Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae) Hendrival Hendrival; Latifah Latifah; Dedi Saputra; Orina Orina
Agrikultura Vol 27, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.083 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i3.10918

Abstract

ABSTRACT Susceptibility of various flour types to the investation of red flour beetle ( Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae) The research on the level of flour susceptibility against infestation of Tribolium castaneum has been conducted in laboratory under conditions of 28-30oC and relative humidity of 70-75%. Each type of flour was infested by 10 pairs of T. castaneum adult. Variables observation included the population growth, development period, weight losses percentage and susceptibility index. The results showed that degree of flour suitability against population growth namely wheat flour > corn flour > bran > mungbean flour > rice flour > potato flour > purple cultivar sweet potato flour > bread crumbs > glutinous rice flour > tapioca flour = sago flour. The longest median development time of T. castaneum was found in tapioca and sago flours of 86 days while the shortest was in wheat flour of 23.33 days. The highest weight loss percentage occurred on wheat and corn flours. The susceptibility level of flours to T. castaneum with resistant category included tapioca flour, corn flour, glutinous rice flour, purple cultivar sweet potato flour and bread crumbs. Mungbean flour was in moderate gategory while potato flour was in resistant to moderate category. Rice flour and bran were classified in susceptible category while corn and wheat flours were classified as highly susceptible. Keywords: Tribolium castaneum , Flour, Population growth, Development period, Susceptibility ABSTRAK Penelitian tingkat kerentanan jenis tepung terhadap infestasi Tribolium castaneum telah dilakukan di laboratorium pada kondisi suhu 28-30oC dan RH 70-75%. Setiap jenis tepung diinfestasi 10 pasang imago T . c a s t a n e u m . Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan populasi, periode perkembangan, persentase susut berat dan indek kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian jenis tepung terhadap pertumbuhan populasi yaitu tepung gandum > tepung jagung > dedak > tepung kacang hijau > tepung beras > tepung kentang > tepung ubi jalar kultivar ungu > tepung panir > tepung ketan putih > tepung tapioka = tepung sagu. Median waktu perkembangan T. castaneum paling lama dijumpai pada tepung tapioka dan sagu yaitu 86 hari, sedangkan paling singkat pada tepung gandum yaitu 23,33 hari. Susut berat tepung paling banyak terjadi pada tepung gandum dan jagung. Tingkat kerentanan jenis tepung terhadap T. castaneum yaitu katagori resisten meliputi tepung tapioka, tepung sagu, tepung ketan putih, tepung ubi jalar kultivar ungu, dan tepung panir. Katagori moderat yaitu tepung kacang hijau, sedangkan tepung kentang tergolong resisten sampai moderat. Tepung beras dan dedak tergolong katagori rentan, sedangkan tepung jagung dan gandum tergolong katagori sangat rentan. Kata Kunci: Tribolium castaneum , Tepung, Pertumbuhan populasi, Periode perkembangan, Tingkat kerentanan
Populasi, Serangan dan Pola Distribusi Hypothenemus hampei Ferr. pada Kopi Arabika Gayo Berdasarkan Zona Elevasi Hendrival, Hendrival; Usnawiyah, Usnawiyah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Ahmadika, Hafizh Mulia; Margono, Margono
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.45701

Abstract

Provinsi Aceh sebagai sentral penghasil kopi arabika berada di Dataran Tinggi Gayo yaitu Kabupaten Bener Meriah. Faktor yang menyebabkan produksi kopi arabika tergolong rendah yaitu serangan hama penggerek buah kopi, Hypothenemus hampei Ferr. Hama ini termasuk hama utama yang paling merugikan yang menyebabkan kerugian kuantitatif dan kualitatif pada kopi arabika dan robusta. Pola sebaran H. hampei dipengaruhi oleh zona elevasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola sebaran hama H. hampei pada kopi arabika Gayo berdasarkan elevasi.  Lokasi penelitian mencakup wilayah perkebunan kopi arabika milik petani di Kecamatan Bukit, Timang Gajah, dan Pintu Rime Gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh dengan waktu penelitian dari bulan Juli sampai dengan Desember 2021. Lokasi yang dipilih sebagai tempat pengamatan dan pengambilan sampel yaitu perkebunan kopi rakyat dengan variasi zona elevasi. Setiap wilayah ditentukan dua titik lokasi pengamatan dan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi dan serangan hama H. hampei pada kelompok zona elevasi rendah (700 mdpl–1000 mdpl) tergolong tinggi dibandingkan kelompok ketinggian medium (1000–1250 mdpl) dan tinggi (1250–1500 mdpl). Pola sebaran hama H. hampei pada kopi arabika Gayo pada parameter populasi dan serangan mengikuti pola mengelompok berdasarkan perbedaan zona elevasi. Tindakan monitoring populasi dan serangan hama H. hampei diperlukan untuk mengurangi penurunan produksi kopi arabika Gayo terutama di daerah dengan zona elevasi antara 700–1000 mdpl.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Khalid Adnan Adnan Agustina Maulida Ahmadika, Hafizh Mulia Alfiatun Nisa ALI NURMANSYAH Ami Safriyanur Anggra Wismawati Annisa, Muhtia Aryani, Dewi Sartika Aryani, Dewi Sartika Aula Afzal Aulia Afzal Baidhawi Baidhawi Batubara, Fazriani Chodirun Chodirun Cut Nura'ala Putri Cut Rahmi Damayanti, Elok Dea Rumambi Sinaga Dedi Saputra Dewi Safitri, Triana Dewi Sartika Aryani Dewi Sartika Aryani Dhea Afriani Dwi Asti Purnama Dwi Nanda Aulia Situmorang Elviana Elviana, Elviana Elvira Sari Dewi Fahdra Putri Romadani Faisal Faisal Hafifah Hafifah Hafifah Hafifah, Hafifah Halimuddin Halimuddin Hamzah Fanshury Nasution Hamzah Fansury Nasution Hijri Juliansyah Idawati Idawati Irham Irham Jariah Abu Bakar Jauharlina Jauharlina Julianti Khaidir Khaidir Khusrizal Khusrizal Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah Latifah, Latifah Lilis MELINDA Lukman Hakim Maisura Maisura Margono Margono Maryati . Mentari Setia Ningsih Mentari Setia Ningsih Mihram . . Millenia Dzikra Az Zahra Mirzawati, Mirzawati Muhammad Kamal Muhammad Muaz Munauwar Muhammad Muaz Munawwar Muhammad Nazaruddin Muhammad Yusuf Nurdin Mustikarani, Asri Nafsiah Nafsiah Nasrianti . Nasruddin Nasrul ZA Nazimah Novita Pramahsari Putri Novita Pramahsari Putri Nurdin, Muhammad Yusuf Nurmasyitah Nurmasyitah Orina Orina Pramahsari Putri, Novita PURNAMA HIDAYAT Putra, Rengga Laksamana Putri, Novita Pramahsari Putri, Novita Pramahsari Rafli, Muhammad Rahmaniah Rahmaniah Rahmaniah Rd. Selvy Handayani Rega Hayu Rengga Laksamana Putra Ricky Ridwan Rangkuti Rika Khairunnisa Rika Muetia Safrizal Safrizal Saputri, Nanda Siti Fanda Rini Suwaranita Sitompul Syahrani Khairani Marpaung Syamimi, Nur Kholilah Tengku Dhean Usnawiyah Usnawiyah, Usnawiyah Wahida Rizki Alnovi Yusnellis Yusnellis Yusra Yusra Zulkarnain Zulkarnain Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda Zurrahmi Wirda