Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis Terhadap Aplikasi Pupuk N,P,K dan Giberelin pada Lahan Gambut Pratama, Dian Shanty; Hernowo, Kukuh
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98604

Abstract

Jagung manis (Zea mays, L.) adalah salah satu komoditi tanaman pangan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dosis dan interaksi terbaik antara pupuk N,P,K dengan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berlangsung dari bulan Februari sampai Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktorial. Faktor pertama pupuk N,P,K dengan 3 taraf perlakuan yaitu "p" _"1" = Urea 150 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha, "p" _"2" = Urea 200 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha, "p" _"3" = Urea 250 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 150 kg/ha, dan faktor kedua adalah konsentrasi giberelin dengan 3 taraf perlakuan yaitu "g" _"1" = 10 ppm, "g" _"2" = 20 ppm, "g" _"3" = 30 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk N,P,K dan konsentrasi giberelin terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut. Pemberian kombinasi dosis pupuk N,P,K Urea 250 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 150 kg/ha dan konsentrasi giberelin 20 ppm memberikan pengaruh terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
LAJU KERUSAKAN BEBERAPA JENIS KACANG-KACANGAN AKIBAT SERANGAN HAMA KUMBANG BUAH KERING (CARPOPHILUS SP) Sepila, Yuni; Hernowo, Kukuh; Hendrati, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.99437

Abstract

Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati penting, namun rentan rusak selama penyimpanan akibat hama gudang Carpophilus sp. Penelitian ini bertujuan mengetahui laju kerusakan dan perkembangan Carpophilus sp. pada empat jenis kacang, yaitu kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama empat bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga periode pengamatan (30, 60, dan 90 hari) dan empat taraf perlakuan: P1 = kacang tanah 50 g/toples + 3 pasang hama, P2 = kacang hijau 50 g/toples + 3 pasang hama, P3 = kacang kedelai 50 g/toples + 3 pasang hama, P4 = kacang merah 50 g/toples + 3 pasang hama. Parameter yang diamati meliputi populasi hama, berat imago, persentase biji terserang, bobot bubuk, dan susut berat. Hasil menunjukkan kacang tanah mengalami kerusakan tertinggi, ditunjukkan oleh peningkatan populasi hama dan parameter kerusakan lainnya. Sebaliknya, kacang merah tidak menunjukkan pertumbuhan hama. Disimpulkan bahwa jenis kacang berpengaruh nyata terhadap laju kerusakan akibat serangan Carpophilus sp. selama penyimpanan.
INSIDEN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG PADA PADI HITAM ASAL SEKADAU Saputra, Dimas Mulia; Palupi, Tantri; Hernowo, Kukuh
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104898

Abstract

Padi beras hitam yang berasal dari Sekadau diyakini merupakan varietas padi lokal yang berpotensi untuk dikembangkan khususnya di Kalimantan Barat terutama di bagian areal penanamannya. Tetapi di dalam proses pengembangan padi hitam ini dihadapkan dengan berbagai kendala seperti gangguan dari hama ataupun penyakit, salah satunya adalah serangan hama penggerek batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat serangan hama penggerek batang pada padi hitam asal Sekadau. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan berlangsung selama 6 bulan, mulai dari Mei hingga Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan metode survei langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan dengan mencari kelompok telur dan larva yang ada di tanaman atau rumpun sampel. Untuk pengamatan intensitas kerusakan, dilakukan pada dua petak yang ditentukan secara diagonal dengan ukuran 4 x 3 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan hama penggerek batang pada padi hitam tergolong rendah, dengan serangan lebih dominan pada fase vegetatif (4,72%) dibandingkan fase generatif (1,39%). Serangan hama penggerek batang padi cenderung tidak merata dan berkelompok.
PENGARUH EKSTRAK SERAI DAPUR, BABANDOTAN DAN KOMBINASINYA TERHADAP HAMA KUTU DAUN (Aphis gossypii) CABAI Lara, Lara; Hernowo, Kukuh; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105681

Abstract

Kutu daun (Aphis gossypii) merupakan hama utama pada tanaman cabai yang berpotensi menurunkan hasil produksi. Penggunaan insektisida sintetik secara berlebihan menimbulkan dampak negatif, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak serai dapur, ekstrak babandotan dan kombinasinya terhadap kutu daun pada tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan enam ulangan, yaitu kontrol, ekstrak serai dapur (Cymbopogon citratus) 10%, ekstrak babandotan (Ageratum conyzoides L.) 10%, serta kombinasi serai dapur 5% + babandotan 5%. Pengujian dilakukan dengan metode pencelupan daun dan pengamatan hingga 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ekstrak nabati meningkatkan mortalitas dan kecepatan kematian kutu daun dibandingkan kontrol. mortalitas tertinggi sebesar 36,89%, nilai kecepatan kematian tercepat yaitu 2,43, serta nilai rerata efikasi sebesar 35,37% pada pengamatan 48 jam. Perlakuan kombinasi ekstrak serai dapur dan babandotan menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak serai dapur tunggal, namun masih lebih rendah dibandingkan ekstrak babandotan tunggal.
SERANGAN HAMA PENGHISAP BULIR PADI (Leptocorisa acuta) PADA TANAMAN PADI HITAM ASAL SEKADAU Asiang, Asiang; Hernowo, Kukuh; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105868

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi lokal yang menghasilkan beras berwarna hitam dan semakin diminati masyarakat seiring meningkatnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat. Namun, dalam proses budidayanya terdapat berbagai kendala yang dapat menurunkan hasil produksi, salah satunya adalah serangan hama penghisap bulir padi (Leptocorisa acuta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama penghisap bulir padi (L. acuta) serta mengkaji tingkat kerusakan yang ditimbulkan pada padi hitam asal Sekadau. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat selama ±6 bulan dengan menggunakan metode survei melalui pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap populasi telur, nimfa, dan imago L. acuta, serta tingkat serangan pada malai dan bulir padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. acuta ditemukan pada seluruh lokasi pengamatan dengan populasi yang relatif tinggi sejak awal fase generatif. Populasi imago cenderung meningkat hingga pertengahan fase pengisian bulir, sedangkan populasi telur dan nimfa menunjukkan pola fluktuatif selama periode pengamatan. Tingkat serangan L. acuta tergolong sangat tinggi dengan persentase malai terserang mencapai 100%, sedangkan persentase bulir terserang pada Petak I sebesar 98,30% dan pada Petak II sebesar 96,13%.