Claim Missing Document
Check
Articles

Reporting on ‘Monas Incident’ in the Mass Media Construction Gatut Priyowidodo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i2.75

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengidentifikasi konstruksi berita tentang FPI versus AKKBB (Aliansi Kebebasan untuk Kerukunan Beragama dan Berkeyakinan) - dalam kasus konflik pelarangan ajaran Ahmadiyah,(2) untuk mengidentifikasi konstruksi media massa terhadap pelaksanaan gerakan pemurnian ajaran agama di negara pluralisme, (3) untuk mengetahui konstruksi pemberitaan media dalam menempatkan hubungan antara negara dan organisasi keagamaan sebagai kekuatan masyarakat sipil untuk mendukung kehidupan yang harmonis orang beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana. Fokus pada berita media tentang FPI atau Insiden Monas di Suara Pembaruan dan Republika dalam periode publikasi antara 02-12 Juni, 2008. Komponen yang diamati mencakup, tematik, skematik, semantik, sintaksis, gaya dan rectories. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertama, konstruksi berita dari media sangat ditentukan oleh ideologi media tersebut. Suara Pembaruan (bernuansa nilai Kristiani) menekankan bahwa FPI melakukan kekerasan terhadap hak-hak orang dalam melaksanakan kebebasan beragama. Republika (menekankan nilai Islami) menilai bahwa FPI tidak membuat kekerasan tetapi menerapkan praktek pemurnian ajaran Islam. Kedua, praktek pemurnian ajaran agama tidak merupakan tindakan yang salah. Ketiga, negara dinilai sangat tidak tegas dalam melaksanakan fungsinya. Negara tidak memberikan perlindungan yang cukup kepada mereka yang lemah.
A Phenomenography Perspective on Digital Transformation in Public Service: : Conceptions of Jogyakarta Smart Service (JSS) Indrayani, Inri Inggrit; Priyowidodo, Gatut; Yogatama, Astri
The Journal of Society and Media Vol. 8 No. 1 (2024): Perspective on Digital Transformation in Public Service
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v8n1.p41-63

Abstract

The study aims to explore the actors' conceptions of the digitalization of public services through their experiences, perceptions, and understanding, which are not widely disclosed in research. These actors include the government as a service provider and users, as well as business actors and academicians. In principle, the sustainability of the digitalization of public services will be primarily determined by the participation and support of its users or citizens. The study used Phenomenography and interviewed eight informants, including three government officials, a citizen, an academic, and three business people, in Yogyakarta. The city introduced the JSS (Jogya Smart Service) one-door digital platform for public services in 2018. Data collection was conducted with interviews. The study revealed that actors had varying conceptions about the digitalization of public services. These differences were related to media use, advantages and challenges, and stakeholder engagement. Each perception had sub-perceptions, with public information digitalization having the most. The number of variations in the sub-conceptions indicates that each informant has a diverse perception and positive experiences related to implementing JSS. The outcome space demonstrated that digitalizing public services entails three understandings: new skills required, technological implications, co-production, and shared values.
Co-Authors Aditya, Eric Agusly Irawan Aritonang Ancilla Evelyn Angelica, Novi Anggi Panjaitan Anthony Putra Sumardi Arie Viriawan Ruse Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Aurellia Nathania Adityaputri Bernadheta Yoshy Gaviota Chanigia Everest Anugerah Muskananfola Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Daniel Budiana Danusaputra, Yoel Setiawan Desi Yoanita Desi Yoanita Dodo Septian Harrimas Elisabeth Glory Victory Erwin Leonardo Evelyne Harsono Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Felicia Goenawan Felicia Goenawan Felicia Goenawan Fide Abraham Sidhipradana Fidelia Wiguna Gloryous Randi Gigih Satria Grace Gerungan Hidekel Yedidyah Dalmanuta I Nyoman Adhisthaya Sawitra Ido Prijana Hadi Inri Inggrit I. Inri Inggrit I. Inri Inggrit Indrayani Ivan Harijadi Jandy Luik Jessica Kristian Mantiri Josephine Josephine Joyce Angela Wibowo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Kezia Descita Ryzan Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Laurensia Sherin Hadi Lydia Tjioe Marco Nugroho Marvin Adinata Suitanto Maylya, Merry Megawati Wahjudianata Metta Devina Michelle Aristia Lengkong Mingkid, Grasella Sofia Mingkid, Grasella Sofia Nindy Elyse Tantono Peter Gerids Leonardo Safkaur Praisy Yustisia Deborah Lumban Gaol Rr. Arry Septyana Saputra, Mellisa Leliani Sriwigati, Niken Ayu Steyer Noya Sugiarto, Alvis Tantono, Nindy Elyse Theresia Ariyani Hariyono Titania Novika Liza Dewanti Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Trifena Vania Riyanto Vania Muljadi Wahjudianata, Megawati Yoel Setiawan Danusaputra Yoviane Tania Linggani Yustisia D. Sari Yustisia D. Sari Zerrin Zerona Indradewi