Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIK BATU KARANG DI KUPANG Letto, Robby; Pell, Yeremias M.; Bunganaen, Wenseslaus
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 10 No 01 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v10i01.11670

Abstract

Coral is a natural potential that has not been exploited on a large scale and in this study aims to analyze the physical properties and mechanical properties of coral in Kupang city. and useful for development activities to be safer and smoother. Tools and materials used to analyze the physical properties and mechanical properties of coral such as m esin uji t ekan m ortal, g erinda, m ata p isau p otong keramic, m ata gerinda p smear , betta esi(Ragum), jfigure sfunnel. , the material is in the form of Coral. And all calculations against the compressive strength of the rock.
Pengaruh Variasi Media Carburizer terhadap Struktur Micro dan Kekerasan Baja Aisi 1045 bunganaen, wenseslaus; Adoe, Dominggus G. H.; Pady, Aldy
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 10 No 02 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v10i02.14279

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of media variations of 90% kusambi charcoal and 10% shellfish, 90% kusambi charcoal and 10% rice husks, and 90% rice husks and 10% shells. Kusambi charcoal 90% and 10% rice husk, 90% rice husk and 10% shellfish. For the microstructure and hardness of steel AISI 1045, the material used in this research is medium carbon steel, the process of making the specimen is done by cutting it into several parts. The cutting is done to make it easier to place the specimens in the carburizing box then 90% kusambi charcoal mixed with 10% shellfish, 90% kusambi charcoal mixed with 10% rice husks, and 90% rice husks mixed with 10% clamshells. The specimens were subjected to a Carburizing treatment at a temperature of 9500C then a Rockwell hardness test and microstructure testing were carried out. From this study, it can be concluded that the highest average hardness value in the mixture of 90% Kusambi charcoal Carburizer and 10% shellfish was obtained at 39.25 HRC and the material hardness without treatment was 17.08 HRC. From the observation of the microstructure, the surface hardening occurs due to carbon diffusion into medium carbon steel
Rancang Bangun Alat Pemeras Madu Hybrid Sistem Sentrifugal Bunganaen, Wenseslaus; Mangesa, Daud P.; Bukifan, Avelino
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 11 No 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v11i02.19855

Abstract

Madu merupakan salah satu produk hasil hutan yang sudah lama di kenal oleh masyarakat dan banyak manfaat diantaranya sebagai suplemen kesehatan, obat luka, kecantikan, dan sebagai bahan industri makanan dan minuman. Namun para petani mendapat kendala dalam proses pemeras madu, karena masih menggunakan cara pemeras tradisional. Sehingga hal tersebut berpengaruh pada lama waktu pemerasan dan kenyamanan para petani madu. Melihat hal tersebut penulis terdorong untuk membuat alat yang berguna dalam proses pemerasan madu dan proses produksi yang cepat. Selanjutnya diperlukan rancangan mesin pemeras madu yang merupakan solusi untuk mempercepat proses pekerjaan petani madu dalam menghasilkan air madu yang berkualitas. Pada proses perancangan ini menggunakan sistem hybrid yang pemerasan dilakukan dengan dengan menggunakan motor listrik dan engkol manual. Kapasitas sarang lebah yang diperas mencapai 2 kg dalam waktu 3 menit dengan menggunakan engkol manual. Sedangkan menggunakan motor listrik dengan kapasitas 2 kg dengan waktu 1 menit. Produksi madu dengan mesin pemeras madu memberikan keuntungan yang signifikan pada proses waktu produksi dan kualitas air madu dibandingkan dengan produksi air madu mengunakan cara tradisional. Penggunaan mesin pemeras madu merupakan solusi atas permasalah yang ada.
Perancangan Reaktor Gasifikasi Biomassa Sebagai Tungku Pembakaran Alat Pengering Berbahan Bakar Kayu Kesambi Gabul, Marselinus T.; Bunganaen, Wenseslaus; Maliwemu, Erich U. K.
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 11 No 02 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v11i02.20347

Abstract

Gasifikasi merupakan suatu teknologi untuk mengkonversi biomassa padat menjadi gas menggunakan gasifier dan mampu membakar (CO,CH4, H2) melalui pembakaran atau gasifikasi dengan suplai udara 11,41 m/s. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perancangan alat pengering hasil produk pertanian pasca panen dengan menggunakan reaktor gasifikasi sebagai tungku pembakaran berbahan bakar kayu kesambi terhadap temperatur pembakaran, waktu penyalaan awal dan waktu nyala efektif pada tungku gasifikasi downdraft. Penelitian dilakukan dengan mengvariasikan berat bahan bakar, yaitu 10 kg, 12 kg dan 15 kg. Kemudian mengambil data meliputi temperatur pembakaran dan gas yang dikeluarkan. Hasil penelitian menunjukkan variasi bahan bakar kayu kesambi dengan temperatur tertinggi sebesar 607,3 0c sedangkan pada saat proses gasifikasi berat awal kayu kesambi 10 kg turun menjadi 8,9 kg, 12 kg turun menjadi 10,6kg dan 15 kg turun menjadi 13,2 kg dari hasil setiap pengujian dapat simpulkan bahwa gas yang dihasilkan dalam setiap pembakaran sangat bergantung pada banyaknya bahan bakar yang digasifikasikan
KARAKTERISASI BAJA KARBON ST 37 AKIBAT PACK CARBURIZING ARANG CANGKANG KEMIRI DENGAN KATALISATOR SERBUK KERANG ALE-ALE PANTAI OESAPA KOTA KUPANG Wiskarjo, Marianus; Bunganaen, Wenseslaus; Jasron, Jahirwan Ut
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 12 No 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/ljtmu.v12i01.21001

Abstract

This study aims to determine the changes in microstructure and the increase in hardness of low-carbon steel (ST 37) through the pack carburizing process. The method used involves utilizing charcoal derived from candlenut shells as a carbon source and ale-ale shell powder as a catalyst. The experiment was conducted using 10 steel specimens, where 9 specimens underwent pack carburizing treatment with variations in catalyst composition (10%, 20%, and 30% CaCO₃) at a temperature of 900°C with a holding time of 2 hours, followed by a quenching process using 40% saltwater. The results of the study indicate that the pack carburizing treatment successfully increased the surface hardness of the steel significantly and caused a microstructural transformation from ferrite-pearlite in the initial material to martensitic structure on the carburized surface. These findings suggest the potential use of natural materials as an environmentally friendly alternative for carbon media and catalysts to enhance the mechanical properties of low-carbon steel.
Akibat peningkatan tekanan gesek terhadap kekuatan tarik sambungan pada proses pengelasan gesek continuous drive AA6061- baja karbon sedang Pah, Jack Carol Adolf; Riwu, Defmit B. N.; Maliwemu, Erich U.K.; Tobe, Adi Yermia; Bunganaen, Wenseslaus; Mangesa, Daud P.
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 1 (2023): Jurnal TURBO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i1.2296

Abstract

The objective of this research was to get the effect of friction pressure on the tensile strength of the joining of aluminum alloy AA6061 and carbon steel, with continuous drive friction welding process. Variations of friction pressure of this research were 24 MPa, 32 MPa, and 40 MPa. In this study, a friction time 9 seconds was used. Other friction welding variables were, forging pressure 79 MPa, forging time 60 seconds, and friction rotation speed 1600 rpm. The independent variable was the ultimate tensile strength of the welded joint. The results showed that the increase in the tensile strength of the joint was not linear with the increase of frictional pressure. The rate of the increase in the tensile strength of the connection, will decrease after the frictional pressure passes through 32 MPa. When the rate of increase in the tensile strength of the joint begins to decrease, the joint will become more brittle. The maximum tensile strength of the joint in this study was 167.421 MPa at a frictional pressure of 40 MPa.Rasakan keseruan bermain di om88 dengan peluang menang yang lebih besar. Nikmati pengalaman bermain yang seru, aman, dan penuh tantangan. Segera coba dan raih kemenangan besarmu!
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Panti Rehabilitasi Penyakit Kusta Desa Naob-Kefamenanu melalui Budidaya Tanaman Hortikultura Berbasis Teknologi Irigasi Tetes Bunganaen, Wenseslaus; Nampa, I Wayan; Koehuan, Verdy; Adar, Damianus; Selan, Rima
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.382

Abstract

Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam rangka mendorong peningkatan usaha budidaya produksi tanaman hortikultura di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timur Tengah Utara.Kegiatan aplikasi teknologi Sistem Irigasi Tetes (SIT)dalam kebun Hortikultura dan teknis budidaya tanaman hortikultura. Kegiatan ini melibatkan lima orang Mahasiswa dari prodi Teknik Mesin dalam kegiatan magang terintegrasi dan program KKN tematik Undana periode semester Genap tahun 2022/2023. Aplikasi irigasi tetes pada lokasi mitra dengan luas lahan 500 m2 (ukuran 25 m x 20 m). Bedengan dibuat dalam 15 baris bedengan dengan ukuran masing-masing 25 m x 0,7 m, jarak antar bedengan 60 cm. Sistem irigasi tetes ini menggunakan sistem pompa dari sumber bak air kemudian dialirkan secara gravitasi ke bedengan. Sebelum air dialirkan ke tanaman, terlebih dulu melalui filter air irigasi tipe Y disk, venturi injector pupuk, pipa utama (PVC 1,0 inch), pipa pembagi (PVC 0,75 inch) dan selang drip (0,75 inch) serta selang piping (17 mm).
PEMANFAATAN BIOGAS UNTUK KEMANDIRIAN ENERGI PEDESAAN Adoe, Dominggus G. H.; Bunganaen, Wenseslaus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i1.4888

Abstract

Pemanfaatan energi yang tidak dapat diperbaharui secara berlebihan dapat menimbulkan masalah krisis energi. Salah satu gejala krisis energi yang terjadi akhir-akhir ini yaitu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), seperti minyak tanah, bensin, dan solar. Kelangkaan terjadi karena tingkat kebutuhan BBM sangat tinggi dan selalu meningkat setiap tahunnya. Sementara itu, minyak bumi bahan baku pembuatan BBM berjumlah terbatas dan membutuhkan waktu berjuta-juta tahun untuk proses pembentukannya. Biogas merupakan teknologi pembentukan energi dengan memanfaatkan limbah, seperti limbah pertanian, limbah peternakan, dan limbah manusia. Selain menjadi energi alternatif, biogas juga dapat mengurangi permasalahan lingkungan, seperti polusi udara dan tanah.Kondisi tersebut sebenarnya merupakan peluang usaha untuk dijadikan bahan baku pembuatan biogas. Hasil dari pembuatan biogas dapat dijadikan sumber energi serta sisa keluaran berupa lumpur (sludge) dapat dijadikan pupuk siap pakai sehingga dapat menambah penghasilan bagi peternak sapi itu sendiri. Selain itu biogas juga dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari seperti memasak dan penerangan, dan dapat digunakan sebagai bahan bakar pure biogas dengan genset skala 2.500 Watt karena produksi biogas rata-rata sebesar 0,040 m3 per 30 menit atau 0,080 m3/jam.
Analisis Pengaruh Kekasaran Butiran Arang Kayu Kusambi Terhadap Laju Dan Suhu Pembakaran Jasron, Jahirwan Ut; Retebana, Imanuel; Bunganaen, Wenseslaus
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2024): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v9i1.8061

Abstract

Peranan energi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, energi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah minyak dan gas, pada saat minyak dan gas mengalami kelangkaan dikarenakan jumlah penduduk yang meningkat dan terus bertambah maka untuk mengatasinya yaitu dengan pembuatan briket menggunakan limbah biomasa yang dimana merupakan upaya menghasilkan energi alternatif. Biomassa bersifat energi terbarukan karena kandungan energinya pada akhirnya berasal dari energi matahari yang difiksasi oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. dilepaskan dengan memutus ikatan senyawa organik dalam proses pembakaran, menghasilkan karbon dioksida dan air sebagai produk akhir. Arang adalah salah satu jenis bahan bakar yang dibuat dari aneka macam hayati misalnya dari kayu kusambi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengarus kekasaran terhadap laju dan suhu pembakaran menggunakan bahan dasar yaitu arang kayu kusambi dengan menggunakan perekat tepung kanji dengan variabel kekasaran arang kusambi 40 mesh, 50 mesh, dan 60 mesh dengan campuran kanji 1.35%, 1,40%, 1.45%. yang mana mendapatkan hasil laju pembakaran pada mesh 40, P 20 kg/m² sebesar 0,090 gram/menit dan hui nilai lama pembakaran yang paling tinggi yaitu pada mesh 40 tekanana 40 kg/m², semakin besar tekanan yang diberikan maka nilai laju pembakaran yang dihasilkan semakin tinggi