Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementation of Project-Based Learning (PjBL) in Islamic Religious Education to Enhance Vocational High School Students’ Creativity and Academic Achievement in Indragiri Hilir Regency Leni Sumarni; Muhammad Juni Beddu; Ita Tryas Nur Rochbani
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.34002

Abstract

This study examines the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) to enhance vocational high school (SMK) students’ creativity and academic achievement in Indragiri Hilir Regency, Indonesia, and maps the enabling and constraining factors affecting its enactment. Employing a descriptive qualitative design, the study involved PAI teachers and students from three schools: SMK Taruna Bhakti Indonesia, SMK Al-Ikhlas, and SMK An-Nur Kuala Selat. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, and were thematically analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that PjBL fosters students’ creativity and learning outcomes when teachers demonstrate strong commitment and pedagogical creativity in adapting projects to each school’s context. Support from school leaders and the local community strengthens a collaborative and religious learning climate. Key challenges include limited instructional time, inadequate facilities, and gaps in teachers’ competencies; however, these constraints can be mitigated by integrating projects into school programs and leveraging local resources. Overall, the study suggests that PjBL in PAI has the potential to improve creativity, academic achievement, and the development of students’ religious and social character.
Character Education Values in Qur'an Surah Luqman Verse 18: An Analysis of Haji Abdul Malik Karim Amrullah's Tafsir Al-Azhar and Its Relevance to Islamic Education in Indonesia Ainun Ainun; Ita Tryas Nur Rochbani; Muhammad Juni Beddu
TANJAK Vol 7 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Jurusan Tarbiyah dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/tanjak.v7i2.3069

Abstract

Character education is a fundamental component of Islamic education that plays a vital role in shaping students' personalities and moral character. One of the primary sources of character values that merits scholarly examination is Qur'an Surah Luqman verse 18, as interpreted by Hamka in Tafsir Al-Azhar. This study aims to analyze the character education values embedded in Hamka's interpretation of Qur'an Surah Luqman verse 18 and to examine their relevance to the implementation of Islamic education in Indonesia. This research employed a qualitative approach using library research as its methodological design. Primary data were obtained from Tafsir Al-Azhar, while secondary data were collected from books, scholarly journal articles, and other relevant literature. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing using the content analysis technique. The findings indicate that Hamka interprets Qur'an Surah Luqman verse 18 as encompassing essential character values, including humility, the avoidance of arrogance, politeness in social interactions, and the cultivation of harmonious social relationships. These values are highly relevant to the objectives of Islamic education in Indonesia, as they support the development of learners who possess noble character, strong moral integrity, and the ability to embody Islamic values in their social lives.
KEADILAN GENDER DALAM RELASI SUAMI-ISTRI: TELAAH KRITIS TERHADAP KONSTRUKSI HAK DAN KEWAJIBAN DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM Muhammad Juni Beddu
Muadalah : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 1 (2026): Muadalah : Jurnal Hukum
Publisher : Prodi Hukum Keluarga (Akhwal Syahsiyyah) IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/muadalah.v6i1.3331

Abstract

Marriage in Islam is an institution that establishes a relationship between men and women based on tranquility, affection, responsibility, and public benefit. Within Islamic family law, marriage creates a set of reciprocal rights and obligations between husband and wife. However, the formulation of marital rights and obligations developed in classical Islamic jurisprudence has often been understood through a hierarchical and gender-based division of roles. Contemporary social changes within Muslim families, including women's increasing participation in public and economic spheres, require a critical reconsideration of such constructions. This article aims to critically examine the construction of marital rights and obligations from the perspective of gender justice. This study employs normative legal research using conceptual, statutory, jurisprudential, and maqāṣid al-sharī‘ah approaches. The sources consist of the Qur'an, prophetic traditions, classical and contemporary Islamic jurisprudence, the Indonesian Compilation of Islamic Law, statutory regulations, and relevant academic literature on Islamic family law and gender justice. The study demonstrates that the Qur'anic foundation of marital relations emphasizes reciprocity, mu‘āsharah bi al-ma‘rūf, balance between rights and obligations, and family welfare. Meanwhile, several formulations in classical jurisprudence concerning gender-based division of roles represent forms of juristic reasoning influenced by particular social and economic contexts. Gender justice does not necessarily contradict Islamic law; rather, it can provide an analytical framework for contextualizing family law while preserving its fundamental principles. This article proposes a relational-participatory paradigm in which husband and wife are positioned as partners in fulfilling rights, carrying out responsibilities, making family decisions, managing household affairs, and achieving collective welfare.  
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Tarbiyatul Aulad Fi Al-Islam Karya ‘Abdullah Nashih ‘Ulwan (1928-1987 M) dan Implementasinya Terhadap Perkembangan Psikologi Remaja Wafiq Azizah; Sumianti Sumianti; Muhammad Juni Beddu
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 10 (2026): Jurnal Impresi Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab Tarbiyatul Aulad fi al-Islam karya Abdullah Nashih Ulwan, serta menganalisis implementasinya terhadap perkembangan psikologi remaja. Tujuan ini dilandasi oleh kenyataan bahwa remaja saat ini menghadapi berbagai persoalan karakter, seperti krisis identitas, lemahnya kontrol diri, serta penyimpangan moral akibat pengaruh lingkungan dan media sosial. Penelitian ini merupakan jenis library research, dengan sumber primer berupa kitab Tarbiyatul Aulad fi al-Islam, dan didukung oleh sumber sekunder seperti literatur psikologi perkembangan remaja dan pendidikan karakter Islam. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi content analysis, yakni dengan menelaah isi teks kitab, mengidentifikasi nilai-nilai karakter, lalu mengaitkannya dengan aspek-aspek psikologis remaja seperti emosi, moral, dan identitas diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab ini memuat nilai-nilai karakter penting seperti keimanan, kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, serta adab terhadap orang tua dan masyarakat. Nilai-nilai ini jika diterapkan secara kontekstual, sangat efektif dalam membentuk kepribadian remaja yang berakhlak mulia, stabil secara emosional, serta memiliki orientasi hidup yang jelas. Kitab ini memberikan kontribusi penting sebagai rujukan pendidikan karakter Islami yang relevan di tengah tantangan psikologis remaja modern.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Surah Al Mujadalah Ayat 11 Perspektif Tafsir Al Munir Karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili (1932 M-2015 M) dan Implementasinya Terhadap Pendidikan Islam Raihan Annida Fakiha; Muhammad Juni Beddu; Ita Tryas Nur Rochbani
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 10 (2026): Jurnal Impresi Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i10.8136

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Surah Al-Mujadalah Ayat 11 Perspektif Tafsir Al-Munir Karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili (1932 M-2015 M) dan Implementasinya terhadap Pendidikan Islam”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 berdasarkan penafsiran Tafsir Al-Munir karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili serta implementasinya terhadap praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research (studi kepustakaan), sumber data primer yang digunakan adalah kitab Tafsir Al-Munir, didukung dengan literatur lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini memuat nilai-nilai karakter yang relevan dengan Kemendikbud seperti nilai religius, nilai toleransi, nilai peduli sosial, nilai penghargaan terhadap ilmu, nilai rasa ingin tahu atau semangat belajar, dan nilai disiplin. Implementasinya dalam pendidikan Islam menekankan pentingnya integrasi antara iman, ilmu, dan akhlak dalam proses pembelajaran. Di Indonesia, penerapan nilai-nilai ini masih minim dan menghadapi tantangan, sedangkan di Kota Batam khususnya implementasi nilai nilai pendidikan karakter sudah terlihat mulai berkembang, dengan semakin banyaknya penyebaran pesantren-pesantren, berbeda dengan praktik di Mesir yang lebih terinternalisasi dalam budaya masyarakat. Penelitian ini menyarankan perlunya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’ani demi membentuk generasi berkarakter mulia. Kesimpulannya, Surah Al-Mujadalah ayat 11 merupakan landasan penting dalam membangun pendidikan Islam berbasis karakter.