Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis Terhadap Aplikasi Pupuk N,P,K dan Giberelin pada Lahan Gambut Pratama, Dian Shanty; Hernowo, Kukuh
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 4 (2025): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i4.98604

Abstract

Jagung manis (Zea mays, L.) adalah salah satu komoditi tanaman pangan yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dan merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dosis dan interaksi terbaik antara pupuk N,P,K dengan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berlangsung dari bulan Februari sampai Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktorial. Faktor pertama pupuk N,P,K dengan 3 taraf perlakuan yaitu "p" _"1" = Urea 150 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha, "p" _"2" = Urea 200 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha, "p" _"3" = Urea 250 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 150 kg/ha, dan faktor kedua adalah konsentrasi giberelin dengan 3 taraf perlakuan yaitu "g" _"1" = 10 ppm, "g" _"2" = 20 ppm, "g" _"3" = 30 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk N,P,K dan konsentrasi giberelin terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut. Pemberian kombinasi dosis pupuk N,P,K Urea 250 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCl 150 kg/ha dan konsentrasi giberelin 20 ppm memberikan pengaruh terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
LAJU KERUSAKAN BEBERAPA JENIS KACANG-KACANGAN AKIBAT SERANGAN HAMA KUMBANG BUAH KERING (CARPOPHILUS SP) Sepila, Yuni; Hernowo, Kukuh; Hendrati, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.99437

Abstract

Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati penting, namun rentan rusak selama penyimpanan akibat hama gudang Carpophilus sp. Penelitian ini bertujuan mengetahui laju kerusakan dan perkembangan Carpophilus sp. pada empat jenis kacang, yaitu kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama empat bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga periode pengamatan (30, 60, dan 90 hari) dan empat taraf perlakuan: P1 = kacang tanah 50 g/toples + 3 pasang hama, P2 = kacang hijau 50 g/toples + 3 pasang hama, P3 = kacang kedelai 50 g/toples + 3 pasang hama, P4 = kacang merah 50 g/toples + 3 pasang hama. Parameter yang diamati meliputi populasi hama, berat imago, persentase biji terserang, bobot bubuk, dan susut berat. Hasil menunjukkan kacang tanah mengalami kerusakan tertinggi, ditunjukkan oleh peningkatan populasi hama dan parameter kerusakan lainnya. Sebaliknya, kacang merah tidak menunjukkan pertumbuhan hama. Disimpulkan bahwa jenis kacang berpengaruh nyata terhadap laju kerusakan akibat serangan Carpophilus sp. selama penyimpanan.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu pada Sekolah Lapang Gambut di Desa Kuat Sihir (Kampung Gambut Siantan Hilir) Suswanto, Iman; Hernowo, Kukuh; Simamora, Cico Jhon Karunia
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22330

Abstract

Sekolah Lapang Gambut menjadi pendekatan pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya sayuran organik sekaligus pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara ramah lingkungan di lahan gambut. Desa Kuat Sihir (Kampung Gambut Siantan Hilir) merupakan sentra hortikultura di Pontianak yang memiliki potensi produksi tinggi, namun rentan terhadap serangan OPT dan penurunan kesuburan tanah apabila budidaya tidak dikelola secara adaptif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) berbasis ekologi pada sistem pertanian organik. Pelaksanaan dilakukan selama delapan bulan melalui demonstrasi lapang, ceramah, praktik identifikasi OPT dan musuh alami, serta pemasangan komponen pengendalian hayati. Tahapan kegiatan mencakup pengolahan lahan, penambahan amelioran, penyemaian, transplanting, penanaman tanaman repellant, pemasangan perangkap kuning dan hserangga, serta penggunaan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian kimia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami tata laksana budidaya organik, teknik konservasi air gambut, monitoring OPT, dan penerapan PHT secara bertahap. Evaluasi pra–pasca kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 33–80% menjadi 90–100% pada seluruh indikator, disertai perubahan pola pikir bahwa pestisida kimia seharusnya menjadi pilihan terakhir setelah ambang kendali terlampaui. Secara umum, penerapan PHT pada sekolah lapang menghasilkan perbaikan kualitas dan produktivitas sayuran serta mengurangi ketergantungan pestisida sintetis. Disimpulkan bahwa sekolah lapang efektif dalam memperkuat kompetensi petani dan keberlanjutan pertanian gambut berbasis organik. Disarankan agar replikasi kegiatan dilakukan di wilayah gambut lain serta pengembangan inovasi pengendalian hayati terus diperluas untuk menjaga keberlanjutan agroekosistem gambut.
INSIDEN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG PADA PADI HITAM ASAL SEKADAU Saputra, Dimas Mulia; Palupi, Tantri; Hernowo, Kukuh
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104898

Abstract

Padi beras hitam yang berasal dari Sekadau diyakini merupakan varietas padi lokal yang berpotensi untuk dikembangkan khususnya di Kalimantan Barat terutama di bagian areal penanamannya. Tetapi di dalam proses pengembangan padi hitam ini dihadapkan dengan berbagai kendala seperti gangguan dari hama ataupun penyakit, salah satunya adalah serangan hama penggerek batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat serangan hama penggerek batang pada padi hitam asal Sekadau. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan berlangsung selama 6 bulan, mulai dari Mei hingga Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan metode survei langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan dengan mencari kelompok telur dan larva yang ada di tanaman atau rumpun sampel. Untuk pengamatan intensitas kerusakan, dilakukan pada dua petak yang ditentukan secara diagonal dengan ukuran 4 x 3 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan hama penggerek batang pada padi hitam tergolong rendah, dengan serangan lebih dominan pada fase vegetatif (4,72%) dibandingkan fase generatif (1,39%). Serangan hama penggerek batang padi cenderung tidak merata dan berkelompok.