Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU-GURUBIOLOGI SMA DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA VIDEO TUTORIAL DANIMPLEMENTASINYA DALAM REMEDIAL TEACHING Median Agus Priadi; Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung; Wisnu Juli Wiono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i3.292

Abstract

Abstrak Guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik dituntut untuk mampu merencanakan, melaksanakan, melakukan evaluasi, dan harus terampil dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran. Salah satu kegiatan pembelajaran adalah Remedial teaching. Remedial teaching merupakan kegiatan pembelajaran bagi siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntusan Minimal (KKM). Siswa yang belum tuntas umumnya pada materi yang berbeda-beda antara siswa satu dan yang lainnya. Hal ini menjadi kendala bagi guru dalam pelaksanakan kegiatan remedial teaching. Untuk itu guru harus memanfaatkan media pembelajaran. Guru-guru BIOLOGI SMA di Kabupaten Tulang Bawang Barat baik guru SMA Negeri maupun swasta selama ini belum terampil dalammembuat media pembelajaran serta memanfaatkannya khsusnya dalam remedial teaching. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan terhadap guru-guru dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru-guru Biologi SMA di Kabupaten Tulang Bawang Baratdalam membuat media pembelajaran dan memahami strategi memanfaatkan media dalam remedial teaching. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah,demonstrasi,dan praktikmembuat media video tutorial, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru-guru dalam membuat media video tutorial dan implementasinya dalam pembelajaran remedial teaching. Semua guru mampu membuat dan menyelesaikan produk berupa media video tutorial dengan baik. Kata kunci:Media, Remedial Teaching, Video Tutorial
Analisis Pelaksanaan Praktikum Materi Organisasi Kehidupan dan Permasalahannya SMP Se-Kecamatan Kedamaian Meita Dwi Solviana; Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the implementation and problems on the life organization subject practicum of junior high schools grade VII students in Kedamaian. The sampling technique used purposive sampling. Research data were obtained from questionnaires, interviews, and observations, which was analyzed descriptively The researchs result showed that the implementation of life organization subject practicum has very good criteria, with percentage average of practicum stage and worksheet practicum which has good criteria. The problems that happened during the practicum are the limited number of light microscopes such as animal and plant cells specimens, students psychomotoric skill on making wet specimens, and attractiveness of students practicum worksheets prepared by the teacher only have good enough criteria. Thus, it can be concluded that the implementation of life organization subject practicum in Kedamaian has excellent criteria. There was practicum problem in limitation of practicum tools.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan permasalahan praktikum materi organisasi kehidupan di SMP kelas VII se-Kecamatan Kedamaian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi, yang dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan berkriteria sangat baik, dengan rata-rata persentase tahapan pelaksanaan praktikum dan penyusunan LKS praktikum berkriteria baik. Permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan praktikum adalah keterbatasaan jumlah mikroskop cahaya, jumlah preparat awetan sel hewan dan tumbuhan, kemampuan psikomotorik siswa dalam pembuatan preparat basah sel tumbuhan, serta kurang menariknya LKS praktikum yang disusun oleh guru. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan se-Kecamatan Kedamaian memiliki kriteria sangat baik.Terdapat permasalahan praktikum yaitu keterbatasan alat-alat praktikum.Kata kunci: guru IPA, LKS-praktikum, organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktikum
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR IPA Nadia Ulfah Ulfah; tri jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aim at to find out the types of learning styles of students, to know the different learning styles between the gender, and to know the relationship between learning styles based on gender and learning outcomes. This study was a descriptive study with samples were SMP students in Kedaton District Bandar Lampung amounted to 100 students selected by purposive sampling. Research data were of learning styles and learning outcomes, obtained from questionnaires and written tests whit multiple choice, analyzed descriptively and Mann-Whitney U test and Kendall's Tau Correlation test.The result showed that there are three Learning style are visual, auditoral and kinesthetic. The number of student whit visual learning style is more dominant than the auditorial learning style and kinesthetic. Learning styles based on gender there is no significantly different. There was no significant correlation between learning styles and learning outcomes in male and female students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gaya belajar siswa, mengetahui perbedaan gaya belajar antar Gender, dan hubungan gaya belajar berdasarkan gender dengan hasil belajar. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif dengan sampel siswa SMP kelas VII se-Kecamatan Kedaton Bandar Lampung berjumlah 100 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis pilihan jamak, dianalisis secara deskriptif dan uji beda Mann- Whitney U serta uji Korelasi Kendalls Tau. Hasilnya,terdapat tiga gaya belajar yaitu visual, auditorial dan kinestetik, jumlah siswa dengan gaya belajar visual lebih dominan dibandingkan dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik terhadap hasil belajar. Pada uji Mann-whitney U tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan.Kata kunci:gaya belajar, gender,hasil belajar, IPA
Kesulitan Guru IPA SMP Kelas VIII Dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Ridha Pangastuti; Rini Rita T. Marpaung; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was to identify the difficulties of 8th grade science teachers in Gedong Tataan, Pesawaran in the academic year of 2016/2017 in planning and implementing assessment for their students.Thus, all of 8th grade science teachers were selected by saturated sampling technique. This research design was descriptive. The data were from the questionnaire and interviews that were analyzed descriptively. The results showed that the average of difficulty experienced by teachers in planning and implementing the assessment was sufficient. The highest percentage that causes the teacher to have difficulty in assessment planning was determine learning goals according to Basic Competence. While the highest percentage that causes the teacher to have difficulty in implementing the assessment was the implementation of the affective domain assessment,especially in observing the affective aspect and conditioned the implementation of the assessment.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru IPA kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Tahun ajaran 2016/2017 dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Sampel penelitian adalah seluruh guru IPA kelas VIII yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Desain penelitian adalah desain deskriptif. Data diperoleh dari hasil angket dan wawancara pada guru yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kesulitan yang dialami guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen tergolong cukup, persentase tertinggi yang menyebabkan guru cukup kesulitan dalam merencanakan asesmen adalah menetapkan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan KD. Sementara persentase tertinggi yang menyebabkan guru cukup kesulitan dalam melaksanakan asesmen adalah dalam pelaksanaan asesmen ranah afektif, terutama dalam mengamati aspek sikap dan mengkondisikan pelaksanaan asesmen.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanakan
ANALISIS PELAKSANAAN PRAKTIKUM DAN PERMASALAHANNYA MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN SMP KECAMATAN TANJUNGKARANG PUSAT Mezza Monica; Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze practicum implementation and problems about living organism of VII grade teachers on Junior High School in Tanjungkarang Pusat year 2016/2017. The sample were VII grade Sains teachers who carried out practicum of living organism that were selected by purposive sampling. Exploratory research design was used in this research. Research data were obtained from questionnaires, interviews and observations that were analyzed descriptively. The result showed that teacher's and students response to the practicum implementation, the phases of practicum, and the student worksheets by teachers had score that were 75.21%, 76.10%, 69.91%, and 49.73%. Thus, the practicum implementation by teachers and students was good, the phases of practicum have good criteria, and student worksheets by teachers were quite good. The problems in practical activities are limited; (1) laboratory facilities, (2) number of microscopes, and (3) number of animal and plant cells.Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan praktikum dan permasalahannya pada materi organisasi kehidupan di SMP kelas VII Kecamatan Tanjungkarang Pusat tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu guru IPA kelas VII yang melaksanakan praktikum materi organisasi kehidupan. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain riset eksploratori. Data penelitian diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tanggapan guru dan tanggapan siswa terhadap pelaksanaan praktikum, tahapan pelaksanaan praktikum, serta LKS-praktikum yang disusun guru berturut-turut memperoleh skor 75,21%, 76,10%, 69,91%, dan 49,73%. Dengan demikian pelaksanaan praktikum oleh guru dan siswa berkriteria baik, tahapan pelaksanaan praktikum berkriteria baik, dan LKS-praktikum yang disusun guru berkriteria cukup baik. Permasalahan yang muncul dalam kegiatan praktikum yaitu keterbatasan; (1) sarana laboratorium, (2) jumlah mikroskop cahaya, dan (3) jumlah preparat awetan sel hewan dan tumbuhan.Kata kunci: organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktikum
Kesulitan Guru IPA Kelas VIII dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Rifki Dimastian; Rini Rita T. Marpaung; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to gain the difficulty of science teachers in planning and implementation the assessment. The difficulties of science teachers in planning and implementation the assessment were affective, cognitive, and psychomotoric. The research's sample were science teachers of VIII grade in Teluk Betung Utara. Descriptive design was applied in this research. The writer collected the data from questionnaire and interview. The result of these questionnaires showed the difficulty of science teachers in planning the assessment that classified as moderate in determining the aim of assessment indicator, arranging the instrument and latticework, writing the question based on latticework and guideline of writing a question, determining the criteria of quality question, and arranging suspension guidelines. The difficulty of science teachers in implementing the assessment was classified as moderate of assessment implementing indicator of affective, cognitive, and psychomotoric. Conclusion in this research that were teachers difficulty in planning and implementation the asssessment could be classified as moderate criteria.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Kesulitan guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen yaitu ketiga ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni semua guru IPA kelas VIII di SMP Negeri se-Kecamatan Teluk Betung Utara. Desain pada penelitian ini adalah desain deskriptif. Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan guru IPA dalam merencanakan asesmen tergolong kriteria cukup pada indikator menetapkan tujuan asesmen, menyusun instrumen, menyusun kisi-kisi soal, menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, menentukan kriteria mutu soal, serta menyusun pedoman penskoran. Kesulitan guru IPA dalam melaksanakan asesmen tergolong kriteria cukup pada indikator pelaksanaan asesmen ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kesulitan guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen termasuk dalam kriteria cukup.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanakan
MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PROSES PEROLEHAN NUTRISI DAN TRANSFORMASI ENERGI TUMBUHAN HIJAU Marina Asnusa; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to describe  the misconceptions and factors that can affected students. The samples were  8th grade students of SMPN 9 Bandar Lampung that was selected by random sampling. The design of this research was descriptive. Data was collected by written test and analyzed with Certainty of Response Index, and student’s questionnaire were analyzed by Pearson Product Moment Correlation test. Study result showed that percentage of students on all concept was 61,10%. Percentages of misconceptions students on photosynthesis, respiration and photosynthesis and respiration were 57,55%, 64,96%, and  62,39%. Misconception was influenced by student interest in learning factor. This misconception on 8th grade students of SMPN 9 Bandar Lampung  was high category in photosynthesis and respiration and influenced by student low interest in learning. Penelitian bertujuan mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan faktor yang mempengaruhi miskonsepsi siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung dipilih secara random sampling. Desain penelitian menggunakan deskriptif sederhana. Pengumpulan data dengan tes tertulis dan dianalisis menggunakan Certainty of Response Index (CRI), kemudian angket siswa dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan siswa miskonsepsi pada keseluruhan materi sebesar 61,10%. Siswa yang miskonsepsi pada konsep Fotosintesis, Respirasi, serta Fotosintesis dan Respirasi sebesar 57,55%, 64,96%, dan 62,39%. Miskonsepsi dipengaruhi faktor minat belajar siswa. Dengan demikian, bahwa siswa kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung yang mengalami miskonsepsi yang termasuk dalam kategori “tinggi” pada konsep Fotosintesis dan Respirasi, dan dipengaruhi oleh minat belajar siswa yang rendah. Kata kunci: Certainty Of Respons Index, fotosintesis, miskonsepsi, respirasi
Kesulitan Pada Guru IPA SMP dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen Reni Hidayanti; Rini Rita T. Marpaung; Arwin Achmad
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aim was to identify the difficulties of junior high school science teachers in planning and implementing the assessment. The sample were 30 junior high school science teachers in Tanjungkarang Pusat dan Tanjung Senang on the academic year of 2016/2017that were selected by non probability sampling technique. This research design was descriptive. Data of the difficulties of science teachers in planning and implementing the assessment were from questionnaire and interviews of the teachers that were analyze descriptively. The results showed that the average of the difficulty in planning assessment was low (35,70%) and difficulty in implementing the assessment was sufficient (40,74%). The highest indicator of difficulty in planning the assessment was creating indicators of achievement competency. While the highest indicator of difficulty in implementing the assessment was psychomotor domain, especially on observing the aspect to be assessed and set time allocation.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru IPA SMP dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Sampel penelitian ini berjumlah 30 guru IPA di SMP se-Kecamatan Tanjungkarang Pusat dan Tanjung Senang ajaran 2016/2017 yang dipilih dengan teknik sampling non probability. Desain penelitian adalah desain deskriptif. Data kesulitan guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen diperoleh dari hasil angket dan wawancara pada guru yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kesulitan yang dialami guru dalam merencanakan asesmen berkriteria rendah (35,70%) dan kesulitan dalam melaksanakan asesmen memiliki kriteria cukup (40,74%). Indikator kesulitan dengan rerata persentase tertinggi dalam merencanakan asesmen yaitu dalam membuat indikator pencapaian kompetensi. Sementara dalam melaksanakan asesmen yaitu pada ranah psikomotorik, khususnya dalam mengamati aspek yang dinilai dan optimalisasi alokasi waktu.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanakan
Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Metakognisi dan Hasil Belajar Siswa Devi Andriani; Rini Rita T. Marpaung; Tri Jalmo
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim was to determine the effect of Problem Based Learning on metacognition skills and student learning outcomes. The research design used was a non-equivalent pretest-posttest control group design. The research samples were the students of SMAN 1 Gedong Tataan class X IPA 1 and X IPA 4 amounted of 54 students that were selected through cluster random sampling technique. Data on metacognition skills were obtained using questionnaires which analyzed descriptively while data on learning outcome from pretest and posttest which analyzed by Independent Sampel t-test at 5% confidence level. The results showed that metacognition skills of the experimental class differ significantly from the control class. The average N-gain in the experimental class was 0,64 while in the control class was 0,31. So it can be concluded that Problem Based Learning has an effect on increasing metacognition skills and learning outcomes of students. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Problem Based Learning terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Gedong Tataan kelas X IPA 1 dan X IPA 4 yang berjumlah 54 siswa dan dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data keterampilan metakognisi diperoleh menggunakan angket yang dianalisis secara deskriptif sedangkan data hasil belajar menggunakan nilai pretest dan posttest yang dianalisis dengan uji Independent Sampel t-test pada tarap kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan metakognisi pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil belajar kognitif kelas eksperimen berbeda signifikan dengan kelas kontrol. Rata-rata N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,64 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,31. Jadi dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan metakognisi dan hasil belajar siswa.Kata kunci: hasil belajar, keterampilan metakognisi, problem based learning
PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI OLEH SISWA Alqoshosh Alastihya Hamid; Darlen Sikumbang; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to know the influence of using leaflet with discovery method in improving student learning activity and material mastery. The research design was pretest-posttest non equivalent group. The research samples were VIIA and VIIB was chosen by cluster random sampling. The qualitative data were gotten by student learning activity observation sheet and student responses questionnaire, that were analyzed descriptively. The quantitative data was the test value average, that was analyzed by U-test. The result showed that the learning activity average improved by good criteria (83,33) with each percentage were work in teams (92,16), discussions (82,35), and presenting of discussion (75,49). The material mastery improve with N-gain average score (50,64). The most of student also responded positively to the leaflet with discovery method. Thus, the using of leaflet with discovery method was influenced to improve the student learning activity and material mastery of ecosystem.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet dengan metode discovery dalam meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan materi oleh siswa. Desain penelitian adalah pretes-postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIA dan VIIB yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif berupa rata-rata nilai tes yang dianalisis dengan uji-U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar meningkat dengan kriteria baik (83,33), dengan persentase masing-masing yaitu bekerjasama dalam kelompok (92,16), melakukan diskusi (82,35), dan mempresentasikan hasil diskusi (75,49). Penguasaan materi meningkat dengan rata-rata N-gain (50,64). Sebagian besar siswa juga memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan bahan ajar leaflet dengan metode discovery. Dengan demikian, penggunaan bahan ajar leaflet dengan metode discovery berpengaruh dalam meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan materi pokok ekosistem. Kata kunci :    aktivitas siswa, leaflet, ekosistem, metode discovery, penguasaan materi