Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Relationship Between Physical Activity and Body Mass Index with Uric Acid Levels in The Community Harto, Toto; Roni Ferdi; Yudi Budianto; Keken Ariyanto; Ruch, Orokwowy; Alre, Lenchi
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.392

Abstract

Physical activity is related to uric acid levels in the blood, and an increase in body mass index (BMI) is associated with an increase in uric acid levels due to increased triglyceride synthesis in the liver associated with increased purine synthesis by new routes, thereby accelerating uric acid production. The results of Riskesdas in 2018 showed the number of joint diseases from the weighted average results in Ogan Komering Ulu Regency was 1,040. This study aims to determine whether there is a relationship between BMI, physical activity, and uric acid levels in the community in Sukaraya Village, East Baturaja District, Ogan Komering Ulu Regency in 2023. This study used an accidental sampling method with a cross-sectional approach and involved 67 respondents with criteria aged between 26 and 45 years, living in Sukaraya Village, being able to read and communicate well, and being willing to be respondents, while the exclusion criteria in this study were not willing to be respondents and could not communicate, and willing to be a respondent, while the exclusion criteria in this study are not willing to be a respondent and cannot be communicated with.  The instruments used were the International Physical Activity Quitioner (IPAQ) questionnaire to measure physical activity, scales to measure body weight and height, and uric acid sticks and digital devices (easytouch) to measure uric acid levels. Data were processed using SPSS and chi-square analysis to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. The results of chi-square data analysis showed a relationship between physical activity and uric acid levels (p-value 0.005) and a relationship between BMI and uric acid levels (p-value 0.000). Physical activity and BMI index correlate with uric acid levels in residents in Sukaraya Village, East Baturaja District, Ogan Komering Ulu Regency. It is necessary to increase knowledge about joint health for the community by providing counseling on joint health and also holding activities such as gymnastics so that physical activity and body mass index can be controlled so as to reduce the risk of high uric acid levels.
Pengaruh Teknik Afirmasi Terhadap Tingkat Cemas Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Indra Frana Jaya KK; Akbar, M Agung; Harto, Toto
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 8 No. 2 (2023): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v8i2.255

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik ini biasanya ditandai dengan adanya penurunan fungsi ginjal bahkan hilangnya fungsi ginjal dalam waktu yang lama. Pasien GGK menjalani terapi Hemodialisis 1-2 kali setiap minggunya dan menghabiskan waktu beberapa jam akan membuat mereka mengalami ketegangan dan Cemas. Afirmasi merupakan salah satu terapi yang bisa digunakan untuk menurunkan tingkat Cemas kerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiPengaruh Teknik Afirmasi Terhadap Tingkat CemasPada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen dengan pre dan post test. Analisa data yang digunakan uji t-Test. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling, jumlah sampel pada penelitian ini 50 responden, penelitian dilakukan dengan cara memberikan kuisioner HARS dengan menggunakan 14 item pertanyaan sebelum dan sesudah di Intervensi dengan teknik Afirmasi.  Hasil uji statistik di dapatkan p-value=0,000 yang berarti terdapat perbedaan tingkat cemas sebelum dan sesudah intervensi teknik Afirmasi.
Prevalence of Low Back Pain and Associated Risk Factors among Nursing and Midwifery Students in Indonesia: A Cross-Sectional Study Harto, Toto; Ferdi, Roni; Akbar, M. Agung
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.454

Abstract

Low Back Pain (LBP) commonly affects health science students due to academic and clinical demands, yet remains underreported and insufficiently addressed in educational settings. This study aims to analyze the risk factors associated with low back pain complaints among nursing and midwifery students. A cross-sectional study was conducted involving 126 students from the School of Health Science Al-Ma’arif Baturaja. Total sampling was used. Data were collected using validated questionnaires assessing sitting duration, sitting posture, body mass index (BMI), gender, and physical activity. Data analysis included univariate and bivariate tests. The prevalence of LBP complaints among students was 66.7%. Bivariate analysis showed that BMI (p = 0.029), sitting duration (p = 0.008), and sitting posture (p = 0.003) were significantly associated with LBP. In contrast, gender (p = 0.183) and physical activity (p = 0.117) were not significantly related. Modifiable risk factors such as abnormal BMI, prolonged sitting, and non-ergonomic posture contribute significantly to LBP among students. Gender and activity level were not major predictors in this study. Educational institutions should integrate ergonomic education and preventive health programs into nursing and midwifery curricula to mitigate LBP risks. Early intervention strategies focusing on behavior and posture may enhance student well-being and academic performance.
ANALISIS HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN ANGKA KEPADATAN LALAT PADA WARUNG MAKAN DI PASAR ATAS BATURAJA TAHUN 2021 Novitry, Fera; Lilia, Deli; Harto, Toto
Journal Safety and Healthty Vol 1 No 2 (2024): Journal Of Safety and Health
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.965 KB)

Abstract

Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang termasuk ordodipthera yaitu insekta yang mempunyai sepasang sayap yang berbentuk membran, dan termasuk golongan Clyptrata muscodiae bagian dari superfamily muscodiae.Semua bagian tubuh lalat bisa berperan sebagai alat penular penyakit (badan, bulu pada tangan dan kaki, feces, dan muntahannya). Sanitasi lingkungan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam usaha menanggulangi berkembangnya populasi lalat baik dalam lingkungan peternakan maupun pemukiman. Pasar Atas Baturaja merupakan Pasar terbesar di Kota Baturaja yang di dalamnya terdapat banyak warung makan. umumnya warung makan di Pasar Atas sebagian besar masih belum mengerti betul prihal hygiene sanitasi yang erat hubunganya dengan kesehatan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Cross Sectional, Populasi meliputi semua warung makan yang ada di Pasar Atas Baturaja yang berjumlah 36 warung makan. Besar sampel yaitu 36 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara air bersih dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,575 , ada hubungan yang bermakna antara tempat sampah dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,03 ,ada hubungan yang bermakna antara tempat mencuci perlatan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,003, ada hubungan yang bermakna antara tempat penyimpanan makanan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,008, ada hubungan yang bermakna antara penyajian makanan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,029, ada hubungan yang bermakna antara lokasi warung makan dengan angka kepadatan lalat dengan p value 0,008. Saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah pemilik warung makan, petugas pasar dan petugas kesehatan diharapkan lebih memperhatikan sanitasi warung makan agar terhidar dari vektor penyakit seperti lalat.
The Risk Quotient of Sulfide Hydrogen toward Lung Vital Capacity of People Living Around Landfill Area Zulkarnain, Mohammad; Flora, Rostika; Novrikasari, Novrikasari; Harto, Toto; Apriani, Dwi; Adela, Novita
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya polusi udara di Kota Palembang. Setiap hari terjadi peningkatan volume sampah yang harus diolah, sedangkan kondisi pelayanan pengelolaan sampah baru mencapai sekitar 70% dari total sampah secara keseluruhan. Pengolahan sampah yang dilakukan menggunakan sistem open dumping berdampak terhadap peningkatan terjadinya polusi udara. Gas hidrogen sulfida (H2S) yang diperoleh dari proses penguraian senyawa organik oleh bakteri anaerob pada tumpukan sampah dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik (usia, jenis kelamin, status gizi, merokok, dan jarak tempat tinggal) dan besaran risiko konsentrasi H2S udara ambien terhadap kapasitas vital paru penduduk di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel 78 orang penduduk yang berada di sekitar TPA. Analisis data menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan nilai status gizi (nilai p = 0,022, OR = 12,085) dan RQ (nilai p = 0,016; OR = 7,547) berhubungan secara signifikan terhadap kapasitas vital paru penduduk yang berada di sekitar TPA. Penduduk yang berada di sekitar TPA dengan nilai status gizi buruk dan nilai RQ lebih rendah dari median berpotensi mengalami gangguan kapasitas vital paru. Variabel dominan yang secara signifikan memengaruhi kapasitas vital paru penduduk yang berada di sekitar TPA sampah Sukawintan adalah status gizi. Waste is one of factors causing air pollution in Palembang City. Volume of waste that should be processed increases every day, while condition of waste management service is still 70% of the total volume. The waste processing is managed by using open dumping system, which affects on the increase of air pollution. One of gases that exist as effect of the process of organic compound decomposition of anaerobic bacteria from garbage is sulfide hydrogen (H2S) pollutant which can promote health disorders, especially respiratory system. This study aimed to analyze correlation between characteristics (age, sex, nutritional status, smoking, and living distance) and the risk quotient of sulfide hydrogen concentration in air ambient to the lung capacity of people around landfill area. This study used cross-sectional design with the sample of 78 people around landfill area. Data analysis used double logistic regression. Results showed that nutritional status (p value = 0.022, OR = 12.085) and RQ (p value = 0.016; OR = 7.547) significantly related to lung vital capacity of people around landfill area. People around landfill area having worse nutrition and lower RQ than the median were potential to have lung vital capacity disorder. The dominant variable significantly influencing to lung vital capacity of people living around Sukawinatan Landfill is nutritional status.
The Risk Quotient of Sulfide Hydrogen toward Lung Vital Capacity of People Living Around Landfill Area Zulkarnain, Mohammad; Flora, Rostika; Novrikasari, Novrikasari; Harto, Toto; Apriani, Dwi; Adela, Novita
Kesmas Vol. 12, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya polusi udara di Kota Palembang. Setiap hari terjadi peningkatan volume sampah yang harus diolah, sedangkan kondisi pelayanan pengelolaan sampah baru mencapai sekitar 70% dari total sampah secara keseluruhan. Pengolahan sampah yang dilakukan menggunakan sistem open dumping berdampak terhadap peningkatan terjadinya polusi udara. Gas hidrogen sulfida (H2S) yang diperoleh dari proses penguraian senyawa organik oleh bakteri anaerob pada tumpukan sampah dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik (usia, jenis kelamin, status gizi, merokok, dan jarak tempat tinggal) dan besaran risiko konsentrasi H2S udara ambien terhadap kapasitas vital paru penduduk di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel 78 orang penduduk yang berada di sekitar TPA. Analisis data menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan nilai status gizi (nilai p = 0,022, OR = 12,085) dan RQ (nilai p = 0,016; OR = 7,547) berhubungan secara signifikan terhadap kapasitas vital paru penduduk yang berada di sekitar TPA. Penduduk yang berada di sekitar TPA dengan nilai status gizi buruk dan nilai RQ lebih rendah dari median berpotensi mengalami gangguan kapasitas vital paru. Variabel dominan yang secara signifikan memengaruhi kapasitas vital paru penduduk yang berada di sekitar TPA sampah Sukawintan adalah status gizi. Waste is one of factors causing air pollution in Palembang City. Volume of waste that should be processed increases every day, while condition of waste management service is still 70% of the total volume. The waste processing is managed by using open dumping system, which affects on the increase of air pollution. One of gases that exist as effect of the process of organic compound decomposition of anaerobic bacteria from garbage is sulfide hydrogen (H2S) pollutant which can promote health disorders, especially respiratory system. This study aimed to analyze correlation between characteristics (age, sex, nutritional status, smoking, and living distance) and the risk quotient of sulfide hydrogen concentration in air ambient to the lung capacity of people around landfill area. This study used cross-sectional design with the sample of 78 people around landfill area. Data analysis used double logistic regression. Results showed that nutritional status (p value = 0.022, OR = 12.085) and RQ (p value = 0.016; OR = 7.547) significantly related to lung vital capacity of people around landfill area. People around landfill area having worse nutrition and lower RQ than the median were potential to have lung vital capacity disorder. The dominant variable significantly influencing to lung vital capacity of people living around Sukawinatan Landfill is nutritional status.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kecemasan Masyarakat Dalam Pemberian Vaksin COVID-19 Liana, Yunita; Rahayu, Dwi; Harto, Toto
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i1.362

Abstract

Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 8,9%. Vaksinasi Covid-19adalah program pemerintah dalam membangun kekebalan terhadap Covid-19. Berbagaidampak terkait vaksin Covid-19 salah satunya memunculkan rasa khawatir dan cemaspada masyarakat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkatpengetahuan dengan kecemasan masyarakat dalam pemberian vaksin Covid-19. Lokasipenelitian dilaksanakan di Desa Kartamulya Kecamatan Madang Suku I Kabupaten OKUTimur pada tanggal 15 Juni s.d 28 Juni tahun 2022. Rancangan penelitian ini adalahcross-sectional. Alat ukur untuk yang digunakan untuk mengukur variabel kecemasanmenggunakan kuesioner HARS (Halminton Anxiety Rating Scale) dan variabel pengetahuanmenggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas 12 pertanyaan dinyatakan valid,karena nilai r-hitung > r-tabel sebesar 0,361 dan uji reabilitas hasil koefisien reliabilitassebesar 0,783. Jumlah sampel sebanyak 94 responden. Tehnik sampling yang digunakanpurposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil penelitiandidapatkan mayoritas responden berpengetahuan baik sebanyak 50 responden (53,2%)dan mayoritas responden dengan kecemasan ringan sebanyak 55 responden (58,5%).Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasanmasyarakat dalam pemberian vaksin Covid-19 dengan nilai p-value 0,001. Diharapkanpetugas kesehatan, perangkat desa dan para kader untuk dapat meningkatkan motivasidan pengetahuan masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA SISWA-SISWI KELAS 8 SMP Sari, Putri Mayang; Harto, Toto; Artika, Artika
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1516

Abstract

Latar Belakang: Bullying merupakan tindakan kekerasan yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti atau mendominasi orang lain. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang kurang tepat terhadap bullying berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian di lingkungan sekolah. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku bullying pada siswa kelas 8 di SMP Sentosa Bhakti Baturaja tahun 2024. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah Siswa kelas 8 SMP berjumlah 44 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku bullying, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku bullying (p = 0,000) serta antara sikap dan perilaku bullying (p = 0,000). Saran : Diharapkan kepada pihak sekolah dapat meningkatkan program edukasi tentang bullying dengan mengadakan seminar atau workshop bagi siswa, guru, dan orang tua serta meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah terutama di daerah rawan bullying. Kata Kunci: Perilaku Bullying, Pengetahuan, Sikap, Remaja.
Relationship between knowledge and adherence of type 2 diabetes mellitus patients in treatment: A cross-sectional study Akbar, M Agung; Harto, Toto; Al Hakim, Abdul Rahman
Indonesian Journal of Health Services Vol. 1 No. 1 (2024): January - March
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/ijhs.v1i1.3

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder that requires long-term pharmacological treatment and sustained adherence to therapy to achieve optimal glycemic control and prevent complications. However, many patients experience difficulties maintaining consistent treatment adherence, which may worsen disease outcomes. Patient knowledge regarding diabetes management is considered an important factor influencing adherence behavior. Understanding the relationship between knowledge and treatment adherence is therefore essential for improving diabetes management strategies in primary healthcare settings. Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge and treatment adherence among patients with type 2 diabetes mellitus in a primary healthcare setting. Methods: This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The research was conducted in October 2022 in the working area of UPTD Puskesmas Tanjung Baru. The study population consisted of patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus, and a total of 30 respondents were included using a total sampling technique. The independent variable was patient knowledge regarding diabetes mellitus, while the dependent variable was treatment adherence. Data were collected using structured questionnaires and adherence checklists. Descriptive statistics were used to summarize respondent characteristics, and bivariate analysis was performed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. Statistical analysis was conducted using SPSS software. Results: The results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (43.3%), followed by good knowledge (33.3%) and poor knowledge (23.3%). Regarding treatment adherence, the majority of respondents demonstrated moderate adherence (53.3%), while 26.7% were categorized as adherent and 20.0% were non-adherent. The Chi-square test indicated a statistically significant relationship between knowledge and treatment adherence among patients with type 2 diabetes mellitus (p = 0.011). Respondents with higher knowledge levels tended to demonstrate better adherence to diabetes treatment. Conclusion: Knowledge level is significantly associated with treatment adherence among patients with type 2 diabetes mellitus. Improving patient knowledge through targeted education and counseling programs may enhance treatment adherence and support better diabetes management outcomes in primary healthcare settings.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Edukasi Kesehatan: Manfaat Jus Buah Mentimun Toto Harto; Taufik Amir
Lentera Perawat Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Perawat
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i2.179

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian/mortalitas, Tekanan darah 140/90 mmHg di dasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung yaitu fase dalam setiap denyut  jantung yaitu fase sistolik 140 menunjukan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90 menunjukan fase darah yang kembali ke jantung. Metode : Rancangan studi kasus dalam penelitian ini adalah dengan melakukan proses Asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi, pada pasien hipertensi dengan penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun dalam menurunkan tekanan darah.Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa yang muncul yaitu : Defisit pengetahuan dengan penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan, dengan hasil pasien mengetahui dan menerapkan nya sebagai alternatif terapi non farmakologis.Kesimpulan : Dari hasil studi kasus pada kedua pasien penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun dan dengan kerjasama perawat dan pasien  atau keluarga sangat di perlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien sehingga masalah keperawatan pasien mengenai defisit pengetahuan dengan penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi.