Ridjal, Abraham Mohammad
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SEMANTIK ARSITEKTUR PADA PASAR SENI KABUPATEN SIDOARJO Alifian Kharisma S; Chairil Budiarto Amiuza; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.833 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya, arsitektur di era modern telah mengesampingkan makna. Arsitektur hanya untuk kepentingan sepihak saja (subjektif). Lalu mulai dicetuskan lagi di era posmodern tentang pemaknaan terhadap suatu karya arsitektur dan kembali ke nilai-nilai lokal. Di masa kini muncul banyak kritik arsitektur sehingga mulai bermunculan beragam pendekatan merancang. Salah satunya yang menilai arsitektur secara holistik adalah semiotika arsitektur. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda visual yang berhubungan dengan bentuk, fungsi, dan makna. Salah satu cabangnya adalah semantik arsitektur yang fokus pada pemaknaan tanda visual arsitektur. Pendekatan merancang ini dapat dilakukan pada bangunan pasar seni yang merupakan salah satu ikon dan merupakan aset sosio-kultural kota. Sidoarjo merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi budaya kesenian. Pusatnya adalah daerah kota lama yang juga menjadi pusat perkembangan perekonomian. Tahapan pertama, diperlukan studi preseden dengan pendekatan semiotika. Hal ini akan menentukan kriteria perancangan pasar seni yang baik. Lalu untuk memasukkan nilai nilai lokal ke dalam wujud pasar seni, dilakukan studi tanda visual khususnya pada dimensi makna terhadap kesenian yang mewakili karakter khas Sidoarjo, salah satunya ialah Batik Jetis. Metode desain menggunakan transformasi borrowing dan metafora. Desain yang didapat mampu merepresentasikan karakter lokal.Kata kunci: semiotika, semantik, Pasar Seni Sidoarjo, makna
Redesain Taman Sriwedari Kota Surakarta (Studi Kasus Segaran) Nesyarani Fauzia Ami; Chairil Budiarto Amiuza; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.941 KB)

Abstract

Taman Sriwedari merupakan taman yang mewadahi kegiatan seni budaya sekaligusmelestarikan sejarah (Bangunan Cagar Budaya) di dalamnya. Dalam Peraturan Daerah KotaSurakarta Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surakarta Tahun2011–2031, Taman Sriwedari termasuk dalam Kawasan Cagar Budaya dan Ruang Terbuka Hijau.Di dalam kawasan Taman Sriwedari terdapat beberapa bangunan cagar budaya, antara lain:Museum Radya Pustaka, Gedung Wayang Orang, Stadion Sriwedari, dan Segaran. Di antarafasilitas- fasilitas tersebut, Segaran menjadi satu-satunya fasilitas yang tidak beroperasi lagikarena tidak ada perbaikan maupun pengembangan fasilitas. Evaluasi Purna Huni dilakukanuntuk mengevaluasi kelayakan kondisi eksisting Segaran Taman Sriwedari berdasarkanobservasi langsung pada objek dan menggunakan Metode EPH investigatif, yaitu penilaianberdasarkan literatur yang berkaitan dengan Segaran Taman Sriwedari. Tujuan evaluasi adalahuntuk mendapatkan kriteria yang tepat dalam proses redesain Segaran agar dapat berfungsikembali secara optimal seperti pada awal didirikan, sekaligus dapat melestarikan sejarahbudaya sebagai identitas pada Taman Sriwedari.Kata kunci: bangunan cagar budaya, taman budaya, evaluasi purna huni
Geometri Ornamen pada Fasade Masjid Jami’ Malang Nita Tria Pitasari; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1344.994 KB)

Abstract

Fasade merupakan wajah bangunan yang pertama kali dilihat. Salah satu hal yang menarik pada fasade adalah ornamennya. Ornamen merupakan elemen visual yang berfungsi sebagai unsur estetika guna memperindah bangunan serta memiliki fungsi lain tertentu. Pengungkapan karakter suatu bangunan dapat diidentifikasi dari ornamen serta fasadenya. Selain ornamen, geometri juga merupakan elemen arsitektur yang bernilai estetis. Masjid Jami’ Malang terletak di kawasan alun-alun kota Malang yang juga berfungsi sebagai landmark. Arsitektur Masjid ini masih tetap hidup walaupun telah mengalami renovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari fungsi ornamen serta karateristik arsitektur pada fasade Masjid Jami’ Malang. Metode yang digunakan adalah deskripsi-analisis. Kajian ini menghasilkan tentang fungsi dan karakter pada ornamen yang terletak pada fasade Masjid Jami’ Malang. Kata Kunci : Geometri, Ornamen, Fasade, Masjid
Pola Ruang Pura Kahyangan Jawa Timur dan Bali Berdasarkan Susunan Kosmos Tri Angga dan Tri Hita Karana Maulana Reddy Firmansyah; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.429 KB)

Abstract

Pura Kahyangan merupakan pura besar yang bersifat universal dalam artian pura tersebut diperuntukkan untuk seluruh umat Hindu tanpa batasan status. Bangunan pura beserta konsep pola ruangnya pertama kali diperkenalkan oleh salah satu pemuka agama bernama Mpu Kuturan di Bali yang disempurnakan oleh Dang Hyang Nirartha, kemudian konsep pola ruang bangunan pura tersebut disebarkan hingga tanah Jawa. Perkembangan konsep pembangunan pura di Jawa tentu mengalami penyesuaian terhadap kondisi lingkungan setempat baik secara fisik (geografis) maupun nonfisik (sosial-budaya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan konsep pola ruang pura pada masing-masing wilayah dengan cara penyandingan unsur pembentuk pola ruang tradisional berdasarkan susunan kosmos Tri Angga dan Tri Hita Karana.Kata kunci: Pola ruang, pura kahyangan, Tri Angga, Tri Hita Karana
Pelestarian Bangunan Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu JATIM (EKS SOERABAIASCH HANDELSBLAD) Lina Mardiani; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bangunan peninggalan masa kolonial Belanda di Surabaya adalah Gedung Pelayanan Perizinan Terpadu Jatim (P2T). Pada beberapa bagian bangunan terdapat beberapa perubahan akibat dari pergantian fungsi yang dilakukan pada bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter spasial, visual, dan struktural bangunan dan menentukan strategi pelestarian yang tepat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, evaluatif, dan developmen. Hasil studi menunjukkan bahwa bangunan memiliki pola yang simetris yang terdiri dari ruang-ruang yang tersusun dengan pola grid dan linier. Pada segi visual, fasade bangunan memiiki pengaruh dari aliran arsitektur Art Nouveau dan Art and Craft. Hal tersebut salah satunya ditunjukkan pada banyaknya elemen-elemen yang menggunakan ornamen stained glass seperti pada pintu, jendela, dan gevel. Percampuran dengan budaya lokal juga ditunjukkan pada bentuk pintu dan atap yang menyesuaikan iklim tropis serta adanya tambahan ornamen pada lisplang atap yang dipengaruhi budaya Melayu. Struktur bangunan yang masih dipertahankan adalah struktur dinding penopang dan struktur kolom. Terdapat 22 elemen dengan kategori potensial tinggi, 7 elemen potensial sedang, dan 5 elemen potensial rendah.Kata kunci: Pelestarian, bangunan kolonial, karakter spasial, karakter visual, karakter struktural
Tipe Bentuk Ruang-Dalam Berdasarkan Sumbu dan Hierarki Rumah Masyarakat Madura Medhalungan di Wilayah Hinterland Malang Disyacita Sauma Absari; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Madura sejak abad ke-18 mengalami perpindahan penduduk secara linear yang berseberangan dengan kabupaten mereka salah satu wilayah yang dipilih adalah Malang dan hinterland-nya. Wilayah Malang dan hinterland-nya banyak menerima pengaruh- pengaruh dari dataran rendah sekitar abad XIX dan didukung dengan wilayah ini akhirnya menunjukan keberadaan eksistensinya ke daerah luar di akhir abad XVIII. Permasalah kekurangan tenaga kerja untuk perkebunan tebu tersebut dan kurangnya jumlah penduduk asli sehingga pemicu adanya migrasi suku Madura ke wilayah Malang dan hinterland-nya yang besar-besaran. Perkembangan penyesuaian berarsitektur dimungkinkan karena adanya pengaruh kondisi pada daerah yang baru yang berdampak pada penyesuaian ruang dalam huniannya. Perkembangan bentuk ruang dalam yang ada di rumah Desa Ganjaran memicu adanya perkembangan dengan hierarki dan sumbu ruang yang ada di dalamnya. Perkembangan ini dipicu dengan beberapa faktor dari dominan pengaruh aktivitas masyarakat yang hidup di rumah tersebut. Kondisi-kondisi ruang dalam rumah di Desa Ganjaran yang berbeda-beda memunculkan karakteristik tipe bentuk ruang dalamnya. Penelitian ini untuk membahas lebih detail lagi tentang keberadaan masyarakat Madura Medhalungan dan hubungannya dengan ruang hunian yang mengupas tentang tipe bentuk ruang dalam dengan pendekatan tipologi.    
IDENTITAS VISUAL PADA MASJID AL – WUSTHO MANGKUNEGARAN SURAKARTA Andi Muhammad Aria Pinandita; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Al – Wustho Mangkunegaran mulai dipugar oleh KGPAA Mangkunegaran VII pada tahun 1878-1918 yang dirancang oleh Ir. Herman Thomas Karsten arsitektur asal Belanda, tidak heran meskipun dibangun dalam bentuk arsitektur khas Jawa tetapi juga terdapat banyak pengaruh gaya Kolonial. Adapun Masjid Al – Wustho merupakan masjid yang dijadikan cagar budaya di Kota Surakarta dan teregistrasi dalam sistem registrasi nasional cagar budaya oleh Kementrian Pendidikan Budaya. Oleh karena itu, dengan kemunculan identitas serta karakteristik yang beragam, diperlukan adanya peninjauan dalam identitas masjid pada elemen visual. Kajian ini merupakan media untuk membantu dalam memahami identitas visual Masjid Al – Wustho Mangkunegaran berdasarkan karakter visual yang menjadikan ciri khas sebagai masjid kraton di kota Surakarta. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil akhir analisis ini menghasilkan identitas visual bangunan yang dipengaruhi oleh gaya bangunan yang digunakan. Secara garis besar identitas bangunan masjid Al – Wustho Mangkunegaran dibangun dengan dominasi langgam arsitektur tradisional Jawa pada aspek visual dan juga langgam arsitektur Kolonial. Namun, kedua langgam ini berakulturasi menjadi satu diikuti dengan budaya lokal Surakarta yang menghasilkan bangunan bersejarah yang vital di kota Surakarta.
Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Dengan Pendekatan Sustainable Material Architecture Di Kabupaten Malang Sayf Askaril Akbar; Tito Haripradianto; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk beragama Islam di Kabupaten Malang semakin bertambah setiaptahunnya, kesadaran masyarakat terhadap pendidikan agama Islam dan Alqurandan sunnah semakin meningkat. Kebutuhan Pondok Pesantren Tahfidzul Quransebagai wadah untuk mempelajari Alquran dan ilmu agama Islam menjadi solusibagi penduduk Kabupaten Malang. Lingkungan belajar yang baik dapatmeningkatkan konsentrasi belajar santri dalam Pondok Pesantren Tahfidzul Quran.Dengan menerapkan sustainable material architecture dapat menciptakanlingkungan belajar yang baik dan dapat mencegah masalah global warming. Materialyang memiliki kriteria berkelanjutan dapat diterapkan pada bangunan yangberfungsi sebagai wadah kegiatan santri dalam Pondok Pesantren Tahfidzul Quran.Kata kunci: pondok pesantren, sustainable material architecture
Metode dalam Menentukan Material Bangunan yang Ideal (Studi Kasus: Perancangan Laboratorium di Kabupaten Pohuwato) Andre Sandhywinata; Tito Haripradianto; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak Fenomena green design menjamur diseluruh lapisan masyarakat arsitektur. Para pelaku arsitektur seakan estafet dalam berlomba menghasilkan material bangunan yang paling “green”. Kompetitif tersebut melahirkan rupa baru green design menjadi green capitalism. Atas nama “green” jarak tempuh pengiriman material green ke lokasi pembangunan tidak lagi dihiraukan dan potensi upgrading people economic melalui bangunan juga ditenggelamkan atas nama “green” karena didalam label green tidak ada asas pertimbangan dari kesanggupan tukang lokal untuk dapat mengerjakan material tersebut atau tidak. Untuk itu, dirasa perlunya mencari metode dalam pencarian material yang lebih baik daripada pemilihan serampangan berlabelkan green. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan metode dalam menentukan klasifikasi material yang ideal dalam sebuah perancangan arsitektur. Studi kasus yang diambil dari penelitian metode klasifikasi ini ialah sebuah perancangan laboratorium di Kabupaten Pohuwato. Langka dalam penyelesaian penelitian ini menggunakan analysis deskriptif dengan penjabaran selektif eliminier didalamnya. Hasil dari kajian penelitian ini menunjukan klasifikasi pemilihan material ideal dapat diklasifikasi dengan analysis raw material, manufacturing and logistics, installation, analysis lifetime, analysis end of life and recycling.Kata kunci: metode, material bangunan, laboratorium, Kabupaten Pohuwato.
Integrasi dan Hirarki Ruang Dalam Pada Klenteng Boen Bio Surabaya A. Rendra Atasa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klenteng Surabaya memiliki sejarah yang menarik dari sekian banyak kota di Indonesia. Salah satunya klentengyang memiliki tempat ibadah khusus agama khonghucu yaitu Klenteng Boen Bio, karena didalamnya hanya terdapat Sinci saja yang tidak ada patung dewanya. Padaintegrasi ruang yang ada didalamnya mempunyai tujuan dan arti yang menarik untuk di ketahui. Disisi lain hirarki ruang yang menjadi suatu faktor yang penting untuk diperhatikan dalam setiap pembangunan suatu klenteng.Menarik dari Klenteng Boen Bio salah satunya adalah klenteng ini memiliki jalan Dewa. Pada saat memasuki pintu gerbang Klenteng Boen Bio terdapat sebuah tanjakan licin di antara dua buah tangga yang mempunyai ukuran 3,36. Tanjakan licin itu diumpamakan “jalan suci”. Untuk sampai di pintu tengah Boen Bio dengan menggunakan tanjakan tersebut tidak mudah, hal ini berarti bahwa manusia yang ingin menjalani kehidupan yang suci tidaklah mudah. Sehingga dilambangkan dengan cingcoo yaitu meditasi yang maknanya manusia dalam beribadah harus bersungguh-sungguh seperti melakukan meditasi.
Co-Authors A. Rendra Atasa Abdullah Aslam Adif Lazuardy Firdiansyah Aditya Taufiqurrahman Ajeng Dyosta Lucandhary Ali Soekirno Alifian Kharisma S amalia melody Andi Muhammad Aria Pinandita Andre Sandhywinata Andriyani Andriyani Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Arga Prayodhya Arida Fitriana Yasmin Arnes Ayunurafidha Bayu Nugroho Putra Chairil Budiarto Amiuza Daniar Valent Prameswari Dewa Gde Agung Wibawa Dhara Adyuta Sasikirana Dion Farhan Harun Dionisius Dino Briananto Disyacita Sauma Absari egi satya dharma Elsa Intan Pratiwi Fatma Zahrotun Nisa' Femy Andromedha Atthalibi Haru Agus Razziati Herry Santosa Indyah Martiningrum Intan Kurnia Asmarani Intan Kurnia Asmarani Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Kade Praditya S. Empuadji Khoirul Hidayat Komang Ayu Laksmi Harshinta Sari Kurnia Wulan Suci Nur Azizah Lina Mardiani Lisa Dwi Wulandari Marinda Noor Fajrina Maulana Reddy Firmansyah Mohammad Bahrun Nidzom Muammar Ardli Hafiid Muhammad Ricky Ronaldo Mustivia Mustivia Nesyarani Fauzia Ami Nindya Adhyaksa Nita Tria Pitasari Novalinda Puspitasari Noviani Suryasari Oktavia Eka Megayanti Prima Adi Yudha Putra Adytia Raissa Vedayanti Rinawati Pudji Handajani Ririn Prasetya P Sayf Askaril Akbar Siti Miftahul Ulum Subhan Ramdlani Sudiaryandari Sudiaryandari Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Tsalats Falaqie Chandra No Hikari Viva Virginia Suhartawan Wahyuni Eka Sari Yazid Dwi Putra Noerhadi Yofangga Rayson Yusfan Adeputera Yusran Yusran Yussi Oktarisa