Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Studi Kasus Tentang Kecanduan Game Online, Faktor Penyebab dan Upaya Memperbaiki dengan Menggunakan Konseling Individual Miftahul adnin; Suciani Latif; Supiati
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 3 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i3.947

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah peserta didik bermain game secara berlebihan sehingga mempengaruhi kegiatan belajarnya di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah salah satu siswa kelas XI yang terindikasi kecanduan game online. Ananlisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) gambaran kecanduan game yang dialami oleh konseli yaitu minat belajar kurang sehingga tak jarang bolos pada kegiatan belajar mengajar di kelas, bermain game saat pembelajaran sedang berlangsung yang berlangsung secara terus menerus, dan tidak berinteraksi dengan teman sekelasnya. (2) faktor yang mempengaruhi kecanduan game pada konseli terdiri dari faktor eksternal dan intenal. (3) upaya yang dilakukan terhadap peserta didik yang terindikasi kecanduan game online yaitu pemberian Teknik self management melalui pendekatan behavioral dengan fokus memperbaiki cara peserta didik mengatur waktu dan kegiatan sehari-harinya. kesimpulan dari pemberian Teknik self management pada konseli yaitu konseli F tidak pernah lagi membolos saat jam pembelajaran berlangsung, dari kesepakatan antar konselor dan konseli pada saat proses konseling, konseli F telah membuat jadwal kegiatan setiap harinya, interaksi sosial mengalami peningkatan disbanding sebelumnya dan intensitas membuka aplikasi game online mulai berkurang
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BROKEN HOME DI SMA NEGERI 1 WATOPUTE Salmawati, Salmawati; Saman, Abdul; Latif, Suciani
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 14, No 2 (2024): Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v14i2.22610

Abstract

Motivasi belajar sangat penting menunjang keberhasilan siswa dalam belajar, apabila siswa memiliki motivasi belajar yang rendah maka siswa tersebut akan mengalami hambatan dan masalah pada proses belajarnya. Oleh karena penelitian ini penting untuk memberikan intervensi berupa konseling kelompok dengan teknik role playing dalam meningkatkan motivasi bejar siswa yang rendah. Penelitian ini berjudul “Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home Di SMA Negeri 1 Watopute”  jenis penelitan yang digunakan Pre-Eksperimen dengan The One Group Pretest dan Postest Design. Pengambilan sampel menggunakan purposif sampilng dengan total sampel 8 siswa. Data dikumpul melalui angket motivasi. Hasilnya rata-rata motivasi belajar siswa sebelum intervensi berada pada kategori rendah (56,07%), sedangkan setelah intervensi berada pada kategori sangat tinggi (82,08 %). Sehingga dapat disimpulkan konseling kelompok dengan teknik role playing  dapat meningkatkan motivasi belajar siswa broken home.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN E-MODUL KARIER UNTUK MENINGKATKAN PERENCANAAN KARIER SISWA SMAN 1 DAMPAL SELATAN Mirdan, Moh; Pandang, Abdullah; Latif, Suciani
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 14, No 2 (2024): Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v14i2.22097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan E-Modul Karier guna meningkatkan perencanaan karier siswa SMA. Metode penelitian menggunakan survei dengan penyebaran angket kepada 30 siswa kelas XII SMAN 1 Dampal Selatan, yang dipilih secara acak. Hasil analisis menunjukkan bahwa 70% siswa tidak memahami perencanaan karier, dan 75% belum menentukan pilihan karier. Kendala utama adalah minimnya informasi karier dan terbatasnya layanan bimbingan konseling akibat rasio guru-siswa yang tidak ideal (1:650). Siswa menginginkan media pembelajaran berbasis digital yang fleksibel, mudah diakses, dan mencakup materi seperti pemahaman diri, minat, bakat, tipe kepribadian, serta jalur karier. E-Modul ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mendukung siswa dalam eksplorasi dan pengambilan keputusan karier secara mandiri..
Application of Rasch Analysis to Measure the Validity and Reliability of the Academic Resilience Student Scale Suciani Latif; Akhmad Harum; M. Fiqri Syahril
Jurnal Counseling Care Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 3] No: 156/C/C3/KPT/2026
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jcc.2024.v8i2.8482

Abstract

Student academic resilience refers to a person's ability to overcome challenges and difficulties in a higher education context, which includes the ability to remain resilient and productive amid academic pressures, challenging tasks, and changing educational environments. The purpose of the study was to evaluate the validity and reliability of the student academic endurance scale through the Rasch analysis approach. The results showed the unidimensionality analysis in raw variance explained by means and unexplained variance in the first contrast. The results of the unidimensionality analysis of the academic resilience scale were obtained: raw variance explained by measures with a value of 36% and unexplained variance in 1st of 8.1%. The score shows that raw variance explained by measures (36%) is greater than 20% and unexplained variance in 1st (8.1%) is below 15%. In the analysis results, 3 items do not match (misfits). The processing of the mean value (1.01) is added to the standard deviation (0.22), which is 1.23. Items that have a logit value greater than 1.23 are item numbers 9, 13, and 14. The acquisition of a larger logit value can be interpreted if items numbers 9, 13, and 14 are too difficult for respondents to answer. Three items on the academic resilience scale indicate if an item does not match. This can be interpreted as an academic resilience scale measuring tool that is appropriate for measuring student academic resilience.
Penerapan Teknik Sosiodrama Berbasis Budaya Tabe' Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Di SMPN 20 Makassar Susi Saputri; Suciani Latif; Fitriana Fitriana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3658

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi dengan orang lain dengan baik, yang mencakup keterampilan asertif, kerja sama, empati, dan kontrol diri. Fenomena rendahnya keterampilan sosial ditemukan di SMPN 20 Makassar, hal ini terlihat siswa tidak mampu menunjukkan empati pada orang lain, tidak mampu terlibat aktif dalam tugas kelompok, tidak mampu menyampaikan penolakan, dan tidak mampu mengendalikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas VIII di SMPN 20 Makassar melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan model pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik propotional randim sampling berjumlah 20 yang terbagi menjadi dua yaitu 10 untuk kelompok eksperimen dan 10 untuk kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan angket keterampilan sosial berbasis budaya tabe’, serta analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata (Mean) sebelum perlakuan adalah 50,2, dan setelah perlakuan meningkat menjadi 61,6. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan p= 0.000 dan 0.000 yang berarti nilai siknifikansi hitung 0,000 dan 0,000 < α 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang menyatakan bahwa teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan teknik sosiodrama berbasis budaya tabe’ terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa di SMPN 20 Makassar.
Penerapan Teknik Role Playing Berbasis Budaya Tabe’ Untuk Meningkatkan Etika Komunikasi Murid Amanda Puspita Sari; Suciani Latif; Fitriana Fitriana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3978

Abstract

Fenomena rendahnya etika komunikasi masih banyak ditemui di lingkungan pendidikan, termasuk di SMK Negeri 10 Makassar. Murid sering berbicara tanpa sopan santun, kurang menghargai orang lain, serta minim menerapkan nilai budaya tabe’ dalam interaksi sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada lemahnya keterampilan komunikasi etis yang penting sebagai bekal menghadapi dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui gambaran etika komunikasi murid; (2) mendeskripsikan pelaksanaan teknik role playing berbasis budaya tabe’; serta (3) menguji pengaruh penerapan teknik tersebut terhadap peningkatan etika komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Populasi penelitian berjumlah 48 murid kelas XI SMK Negeri 10 Makassar tahun ajaran 2024/2025. Dari populasi tersebut dipilih sampel sebanyak 24 murid, terdiri dari 12 murid kelompok eksperimen dan 12 murid kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui skala etika komunikasi dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi murid kelompok eksperimen sebelum perlakuan berada pada kategori rendah, namun meningkat signifikan ke kategori tinggi setelah intervensi. Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan berarti. Pelaksanaan role playing berbasis budaya tabe’ dilakukan dalam delapan kali pertemuan melalui tahap pendahuluan, pelaksanaan, dan pengakhiran. Uji hipotesis menghasilkan nilai p < 0,001 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, penerapan teknik role playing berbasis budaya tabe’ terbukti efektif meningkatkan etika komunikasi murid SMK Negeri 10 Makassar.
Penerapan Bimbingan Klasikal Berbasis Nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu Untuk Meningkatkan Empati Murid MAN 1 Majene M. Junaid; Suciani Latif; Aswar Aswar
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3979

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu untuk meningkatkan empati Murid MAN 1 Majene. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui gambaran empati Murid sebelum dan sesudah penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu; 2) Mengetahui gambaran pelaksanaan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu; 3) Mengetahui pengaruh bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu terhadap peningkatan empati Murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design. Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah Murid kelas X MAN 1 Majene yang teridentifikasi memiliki empati rendah sebanyak 80 Murid. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling sehingga diperoleh 40 Murid yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (20 Murid) dan kelompok kontrol (20 Murid). Teknik pengumpulan data menggunakan skala empati berbasis aspek perspective taking, fantasy, emphatic concern, dan personal distress. Analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat empati Murid MAN 1 Majene pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori rendah dengan nilai mean 71,2, dan setelah diberikan perlakuan meningkat ke kategori tinggi dengan nilai mean 109,2; 2) Pelaksanaan bimbingan klasikal dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: a) Tahap Pendahuluan (orientasi dan penjelasan tujuan), b) Tahap Inti (pemaparan materi nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu, diskusi, dan refleksi), c) Tahap Penutup (evaluasi dan penguatan nilai); 3) Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000, di mana p < α 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh signifikan penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu terhadap peningkatan empati Murid. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis kearifan lokal untuk membentuk karakter empatik Murid serta memperkuat nilai-nilai sosial budaya dalam lingkungan pendidikan.
Edukasi Dampak Biopsikososial Pernikahan Dini dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Kelurahan Pattapang Aswar Aswar; Siti Natazwa Syam Rizal; Muhammad Amirullah; Suciani Latif; Akhmad Harum
Journal of Community Services and Development Vol. 2 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : LPP Chani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64619/v2i1.32

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial di Kelurahan Pattapang yang dipengaruhi oleh rendahnya edukasi kesehatan reproduksi dan pemahaman masyarakat tentang risiko pernikahan usia muda. Kegiatan pengabdian melalui program KKN dilakukan sebagai solusi melalui penyuluhan yang menghadirkan dua pemateri profesional untuk memberikan pengetahuan mengenai dampak hukum, kesehatan, psikologis, dan sosial dari pernikahan dini. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bahaya pernikahan dini, faktor penyebabnya, dan pentingnya kesiapan fisik serta emosional sebelum memasuki pernikahan. Peserta, khususnya remaja dan orang tua, menunjukkan antusiasme melalui tanya jawab dan diskusi yang mencerminkan pemahaman dan meningkatnya kesadaran kolektif. Kegiatan ini berdampak positif dalam memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini di masyarakat
Perspektif Nilai Tellu Cappa Terhadap Perilaku Abusive Language Siswa SMK di Soppeng Ummu Saada; Suciani Latif; Aswar; Muhammad Ilham Bakhtiar
Paedagogie Vol 21 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/3rs5ta26

Abstract

This study aims to analyze the description of abusive language behavior among students at SMK Negeri 3 Soppeng, focusing on three main research questions: (1) the general overview of abusive language behavior tendencies, (2) the specific forms of dominant behavior, and (3) the influence of digital media use on such behavior. This phenomenon is crucial as verbal aggression becomes increasingly normalized in adolescent social interactions. This study employed a descriptive quantitative approach involving 36 tenth-grade students identified as having high levels of verbal aggression. Data were collected using an Abusive Language Scale adapted from the Verbal Aggressiveness Scale (VAS) and analyzed using descriptive statistical techniques. The results showed that: (1) the majority of students (69%) were in the high category of abusive language use; (2) the most dominant forms of behavior included the use of profanity (27%), insulting expressions (22%), and aggressive language during emotional states (20%); and (3) 19% of abusive language use occurred in digital media, influenced by the imitation of social media content. These findings emphasize the need for group counseling interventions based on the Bugis cultural values of Tellu Cappa (Cappa Lila). It is concluded that the internalization of the "tongue’s tip" philosophy is essential for reconstructing students' communication ethics and self-control based on the principle of Siri’ (self-worth/dignity).