Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Patron-Client Relationships Between Boat Owners and Crew Members in Puger Kulon Village, Jember Regency Novikarumsari, Nurul Dwi; Hikmah, Mutiara; Sofia, Sofia; Metalisa, Rindi; Rokhani, Rokhani
ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Vol 13, No 2 (2026): ECSOFiM April 2026
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ecsofim.2026.013.02.06

Abstract

This study explores the patron-client relations between boat owners and crew members (ABK) in Puger Kulon Village, Jember Regency, focusing on social dynamics, labor hierarchy, and economic dependency in the marine fisheries sector. Boat owners control production tools such as vessels and fishing gear, and hold authority in making operational decisions during fishing trips. Conversely, crew members occupy a subordinate position due to limited access to capital and dependence solely on physical labor for income. However, the patron-client relations observed are not purely one-directional or repressive. There are informal spaces for negotiation and subtle resistance that allow ABK to express their concerns. Using a qualitative descriptive approach, the research employed purposive and snowball sampling to select informants. Data were gathered through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that profit-sharing systems, community norms, and job distribution structures reflect complex and dynamic power relations. The traditional saraan system is used to divide income among crew members based on their roles and contributions. This study shows that power within fishing communities is relational, not absolute, and continuously shaped by everyday social practices.
Keabsahan Dokumen Fisik Sertipikat Hak Atas Tanah Terhadap Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Pengecekan Sertipikat Hak Atas Tanah pada Layanan Berbasis Online Surti Ramadani; Mutiara Hikmah
Pamulang Law Review Vol. 5 No. 1 (2022): Agustus 2022
Publisher : Prodi Hukum S1 - Fakultas Hukum - Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/palrev.v5i1.23610

Abstract

Berlakunya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN RI Nomor 5 Tahun 2017 untuk pelayanan pengecekan sertipikat tanah pada Kantor Badan Pertanahan Nasional dilakukan dengan sistem elektronik yang terintegrasi secara online. Hasil pengecekan sertipikat tanah secara online berupa dokumen yang ditandatangani digital menggunakan sertipikat elektronik BsrE dan kode QR. Berbeda dengan hasil pengecekan sebelum online yang fisik sertipikatnya mendapatkan cap serta diberi tanggal oleh Kantor Badan Pertanahan, dengan demikian rumusan masalah yang dibahas yakni bagaimanakah keabsahan dokumen fisik sertipikat tanah yang diterima PPAT dan peran PPAT melakukan pengecekan sertipikat tanah secara online. Penelitian ini memakai metode kepustakaan bersifat yuridis normatif dan menganalisa isu hukum mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan objek penelitian dari bahan pustaka serta hukum positif. Hasil penelitian menunjukan alasan yuridis bahwa PPAT tidak berwenang menguji dan tidak bertanggung jawab terhadap syarat materil keabsahan dokumen fisik sertipikat tanah sepanjang PPAT melakukan tugas jabatannya sesuai kode etik dan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.