Claim Missing Document
Check
Articles

Taktik Self Presentation Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta melalui Twitter @aniesbaswedan Evelyne Harsono; Gatut Priyowidodo; Jandy Edipson Luik
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self presentation adalah proses individu untuk membentuk image yang orang lain pikirkan maupun apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri. Taktik dalam self presentation terbagi menjadi dua indikator dengan 13 sub indikator yaitu defensive self presentation (excuse, justification, disclaimer, self handicapping, apology) dan assertive self presentation (ingratiation, intimidation, supplication, entitlement, enhancement, basking, blasting dan exemplification). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui taktik self presentation Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta melalui akun Twitter @aniesbaswedan. Penelitian ini ingin melihat bagaimana presentasi diri Anies Baswedan sebagai Gubernur tunggal mulai tanggal 27 Agustus 2018 hingga 14 April 2020. Sebagai Gubernur tunggal banyak pekerjaan yang harus dilakukan seorang diri sehingga Anies dapat kewalahan dalam mengerjakannya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis isi kuantitatif yang menganalisis 748 sampel tweets. Temuan penelitian ini ini menunjukkan bahwa taktik dengan frekuensi yang tinggi dan sering ditampilkan adalah taktik assertive self presentation khususnya ingratiation, di mana Anies memberikan pujian kepada orang lain. Berbeda dengan taktik defensive self presentation di mana frekuensi penggunaannya sangat kecil. Dapat dilihat bahwa Anies Baswedan sebagai Gubernur tunggal tidak ingin memperlihatkan dirinya sebagai seseorang yang banyak melakukan defensive self presentation.
Strategi Impression Management Erick Thohir sebagai Menteri BUMN melalui Akun Instagram @Erickthohir Theresia Ariyani Hariyono; Gatut Priyowidodo; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impression management atau manajemen kesan merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh individu untuk mendapatkan kesan yang diharapkan dirinya di mata publik. Setiap individu menginginkan dirinya memiliki kesan positif dan baik di mata setiap orang, termasuk Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. Sangat penting bagi Erick Thohir melakukan strategi impression management untuk menciptakan kesan baik di mata publik terlebih karena jabatan sebagai Menteri BUMN yang masih baru saja dilantik serta namanya diterpa isu keterlibatan dalam kasus Jiwasraya dan isu titipan jabatan di Kementerian BUMN. Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat rumusan masalah bagaimana strategi impression management Erick Thohir sebagai Menteri BUMN melalui Akun Instagram @Erickthohir selama periode waktu 23 Oktober 2019 hingga 31 Agustus 2020. Peneliti melakukan coding terhadap pesan verbal baik di postingan berupa foto, video, dan caption yang berkaitan dengan kinerja serta aktivitas Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, sebanyak 165 postingan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif deskriptif dengan menggunakan strategi impression management dari Jones & Pittman (1982), yaitu : ingratiation, intimidation, self promotion, exemplification, dan supplication. Hasil dan temuan peneliti pada penelitian ini adalah strategi yang lebih sering digunakan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dalam akun Instagram @Erickthohir adalah self promotion, dimana dirinya yang belum satu tahun menjabat sebagai Menteri BUMN menginginkan dirinya dikenal sebagai sosok dengan banyak prestasi. Strategi ini ditunjukkan secara dominan melalui sub indikator mengungkapkan kompetensi yang telah dilakukan.
Pola Komunikasi Komunitas Virtual Pelayan GUPdI jemaat Pasar Legi Surakarta di Media Sosial Whatsapp Fidelia Wiguna; Gatut Priyowidodo; Ido Prijana Hadi
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola komunikasi adalah sebuah bentuk komunikasi yang terjalin antar setiap anggotanya, dalam dunia yang pesat dengan perkembangan teknologi, pola komunikasi dapat terus berkembang dalam komunitas virtual melalui media sosial yang digunakan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang terbentuk dalam sebuah Komunitas Virtual “Pelayan Tuhan”yang didalamnya terdapat anggota pelayan Gereja Utusan Pantekosta Jemaat Pasar Legi Surakarta yang berjumlah 19 partisipan dalam media sosial Whatsapp. Informan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang yang merupakan anggota dari komunitas virtual ‘Pelayan Tuhan’. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode Netnografi, dimana metode ini mengadaptasi teknik riset etnografi untuk mempelajari budaya dan komunitas yang terjadi dalam komunikasi termediasi komputer (computer mediated communications). Analisis penelitian ini menggunakan QSR Nvivo 12. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi yang digunakan dalam Komunitas Virtual “Pelayan Tuhan” GUPDI Ps Legi adalah Wheel Pattern, Circle Pattern, dan Star Pattern atau All Channel.
Strategi Impression Management Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selama Penanganan COVID-19 melalui Akun Twitter @Ganjarpranowo Trifena Vania Riyanto; Gatut Priyowidodo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impression management adalah proses dimana individu mencoba mengontrol kesan atau citra yang diproyeksikan dalam interaksi sosial. Semua orang tanpa terkecuali tokoh politik akan berusaha menampilkan gambaran baik dirinya di hadapan orang lain, tidak terkecuali Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui strategi impression management yang digunakan Ganjar Pranowo di Twitter selama masa awal penanganan COVID-19 dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Peneliti melakukan koding terhadap pesan verbal yang ada dalam 285 tweets pada akun Twitter @ganjarpranowo. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang paling banyak ditampilkan oleh Ganjar Pranowo selama 100 hari penanganan corona yaitu strategi ingratiation, dimana ia berusaha untuk menonjolkan sikap baik agar disukai banyak orang. Strategi ini secara dominan diperlihatkan melalui motivasi, keterbukaan dan mengungkapkan syukur atau duka.
Taktik Self-Presentation Joko Widodo dalam Menangani COVID-19 di Instagram Anggi Panjaitan; Gatut Priyowidodo; Daniel Budianad
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-presentation adalah proses individu untuk membentuk image yang orang lain pikirkan maupun apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri. Taktik dalam self-presentation terbagi menjadi 13 indikator yaitu Excuse, Justification, Self-handicapping, Apology, Disclaimer, Ingratiation, Intimidation, Supplication, Entitlement, Enhacement, Blasting, Basking dan Exemplification. Penelitian ini untuk mengetahui apa saja taktik self-presentation yang dilakukan Joko Widodo melalui caption di akun instagram @jokowi sejak tanggal 23 Desember 2020 hingga 30 April 2021. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif dengan menganalisis 138 sampel caption. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa taktik self-presentation yang paling sering dilakukan oleh Joko Widodo adalah taktik Entitlement, dimana Joko Widodo mengaku siap bertanggungjawab dan membanggakan hasil positif yang telah dicapai. Dapat dilihat saat Joko Widodo bertanggungjawab mengenai pengadaan dan pendistribusian vaksin dalam negeri serta tercapainya pemulihan ekonomi nasional tahun 2021.
Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap Brand Awareness Kedai Kopi Kenangan Pada Warga Kota Surabaya Kezia Descita Ryzan; Gatut Priyowidodo; Judy Djoko Wahjono Tjahjo
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedai Kopi Kenangan merupakan salah satu brand ritel kopi lokal non-franchise dengan konsep coffee to go. Saat ini kedai Kopi Kenangan telah memiliki 15 kedai di Kota Surabaya dalam waktu 1 tahun. Pertumbuhan kedai Kopi Kenangan menunjukkan brand awareness merupakan elemen penting untuk diperhatikan karena mampu mempengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembelian, menentukan kelangsungan brand equity, dan mendukung kegiatan marketing communications dalam mencapai tujuannya. Dalam teorinya, word of mouth (WOM) sebagai salah satu marketing communication tools efektif dan efisien dalam mengomunikasikan dan memasarkan suatu brand, produk atau jasa. Seiring kemajuan teknologi, muncul aktivitas WOM berbasis internet, yaitu electronic word of mouth (E-WOM). Instagram sebagai media sosial mampu membuat setiap sesama pengguna dan perusahaan dapat berinteraksi secara umum sehingga terciptanya E-WOM di media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini melihat pengaruh E- WOM di Instagram terhadap brand awareness kedai Kopi Kenangan pada Warga Kota Surabaya berusia 15-64 tahun dengan menggunakan metode survei online. Teknik sampling yang digunakan ialah accidental sampling & purposive sampling. Indikator pada variabel E-WOM meliputi: content, intensity, valence of opinions, sedangkan indikator pada variabel brand awareness yaitu brand recall, brand recognition, brand purchase, dan brand consumption. Berdasarkan hasil penelitian yang ada, terdapat pengaruh E-WOM terhadap brand awareness kedai Kopi Kenangan pada Warga Kota Surabaya dengan nilai persamaan regresi Y = 15,691 + 0,231X.
Self-disclosure dalam Komunikasi Interpersonal Pengguna Aplikasi Kencan Online untuk Mencari Pasangan Hidup Joyce Angela Wibowo; Gatut Priyowidodo; Desi Yoanita
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, online dating menjadi semakin marak dilakukan dan caranya semakin beragam. Tinder dan Jodoh Kristen merupakan aplikasi kencan online yang diminati di Indonesia. Penelitian ini mengambil dua pasang informan dan meneliti tentang bagaimana pengguna aplikasi kencan online melakukan self-disclosure dalam dinamika hubungan yang dijalani dengan orang yang dikenal melalui dating apps dalam hal ini Tinder dan Jodoh Kristen. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah self-disclosure menurut Jourard yang memiliki tiga dimensi yaitu keluasan (breadth), kedalaman (depth), dan sasaran (target). Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode netnografi, dimana metode ini mengadaptasi teknik riset etnografi untuk mempelajari budaya dan komunitas yang terjadi dalam komunikasi termedia komputer (computer mediated communication) melalui media baru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengguna aplikasi kencan online melakukan self-disclosure secara bertahap dengan lawan bicara, aspek keluasan dan kedalaman self-disclosure akan berkembang seiring keintiman hubungan.
Citra Pemerintah Kota Surabaya Pasca Surabaya Menjadi Zona Merah COVID-19 Di Mata Masyarakat Surabaya Anthony Putra Sumardi; Gatut Priyowidodo; Judy Djoko Wahjono Tjahjo
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra organisasi merupakan tujuan paling mendasar dari Public Relations yang terbentuk berdasarkan stimulus dan pengalaman dari gambaran perusahaan tersebut. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui citra pemerintah kota Surabaya secara deskriptif. Citra dalam penelitian ini sendiri diukur menggunakan enam dimensi citra yaitu dynamic, cooperative, business, character, successful, dan withdrawn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode online survey. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode pengolahan data digunakan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan tabulasi silang (crosstab). Temuan penelitian ini adalah bahwa citra pemerintah kota Surabaya pasca Surabaya menjadi zona merah COVID-19 dapat disimpulkan positif.
Opini Masyarakat Surabaya Terhadap Citra Jokowi-Ma’ruf Pasca Debat Pemilihan Presiden 2019 Yoviane Tania Linggani; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya mengenai citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Debat merupakan salah satu sarana bagi Jokowi-Ma’ruf untuk membentuk citra di depan publik. Citra yang dibentuk oleh Jokowi-Ma’ruf dapat membentuk opini dalam masyarakat Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui opini masyarakat Surabaya terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Terdapat beberapa komponen opini yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu komponen kepercayaan, nilai dan pengharapan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei untuk mendeskripsikan opini masyarakat Surabaya. Berdasarkan konsep dan teori, sebuah proses komunikasi politik yang baik akan menghasilkan efek yang positif. Hal ini terjadi dalam penelitian ini, diperoleh hasil bahwa opini masyarakat Surabaya adalah positif terhadap citra Jokowi-Ma’ruf pasca debat pemilihan presiden 2019. Dengan komponen kepercayaan dan nilai mendapatkan hasil opini kategori positif dan komponen pengharapan mendapatkan hasil opini kategori sangat positif. Maka hal ini dapat mengindikasikan bahwa proses komunikasi politik dengan cara debat pemilihan presiden ini tepat digunakan untuk mempengaruhi opini publik, khususnya masyarakat Surabaya.
Penerimaan Audience Dewasa Terhadap Feminisme Dalam Film Roma Gloryous Randi Gigih Satria; Gatut Priyowidodo; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan dari masing-masing orang sangat beragam dalam memaknai sebuah teks yang ada pada media. Feminisme dalam Film Roma menjadi fokus penerimaan Rani,Anton,Lea dan Roni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan metode analisis resepsi yang digunakan untuk mengetahui proposisi infroman yang terbagi menjadi tiga : Dominant, Negotiated, dan Oppositional. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Temuan penelitian ini penerimaan masing-masing informan berkaitan dengan pengalaman serta bingkai referensi mereka. Diperoleh dari lingkungan sekitar, kebudayaan yang diajarkan, kepercayaan, dan pengalaman pribadi. Selain itu faktor latar belakang pendidikan dan karir juga turut memengaruhi penerimaan dari audience.Temuan peneliti dari penelitian ini yaitu : Kesenjangan Sosial Penyebab Perempuan Menjadi Asisten Rumah Tangga, Laki-Laki Harus Paham Mengenai Pemberdayaan Perempuan (Women Empowerment), Sisi Negatif dan Positif dari laki-laki yang terdapat pada Toxic Masculinity. Hasil penelitian yang paling menonjol yaitu negotiated.
Co-Authors Aditya, Eric Agusly Irawan Aritonang Ancilla Evelyn Angelica, Novi Anggi Panjaitan Anthony Putra Sumardi Arie Viriawan Ruse Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Astri Yogatama Aurellia Nathania Adityaputri Bernadheta Yoshy Gaviota Chanigia Everest Anugerah Muskananfola Chory Angela Wijayanti Chory Angela Wijayanti Daniel Budiana Danusaputra, Yoel Setiawan Desi Yoanita Desi Yoanita Dodo Septian Harrimas Elisabeth Glory Victory Erwin Leonardo Evelyne Harsono Fanny Lesmana Fanny Lesmana Fanny Lesmana Felicia Goenawan Felicia Goenawan Felicia Goenawan Fide Abraham Sidhipradana Fidelia Wiguna Gloryous Randi Gigih Satria Grace Gerungan Hidekel Yedidyah Dalmanuta I Nyoman Adhisthaya Sawitra Ido Prijana Hadi Inri Inggrit I. Inri Inggrit I. Inri Inggrit Indrayani Ivan Harijadi Jandy Luik Jessica Kristian Mantiri Josephine Josephine Joyce Angela Wibowo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Judy Djoko Wahjono Tjahjo Kezia Descita Ryzan Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Lady Joanne Tjahyana Laurensia Sherin Hadi Lydia Tjioe Marco Nugroho Marvin Adinata Suitanto Maylya, Merry Megawati Wahjudianata Metta Devina Michelle Aristia Lengkong Mingkid, Grasella Sofia Mingkid, Grasella Sofia Nindy Elyse Tantono Peter Gerids Leonardo Safkaur Praisy Yustisia Deborah Lumban Gaol Rr. Arry Septyana Saputra, Mellisa Leliani Sriwigati, Niken Ayu Steyer Noya Sugiarto, Alvis Tantono, Nindy Elyse Theresia Ariyani Hariyono Titania Novika Liza Dewanti Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Titi Nur Vidyarini Trifena Vania Riyanto Vania Muljadi Wahjudianata, Megawati Yoel Setiawan Danusaputra Yoviane Tania Linggani Yustisia D. Sari Yustisia D. Sari Zerrin Zerona Indradewi