Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektivitas Alarm Peregangan Bervideo dalam Praktik Peregangan dan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Karyawan di Industri Penyamakan Kulit PT. Adi Satria Abadi Piyungan Dewi, Rayhani Rizky Aini; Herawati, Lucky; Kasjono, Heru Subaris
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i1.901

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami pekerja di berbagai sektor. Salah satu strategi untuk mengurangi keluhan MSDs adalah melalui praktik peregangan. Alarm peregangan berbasis video berfungsi sebagai pengingat untuk melakukan peregangan dan memberikan instruksi visual agar gerakan dilakukan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas alarm peregangan bervideo terhadap pelaksanaan peregangan serta keluhan MSDs pada karyawan di industri penyamakan kulit PT. Adi Satria Abadi. Menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan Post-test Only with Control Group, penelitian ini dilakukan pada Juni 2023 dengan 42 peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata praktik peregangan pada kelompok eksperimen (28,81) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (14,19), sementara keluhan nyeri otot rangka pada kelompok eksperimen (19,45) lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (23,55). Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai p < 0,05 (0,002) dan koefisien korelasi -0,394, yang mengindikasikan bahwa alarm peregangan bervideo berpengaruh positif terhadap peningkatan praktik peregangan dan penurunan keluhan nyeri otot rangka, serta terdapat hubungan negatif antara frekuensi peregangan dengan tingkat keluhan nyeri otot rangka.Musculoskeletal disorders (MSDs) are a common health issue experienced by workers across various sectors. One strategy to reduce MSDs complaints is through stretching practices. The video-based stretching alarm serves as a reminder for workers to stretch and provides visual instructions to ensure the movements are performed correctly. This study aims to evaluate the effectiveness of video-based stretching alarms in promoting stretching practices and reducing MSDs complaints among employees in the leather tanning industry at PT. Adi Satria Abadi. Using a quasi-experimental design with a Post-test Only with Control Group approach, this study was conducted in June 2023 with 42 participants. The results showed that the average stretching practice in the experimental group (28.81) was higher compared to the control group (14.19), while the musculoskeletal pain complaints in the experimental group (19.45) were lower compared to the control group (23.55). Pearson correlation testing resulted in a p-value < 0.05 (0.002) and a Pearson correlation coefficient of -0.394, indicating that the video-based stretching alarm positively affected the improvement of stretching practices and the reduction of musculoskeletal pain complaints, as well as showing a negative relationship between the frequency of stretching and the level of musculoskeletal pain complaints.
Benson's Relaxation Therapy and Sleep Quality among Elderlyat a Social Institution in Inakaka, Indonesia Marasabessy, Nur Baharia; Herawati, Lucky; Achmad, Irhamdi
Kesmas Vol. 15, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serious sleep disturbances among elderlies include attention or memory disorders, depression and often fall. A quasi experimental study design with pre-posttest with control group was performed to determine effect of Benson’s relaxation therapy on sleep quality among the elderly, and influences of sex, age anddisease suffered differences. Of a total of 46 elderlies from a Social Institute in Ambon, 29 were taken for the treatment group and 19 for the control group.The treatment group was interfered with Benson’s breathing relaxation for 14 days. Sleep quality was measured using Pittsburg sleep quality index form. Datawere analyzed using independent t-test and multivariate of variance with signifinat level 0.05. This study found that Benson’s relaxation therapy was able toimprove significantly the elderly sleep quality (p-value = 0.046), and no significant difference between sex, age and disease suffered in elderly sleep quality(p-value > 0.05). The Benson’s relaxation therapy was able to improve the elderly sleep quality especially in Inakaka Social Institution.
Vitamin D and Reduced Academic Stress of Health Students Kusmiyati, Yuni; Suryani, Emy; Herawati, Lucky; Firdausi, Amalia
Kesmas Vol. 15, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress conditions can reduce academic ability, influencing student grade point averages and encouraging negative behaviors. The object of this research was to discern the influence of vitamin D in the reduction of academic stress of health students. The study used a randomized controlled trial (RCT). The population was midwifery students who lived in the Health Polytechnic dormitory, Ministry of Health, Yogyakarta, in 2017. Samples were 77 students of midwifery who did not suffer from any chronic disease, nor did they experience academic stress. They all agreed to become research subjects. Samples were 39 respondents in a treatment group who were administered 1 tablet of 400 mg of vitamin D supplement daily, for 30 days. A control group was given a placebo. Academic stress was assessed by means of the Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS 42). Data were analyzed by using linear regression. The results showed that daily vitamin D supplement reduced academic stress (p-value 0.000 < 0.05). One dose of 400 international units (IU) of vitamin D daily for 30 days could reduce academic stress by 11.28 points. To reduce academic stress, students should consume vitamin D and expose their skin to sun rays with ultraviolet.
Adolescent’s Knowledge and Skill to Refuse Drugs Herawati, Lucky; Budiman, Johan Arief; Haryono, Haryono
Kesmas Vol. 13, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah remaja dari penggunaan narkoba, kendatipun evaluasi pengetahuan dan keterampilan remaja menolak narkoba belum pernah dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada 300 remaja, siswa kelas 7 atau setara usia 12-15 tahun di dua kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian analitik bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, keterampilan remaja menolak narkoba, dan hubungan keduanya dengan karakteristik remaja. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan remaja tentang narkoba, keterampilan menolak narkoba, dan karakteristik remaja, yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner (self-reported questionnaire). Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson dan Spearman rho, dengan tingkat signifikansi 95 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pengetahuan remaja tentang narkoba 66,39+17,48 dan nilai keterampilan menolak narkoba 55,62+16,49 dengan nilai maksimun 100. Terdapat hubungan secara bermakna antara variabel pengetahuan dan keterampilan dengan nilai p = 0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterampilan menolak narkoba cenderung meningkat dengan bertambahnya usia, namun tidak terdapat hubungan bermakna antara karakteristik remaja (usia dan jenis kelamin) dengan pengetahuan tentang narkoba dan keterampilan menolak tawaran narkoba. Various efforts have been made to prevent adolescents from the drug use, despite their knowledge and skill to refuse drugs have never been evaluated. This study was aimed to describe the adolescents knowledge and skill to refuse drugs and their relation to the characteristics. This was an analytic study conducted in 300 students at the seventh grade aged 12-15 years old in two cities in the Special Region of Yogyakarta Province. Variables studied were adolescent’s knowledge, skill to refuse drugs, and their characteristics. Data were collected using a self-reported questionnaire, then analyzed using Pearson correlation test and Spearman rho, with 95% level of significance. The findings showed that the average score of adolescent's knowledge of drugs was 66.39+17.48 and the score of skills to refuse drugs was 55.62+16.49. There was a significant relation between knowledge and skills (p = 0.05). There was no significant relation between the young adolescent’s characteristics (age and sex) with their knowledge and skills to refuse the drug offered. This study concludes that the skill to refuse drugs tends to increase as the adolescents get older, and no significant relation between knowledge and skill to refuse drugs offered by sex and ages.
Environmental, Behavioral Factors and Filariasis Incidence in Bintan District, Riau Islands Province Ikhwan, Zainul; Herawati, Lucky; Suharti, Suharti
Kesmas Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat mikrofilaria filariasis di Kabupaten Bintan masih tinggi, khususnya di Kecamatan Teluk Bintan, Teluk Sebong, dan Sri Kuala Lobam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko lingkungan (faktor fisik, biologi, kimia, sosial budaya, ekonomi) dan faktor perilaku dengan kejadian filariasis. Jenis penelitian observasional analitik yang dilakukan pada Mei – September 2015 dengan desain kasus kontrol, yang terdiri dari jumlah kasus 33 orang penderita filariasis dan kontrol 65 orang bukan penderita filariasis dengan teknik cluster sampling. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kabupaten Bintan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kai kuadrat dan regresi logistik. Hasil menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (nilai p = 0.045; OR = 1.365), kawat kasa (nilai p = 0.048; OR = 1.381), kandang ternak (nilai p = 0.018; OR = 3,5), rawa-rawa (nilai p = 0.038; OR = 1.358), perkebunan/hutan (nilai p = 0.035; OR = 0.373), dan penggunaan kelambu (nilai p = 0.036; OR = 1.417) sebagai faktor risiko kejadian filariasis. Sebagai kesimpulan, variabel yang paling berhubungan dengan kejadian filariasis di Kabupaten Bintan adalah pengetahuan (OR = 6.154), penggunaan kelambu (OR = 3.861) dan jarak dengan rawa-rawa (OR = 3.668). Microfilaria rate of filariasis in Bintan District remains high, especially in Teluk Bintan, Teluk Sebong, and Sri Kuala Lobam Subdistricts. This study aimed to determine relation between environmental risk factors (physical, biological, chemical, socio-cultural, economic) and behavioral factors with filariasis incidence. The study was an analytic observational study conducted on May – September 2015 using case control design, which consisted of a total of case as many as 33 filariasis sufferers and a total of control as many as 65 non filariasis sufferers as taken by cluster sampling technique. Population of study was people in Bintan District. Data obtained were then analyzed by using chi square and logistic regression test. Results showed correlation of knowledge (p value= 0.045; OR = 1.365), wire-net use (p value = 0.048; OR = 1.381), stockyard (p value= 0.018; OR = 3.5), swamp (p value = 0.038; OR = 1.358), plantation/forest (p = 0.035; OR = 0.373) and mosquito-net use (p value = 0.036; OR = 1.417) as risk factor of filariasis incidence. In conclusion, variables most related to filariasis incidence in Bintan District are knowledge (OR = 6.154), mosquito-net use (OR = 3.861) and distance to swamp (OR = 3.668).
The Use of Earthworms and Household Organic Waste Composting Length of Time Khair, Abdul; Herawati, Lucky; Noraida, Noraida; Raharja, Munawar
Kesmas Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengomposan dengan cacing tanah merupakan proses pembuatan kompos dengan melibatkan organisme makro cacing tanah. Kerja sama antara cacing tanah dengan mikroorganisme dapat memberi dampak pada proses penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme tersebut dibantu dengan keberadaan cacing tanah. Oleh karena bahan-bahan yang akan diurai oleh mikroorganisme telah diurai lebih dahulu oleh cacing, maka kerja mikroorganisme lebih efektif dan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cacing tanah terhadap lama waktu pengomposan sampah organik dari rumah tangga dengan menggunakan desain penelitian eksperimen. Objek penelitian adalah seluruh sampah organik dari rumah tangga yang diambil secara acak pada satu rumah tangga. Variabel penelitian adalah lama waktu pengomposan yang diukur setelah penambahan cacing tanah dan proses pengomposan selesai. Alat yang digunakan dalam penelitian berupa meteran, kalender, higrometer, dan penciuman (organoleptik). Analisis statistik menggunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal, kesetaraan varians, dan tidak ada perbedaan antara lamanya waktu pengomposan dengan menggunakan atau tanpa menggunakan cacing tanah. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara penggunaan cacing tanah dan lamanya waktu pengomposan sampah organik rumah tangga. Composting with earthworms is composting process by involving earthmacroorganism. Cooperation between earthworms and microorganisms may impact on decomposition process done by the microorganisms as assisted by the existence of earthworms. Because any materials to be decomposed by microorganisms had been decomposed by earthworms earlier, microorganisms would work more effectively and quickly. This study aimed to determine effects of using earthworms toward household organic waste composting length of time by using experimental design of study. The object of study was all organic waste taken randomly from one household. Variable of study was composting length of time measured after addition of earthworms and composting process completed. Tools used in this study were measuring tape, calendar, hygrometer and smelling sensory (organoleptic). Statistical analysis used differ test. Results of study showed data was normally distributed, equality of variance and no difference found between composting length of time with or without using earthworms. In conclusion, there is no relation found between the use of earthworms and the household organic waste length of time.
Housewives’ Compliance in Reading Food Labels in Gorontalo City Tumenggung, Imran; Herawati, Lucky; Talibo, Sofyawati
Kesmas Vol. 10, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, masalah label pada kemasan makanan kurang mendapat perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari determinan kepatuhan membaca label pada kemasan makanan oleh ibu rumah tangga di Kota Gorontalo. Penelitian dengan metode survei ini dilakukan dari bulan Juni sampai Agustus 2013. Data dikumpulkan secara potong lintang dengan menggunakan angket. Variabel terikat adalah kepatuhan membaca label pada kemasan makanan yang terdiri dari label informasi nilai gizi, komposisi makanan, masa kedaluwarsa, harga, dan status halal. Variabel bebas adalah usia, tingkat pendidikan, dan keterpaparan dengan media informasi. Besar sampel 262 orang ditentukan secara accidental technique. Analisis data menggunakan uji kai kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden patuh membaca label kedaluwarsa, label harga, dan label halal. Faktor usia berhubungan dengan kepatuhan membaca label informasi nilai gizi, label kedaluwarsa dan label harga. Tingkat pendidikan berhubungan dengan kepatuhan membaca label informasi nilai gizi, label komposisi, label harga, dan lebel halal. Keterpaparan dengan media informasi berhubungan dengan kepatuhan membaca label komposisi, kedaluwarsa, harga, dan halal. Disarankan kepada institusi terkait, yaitu dinas kesehatan untuk melakukan upaya meningkatkan pemahaman pentingnya membaca label kemasan makanan, terutama yang berkaitan dengan informasi nilai gizi dan komposisi bahan makanan. In Indonesia, food packaging labels’ problem received less attention from consumers. This study aimed to determine the housewives’ compliance in reading food packaging labels and its determinants in Gorontalo City. This studied was conducted from July to August 2013. The study was a cross sectional survey, using enquetten in data collection. The dependent variable was compliance in reading labels on food packaging consisting of labels information about nutritional value, food composition, expiration date, price and halal status, while the independent variables were age, education level and exposure to information media. This study involved 262 respondents selected through accidental sampling technique. Data analyisis used chi square test. This study showed that most respondents dutifully read the labels on expiration date, price tag, and halal status. Age was found associated with compliance in reading labels on information about nutritional value, expiration date and price. Education level was found related to information about nutritional value, food composition, price and halal labels. Exposure to the information media was related to compliance in reading food composition, expiration date, price and halal labels. This study suggested that the authorized institution namely health agency should educate people to understand the importance of reading food packaging labels, especially information about nutritional value and food composition.
Penanganan Sampah Organik Sisa Dapur Dengan Metode Losida Di Dusun Denggung, Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Adzani, Vinda Mefa; Pratiwi, Elsa Ena; Arif, Wahyu Ahmad; Larasati, Yolanda; Fitria, Adinda Yolan; Herawati, Lucky; Rois, Ibnu
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v1i2.131

Abstract

Masalah lingkungan hidup merupakan hal yang sangat kompleks, salah satu masalah di Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi masalah serius dan sering diperdebatkan adalah masalah sampah. Dampak yang ditimbulkan oleh sampah menjadi masalah kesehatan lingkungan yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Sampah yang biasa dihasilkan dari kegiatan dapur merupakan sampah sisa makanan atau disebut sebagai sampah organik sisa dapur. Pada kegiatan pengabdian masyarakat muncul inovasi untuk menyelenggarakan kegiatan edukasi penanganan sampah organik dan praktik pembuatan Lobang Sisa Dapur (LOSIDA) dengan sasaran ibu – ibu kader di Dusun Denggung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah organik dan meningkatkan pengetahuan warga tentang pengelolaan sampah organik. Melalui kegiatan ini diharapkan warga di Dusun Denggung dapat mengelola sampah organik sisa dapur menjadi lebih berguna dan bermanfaat.
Effectiveness of Acupressure KI3, SP 6, ST 36, ST 25 Against Weight Gain and Height in Stunting Toddlers 0-24 Months Centis, Maria Conchita Leyla; Kusmiyati, Yuni; Suwondo, Ari; Herawati, Lucky; Hendriyani, Heni
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 17 No 2 (2025): EMBRIO: Jurnal Kebidanan
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v17i2.10299

Abstract

Stunting is a nutritional problem faced by the Indonesian state year after year. The impact of stunting is physical and intellectual. Various studies have been conducted to help overcome the problem of stunting, especially in height, weight, and motor development. One of these studies examined the effect of acupressure on changes in body weight and height in stunting children. This is a type of research: an Experimental design, a True experimental pre-posttest control-group design. The sampling technique used is simple random sampling, a sample of 30 children aged 0-2 years. The study found that the average body weight before acupressure was 9.6 kg, and after acupressure, it was 10.9 kg (p-value less than 0.05). The average height before the intervention was 73.6 cm, and after the intervention was 74.2 cm (p-value less than0.05). Acupressure affects weight gain and height.
Educational Partners’ Perception Towards Inclusive Education Iryayo, Martin; Anggriyani, Devi; Herawati, Lucky
INKLUSI Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.651 KB) | DOI: 10.14421/ijds.050102

Abstract

This study aims at investigating the perceptions of educational partners towards managing and implementing inclusive education, ensuring whether special need students can be wholly admitted and facilitated, and probing on the integration and management of students with physical, moral, and mental problems. The strategy used is centered on a case study with qualitative approach. The researchers applied a semi-structured interview and analyzed the data using content analysis with descriptive-interpretation-pattern coding model. For choosing the participants, quota sampling technique was applied whereby four participants were chosen from every school to represent the sections. The population is made up of all students, teachers, staff, and parents from SMA Yogyakarta, SMA Wates, and SMK Imogiri. Based on the interviews, all the subjects confirmed that inclusive education in the respective schools is critical. Besides, the perceptions of all subjects towards management and implementation of inclusive education does not prove its satisfactory level.[Penelitian bertujuan melihat persepsi orang tua, siswa, guru, dan staf terhadap pengelolaan dan penerapan pendidikan inklusif, memastikan apakah siswa berkebutuhan khusus dapat diterima dan difasilitasi oleh sekolah, dan meyakinkan cara untuk mengintegrasikan dan mengelola siswa dengan masalah fisik, moral, dan mental. Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan wawancara semi-struktural dan menganalisis data dengan analisis konten. Untuk memilih peserta, teknik kuota sampling diterapkan di mana empat peserta dipilih dari setiap sekolah untuk mewakili yang lain. Populasi terdiri dari semua siswa, guru, staf, dan orang tua dari SMA Yogyakarta, SMA Wates, dan SMK Imogiri. Berdasarkan wawancara, semua subjek menegaskan bahwa pendidikan inklusif di sekolah masing-masing masih belum mapan. Selain itu, persepsi semua yang diwawancarai terhadap manajemen dan pelaksanaan pendidikan inklusif tidak benar-benar mengkonfirmasi tingkat pendidikan inklusif yang memuaskan.]