Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Model Kooperatif Jigsaw Berbantu Media Permainan Kartu Berpasangan Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Desty Melivicasari; Darlen Sikumbang; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of jigsaw cooperative model assisted by media paired card game on the activities and learning outcomes of students. The research method used is quasi-experimental with pretest-posttest non equivalen control group design. The research sample was students of class VIII in SMP Alfalakhussa'adah with a total sampling of 61 people, were determined through a purposive sampling technique. Learning activities data of students are analyzed descriptively in the form of a percentage. Students' learning outcomes data were analyzed with the N-gain test and the Hypothesis test use  Independent Sample T-test. The results showed an average percentage of overall activity of 81% included in the criteria of very active, N-gain learning outcomes of 0.64 including moderate criteria, and Independent Sample T-test obtained a sig value of 0.010,05which means  that the application of the jigsaw cooperative model assisted by media paired card game has an effecct on increasing the activity and learning outcomes of students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model kooperatif jigsaw berbantu media permainan kartu berpasangan terhadap aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan eksperimental semu dengan desain pretes-postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII di SMP Alfalakhussa’adah berjumlah 61 orang, ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data Aktivitas belajar peserta didik dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Data hasil belajar peserta didik dianalisis dengan uji N-gain dan uji hipotesis Independent Sample T-tes. Hasil penelitian menunjukan persentase rata-rata aktivitas secara keseluruhan sebesar 81% termasuk dalam kriteria sangat aktif, N-gain hasil belajar sebesar 0,64 termasuk kriteria sedang, dan Independent Sample T-tes memperoleh nilai sig 0,00 0,05 yang berarti bahwa penerapan model kooperatif jigsaw berbantu media permainan kartu berpasangan berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.Kata kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, jigsaw, media permainan kartu berpasangan
Pengaruh Model Discovery Learning Pada Materi Interaksi Makhluk Hidup Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Tri Pujiasih; Rini Rita T. Marpaung; Berti Yolida
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Effect Of Discovery Learning Model On Interaction Living Things Material On The Learners Scientific Abilities. The aim to determine the effect of Discovery Learning on interaction living things material grade VII stundents scientific literation skills at SMP Negeri 1 Kotaagung. The samples were 64 stundents VII I and VII J in the school year 2018/2019 selected by cluster sampling technique.Quantitatif data increasing the literacy skill of stundents obtained from the stundent’s answer to the 2006 question of PISA analyzed by performing scores and interpreting into table and chart criteria. Qualilative data comes from learner’s responses to discovery leraning its number of stundents answered then anlyzed by counting persentages and interpreting into table and chart criteria. Analysis shows that the effects of discovery learning influence on the stundents scientific literation abilities is increasing verry well with an average score of N-gain content aspects of the experiment 0,38 control 0,21. On average process aspect obtained by experiment 0,40 control 024 Result have shown thatlearning with discovery learning model has influenced the growth in the learner’s science skills better than applying the discussion learning model.Keywords :discovery learning, discussion, scientific literacy
Pengaruh Model Jigsaw Berbantu Game Tic Tac Toe Terhadap Aktivitas Dan Hasil Belajar Cempaka Sari Chrisdaniar; Darlen Sikumbang; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the learing and cognitive learning outcomes of grade VIII students at SMP Negeri 4 Bandar Lampung by using a jigsaw cooperative learning model assisted with tic tac toe games. The research sample was taken from participants with purposive sampling technique obtained by 38 students who were received from 2 classes. Students activities were analyzed descriptively, while the prettest-posttest and n-Gain values were analyzed by Independent Sample t-test. The results showed that the application of the jigsaw cooperative learning model assisted with the tic tac toe game on the material of the human digestive system, involved and students’ activity average of 75,6 with good and significant participants on learning outcomes of 0,025.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 4 Bandar Lampung dengan menggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantu game tic tac toe. Sampel penelitian diambil dari populasi dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 38 peserta didik yang berasal dari 2 kelas. Aktivitas peserta didik dianalisis secara deskriptif, sedangkan nilai pretest-posttest dan n-Gain dianalisis dengan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantu game tic tac toe pada materi sistem pencernaan manusia, berpengaruh terhadap presentase rata-rata aktivitas peserta didik yaitu 75,6 dengan kriteria baik dan signifikan terhadap hasil belajar kognitif yaitu 0,025.Kata kunci: aktivitas belajar, hasil belajar, sistem pencernaan manusia, jigsaw, game tic tac toe
IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR IPA Nadia Ulfah Ulfah; Tri Jalmo; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aim wereto find out the types of learning styles of students, to know the different learning styles between the gender, and to know the relationship between learning styles based on gender and learning outcomes. This study was a descriptive study with a sample of students SMP in Kedaton District Bandar Lampung amounted to 100 students selected by purposive sampling. Research data were of learning styles and learning outcomes, obtained from questionnaires and written tests plural choice, analyzed that were descriptively and test different Mann-Whitney U Kendall's Tau Correlation test. The result was three Learning style.The number of student whit visual learning style is more dominant than the auditorial learning style and kinesthetic. Learning styles based on gender there is no significantly different. There was no significant correlation between learning styles and learning outcomes in male and female students.Keywords:gender, learning achievement, learning style,sciencePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis gaya belajar siswa, mengetahui perbedaan gaya belajar antar Gender, dan hubungan gaya belajar berdasarkan gender dengan hasil belajar. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif dengan sampel siswa SMP kelas VII se-Kecamatan Kedaton Bandar Lampung berjumlah 100 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis pilihan jamak, dianalisis secara deskriptif dan uji beda Mann- Whitney U serta uji Korelasi Kendalls Tau. Hasilnya,terdapat tiga gaya belajar,jumlah siswadengan gaya belajar visual lebih dominan dibandingkan dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik terhadap hasil belajar. Pada uji Mann-whitney U tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan. Kata kunci: gaya belajar, gender, hasil belajar, IPA
PELATIHAN MENDESAIN PERTANYAAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MATRIKS PERTANYAAN BAGI GURU IPA BIOLOGI SE-LAMPUNG TIMUR Pramudiyanti Pramudiyanti; Dina Maulina; Nadya Meriza; Rini Rita T. Marpaung
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.015 KB)

Abstract

Pertanyaan merupakan hasil kegiatan berpikir yang perlu dibudayakan pada proses pembelajaran, karena pertanyaan dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa.Selain itu pertanyaan dapat membantu guru menemukan konsep-konsep penting yang perlu dipelajari oleh siswa. Kegiatan membuat pertanyaan membutuhkan keterampilan karena tidak semua siswa mampu membuat pertanyaan dengan mudah. Kegiatan membuat pertanyaan dapat diajarkan oleh guru kepada siswa menggunakan matriks pertanyaan. Tujuan kegiatan adalah memberikan pengalaman kepada guru IPA Biologi dalam membuat pertanyaan menggunakan matriks pertanyaan, sehingga guru dapat membelajarkan membuat pertanyaan menggunakan matriks pertanyaan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan membuat pertanyaan pembelajaran bagi guru IPA Biologi se-Lampung Timur. Kelompok mitra yaitu MGMP IPA Biologi se_Lampung Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pretes dan postes. Data diolah menggunakan program excel. Hasil pengabdian sebagai berikut: nilai pretes 42,78, postes 55,42 dengan nilai N-Gain 22 berkategori tidak efektif. DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i2.hal.47-52
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU-GURU BIOLOGI SMA MELALUI MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM REMEDIAL TEACHING Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung; Wisnu Juli Wiono; Median Agus Priadi
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.766 KB)

Abstract

Guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik dituntut untuk mampu merencanakan, melaksanakan, melakukan evaluasi, dan harus terampil dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran. Salah satu kegiatan pembelajaran adalah Remedial Teaching. Remedial teaching merupakan kegiatan pembelajaran bagi siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntusan Minimal (KKM). Siswa yang belum tuntas umumnya pada materi yang berbeda-beda antara siswa satu dan yang lainnya. Hal ini menjadi kendala bagi guru dalam pelaksanakan kegiatan remedial teaching. Untuk itu guru harus memanfaatkan media pembelajaran. Guru-guru Biologi SMA di Kabupaten Tulang Bawang Barat baik guru SMA Negeri maupun swasta selama ini belum terampil dalam membuat media pembelajaran serta memanfaatkannya khsusnya dalam remedial teaching. Oleh karena itu perlu adanya pelatihan terhadap guru-guru dengan tujuan meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru-guru Biologi SMA di Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam membuat media pembelajaran dan memahami strategi memanfaatkan media dalam remedial teaching. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi,dan praktik membuat media video tutorial, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru-guru dalam membuat media video tutorial dan implementasinya dalam pembelajaran remedial teaching. Semua guru mampu membuat dan menyelesaikan produk berupa media video tutorial dengan baik. DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v1i1.hal.27-33 
PELATIHAN PEMBUATAN APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID BAGI GURU IPA SMP DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Berti Yolida; Median Agus Priadi; Rini Rita T. Marpaung; Novinta Nurulsari
Ruang Pengabdian : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): RUANG PENGABDIAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this community service activity are: 1) increasing teacher knowledge regarding open-source biology applications based on Android, which can be used as learning media in the new normal era; and 2) improving teacher skills in using open-source biology applications based on Android as learning media in the new normal era. This community service activity targets science teachers who are members of the Science MGMP of South Lampung Regency. Community service activities were carried out at SMP Negeri 3 Natar, South Lampung. This service activity adopts a training model with methods of providing material, discussion and feedback, group practice, and independent activities accompanied by mentoring. This service activity will be evaluated for the implementation and sustainability of the program using the CIPP evaluation model. Service activities were declared successful if the average ability of junior high school science teachers increased by ≥ 80%. Based on the results of the activities, it was concluded that these training activities effectively increased teachers' abilities in making learning media based on Android applications. This is based on increasing teachers' understanding of the design of android application-based learning media for junior high school science teachers in the South Lampung Regency. Based on the results of the initial evaluation, it was found that the teachers' initial understanding was low. At the end of the training, the teacher's understanding and ability to utilize and create teacher learning media were higher than before attending the training. As many as 80% of teachers can make learning media based on Android applications. An improved understanding of teachers designing learning media based on Android applications is classified as good. ABSTRAKTujuan kegiatan pengabdian ini adalah: 1) meningkatkan pengetahuan guru terkait aplikasi open-source biologi berbasis android yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di era new normal; dan 2) meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi open-source biologi berbasis android sebagai media pembelajaran di era new normal. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah guru-guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Natar Lampung Selatan. Kegiatan pengabdian ini mengadopsi model pelatihan dengan metode pemberian materi, diskusi dan umpan balik, praktik berkelompok, dan kegiatan mandiri disertai pendampingan. Kegiatan pengabdian ini akan dievaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan program menggunakan model evaluasi CIPP. Kegiatan pengabdian dinyatakan berhasil apabila rerata kemampuan guru-guru IPA SMP mengalami peningkatan sebesar ≥ 80% .Berdasarkan hasil kegiatan, diperoleh simpulan bahwa kegiatan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis aplikasi android. Hal ini didasarkan pada peningkatan pemahaman guru- guru tentang perancangan pembuatan media pembelajaran berbasis aplikasi android bagi guru-guru IPA SMP di Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan hasil evaluasi awal diketahui bahwa pemahaman awal guru-guru tergolong rendah. Pada akhir pelatihan, pemahaman dan kemampuan guru dalam memanfaatkan dan membuat media pembelajaran guru-guru lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelatihan. Sebanyak 80% guru mampu membuat media pembelajaran berbasis aplikasi android. Peningkatan pemahaman guru-guru perancangan pembuatan media pembelajaran berbasis aplikasi android tergolong Baik.  DOI: https://doi.org/10.23960/rp/v2i2.hal.112-122  
Pelatihan Pengembangan Asesmen Berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) Bagi Guru MIPA SMP di Kotabumi Lampung Utara Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung; Median Agus Priadi; Agung Putra Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v5i1.222

Abstract

The development of this thinking ability through education, with education students can make the best use of the information they have. The observation results show that most of the teachers have not used HOTS-based assessments. This is very concerning because students are only fed by learning with the old pattern, namely students are only learning objects with the lecture method. The aim of the training is to increase teachers' understanding of assessment, increase teachers' understanding of the HOTS-based assessment concept and efforts to improve teachers' skills in developing in learning evaluation. Training methods Lectures and demonstrations. The success of the implementation of this training is determined based on pre-test and post-test data using a Likert scale. The results of increasing the pre-test and post-test scores in this community service activity show the criteria of "very good" which means that there is an influence of the activity on the ability of junior high school teachers in preparing HOTS-based assessments.
Profil Literasi Sains dan Literasi Digital Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Rindi Novitri Antika; Rini Rita T. Marpaung
ORYZA ( JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI ) Vol 12 No 1 (2023): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v12i1.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi sains dan literasi digital mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling menggunakan puposive sampling yaitu mahasiswa pendidikan biologi semester 1 UM Palembang. Intrumen yang digunakan adalah soal uraian untuk memperoleh data literasi sains dan kuesioner untuk data literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan rerata keterampilan literasi sains mahasiswa 38,67 dengan kategori sangat kurang dan keterampilan literasi digital dengan rerata 80,72 dengan kategori baik. Secara rinci keterampilan literasi sains mahasiswa dalam beberapa sub indikator meliputi 1) Mengidentifikasi argumen saintifik yang tepat 28,91 (sangat kurang), 2) Menggunakan pencarian literatur yang efektif 40,38 (sangat kurang), 3) Evaluasi dan menggunakan infomasi saintifik 78,85 (baik), 4) Memahami elemen desain penelitian dan bagaimana dampaknya terhadap penemuan saintifik 27,88 (sangat kurang), 5) Membuat grafik yang dapat merepresentasikan data 27,88 (angat kurang), 6) Membaca dan menginterpretasikan data 56,73 (kurang), 7) Pemecahan masalah dengan menggunakan kemampuan kuantitatif 32,69 (sangat kurang), 8) Memahami dan mampu menginterpretasikan statistik dasar 23,56 (angat kurang), 9) Menyuguhkan kesimpulan, prediksi brdasarkan data kuantitatif 30,29 (sangat kurang). Keterampilan literasi digital mahasiswa dapat dirinci dalam beberapa indikator berikut 1) Function skill and beyond 78,00 (baik), 2) Creativity 71,15 (baik), 3) Critical thinking and evaluation 78,65 (baik), 4) Cultural and social understanding 85,38 (sangat baik), 5) Collaboration 85,00 (sangat baik), 6) The ability to find and select information 80,46 (baik), 7) Effective communication 84,62 (baik), 8) E savety 82,50 (baik).
Pelatihan Model Pembelajaran IPA Terpadu untuk Profesionalisme Guru SMP Se-Kabupaten Pesawaran Berti Yolida; Dewi Lengkana; Rini Rita T. Marpaung; Dina Maulina; Ismi Rakhmawati; Median Agus Priadi; M. Coesamin
Nuwo Abdimas Vol. 2 No. 1 (2023): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science subjects in junior high school contain concepts from three different disciplines, namely Biology, Physics, and Chemistry, so that these subjects are taught by three different teachers. Even though the concept of science should not be compartmentalized, but must be able to complement one another. Likewise with the skills that must be taught in accordance with the demands of Basic Competence in the curriculum. The purpose of this service activity is to increase teacher professionalism, especially in teaching aspects, especially science subjects. The target for the training is science teachers at junior high schools in Pesawaran district. There are several training methods used, namely: need assessment, information discussion, assignment method, workshops on making integrated science lesson plans, presentations, discussions and information exploration, peer teaching at the MGMP. Improvement data was measured using a questionnaire instrument, essay test questions, the Teacher Performance Analysis test instrument (APKG) given before and after treatment, and peer teaching observation sheets (with MGMP). Data on increasing professionalism will be analyzed descriptively and using the t-test. The conclusions of the implementation of the integrated science learning model implementation training are: 1) The integrated science learning model implementation training is capable of increasing teacher professionalism in the aspects of knowledge, aspects of personality and social aspects. And the highest increase occurred in the social and personality aspects. 2) Increasing the ability to make an integrated RPP IPA less significant.