Claim Missing Document
Check
Articles

Penerimaan Audience Mengenai Mental Illness Dalam Film The Joker Steyer Noya; Gatut Priyowidodo; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental illness masih menjadi perbincangan yang tabu untuk dibicarakan di Indonesia. Film The Joker menampilkan penggambaran mengenai mental illness yang dimaknai secara berbeda oleh audience. Pemaknaan oleh audience dilatarbelakangi oleh tingkat pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan in-depth interview. Metode yang digunakan adalah Reception Analysis. Informan dari penelitian ini adalah audience yang pernah menonton film The Joker. Keempat informan yang berasal dari latar belakang yang berbeda memiliki penerimaan yang cukup beragam, ada yang dominant dan negotiated. Penerimaan para informan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu field of experience, frame of references dan dampak dari media yang ditonton.
Penerimaan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Terhadap Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual Agni di BalairungPress.com Elisabeth Glory Victory; Fanny Lesmana; Gatut Priyowidodo
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BalairungPress.com adalah organisasi pers mahasiswa kampus UGM. Pada tahun 2018 mereka menerbitkan berita online yang berjudul “Nalar Pincang UGM terhadap Kasus Perkosaan.” Berita tersebut menjadi viral dan banyak dibagikan oleh anak muda. Berita tersebut menjadi salah satu topik yang trending di twitter dan memperoleh ratusan ribu tanda tangan di laman petisi daring Change.org. Pemaknaan mahasiswa mengenai pemberitaan tersebut tentu berbeda-beda, sehingga menarik untuk diteliti. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam. Metode yang digunakan adalah analisis penerimaan. Informan dari penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Gadjah Mada angkatan 2019. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa empat informan memiliki penerimaan dominan. Penerimaan para informan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu field of experience, frame of reference, hubungan/budaya dengan orang tua, serta pengalaman berorganisasi.
Representasi Rasisme dalam Film Woodlawn Ancilla Evelyn; Gatut Priyowidodo; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Woodlawn merupakan film dengan genre drama olahraga bernuansa religi yang berlatar belakang pada tahun 1973 di Amerika Selatan. Film ini menceritakan tentang proses desegregasi di Brimingham, Alabama di sekolah Woodlawn. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana rasisme yang digambarkan pada film Woodlawn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, representasi dan ideologi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tanda dan lambang dalam film tersebut. Berdasarkan 3 level John Fiske dapat ditarik kesimpulan penggambaran rasisme dibagi dalam dua bidang yaitu pendidikan dan olahraga. Kulit hitam dianggap tidak pintar dalam hal akademis dan dianggap tidak memiliki kemampuan dalam bidang olahraga yang setara dengan kulit putih.
Pengaruh Terpaan Media Pada Official Page Facebook Najwa Shihab Terkait Pemilihan Presiden 2019 Terhadap Pengambilan Keputusan Pemilih Dalam Menentukan Presiden Pada Pemilihan Presiden 2019 Josephine Josephine; Gatut Priyowidodo; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial merupakan salah satu unsur komunikasi politik yang tergolong pada media. Konten yang tercakup pada media sosial juga beragam, salah satunya mengenai Pemilihan Presiden 2019. Najwa Shihab pada official page Facebook nya juga turut berpartisipasi secara aktif dalam mengunggah potongan-potongan video terkait Pemilihan Presiden 2019. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori terpaan media dan pengambilan keputusan. Terpaan media yang diterima oleh pengguna dapat diukur melalui frekuensi, durasi, dan atensi, sedangkan pengambilan keputusan dapat diketahui melalui kognisi, motif, dan sikap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terpaan media pada official page Facebook Najwa Shihab terkait Pemilihan Presiden 2019 terhadap pengambilan keputusan Pemilih pada Pemilihan Presiden 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode online survei dengan membagikan kuesioner secara online menggunakan google docs kepada followers official page Facebook Najwa Shihab menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik inferensial, dengan menggunakan regresi linier sederhana. Melalui penelitian ini diketahui, pengaruh terpaan media pada official page Facebook Najwa Shihab terkait konten Pemilihan Presiden 2019 diperoleh bahwa nilai koefisien regresi adalah Y = 52,075 + 1,597X dengan tingkat signifikansi kurnag dari α = 0,05, yang berarti ada pengaruh terpaan media pada official page Facebook Najwa Shihab terkait konten Pemilihan Presiden 2019 terhadap pengambilan keputusan Pemilih dalam menentukan Presiden pada Pemilihan Presiden 201 sebesar 31,7%. H0 ditolak dan H1 diterima.
Opini Masyarakat Surabaya Terhadap Citra Jokowi-Ma’ruf Pasca Debat Pemilihan Presiden 2019 Yoviane Tania Linggani; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya mengenai citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Debat merupakan salah satu sarana bagi Jokowi-Ma’ruf untuk membentuk citra di depan publik. Citra yang dibentuk oleh Jokowi-Ma’ruf dapat membentuk opini dalam masyarakat Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Terdapat beberapa komponen opini yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu komponen kepercayaan, nilai dan pengharapan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan opini masyarakat Surabaya. Berdasarkan konsep dan teori, sebuah proses komunikasi politik yang baik akan menghasilkan efek yang positif. Hal ini terjadi dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa opini masyarakat Surabaya adalah positif terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Dengan komponen kepercayaan dan nilai mendapatkan hasil opini kategori positif dan komponen pengharapan mendapatkan hasil opini kategori sangat positif. Maka hal ini dapat mengindikasikan bahwa proses komunikasi politik dengan cara debat pemilihan presiden ini tepat digunakan untuk mempengaruhi opini publik, khususnya masyarakat Surabaya.
Pemaknaan Khalayak Terhadap Identitas Setya Novanto Di Indonesia Lawyer Club Dalam Kasus Korupsi E-KTP I Nyoman Adhisthaya Sawitra; Gatut Priyowidodo; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pemaknaan khalayak terhadap identitas Setya Novanto di Indonesian Lawyer Club dalam kasus korupsi E-KTP. Teori dasar yang digunakan adalah teori encoding-decoding yang ditemukan oleh Stuart Hall tentang bagaimana khalayak memproduksi sebuah pesan dari suatu teks media tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh kapasitas setiap penonton. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan dengan latar belakang berbeda yakni politikus partai Golkar, politisi Gerindra, pengamat politik, dan mantan wartawan politik. Hasil penelitian menunjukkan dimaknai secara berbeda oleh para informan. Pemaknaan tersebut mempengaruhi posisi informan, dimana semua informan berada pada opositional position kecuali pada topik tertentu. Informan 4 berada berada pada dominant position saat memaknai nilai berita dari ILC yakni proximity. Informan 1 dan 2 berada pada Negotiated Position saat memaknai status tersangka Setya Novanto bahwa Setya Novanto merupakan korban di kasus korupsi e-KTP. Berbeda dengan tayangan yang menggambarkan Setya Novanto dikorbankan KPK, kedua informan ini menilai Setya dikorbankan oleh dalang kasus e-KTP yang sebenarnya. Informan 3 berada pada negotiated position saat memaknai nilai berita ILC. Sedangkan terkait identitas Setya Novanto, semua berada pada posisi opositional position. Faktor-faktor yang mempengaruhi posisi penonton dilihat dari faktor latar belakang pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan pengetahuan lainnya terkait tayangan dan politik.
Strategi Komunikasi Organisasi ke Public Eksternal GKI Emaus dalam Melakukan Emaus Digital Ministry di Masa Pandemic COVID-19 Hidekel Yedidyah Dalmanuta; Gatut Priyowidodo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi organisasi ke publik eksternal GKI Emaus dalam melakukan Emaus Digital Ministry di masa pandemik COVID-19. Adapun komponen strategi komunikasi yaitu: strategic analysis and planning, strategic design and implementation planning, launching the strategy, follow up and commitment, dan embedding the strategy and tracking the results. Strategi komunikasi organisasi yang dijalankan mempunyai peran besar dalam keberhasilan atau tidaknya Emaus Digital Ministry. Jenis penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskritif dengan menggunakan metode studi kasus. Adapun temuan penelitian yang ditemukan peneliti yaitu penggunaan strategi komunikasi yang efektif, proses strategi komunikasi, dan strategi komunikasi organisasi non-profit. Lalu, adanya penggunaan media sosial Emaus Digital Ministry, yaitu Facebook, Youtube, dan Instagram.
Analisis Wacana Hegemoni pada Pemberitaan Pasca Kerusuhan Papua oleh Harian Surat Kabar Cenderawasih Pos Edisi Agustus- September 2019 Titania Novika Liza Dewanti; Gatut Priyowidodo; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tentang rasisme yang dialami oleh masyarakat Papua terjadi di Surabaya. Sekitar akhir bulan Agustus hingga akhir bulan September 2019, kerusuhan terjadi karena dipicu adanya tindak rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya. Kerusuhan terjadi dibanyak daerah di Papua. Banyak media nasional yang memberitakan terkait peristiwa ini, salah satunya adalah media yang ada di Papua sendiri yaitu Cenderawasih Pos. Setiap media memiliki ideologi yang terbentuk, maka dapat diteliti dengan Analisis Wacana. Theo Van Leeuwen dalam teorinya menjelaskan jika kita bisa melihat aktor sosial dimarjinalkan dengan melihar posisi aktor tersebut dijelaskan dalam teks berita. Hasilnya, wacana hegemoninya adanya kecenderungan dominasi keberpihakan Cenderawasih Pos dengan posisi dari pemerintah dan aparat TNI/Polri.dengan memarjinalkan masyarakat dan demonstran yang ikut dalam aksi demo yang menimbulkan kerusuhan di Papua.
Citra Partai Solidaritas Indonesia di Publik Milenial Surabaya Nindy Elyse Tantono; Gatut Priyowidodo; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Citra Partai Solidaritas Indonesia di Publik Milenial Surabaya. Partai Solidaritas Indonesia merupakan partai baru yang memiliki ideologi untuk meninggalkan citra partai politik yang buruk sebelumnya. Partai ini juga memberikan porsi besar kepada perempuan agar menjadi aktif dalam ranah politik di Indonesia. Elemen-elemen yang digunakan untuk mengukur citra dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggunakan komponen penelian citra milik Shirley Harrison. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di publik milenial Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukan citra yang positif dengan digambarkan sebagai sebuah partai yang memiliki sebutan PSI dengan memberikan peluang yang besar bagi anak muda dan perempuan agar aktif dalam dunia politik dimana partai tersebut memanfaatkan penggunaan teknologi dalam berkampanye.
Representasi Pos Feminisme dalam Film Suicide Squad Dodo Septian Harrimas; Gatut Priyowidodo; Ido Prijana Hadi
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suicide Squad merupakan film yang menceritakan tentang kisah sekelompok penjahat yang direkrut oleh agen rahasia pemerintah untuk melakukan misi penyelamatan dunia dari ancaman berbahaya. Ada dua tokoh perempuan yang menarik dalam film yang memenangkan penghargaan Oscar sebagai Best Makeup and Hairstyling ini. Tokoh Amanda Waller merupakan seorang perempuan berkulit hitam yang menjadi penggagas terbentuknya Suicide Squad. Sementara ada juga Harley Quinn, seorang kriminal wanita yang menjadi pasangan Joker. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui representasi posfeminisme dalam film Suicide Squad. Penelitian menggunakan metode semiotika dengan kode-kode televisi John Fiske. Melalui subtema yang peneliti pilih yaitu identitas perempuan, kesetaraan tokoh perempuan dengan laki- laki dalam pembagian tugas dan kerja sama tim, upaya perempuan dalam mendapatkan kenyamanan dan menentukan pilihan, dan karakter feminin masing-masing tokoh. Kesimpulan akhir, perempuan dalam film ini digambarkan sebagai perempuan berkulit putih, bertubuh langsing dan berambut panjang berwarna pirang. Ia digambarkan sebagai seorang perempuan yang berani, kuat untuk berkompetisi dan penuh percaya diri. Sementara tokoh kedua digambarkan sebagai politisi wanita kulit hitam dari kelompok kelas menengah atas yang berpakaian rapi formal, yang mendominasi dan kerap kali melakukan penindasan.
Co-Authors Aditya, Eric Agusly Irawan Aritonang Ancilla Evelyn Angelica, Novi Anggi Panjaitan Anthony Putra Sumardi Arie Viriawan Ruse Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Aurellia Nathania Adityaputri Bernadheta Yoshy Gaviota Chanigia Everest Anugerah Muskananfola Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Daniel Budiana Danusaputra, Yoel Setiawan Desi Yoanita Desi Yoanita Dodo Septian Harrimas Elisabeth Glory Victory Erwin Leonardo Evelyne Harsono Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Felicia Goenawan Felicia Goenawan Felicia Goenawan Fide Abraham Sidhipradana Fidelia Wiguna Gloryous Randi Gigih Satria Grace Gerungan Hidekel Yedidyah Dalmanuta I Nyoman Adhisthaya Sawitra Ido Prijana Hadi Inri Inggrit I. Inri Inggrit I. Inri Inggrit Indrayani Ivan Harijadi Jandy Luik Jessica Kristian Mantiri Josephine Josephine Joyce Angela Wibowo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Kezia Descita Ryzan Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Laurensia Sherin Hadi Lydia Tjioe Marco Nugroho Marvin Adinata Suitanto Maylya, Merry Megawati Wahjudianata Metta Devina Michelle Aristia Lengkong Mingkid, Grasella Sofia Mingkid, Grasella Sofia Nindy Elyse Tantono Peter Gerids Leonardo Safkaur Praisy Yustisia Deborah Lumban Gaol Rr. Arry Septyana Saputra, Mellisa Leliani Sriwigati, Niken Ayu Steyer Noya Sugiarto, Alvis Tantono, Nindy Elyse Theresia Ariyani Hariyono Titania Novika Liza Dewanti Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Trifena Vania Riyanto Vania Muljadi Wahjudianata, Megawati Yoel Setiawan Danusaputra Yoviane Tania Linggani Yustisia D. Sari Yustisia D. Sari Zerrin Zerona Indradewi