Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN SEBARAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT MULTITEMPORAL DI TELUK LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Gunawan, Elza Anggarini; Agussalim, Andi; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.814 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9467

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktifitas primer di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganlisa konsetrasi dan memetakan klorofil-a di Teluk Lampung menggunakan data citra satelit Landsat berdasarkan algoritma yang sesuai yang dikolerasikan dengan data lapangan setiap musim. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 April 2016 dengan metode purposive sampling sebanyak 20 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan nilai klorofil-a di Teluk Lampung termasuk dalam kategori kesuburan rendah (2,749 mg/m3). Berdasarkan hasil regresi data citra dan data lapangan, diperoleh algoritma yang sesuai, yaitu Chl = 0,00997 ((TM5+TM6)/TM4)10,491 – 0,2704 ((TM5+TM6)/TM4)6,994 + 2,0237 ((TM5+TM6)/TM4)3,497 – 1,2751. Hasil penerapan algoritma tersebut pada musim yang berbeda, menunjukkan bahwa musim timur cenderung memiliki nilai klorofil-a tertinggi dengan kisaran 2,85-3,28 mg/m3
Analisis Pola Sebaran Sedimen Tersuspensi Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh di Perairan Muara Sungai Banyuasin Simbolon, Fernandho; Surbakti, Heron; ., Hartoni
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.328 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2432

Abstract

TSS  (Total  suspended  solid)  adalah  semua  zat  padat  (pasir,  lumpur, dan tanah  liat)  atau partikel-partikel  yang  tersuspensi  dalam  air  berupa komponen  biotik  (fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi,dll), ataupun komponen abiotik (detritus dan partikel-partikel anorganik)  yang  masuk  ke perairan  melalui  sungai  menuju  ke  wilayah  pesisir  dan  laut , dapat dilihat pengaruhnya secara langsung di perairan pesisir. Aktivitas manusia di hulu seperti  illegal loging, pembuatan parit, transportasi, industri dan rumah tangga memberi sumbangan yang nyata terhadap peningkatan TSS di Muara Banyuasin. Penelitian analisis pola  sebaran  sedimen  tersuspensi menggunakan  teknik  penginderaan  jauh  di  perairan Muara Banyuasin telah dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai dengan Oktober 2013. Data Landsat ETM 7 dikaji untuk memetakan sebaran TSS di Perairan Muara Banyuasin. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pola  sebaran  TSS insitu  dan  pendugaan, mengetahui  algoritma  TSS  pendugaan  yang  sesuai di  Muara  Banyuasin  dan mengaplikasikanya  pada  citra  31  Maret  2004,  29 Maret  2009  dan  24  Maret  2013. Pengolahan  data  citra  landsat   ETM  7 tanggal  9  April  2013  adalah  untuk  mengetahui pendugaan konsentrasi TSS dan  mengolah  data  insitu  yang diambil tepat saat perekaman citra. Konsentrasi  TSS  pendugaan  diregresikan  dengan  data  insitu.  Hasil penelitian menunjukkan hasil dari regresi polynomial  antara TSS pendugaan dan TSS insitu koefisien determinasi (R2) terbesar adalah 0,426 dihasilkan oleh algoritma Budhiman. berdasarkan data  insitu  menunjukkan  konsentrasi  TSS saat  surut  berkisar  40,33  mg/l-755,66  mg/l sedangkan  saat   pasang berkisar  113,44  mg/l-477,11  mg/l.  Konsentrasi  TSS  pendugaan dalam kurun waktu 9 tahun (2004-2013) menunjukan bahwa terjadi peningkatan TSS di Muara Banyuasin.KATA KUNCI:   Landsat ETM 7, muara Banyuasin, penginderaan jauh, total suspended solid  (TSS).
Penapisan Bakteri yang Bersimbiosis dengan Spons Jenis Aplysina sp sebagai Penghasil Antibakteri dari Perairan Pulau Tegal Lampung Pastra, Defin Ari; ., melki; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.102 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1344

Abstract

This research was conducted in October 2010 - January 2011. Sampling of sponge was conducted in the waters of the Tegal island Lampung. This study aims to obtain symbiotic bacteria  of  sponge that has material potential as antibacterial and know the biochemical nature of the symbiotic bacterium of sponges that has the potential material as antibacterial. Bacteria of sponges were inoculated on NA media with for casting method. Results of inoculation were purified by the bowls scratch method. Purification selected 10 bacteria isolates to be performed screening of antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcusa aureus bacteria. Bacteria wes capable to forming  inhibition zone was characterized to determine biochemically characteristic. This study found two isolate of symbiotic bacteria of  sponges that can produce bioactive compounds that are antibacterial, bacteria A23 can restrain  the bacteria S. aureus and E. coli and the bacteria A25 can only restrain the bacteria S. aureus. A23 bacteria are gram-positive bacteria ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration acid  compounds, able to use carbon sources from citrat, produce the enzyme of urease, catalase, oxidase, glatinase, and motility. A25 bacteria are gram-negative bacteria, ferment carbohydrates into lactic acid but don’t produce high concentration of acid   compounds, can ferment carbohydrates 2,3 butanadiol, able tu use carbon sources from citrat, produce the enzyme urease, catalase, oxidase Key word : Antagonist, Antibacterial, Bacteria, Screening, Symbiotic, Sponge ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2010 - Januari 2011. Sampel spons diambil di Perairan Pulau Tegal Lampung. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri dan mengetahui sifat biokimia bakteri  simbion spons yang berpotensi sebagai penghasil bahan antibakteri tersebut Bakteri pada sampel spons diinokulasi pada media NA dengan metode agar tuang. Hasil inokulasi dimurnikan dengan metode cawan gores. Pemurnian memilih 10 isolat bakteri yang kemudian dilakukan penapisan aktifitas antibakteri terhadap bakteri  Escherichia coli dan bakteri Staphylococcusa aureus. Bakteri yang mampu membentuk zona hambat kemudian  dikarakterisasi untuk mengetahui sifat-sifat biokimianya. Penelitian ini mendapatkan dua isolat bakteri simbion spons yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri yaitu bakteri A23 dapat menghambat bakteri S aureus dan E coli dan bakteri A25 yang haya dapat menghambat bakteri S aureus. Bakteri A23 adalah bakteri gram positif mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase,  oksidase, glatinase dan melakukan motilitas. Bakteri A25 adalah bakteri gram negatif, mempermentasikan karbohidrat menjadi asam laktat namun tidak menghasilkan asam dengan konsentrasi tinggi, memfermentasikan karbohidrat 2,3 butanadiol, dapat menggunakan sumber karbon dari citrat, menghasilkan enzim urease, katalase, oksidase Kata kunci : Antagonis, Antibakteri, Bakteri, Penapisan, Simbion, Spons
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Napitu, Ramsen; Surbakti, Heron; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.256 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3485

Abstract

Perairan Selat Bangka Bagian Selatan merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan ekonomi, sosial dan ekologi. Perairan ini merupakan perairan yang kompleks kondisi massa airnya karena dipengaruhi oleh masukan dari laut dan  dari daratan  Bangka  dan  OKI. Parameter  oseanografi  seperti  suhu,  salinitas  dan  densitas  di perairan ini merupakan parameter yang masih sangat jarang diukur. Pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 1977 oleh Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 di perairan Selat Bangka Bagian  Selatan.    Data  diolah  di Laboratorium  Oseanografi  Program  Studi Ilmu  Kelautan Universitas Sriwijaya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean  Data  View  (ODV)  dengan  metode  sebaran  menegak, melintang,  permukaan (horizontal) dan diagram TS. Hasil yang diperoleh yaitu suhu dan salinitas permukaan lebih tinggi berada di sebelah selatan perairan dan dekat dengan daerah Bangka dengan kisaran 30-35oC  dan  salinitas  31-31,2  psu  serta  densitas  1018,6  Kg/m3.  Sebaran  melintang menunjukkan suhu  dekat  daratan  Bangka  lebih  hangat  dan  salinitas  yang  lebih tinggi berada di kolom perairan diantara kedua daratan dengan kisaran 29-30,4oC dan salinitas 30-31,5  psu  serta  densitas  1018-1019  Kg/m3. Diagram TS  menunjukkan  terjadinya  pola suhu-salinitas   yang  membentuk  pola tersendiri  yaitu  stasiun  1,  10,  11,  14  dan  17.  Nilai sigma-t  stasiun  1, 14  dan  17  berkisar  18,7  dan  18,75,  namun  memiliki  nilai  suhu dan salinitas yang berbeda. Nilai sigma-t stasiun 10 dan 11 berkisar 18,3 dan 18,5 memiliki suhu dan salinitas yang berbeda.KATA KUNCI: Densitas, Massa air,  salinitas, Selat Bangka, suhu.
IDENTIFIKASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KONSENTRASI KLOROFIL – a MENGGUNAKAN CITRA MODIS DI PERAIRAN BANGKA BAGIAN BARAT Saing, Rizky Adolf A; Surbakti, Heron; ., Hartoni
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.721 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5778

Abstract

Perairan Bangka bagian barat merupakan perairan yang terletak di antara Pulau Bangkadan Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang termasuk di dalamnya yaitu Selat Bangka.Daerah ini memiliki potensi penangkapan ikan pelagis seperti tongkol dan tenggiri yangcukup baik. Pengamatan dan pengambilan sampel lapangan dilakukan di perairan Bangkabagian barat pada tanggal 12 Desember sebanyak 16 stasiun dengan menggunakan datacitra satelit dan in situ. Data citra Modis Aqua yang digunakan yaitu selama 6 tahun padaperiode Januari 2009 sampai dengan Januari 2015 meliputi konsentrasi klorofil-a, suhupermukaan laut dan fenomena thermal front. Daerah penangkapan yang ditunjukkan olehdata citra memiliki pola yang berbeda pada setiap musimnya dan berbeda dengan daerahoperasi penangkapan yang biasa dilakukan oleh nelayanKATA KUNCI : Citra Modis, Daerah Penangkapan Ikan, Klorofil-a, Perairan BangkaBagian Barat, Suhu Permukaan Laut
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI TELUK RATAI, PESAWARAN, PROVINSI LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN TEKHNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DAN MODEL NUMERIK Widodo, Dwi Sapto; Surbakti, Heron; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 1 (2019): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.134 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i1.8574

Abstract

Perubahan garis panatai dipengaruhi fenomena alam seperti hempasan gelombang, arus dan pasang surut, serta aktifitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai dan transport sedimen yang terjadi pada kurun waktu 2010-2015 di Pantai Teluk Ratai, dengan menggunakan metode penginderaan jauh dan model numerik. Berdasarkan hasil analisis CITRA SPOT dan model numerik, dalam kurun waktu 5 tahun terjadi sedimentasi seluas 12.291,67 m2 dengan transport sedimen 13.196.637,64 m3. Terjadi abrasi seluas 1.114,40 m2 dengan transport sedimen 3.313.327,75 m3. Sedimentasi terbesar terjadi di Pantai Kalura seluas 3.687,783 m2 dengan transport sedimen 7.714.817,075 m3. Abrasi terbesar terjadi di ujung Teluk Ratai yang memanjang seluas 663,39 m2 dengan transport sedimen 1.879.193,19 m3. 
POLA SEBARAN SALINITAS MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK DI MUARA SUNGAI BUNGIN KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Pratama, Lucky; Surbakti, Heron; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.22 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5779

Abstract

Salinitas merupakan gambaran penting dari kondisi oseanografi suatu perairan laut dan jugamerupakan salah satu faktor penting bagi penyebaran organisme perairan laut. Tujuan daripenelitian ini memodelkan dan mengkaji pola sirkulasi salinitas pada perairan Muara SungaiBungin dengan model numerik dan mengetahui pola sebaran salinitas pada saat pasang dansurut di Muara Sungai Bungin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 di MuaraSungai Bungin. Pemodelan numerik dilakukan dengan lebar grid ?x=?y=20 m, time step = 1detik, Kondisi awal : u=v=?=0 dan S = 11.6 PSU. Hasil dari simulasi nilai salinitas pada kondisisurut memiliki perbedaan nilai sebesar 0.33 PSU dengan nilai simulasi lebih tinggi dari padanilai pengamatan. Sebaliknya pada saat pasang nilai salinitas pengamatan lebih tinggi dari padanilai simulasi, perbedaan nilai tersebut sebesar 1.99 PSU. Perbedaan rata-rata antara nilai hasilsimulasi dan hasil pengamatan sebesar 4.82 PSU. Pola sebaran salinitas pada Sungai Bunginmemiliki nilai tertinggi pada saat pasang dan terendah pada saat surut.KATA KUNCI :,Model Numerik, Muara Sungai Bungin, Salinitas
Pola Sebaran Salinitas dengan Model Numerik Dua Dimensi di Muara Sungai Musi Sari, Christie Indah; Surbakti, Heron; ., Fauziyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.572 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2503

Abstract

The aim of this research is to describe the spread salinity with two dimensions numerical model at the Musi River’s estuary, and also to determined relationship of spread salinity with hydrodynamic unsure in water. The research has been done at Juli – Agustus 2011 at Musi River’s estuary, South Sumatra. Determination of sampling points is done by using purposive sampling method. The sample is measured by in-situ method and the data is proceed using Surface Water Modelling System (SMS 8.1) software, then verified with field measurement. The result of this research indicated that when the condition of sea-water tidal waters not too far into the river, the concentration of salinity in the surface layer (0.2 D) ranged between 6 - 28o/oo, in the water column (0.5 D) between 6 - 27o/oo, and in the deep waters (0.8 D) between 5 - 27o/oo. In other hand, at low tide condition, the influence of river moved farther out to the sea, with the concentration of salinity in the surface layer (0.2 D) ranged between 5 - 26o/oo, the salinity in the water column (0.5 D) and in the deep waters (0.8 D) between 4 - 27 o/oo. The result of spread salinity of the model simulation shows that the salinity distribution patterns follow the formed of the flow so that it can be said that the flow will affect the distribution of salinity in the waters. Based on the results of the flow simulation and salinity with or without the effects of wind’s flow and salinity patterns are the same, in the range 0.9 to 23.9o/oo. The verified average error result of measurement and simulation the model (MRE) with or without wind is 3,163 E-11%. So, factor of the wind did not significantly affect the movement of flow on the research.Keywords: Salinity distribution, Numerical models, SMS, Estuary
ANALISIS KONDISI PERAIRAN DITINJAU DARI KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DAN SEBARAN KLOROFIL-A DI MUARA SUNGAI LUMPUR, SUMATERA SELATAN Arifelia, Destri Rizki; Dianysah, Gusti; Surbakti, Heron
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.862 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4475

Abstract

TSS (Total Suspended Solid) dan Klorofil-a merupakan parameter indikator tingkat kesuburan di suatu perairan. Tinggi rendahnya parameter tersebut dipengaruhi oleh faktor hidrologi perairan (pasang surut, suhu, salinitas, pH, arus, kecerahan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan,sebaran serta mengetahui faktor yang mempengaruhi TSS dan Klorofil-a di perairan Muara Sungai Lumpur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – September 2014. Pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling dengan 10 stasiun berdasarkan metode tiga lapisan kedalaman. Analisis TSS menggunakan metode gravimetri di Laboratorium Oseanografi dan Instrumentasi, analisis klorofil-a menggunakan metode spektrofotometridi Laboratorium Kimia. Analisis data menggunakan Ocean Data View (ODV) 4.3.6 untuk melihat hubungan antara parameter pendukung dan parameter utama dilakukan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan TSS berkisar 100 - 1900 mg/l, sedangkan Klorofil-a berkisar 4,02 – 8,26 mg/m3. Secara umum hasil TSS dengan nilai tinggi berada pada stasiun-stasiun di daerah timur muara yang dekat dengan daratan, sedangkan Klorofil-a dengan nilai tinggi berada pada stasiun di daerah sungai.KATA KUNCI: Klorofil–a, muara Sungai Lumpur, TSS.
Penentuan Perubahan Garis Pantai dengan Teknologi Penginderaan Jauh dan Model Numerik di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah Ladys, Maria; Surbakti, Heron; ., Hartoni
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 2 (2012): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.07 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i2.1391

Abstract

ABSTRACTThe coastal is intensif place for human activity. Sea process and human activity made influence for coastline change. This research discusses coastline change. The aim of this research investigates wave high, wave period, wave direction, sediment transport, and coastline change for remote sensing technic and numeric model. This research has been carry out on Mei to September 2011. The mothodes used wave numeric model and remote sensing technic.Mean maximum wave high is 1.7 metre and mean minimum wave high is 0.8 metre. Mean maximum wave period is 6.18 second and mean minimum wave period is 4.66 second. Wave direction has been on 1-3, 12 mounth come from north west, but 4-11 month, dominan direction wave come from north east. Design wave transformation from north west, north, and north east go to south east and south direction. Maximum sediment transport0.5 m3/s and minimum sediment transport is -0.5 m3/s. The change chostline of remote sensing method 568 cell or 34.08 km is experience sedimentation process and 104 cell or 6.24 km experience erosion process. The calculation mean numeric for 1999-2008, sediment transport for sedimentation process is 449 cell or  26.94 km and erosion process is 223 cell or 13.38 km. As calculate cumulation numeric model for 1999-2008, sedimentation process is 343 cell or 20.58 km and erosion process is  329 cell or 19.74 km. Key Words : coastline, wave, numeric, remote sensing, Kabupaten Batang ABSTRAKPesisir merupakan tempat intensif untuk kegiatan manusia. Pengaruh proses laut dan aktivitas manusia akan mempengaruhi perubahan garis pantai. Penelitian ini membahas perubahan garis pantai. Tujuannya yaitu menghitung tinggi, periode, arah datang gelombang, transpor sedimen, dan perubahan garis pantai dengan kedua metode. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai September 2011. Metode yang digunakan adalah model numerik gelombang dan teknik penginderaan jauh.Tinggi gelombang maksimum rata-rata 1.7 meter dan tinggi gelombang minimum rata-rata 0.8 meter. Periode gelombang maksimum rata-rata 6.18 detik dan periode minimum rata-rata 4.66 detik. Arah gelombang dominan yang terjadi pada bulan 1-3, dan 12 berasal dari arah barat laut, sedangkan bulan 4-11 arah gelombang dominan berasal dari arah timur laut. Pola transformasi gelombang yang berasal dari barat laut, utara, dan timur laut cenderung berbelok ke arah barat daya dan arah selatan. Transpor sedimen maksimum berkisar 0.5 m3/s dan transpor sedimen minimum berkisar -0.5 m3/s. Perubahan garis pantai dengan metode penginderaan jauh menghasilkan perhitungan berupa 568 sel atau 34.08 km mengalami sedimentasi dan 104 sel atau 6.24 km mengalami erosi. Perhitungan model numerik rata-rata tahun 1999-2008, transpor sedimen untuk proses sedimentasi berada pada wilayah pantai barat dengan 449 sel atau 26.94 km dan proses erosi terjadi pada wilayah timur pantai dengan 223 sel atau 13.38 km. Sedangkan perhitungan model numerik kumulatif tahun 1999-2008, proses sedimentasi terjadi di wilayah barat pantai dengan 343 sel atau 20.58 km dan proses erosi terjadi di wilayah timur pantai dengan 329 sel atau 19.74 km. Kata Kunci : garis pantai, gelombang, numerik, penginderaan jauh
Co-Authors ., ardani Affandi, Azhar Kholik Alexander A Aritonang Alexander A Aritonang, Alexander A Andi Agussalim, Andi Anna I S Purwiyanto Anna I S Purwiyanto, Anna I S Anzari, Ridho ardani . Arifelia, Destri Rizki Arsyei, Laksamana Fachryzal Atik Hendika Lyusta Azhar Kholik Affandi Bambang Aditya Nugraha Bengen, Detriech G Chaplin M Simatupang Chaplin M Simatupang, Chaplin M Christie Indah Sari Christie Indah Sari, Christie Indah Defin Ari Pastra Destri Rizki Arifelia Dianysah, Gusti Dietrich G Bengen Dwi Puspa Indriani Dwi Sapto Widodo Erwin F Silalahi Fajri, M. Awaluddin Fauziyah Fauziyah . Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fereddy Yulianus Napitupulu Fernandho Simbolon, Fernandho Fitri Agustriani Gunawan, Elza Anggarini Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Dianysah hartoni . Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hendro H Sinaga I Wayan Nurjaya Isnaini Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Jonson Lumban Gaol La Ode Nurman Mbay La Ode Nurman Mbay, La Ode Nurman Ladys, Maria Lyusta, Atik Hendika M. Albab Al Ayubi M. Albab Al Ayubi, M. Albab Al M. Awaluddin Fajri Maria Ladys Melki Melki Melki Melki Melki Muh. Adhim Adrian Muhammad Hendri Mulia Purba Nanda Nurisman Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nurisman, Nanda Nurul Fitriya Nurul Fitriya Pastra, Defin Ari Pratama, Lucky Purwiyanto, Anna Ramadoni, Ramadoni Ramsen Napitu, Ramsen Rian Andriansyah Rika Dwi Susmiarni Rika Dwi Susmiarni, Rika Dwi Rio Demak Hasibuan Rio Demak Hasibuan, Rio Demak Riris Aryawati Rizky Adolf A Saing Robinson Sitepu Romega Sinaga Saing, Rizky Adolf A Salsabilah, Raisyah Sarno . Sarno . Silalahi, Erwin F Sinaga, Romega Susanti, Ester Mei Syamsiar, Syamsiar Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono Ulqodry, T. Utami, Risnita Widodo, Dwi Sapto Wike Ayu Eka Putri