Claim Missing Document
Check
Articles

Citra Partai Solidaritas Indonesia di Publik Milenial Surabaya Tantono, Nindy Elyse; Priyowidodo, Gatut; Vidyarini, Titi Nur
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Citra Partai Solidaritas Indonesia di Publik Milenial Surabaya. Partai Solidaritas Indonesia merupakan partai baru yang memiliki ideologi untuk meninggalkan citra partai politik yang buruk sebelumnya. Partai ini juga memberikan porsi besar kepada perempuan agar menjadi aktif dalam ranah politik di Indonesia. Elemen-elemen yang digunakan untuk mengukur citra dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggunakan komponen penelian citra milik Shirley Harrison. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di publik milenial Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukan citra yang positif dengan digambarkan sebagai sebuah partai yang memiliki sebutan PSI dengan memberikan peluang yang besar bagi anak muda dan perempuan agar aktif dalam dunia politik dimana partai tersebut memanfaatkan penggunaan teknologi dalam berkampanye.
Tingkat Pengetahuan Pemilih Pemula Terhadap Corporate Identity Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Di Surabaya Danusaputra, Yoel Setiawan; Priyowidodo, Gatut; Yogatama, Astri
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemilih pemula terhadap corporate identity Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Surabaya. Partai Perindo adalah partai baru yang gencar melakukan kampanye di MNC grup karena pendiri dan ketua umum Perindo adalah Hary Tanoesoedibjo yang memiliki jaringan media MNC grup (RCTI, MNC TV, Global TV, iNews TV). Selain itu, Perindo melakukan berbagai cara dalam berkampanye untuk menyampaikan dan memperkenalkan tujuan, visi-misi, identitas partai, caleg partai dan beberapa program unggulan dan non-unggulan partai dalam menarik dukungan suara pemilih pemula. Terdapat tiga atribut dalam corporate identity yang dikomunikasikan ke publik, yaitu komunikasi, perilaku dan simbol/lambang. Namun, ada beberapa hal yang membuat tidak semua medium yang digunakan dalam melakukan kampanye itu efektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang mengenai corporate identity Perindo. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pemilih pemula terhadap masing-masing indikator corporate identity Partai Perindo tergolong sedang meskipun Perindo aktif dalam menayangkan iklan mars Perindo di televisi.
MILLENNIAL GENERATION CONCEPTION ABOUT ISLAMOPHOBIC, DE- RADICALIZATION AND COMMUNICATION PROCESS BASED ON MULTICULTURAL EDUCATION: A PHENOMENOGRAPHY STUDY PRIYOWIDODO, GATUT
Jurnal Studi Pemerintahan Vol 10, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.725 KB) | DOI: 10.18196/jgp.103106

Abstract

Islamphobic is a mind-set of fear about everything about Islam. The countenance of Islam as 'rahmatan lil alamin' (bringing peace to all people), is affected by acts of violence and terror that are often displayed by a group of radical Muslims. The purpose of this research is to find out how the description of the understanding of Islamophobic among Christians, especially the millennial generation in Indonesia. It is related to the countenance of violence that is often done by some Muslims who in fact do not reflect the overall attitude of Islamic Teachings in Indonesia. Through phenomenography study the data was collected from all interviewees, related to certain conceptions or conceptions expressed by each individual. The characteristics of the informants are those who are a generation of Christian millennial who have easy access to information. The findings of this study propose that Islamphobic is conceptualized as a form of fear. It is because of the countenance of Islam which is portrayed as full of violence, radical acts, discriminatory, hatred and raises fear among non-Islamic Followers. The attempt to de-radicalize was conceived successfully by the government because it was considered the right way to reduce feelings of fear and anxiety among non-Muslims. In addition, through the process of communication and multicultural education, it is expected to bridging the meeting of different views and is very relevant for diversity in Indonesia.  
MILLENNIAL GENERATION CONCEPTION ABOUT ISLAMOPHOBIC, DE- RADICALIZATION AND COMMUNICATION PROCESS BASED ON MULTICULTURAL EDUCATION: A PHENOMENOGRAPHY STUDY GATUT PRIYOWIDODO
Jurnal Studi Pemerintahan Vol 10, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgp.103106

Abstract

Islamphobic is a mind-set of fear about everything about Islam. The countenance of Islam as 'rahmatan lil alamin' (bringing peace to all people), is affected by acts of violence and terror that are often displayed by a group of radical Muslims. The purpose of this research is to find out how the description of the understanding of Islamophobic among Christians, especially the millennial generation in Indonesia. It is related to the countenance of violence that is often done by some Muslims who in fact do not reflect the overall attitude of Islamic Teachings in Indonesia. Through phenomenography study the data was collected from all interviewees, related to certain conceptions or conceptions expressed by each individual. The characteristics of the informants are those who are a generation of Christian millennial who have easy access to information. The findings of this study propose that Islamphobic is conceptualized as a form of fear. It is because of the countenance of Islam which is portrayed as full of violence, radical acts, discriminatory, hatred and raises fear among non-Islamic Followers. The attempt to de-radicalize was conceived successfully by the government because it was considered the right way to reduce feelings of fear and anxiety among non-Muslims. In addition, through the process of communication and multicultural education, it is expected to bridging the meeting of different views and is very relevant for diversity in Indonesia.  
Studi Fenomenologi: Pengalaman Wartawan Pos Kupang dan Victory News dalam Pemberitaan Konflik Antar Kelompok Chanigia Everest Anugerah Muskananfola; Gatut Priyowidodo; Jandy Edipson Luik
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengalaman wartawan Pos Kupang dan Victory News dalam pemberitaan konflik antar kelompok. Wartawan yang meliput konflik kerap menerima perlakuan yang buruk, sementara media gemar menampilkan kekerasan. Di sisi yang lain, media melalui wartawannya juga mampu menghadirkan solusi di tengah konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan analisis data John W. Creswell. Berdasarkan temuan dan analisis data penelitian ini, di dalam sebuah konflik, wartawan tidak selalu melakukan liputan secara langsung, karena akan membahayakan pribadi mereka. Informasi untuk kepentingan berita diperoleh dari kepolisian. Tetapi, jika konflik dapat diliput secara langsung, wartawan bisa berhadapan dengan resiko diancam, hampir dilukai, atau bahkan menjadi target amarah warga yang berkonflik.
Representasi Citra Praktik Intelijen CIA dalam film Mission: Impossible – Rogue Nation dan Fallout Arie Viriawan Ruse; Gatut Priyowidodo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film “Mission: Impossible – Rogue Nation” dan “Fallout” adalah film yang menceritakan tentang perjuangan seorang agen lapangan Impossible Mission Force bernama Ethan Hunt dalam membongkar dan mengalahkan organisasi teroris Syndicate Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana representasi praktik intelijen yang dilakukan oleh Central Intelligence Agency dalam “Mission: Impossible – Rogue Nation” dan “Fallout”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode semiotika John Fiske melalui tiga level kode, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, film ini menampilkan citra Central Intelligence Agency sebagai badan intelijen yang kurang berkompeten dibandingkan dengan Impossible Mission Force.
Strategi Impression Management K.H. Ma’ruf Amin Saat Menjadi Wakil Presiden RI 2019 – 2024 Melalui Instagram @Kyai_marufamin Marco Nugroho; Gatut Priyowidodo; Jandy Edipson Luik
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

mpression management adalah upaya membangun kesan yang dilakukan setiap orang dengan maksud membuat citra diri dan tujuan tertentu. Semua orang secara sadar atau tidak juga membangun kesan dirinya untuk orang lain, termasuk K.H. Ma’ruf Amin sebagai tokoh politik. K.H. Ma’ruf Amin merupakan Wakil Presiden RI 2019 – 2024 yang baru saja dilantik. Peneliti ingin mengetahui strategi impression management K.H. Ma’ruf Amin saat menjadi Wakil Presiden RI 2019 – 2024 melalui Instagram @kyai_marufamin dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif deskriptif. Penelitian ini melakukan koding terhadap pesan verbal yang ada di dalam foto, video, dan caption teks pada 113 postingan yang diunggah di instagram @kyai_marufamin saat masa 100 hari kerja, dan setelah masa 100 hari kerja. Adapun strategi impression management yang digunakan adalah : ingratiation, self-promotion, intimidation, exemplification, dan supplication. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi yang paling banyak digunakan oleh K.H. Ma’ruf Amin adalah strategi ingratiation dengan sub indikator sikap memotivasi pihak lain. K.H. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI menunjukkan sebagai sosok orang yang ingin disukai oleh pihak lain dengan cara memotivasi orang lain lewat berbagai pesan verbal yang ia tunjukkan di instagramnya.
Efektivitas Pemberitaan Buletin iNews di GTV tentang Perindo Erwin Leonardo; Gatut Priyowidodo; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partai Persatuan Indonesia, atau yang dikenal sebagai Partai Perindo, adalah partai baru yang didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo selaku ketua umum Perindo. Hary Tanoe yang juga adalah pemilik dari MNC Group, juga dengan gencarnya melakukan sosialisasi dan kampanye Perindo di berbagai MNC Media, termasuk salah satunya Global TV atau GTV. Tidak hanya menampilkan iklan kampanye dan mars Perindo, sosialisasi Perindo juga dilakukan dengan memberitakan kegiatan politik Perindo melalui program berita MNC seperti Buletin iNews di GTV. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas dari pemberitaan Buletin iNews di GTV tentang Perindo.
Leadership Image Presiden Jokowi Pasca Penetapan Gibran Sebagai Calon Walikota Solo Di Tribunnews.com, CNNIndonesia.com, Solopos.com, Dan AntaraJateng.com Fide Abraham Sidhipradana; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra kepemimpinan Presiden Jokowi di media berita online Tribunnews.com, CNNIndonesia.com, Solopos.com, dan AntaraJateng.com adalah topik yang dipilih oleh peneliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui citra kepemimpinan Presiden Jokowi di media berita online pasca penetapan Gibran Rakabuming sebagai Calon Walikota Solo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis isi dengan melakukan koding terhadap 85 berita. Dilihat dalam konsep Dubrin mengenai indikator- indikator bentuk citra. Citra kepemimpinan Jokowi pasca penetapan Gibran adalah pemimpin yang mengerti dan menampilkan simbol positif terhadap dirinya, memiliki kekuatan mencolok dan daya Tarik tersendiri, aktif terlibat langsung dalam proyek negara dan menginspirasi, serta dapat dipercaya dan beretika sebagai pemimpin.
Tingkat Pengetahuan Pemilih Pemula Terhadap Corporate Identity Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Di Surabaya Yoel Setiawan Danusaputra; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemilih pemula terhadap corporate identity Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di Surabaya. Partai Perindo adalah partai baru yang gencar melakukan kampanye di MNC grup karena pendiri dan ketua umum Perindo adalah Hary Tanoesoedibjo yang memiliki jaringan media MNC grup (RCTI, MNC TV, Global TV, iNews TV). Selain itu, Perindo melakukan berbagai cara dalam berkampanye untuk menyampaikan dan memperkenalkan tujuan, visi-misi, identitas partai, caleg partai dan beberapa program unggulan dan non-unggulan partai dalam menarik dukungan suara pemilih pemula. Terdapat tiga atribut dalam corporate identity yang dikomunikasikan ke publik, yaitu komunikasi, perilaku dan simbol/lambang. Namun, ada beberapa hal yang membuat tidak semua medium yang digunakan dalam melakukan kampanye itu efektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang mengenai corporate identity Perindo. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pemilih pemula terhadap masing-masing indikator corporate identity Partai Perindo tergolong sedang meskipun Perindo aktif dalam menayangkan iklan mars Perindo di televisi.
Co-Authors Aditya, Eric Agusly Irawan Aritonang Ancilla Evelyn Angelica, Novi Anggi Panjaitan Anthony Putra Sumardi Arie Viriawan Ruse Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Aurellia Nathania Adityaputri Bernadheta Yoshy Gaviota Chanigia Everest Anugerah Muskananfola Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Daniel Budiana Danusaputra, Yoel Setiawan Desi Yoanita Desi Yoanita Dodo Septian Harrimas Elisabeth Glory Victory Erwin Leonardo Evelyne Harsono Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Felicia Goenawan Felicia Goenawan Felicia Goenawan Fide Abraham Sidhipradana Fidelia Wiguna Gloryous Randi Gigih Satria Grace Gerungan Hidekel Yedidyah Dalmanuta I Nyoman Adhisthaya Sawitra Ido Prijana Hadi Inri Inggrit I. Inri Inggrit I. Inri Inggrit Indrayani Ivan Harijadi Jandy Luik Jessica Kristian Mantiri Josephine Josephine Joyce Angela Wibowo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Kezia Descita Ryzan Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Laurensia Sherin Hadi Lydia Tjioe Marco Nugroho Marvin Adinata Suitanto Maylya, Merry Megawati Wahjudianata Metta Devina Michelle Aristia Lengkong Mingkid, Grasella Sofia Mingkid, Grasella Sofia Nindy Elyse Tantono Peter Gerids Leonardo Safkaur Praisy Yustisia Deborah Lumban Gaol Rr. Arry Septyana Saputra, Mellisa Leliani Sriwigati, Niken Ayu Steyer Noya Sugiarto, Alvis Tantono, Nindy Elyse Theresia Ariyani Hariyono Titania Novika Liza Dewanti Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Trifena Vania Riyanto Vania Muljadi Wahjudianata, Megawati Yoel Setiawan Danusaputra Yoviane Tania Linggani Yustisia D. Sari Yustisia D. Sari Zerrin Zerona Indradewi