungan dan Material Konstruksi Bangunan Tradisional Uma Jompa di Desa Maria, Kabupaten Bima Tsalats Falaqie Chandra No Hikari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.068 KB)

Abstract

Uma Jompa yang berada di Kabupaten Bima keberadaannya semakin sedikit. Bangunan yang memiliki peran penting dalam masyarakat Bima ini berfungsi sebagai lumbung padi, keberadaannya diketahui telah ada sebelum Islam datang ke Sumbawa (1620 M). Uma Jompa berada di sekitar gunung api aktif dan patahan kerak bumi yang diketahui berpotensi tinggi adanya gempa. Hal ini menjadi sebuah ketertarikan dalam penelitian yang bertujuan mengkaji bentuk sambungan konstruksi pada Uma Jompa. Selain itu hubungannya juga dengan jenis material yang digunakan dalam pembangunan Uma Jompa yang secara umum menggunakan material kayu. Penggunaan kayu sebagai material bangunan dan teknik sambungan tradisional menggunakan wole (pasak) dan purus-lubang menjadi jawaban dari ketahanan bangunan Uma Jompa. Pemilihan jenis material, cara pemasangan, hingga dimensi konstruksi dengan ukuran bangunan memiliki kecocokan sehingga bangunan dapat berdiri hingga ratusan tahun lamanya. Lokasi penelitian berada di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.Kata kunci: Uma Jompa, Sambungan Tradisional, Material Konstruksi, Konstruksi Tradisional, Konstruksi Kayu, Arsitektur Nusantara
Adaptasi Tata Ruang Rumah Tinggal Tradisional pada Kampung Buntusu Makassar Abdullah Aslam; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Makassar dan Suku Bugis memiliki kemiripan secara morfologi pada rumah tradisionalnya, sehingga sering disebut rumah tradisional Bugis-Makassar. Rumah tradisional Bugis Makassar berupa rumah panggung berbahan kayu dengan denah berbentuk persegi empat (sulapa appa) dan secara vertikal bangunan rumah terdiri dari tiga bagian, yaitu bawah, tengah, dan atas. Salah satu kawasan di Kota Makassar yang masih dapat kita jumpai rumah tinggal tradisional adalah di Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Kampung Buntusu, berada di tengah pesatnya proyek pembangunan rumah tinggal modern. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat untuk tetap mempertahankan warisan tradisi berarsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk adaptasi tata ruang rumah tradisional di lokasi studi. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif, pada pembahasan menggunakan metode deskriptif-analisis. Hasilnya adalah rumah tinggal tradisional di Kampung Buntusu Makassar mengalami beberapa perubahan tata ruang, yaitu penambahan dan pengurangan fungsi ruang seperti pada bagian pamakkang. Bentuk perubahan yang mencolok adalah penggunaan bagian siring sebagai tempat tinggal bagi penghuni rumah.Kata kunci: adaptasi tata ruang, rumah tinggal, Kampung Buntusu, Makassar
Koridor Kampung Kota sebagai Ruang Komunikasi Informal Siti Miftahul Ulum; Triandriani Mustikawati; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.576 KB)

Abstract

Urbanisasi pada kota-kota besar seperti Jakarta mendorong timbulnya permasalahan pemukiman kota, yaitu munculnya pemukiman padat penduduk di kampung kota. Keterbatasan lahan dalam lingkungan kampung kota merubah sifat ruang luar menjadi lebih publik dan terbuka. Kebutuhan akan interaksi sosial dan aktivitas mempengaruhi perubahan fungsi ruang menjadi fungsi lain sesuai kebutuhan (Najib, 2005). Kondisi pemukiman Kampung Menteng yang sangat padat, mengakibatkan koridor gang di lingkungan pemukiman menjadi ruang luar milik publik yang masih tersisa. Disinilah ruang aktivitas sosial terbentuk. Warga dapat berinteraksi satu sama lain meski dengan berbagai keterbatasan ruang fisik jalan. Studi ini bertujuan untuk mengungkap ruang komunikasi informal sebagai aktivitas yang paling dominan pada koridor kampung kota. Studi ini merupakan studi lapangan dengan metode deskriptif eksploratif. Hasil yang didapat pada kajian ini menunjukkan bahwa aktivitas yang mendominasi pada salah satu gang di pemukiman Kampung Menteng ini adalah aktivitas komunikasi informal yang dapat terjadi sepanjang hari di sepanjang koridor gang.Kata kunci: ruang komunikasi informal, koridor, kampung kota
Komposisi Fasad Masjid Al Mubarok di Nganjuk Mohammad Bahrun Nidzom; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.78 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi komposisi fasadbangunan masjid al Mubarok yang meliputi komposisi pada fasad dan komposisielemen pada fasad. Metode analisis yang digunakan adalah metode diskriptifkualitataif, dengan menggambarkan dan menganalisis variabel-variabel tentangkomposisi fasad dan komposisi elemen-elemen fasad dengan sub variabel prinsipkomposisi. Hasil temuan menunjukkan bahwa adanya perbedaan komposisi padafasad bangunan yang terbagi menjadi tiga periode. Pembagian bangunan ini sesuaidengan periode pendirian bangunan masjid yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: tahap pertama pada tahun 1830, tahap kedua dibangun beberapa tahun setelahtahap pertama, dan tahap ketiga pada tahun 2014. Hasil yang didapatkan padakomposisi fasad memiliki keseimbangan simetri; iramanya ada yang statis dan jugadinamis; skalanya intim pada periode kesatu, skala normal pada periode kedua; danskala monumental pada periode ketiga; proporsinya tidak didapatkan menggunakanprinsip Golden Sectian; kesatuan yang dihasilkan berbeda-beda; dan urutan padamasjid al Mubarok formal dengan urutan dari monumental menuju normal,kemudian menuju intim.Pada komposisi elemen fasad menggunakan variabel yangada pada elemen fasad, yaitu: atap, dinding, jendela dan pintu dengan subvariabelprinsip komposisi yang terdiri dari: keseimbangan, irama, point of interest dankesatuan.Kata kunci : Komposisi, fasad, masjid al Mubarok
Pelestarian Bangunan Kolonial Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua Jakarta Bayu Nugroho Putra; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.047 KB)

Abstract

Belanda sebagai salah satu bangsa yang memperkaya keberagaman adat istiadat dan budaya di Indonesia dibawa pada abad ke-16 ke Indonesia memberikan banyak aspek salah satunya adalah bidang Arsitektur. Salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda adalah Museum Fatahillah. Namun perkembangan bangunan modern saat ini semakin pesat beriringan dengan bertumbuhnya perkembangan jaman, hal ini menyebabkan terlupakannya bangunan bersejarah yang memiliki nilai historis dan kultural yang sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan dan menentukan strategi pelestarian yang tepat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, evaluatif, dan development. Hasil studi menunjukkan bahwa bangunan memiliki organisasi ruang grid dan linier. Hal tersebut ditunjukkan pada susunan ruang-ruang yang membentuk bidang-bidang yang berhadapan dan tertata. Massa bangunan terdiri dari tiga jenis yaitu massa primer yang berfungsi sebagai ruang pameran, massa sekunder sebagai area servis dan kantor, dan massa tersier yaitu pada massa menara. Bagian fasade bangunan memiliki pengaruh gaya Neo Klasik dan Barok Klasik yang pesat berkembang pada era awal abad ke-17. Sementara karakter sturktural Museum Fatahillah mempunyai struktur dinding pemikul pada bagian badan bangunan karena pada saat itu belum ditemukan konstruksi kolom-balok beton. Strategi dan arahan pelestarian bangunan Museum Fatahillah terbagi menjadi tindakan preservasi (74 elemen), konservasi (12 elemen), rehabilitasi (4 elemen).Kata kunci: Pelestarian, bangunan kolonial, karakter spasial, karakter visual, karakter struktural
Co-Authors A. Rendra Atasa Abdullah Aslam Adif Lazuardy Firdiansyah Aditya Taufiqurrahman Ajeng Dyosta Lucandhary Ali Soekirno Alifian Kharisma S amalia melody Andi Muhammad Aria Pinandita Andre Sandhywinata Andriyani Andriyani Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Arga Prayodhya Arida Fitriana Yasmin Arnes Ayunurafidha Bayu Nugroho Putra Chairil Budiarto Amiuza Daniar Valent Prameswari Dewa Gde Agung Wibawa Dhara Adyuta Sasikirana Dion Farhan Harun Dionisius Dino Briananto Disyacita Sauma Absari egi satya dharma Elsa Intan Pratiwi Fatma Zahrotun Nisa' Femy Andromedha Atthalibi Haru Agus Razziati Herry Santosa Indyah Martiningrum Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Kade Praditya S. Empuadji Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Marinda Noor Fajrina Maulana Reddy Firmansyah Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muhammad Ricky Ronaldo Mustivia Mustivia Nesyarani Fauzia Ami Nindya Adhyaksa Nita Tria Pitasari Novalinda Puspitasari Noviani Suryasari Oktavia Eka Megayanti Prima Adi Yudha Putra Adytia Raissa Vedayanti Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Sayf Askaril Akbar Siti Miftahul Ulum Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Viva Virginia Suhartawan Wahyuni Eka Sari Yazid Dwi Putra Noerhadi Yofangga Rayson Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yussi Oktarisa