Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Program Studi PGSD Di Masa Pandemi Covid-19 Musfirah; Nur Halim AR; Suciani Latif
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 3 No. 2 (2022): Januari
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v3i2.1331

Abstract

The COVID-19 pandemic affects various lines of life, not only in terms of health and the economy but almost everything, one of which is education. The existence of the COVID-19 pandemic requires educational activities, especially teaching and learning activities to be carried out from home. Students are not required to adapt to these conditions. All learning activities are carried out from home using available learning applications. Learning from home is a challenge for students of the PGSD study program. Students must manage time so that they can still study even though it is done online. However, some students often postpone their assignments, are late in submitting assignments and spend more time doing more fun things. Behavior that often delays tasks, especially academic tasks, is called academic procrastination. Academic procrastination will be a problem in itself if it is not handled properly.
Developing A Cultural Intelligence Instrument for Guidance and Counseling Teachers Suciani Latif; Uman Suherman AS; Mamat Supriatna; Ilfiandra Ilfiandra
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 8 Number 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v8i1.19653

Abstract

Abstract. The study aimed to produce a self-report instrument using a cultural intelligence scale for Guidance and Counseling teachers. It employed Research and Development design adopting the model of Adam and Wieman (2011). Operationally, the development of the instrument was divided into five stages, 1) determining the question format; 2) determining the question construction; 3) determining the guidance of assessment, expert judgment, and revision of the question; 4) expert judgment by the experts of culture and instrument development; and 5) analyzing instrument using the Rasch model. Data analysis showed that in the development of cultural intelligence instrument: 1) the instrument construct was correctly determined, and it could measure one variable of Guidance and Counseling teachers' cultural understanding; 2) there were five items of cultural intelligence instrument categorized as very difficult and five items were in the very easy category; 3) all items of cultural intelligence instrument of Guidance and Counseling teachers were fit, meaning that it functioned normal, could be understood by the Guidance and Counseling teachers, and can measure what it should measure; and 4) The Cronbach Alpha was 0,96, indicating that the instrument was in the Very Good category with the Person Reliability of 0,92 and Item Reliability of 0,99. Therefore, based on the Rasch model analysis, the cultural intelligence instrument of Guidance and Counseling teachers, which was developed, had fulfilled the set standard and Good criteria, and it could be used to collect data about the cultural intelligence of Guidance and Counseling teachers.
Karakter Temperance Mahasiswa Melalui Konseling Spritual Teistik Akhmad Harum; Muhammad Anas; Suciani latif
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v6i1.1334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan konseling spiritual teistik dan peningkatan karakter temperance mahasiswa melalui konseling spiritual teistik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental design desain yang digunakan nonequivalent control group design terhadap 16 sampel yang merupakan kelompok eksperimen dan kelompok control dengan teknik sampling proportional random sampling. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis parametrik dengan Uji T. Hasil peneltian menunjukkan tahapan pelaksanaan (1) Rational treatment; (2) Pengungkapan perilaku tentang karakter temperance; (3) Pengungkapan diri Spritual; (4) Konfrontasi dan Penaksiran; (5) Dorongan memaafkan dan berdamai; (6) Penguatan dan Bibliotherapy Keagamaan. Peningkatan Temperance mahasiswa terlihat dari hasil uji t-test diperoleh thitung; 6,65 dengan nilai Asymp Sig (2-Tailed):0.000 dengan taraf signifikansi sebesar 5% atau 0,05.(0,000<a(0,05).
Model Hipotetik: Pendekatan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam Keluarga Suciani Latif; Musfirah Musfirah
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.486 KB) | DOI: 10.30653/001.201931.81

Abstract

HYPOTHETIC MODEL: AN APPROACH OF SOLUTION-FOCUSED BRIEF COUNSELING (SFBC) IN THE FAMILY. This study is aimed to study hypothetically about Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) application in family and some example cases of family counseling that focused on solution. The SFBC is a post-modern counseling approach that is developed in 1982 by Insoo Kim Berg and De Shazer. SFBC is an approach based on counselee strength and potency, and focused to the solution and future. In solving the problem, SFBC families more focus on nowadays problems and immediately move to build solution to repair family situation. Counselee strength is a primary asset to build solution of the problem.
PKM Pelatihan Edukasi Pencegahan Pernikahan Anak Nur Fadhilah Umar; Suciani Latif; Geminastiti Sakkir
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 9
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.846 KB)

Abstract

Sulawesi Selatan telah sampai pada taraf darurat penikahan anak di usia dini. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Sulawesi Selatan bahwa Kabupaten Gowa merupakan salah satu kabupaten yang memiliki angka pernikahan anak yang tinggi (Hariyadi, 2019). Kasus pernikahan anak merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak-hak anak, khususnya anak perempuan. Menurut UNICEF, praktik pernikahan anak akan membatasi akses terhadap pendidikan, meningkatkan resiko kesehatan, keamana hingga kemampuan anak di masa depan. Hal ini juga berkontribusi pada ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender di masyarakat terutama pada kasus marginalisasi, diskriminasi, stereotype, dan double burden pada perempuan. Berdasrkan hasil observasi dan focus group discussion (FGD) yang telah dilakukan kepada masyarakat di kecamatan bantimurung, desa Alatengae, diperoleh informasi bahwa sebagian besar orang tua menikahkan anak mereka di bawah 16 tahun, dengan memalsukan akte lelahiran di KUA. Terdapat 4 aspek yang akan difokuskan pada pelatihan nantinya yakni bagaimana pentingnya pendidikan yang bagi masa depan anak, bagimana resiko-resiko yang akan terjadi akibat pernikahan anak, bagaimana mengembangkan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta mengenali jenis jenis pola parenting dan bagaimana menerapkan pola pengasuhan anak yang tepat di dalam keluarga. Pelaksanaan PKM ini dilakukan dengan mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 5 tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi dan pendampingan. Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan selama 4 hari kegiatan ini, dan akan diberikan pendampingan setelah kegiatan selama 3 bulan. Target peserta dalam kegiatan ini yakni 70 masyarakat. Terdapat beberapa luaran yang akan dihasilkan melalui program ini yakni 1) Publikasi Ilmiah pada Jurnal “Jurnal Psikologi pendidikan dan Bimbingan” Terindeks di DOAJ, Google Scholar, SINTA, dan lain-lain. 2) Publikasi pada media cetak/elektronik (Berita Kota Makassar, Tribun Timur, dan Website UNM) dan berupa video kegiatan, 3) Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pendidikan dan tingginya resiko pernikahan anak, 4.) Meningkatnya kemampuan masyarakat terkait keterampilan komunikasi positif dan kemampuan pengasuhan anak yang tepat, 5) Hak cipta yang terdaftar, ) draft buku ber ISBN. Luaran lainnya yang dapat dihasilkan melalui kegiatan ini yakni menurunnya angka putus sekolah, menurunkan angka kehamilan beresiko.
Layanan Self Care untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Guru BK Purwaka Hadi; Abdullah Sinring; Farida Aryani; Suciani Latif; Sinta Nurul Oktaviana Kasim
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.228 KB) | DOI: 10.35580/inovasi.v2i1.34130

Abstract

Abstrak. Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMK Polewali Mandar. Masalahnya adalah Guru BK di Kabupaten Polewali Mandar mengalami (1) kendala dalam penyesuaian diri terhadap perubahan jadwal belajar dari rumah menjadi pembelajaran tatap muka terbatas (2) kurang memiliki keterampilan dan metode dalam menolong diri sendiri (3) sering mengalami kelelahan fisik dan mental dalam melayani siswa. Sasaran pengabdian ini adalah (1) meningkatkan kemampuan penyesuaian diri dalam situasi sulit pada guru BK (2) Meningkatkan keterampilan guru BK dalam menolong diri sendiri melalui metode Self Care (3) mengatasi kelelahan fisik dan mental yang dirasakan oleh guru BK dan meningkatkan kebahagiaan. Metode yang digunakan adalah workshop, diskusi, metode bermain, dan curah pendapat. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra mampu menyesuaikan diri dengan baik dalam keadaan sulit (2) mitra mampu menolong diri sendiri melalui self-care (3) mitra mampu merasa Bahagia, mencintai dirinya, dan profesinya. Kata Kunci: Self Care; Bahagia; Permainan; Guru BK; Kesehatan Mental.
Pelatihan Genogram Bagi Guru BK di SMK Negeri 1 Polewali Kabupaten Polman Farida Aryani; Suciani Latif; Muhammad Rais; Purwaka Hadi
PENGABDI PENGABDI: VOL. 3, NO.2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v3i2.40327

Abstract

Abstrak. Mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah Asosiasi Bimbingan dan Konseling (ABKIN) Kabupaten Polewali Mandar. Permasalahan mitra diantaranya adalah (1) belum terlaksananya layanan bimbingan karier yang efektif  sehingga menyebabkan siswa mengalami kebingungan dalam memilih karier, (2) kurangnya keterampilan guru BK dan kesadaran pentingnyan semangat dan kebahagiaan atau kesejahteraan diri dalam potensi pekerjaan. Sasaran pengabdian ini adalah (1) Melatih guru BK menggunakan teknik genogram (2) Melaksanakan pendampingan bagi guru BK untuk mengaplikasikan genogram sebagai upaya mempersiapkan peserta didik agar dapat memilih pilihan karier yang tepat. Metode yang digunakan adalah pelatihan penggunaan teknik genogram melalui workshop, diskusi, pendampingan dan curah pendapat. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra mampu meningkatkan kompetensi penerapan salah satu teknik yang menjadi alternatif membanti siswa untuk menentukan karir dengan melihat kecocokannya dan potensi penentuan jurusan di SMK Kabupaten Polman (2) Melalui pendampingan dalam pengaplikasian teknik genogram mampu membuat mitra lebih memahami penerapan pemilihan karir terhadap peserta didik.Kata Kunci: Layanan Bimbingan dan Konseling, Teknik Genogram, Guru BK, Karir.
Different 21st Century Skills Among Z Generation in The Higher Education Based On The Level of Students, and Gender Difference Suciani Latif; Nur Fadhilah Umar; Yasdin Yasdin
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 8 Number 3 December 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v8i2.36106

Abstract

Z Generation is a generation that is unique from the previous generation because it has technological capabilities and lives in an era of advanced technology. This uniqueness requires Z generation to have 21st-century skills to adapt to the demands of the industrial era 4.0. However, not all Z Generation have these skills and adaptability. Therefore, this study aims to describe and distinguish the skills of 21st-century students as seen from the level of lectures and gender differences. This type of research is descriptive quantitative research. The sample in this study amounted to 268 students from 9 faculties, namely Education, Language, Engineering, art, psychology, social science, sports, economics and science. This sample consisted of 130 women and 138 men. The measuring instrument in this study uses an adaptation of the 21st-century skill instrument, which consists of 4 aspects: 1) Information and technology literacy skills, 2) Entrepreneurship and innovation skills, 3) Social responsibility and leadership skills, and 4) career consciousness. Techniques of data analysis using descriptive statistical data analysis and ANOVA using JASP assistance. The results showed that there were differences in students' 21st-century skills based on semester level, and there were differences in students' 21st-century skills based on gender.
PELATIHAN TEKNIK KONTRAK PERILAKU SEBAGAI STRATEGI PEMBERIAN LAYANAN BK BAGI GURU MGBK SMA/SMK KAB. SIDRAP Suciani Latif; Abdullah Pandang; Akhmad Harum; Sahril Buchori
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. MGBK Sidrap sebagai suatu organisasi profesi Bimbingan dan Konseling senantiasa berusaha meningkatkan kapasitas guru BK dalam pelayanan BK di sekolah melalui berbagai kegiatan workshop/pelatihan. Namun pada kenyataannya masih ada sebagian guru BK yang belum menguasai berbagai staregi dalam pelayanan BK di sekolah. Salah satu contohnya adalah Guru BK kesalahan prosedur dalam menerapkan teknik kontrak perilaku dalam menangani kedisplinan belajar siswa. Akibatnya teknik ini menjadi tidak efektif penerapannya.Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai 25 Mei – 29 Juli 2022. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan (In-On-In) dan berbasis kelompok kepada guru BK yang tergabung dalam MGBK SMA/SMK Kab. Sidrap berjumlah 27 orang. Kegiatan pelatihan diawali dengan pemberian informasi mengenai konsep dasar teknik kontrak perilaku, Analisis ABC dan praktik teknik kontrak perilaku. Berdasarkan hasil pretest menunjukkan hasil 40,74% (11 orang) memiliki kemampuan memahami konsep Kontrak Perilaku dan setelah pelatihan meningkat menjadi 85,19% (23 orang). Kemampuan guru BK dalam melakukan analisis ABC sebelum pelatihan menunjukkan hasil 48,15% (13 orang) dan setelah pelatihan meningkat menjadi 88,89% (24 orang). Sebelum pelatihan sekitar 51,85% Guru BK belum terampil dalam praktik teknik kontrak perilaku namun setelah pelatihan meningkat menjadi 92,59% (25 orang). Kata Kunci: Teknik Kontrak Perilaku, Layanan BK, Guru BK
Pelatihan Strategi Problem Solving Siswa sebagai Proses Sistematis Layanan BK bagi Guru MGBK SMA/SMK Kab. Sidrap Muhammad Anas; Suciani Latif; Akhmad Harum; Sahril Buchori
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Faktanya saat ini banyak guru BK di Sulawesi selatan terkhusus guru BK yang tergabung pada MGBK SMA/SMK Kab. Sidrap belum memahami proses dan sistematika problem solving dalam membantu siswa menyelesaikan masalah yang dialaminya. Guru BK selama ini hanya sekedar mengetahui masalah yang diperoleh dari berbagai narasumber tanpa melakukan proses identifikasi yang lebih detail dan melakukan diagnosis yang mendalam, penanganan masalah yang dialami oleh konseli selama ini hanya berfokus pada masalah yang tampak secara permukaan dari yang dialami siswa tanpa mengobservasi secara mendalam masalah yang sebenarya dialami oleh konseli/siswa. Masalah utama yang dialami oleh guru BK saat ini adalah guru BK kurang terampil dalam strategi penanganan masalah siswa terutama dalam proses identifikasi kasus, masalah dan proses diagnosisPelaksanaan pelatihan Bimbingan dan Konseling pada MGBK SMA/SMK Kab. Sidrap terlaksana sesuai dengan rencana. Pelaksanaan kegiatan pelatihan berjalan selama satu hari yaitu pada tanggal 25 Mei 2022. Kegiatan dilaksanakan melalui luring di SMKN 1 Sidrap dimana peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan guru BK di kabupaten Sidrap yang tergabung pada MGBK SMA/SMK dengan jumlah peserta 27 orang. Pelatihan keterampilan problem solving menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan guru BK menyelesaikan permasalahan siswa di sekolah sebagai bentuk altenatif solusi mencapai tujuan BK di sekolah. Dari lembar kerja yang dibagikan melalui google form kepada peserta tergambarkan bahwa hampir secara keseluruhan guru BK  35% memiliki kemampuan memahami konsep problem solving dan setelah pelatihan menjadi 75% kemudian 45% menjadi 90% guru BK memahami cara melaksanakan tahapan problem solving mulai dari identikasi kasus, masalah, diagnosis, prognosis, treatmen dan tindak lanjut serta 85% guru sudah mampu memahami berbagai strategi pelaksanaan problem solving atau pemecahan masalah yang dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan konselingKata Kunci: Problem Solving, Layanan BK, MGBK Sidrap