Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Proteksi Rele Jarak Pada Saluran Transmisi 150 kV Garuda Sakti – Pasir Putih Menggunakan PSCAD Hari Asman; Hamzah Eteruddin; Arlenny .
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 1 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i1.1672

Abstract

Transmisi daya listrik menggunakan saluran udara tegangan tinggi, sehingga sangat rentan terhadap gangguan karena jarak yang sangat jauh. Oleh karena itu, dibutuhkan keandalan sistem proteksi yang tinggi untuk mengamankan saluran udara tersebut. Untuk memenuhi keandalan tersebut, maka pada saluran transmisi perlu dilakukan pemasangan rele jarak. Objek penelitian pada saluran transmisi yang menghubungkan Gardu Induk Garuda Sakti dan Gardu Induk Pasir Putih yang dikelola oleh PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Pekanbaru. Saat penelitian ini dilakukan Penghantar 150 kV Garuda Sakti – Pasir Putih belum beroperasi. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan nilai impedansi primer dan impedansi sekunder penghantar 150 kV Garuda Sakti-Pasir Putih dengan panjang penghantar sejauh 31,16 km kemudian setting rele jarak pada zona-1, zona-2, dan zona-3, lalu disimulasikan dengan menggunakan software PSCAD. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan rele jarak di penghantar 150 kV Garuda Sakti-Pasir Putih pada zona-1 sebesar 1,0529 Ohm, zona-2 sebesar 2,2519 Ohm, dan zona-3 sebesar 3,3778 Ohm. Kemudian hasil perhitungan disimulasikan dengan menggunakan software PSCAD dan didapatkan semua gelombang impedansi gangguan berada dalam lingkaran zona yang menandakan rele jarak akan bekerja saat terjadi gangguan.
PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV DI SUNGAI GUNTUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR-RIAU Hamzah Eteruddin; Mutamalikin Mutamalikin; Arlenny Arlenny
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 6: Nopember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i6.1019

Abstract

PT PLN (Persero) Sub ULP Sungai Guntung berada di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir-Riau, dengan jumlah pelanggan saat ini 7.210. Beban puncak sistem guntung saat ini 1.962 kW dengan disuplay dari PLTD Sungai Guntung yang beroperasi 24 jam sehari. Biaya Pokok Produksi PLTD Sungai Guntung yang cukup tinggi yaitu rata-rata Rp2.748 per kWh, jika dibandingkan dengan BPP transfer price gardu induk oleh PT PLN (Persero) UIP3BS sekitar Rp1.448 per kWh, jika perencanaan Dediesilesasi ini terlaksana maka efisiensi BPP yang didapat Rp1.300 per kWh atau telah saving BPP sebesar 47%. Analisa ekonomis yang diperoleh dari perhitungan studi perencanaan sistem distribusi 20 kV Sungai Guntung Kabupaten Indragiri Hilir ini diperoleh Payback Period 3,2 tahun, Benefit to Cost Ratio 1,93, Internal Rate of Return (IRR) 30,87% dan Net Present Value (NPV) sebesar Rp73.455.741.678 dengan begitu studi perencanaan sistem distribusi 20 kV ini layak untuk dilaksanakan. Untuk rasio elektrifikasi Desa berlistrik di Kabupaten Indragiri Hilir sampai bulan Oktober 2019 sudah mencapai 86,02% atau 203 Desa yang sudah berlistrik, masih kurang 13,98% atau 33 Desa lagi yang harus berlistrik, jika sistem grid Sungai Guntung dengan Gardu Induk Tembilahan rasio elektrifikasi Desa berlistrik di Kabupaten Indragiri Hilir bisa tercapai 100%.
PELATIHAN MERAKIT RANGKAIAN PENGISI AKI DAN CATU DAYA OTOMATIS UNTUK PENGERAS SUARA DAN LAMPU DARURAT RUMAH IBADAH BAGI REMAJA KECAMATAN RUMBAI PESISIR David Setiawan; Elvira Zondra; Arlenny Arlenny
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.538 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v2i2.1204

Abstract

PLN Persero sebagai penyedia pasokan listrik bagi masyarakat di Indonesia dirasa belum mampu menjamin kontinuitas pelayanan selama 24 jam setiap hari tanpa terputus, hal itu disebabkan oleh beberapa kemungkian seperti gangguan alami, kerusakan teknis dan sebagainya. Tempat Ibadah seperti Masjid dan Mushalla adalah salah satu konsumen listrik PT. PLN Persero, sehingga kebutuhan akan pasokan listrik untuk panggilan sholat dan penerangan ibadah pada malam hari sangat diperlukan, sehingga perlu dicarikan solusi agar pengeras suara dan penerangan pada alternatif. Pada pengabdian ini, tim pengabdian memberikan pelatihan kepada 2 kelompok remaja yaitu dari Remaja Mushalla Al-Hidayah dan Remaja RT.05/RW.04 Kel. Limbungan, Kec. Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru. Setelah mendapatkan teori dan pengenalan terhadap komponen elektronika, remaja dibimbing merakit Charge Aki otomatis dan Inverter menjadi perangkat Catu Daya Otomatis untuk Sound System untuk Lampu di Mushalla Al-Hidayah dan Mushalla An-Nur. Hasil Akhir, dihasilkan 2 sistem pengeras suara dan lampu otomatis yaitu charge otomatis dengan inverter sehingga langsung digunakan seperti UPS untuk Mushalla An-Nur dan UPS bekas yang telah diperbaiki dengan merekonstruksi jaringan instalasi listriknya pada Mushalla Al-Hidayah, kedua peralatan sudah diserah terimakan kepada Pengurus dan dipergunakan oleh kedua Mushalla tersebut.
PELATIHAN MS.WORD & MENDELEY UNTUK PENULISAN KARYA ILMIAH DOSEN FAKULTAS TEKNIK UNILAK David Setiawan; Hamzah Hamzah; Arlenny Arlenny
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v3i1.2215

Abstract

Salah satu alat bantu atau perangkat lunak penyusunan dokumen yang populer digunakan di Indonesia adalah Microsoft Word (MS Word). Dari sisi fitur dan fasilitas, MS Word sudah cukup lengkap untuk digunakan sebagai alat untuk membantu penulisan. Sayangnya, banyak dosen belajar menggunakan MS Word secara otodidik, sehingga beberapa fasilitas terutama membuat daftar isi, daftar gambar dan daftar tabel otomatis belum termanfaatkan sehingga dalam menyusunan dokumen kurang efisien, kurang cepat atau hasilnya kurang rapi. Sementara untuk daftar pustaka otomatis memanfaatkan fasilitas dari aplikasi mendeley, mendeley adalah perangkat lunak pengelola sitasi atau referensi. Dengan perangkat lunak ini, penulis dapat mengelola sumber-sumber bacaan yang digunakan sebagai referensi atau acuan dalam menyusun tulisannya. Penggunaan Mendeley juga dapat terintegrasi dengan MS Word sehingga sangat memudahkan bagi penulis untuk setiap karya ilmiahnya. Tujuan diadakan kegiatan pelatihan ini adalah untuk membantu dosen agar dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh perangkat lunak MS-Word secara maksimal dan sitasi serta referensi pada mendeley sehingga penulisan karya ilmiah dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat dan efisien. Dari hasil pelatihan diperoleh bahwa pelatihan yang dilaksanakan dapat menambah pengetahuan dan solusi terhadap pemanfaatan fasilitas pada Ms. Word dan Mendeley dengan rata-rata penilaian 4,2 atau lebih dari Puas. Penulis berharap dengan diadakannya pelatihan ini, Dosen dilingkungan Fakultas Teknik dapat memanfaatkan fasilitas yang ada pada Ms. Word dan sitasi / referensi dari mendeley dan dapat mengajarkannya kepada mahasiswa bimbingan tugas akhirnya. Kata kunci—Pelatihan, Ms.Word, Mendeley, Dosen, Karya Ilmiah
Studi Penggunaan Rele Line Differential Sebagai Proteksi Utama Pada Penghantar 150 KV Tenayan-Riau-Pasir Putih di PT.PLN (Persero) UPT Pekanbaru Usaha Situmeang; Khairul Tanjung; Arlenny Arlenny
SAINSTEK Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i1.8

Abstract

Proteksi pada saluran transmisi merupakan suatu sistem yang bertugas melindungi atau mengisolasi peralatan terhadap gangguan sementara dan permanen yang terjadi pada penghantar. Rele line differential lebih cenderung digunakan pada penghantar jarak pendek dengan alasan lebih efisien dalam mengamankan daerah gangguan. Pengaplikasian rele line differential tidak memiliki kendala external seperti source impedance ratio, swing pada sistem, serta rele line differential memiliki kesensitifan yang tinggi serta mudah dalam penggunaannya. Rele line differential adalah salah satu jenis proteksi utama pada penghantar yang bekerja berdasarkan pengukuran perbedaan parameter arus. Rele line differential pada saluran transmisi penghantar GI Tenayan - GI Riau dan GI Riau - GI Pasir Putih sebagai penghantar transmisi baru dari pengantar transimisi Tenayan arah Pasir Putih sebelumnya. Hasil Perhitungan setting rele line differential GI Tenayan - GI Riau sebesar nilai Is1 1 A dengan batas slope 20% dan waktu kerja rele instant untuk memberikan sensitifitas di wilayah kerja sehingga di setting kecil. Hasil Perhitungan setting rele line differential GI Riau - GI Pasir Putih sebesar nilai Is1 0,2 A dengan batas slope 20% dan waktu kerja rele instant.
Sistem SCADA Pada Jaringan Distribusi PT.PLN (Persero) UP2D Pekanbaru Samuel Dwi Wirayanto; Arlenny Arlenny; Elvira Zondra
JURNAL TEKNIK Vol. 16 No. 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v16i2.11094

Abstract

ABSTRAK Pada jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru Penyulang eksisting sudah terkoneksi dengan sistem SCADA, namun jika dilihat dari infrastruktur pendukungnya, integrasi sistem SCADA dengan jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru masih belum optimal, sehingga pada tugas akhir ini akan dibahas perbaikan kinerja sistem SCADA untuk meningkatkan keandalan jaringan distribusi PT. PLN (Persero) UP2D Pekanbaru Penggunaan SCADA (Supervisory Control and Data Aquisition) pada jaringan sistem distribusi UP2D Pekanbaru sangat berpengaruh kepada tingkat indeks keandalan SAIDI (system average interruption duration index),SAIFI (system average interruption frequency index ) dan CAIDI CAIDI (customer average interruption duration index), Indeks keandalan SAIDI pada jaringan Distrbusi UP2D Pekanbaru mengalami penurunan dari nilai indeks 2.115 menit/pelanggan sebelum terintegrasi dengan SCADA menjadi 1.802 menit/pelanggan setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, sedangkan untuk indek SAIFI mengalami penurunan nilai indeks 23,164 kali/pelanggan sebelum terintegrasi dengan sistem SCADA menjadi 21,685 kali/pelanggan setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, untuk indeks CAIDI dari nilai indeks 85,805 menit/pelanggan sebelum terintegrasi dengan sistem SCADA, mengalami penurunan nilai indeks menjadi 85,561 menit/pelanggan setelah terintegrasi dengan sistem SCADA. Sistem Distribusi UP2D Pekanbaru mengalami peningkatan indeks keandalan sistem Distribusi setelah terintegrasi dengan sistem SCADA, dengan parameter indeks SAIDI, SAIFI dan CAIDI, perhitungan analisis indeks SAIDI yaitu sebesar 14,799% dan SAIFI sebesar 6,384%, sedangkan untuk indeks CAIDI yaitu sebesar 0,337%.
Analisis Sistem Pengaman Instalasi Listrik Pada Pondok Pesantren Ibnu Al Mubarok Abrar Tanjung; Arlenny Arlenny; Gusneli Yanti; David Setiawan
JURNAL UNITEK Vol. 15 No. 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/unitek.v15i2.459

Abstract

Sistem pengaman merupakan suatu cara untuk mengamankan sistem kelistrikan dari gangguan dan bahaya yang menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik dan elektronika serta terjadi kebakaran pada bangunan. Penggunaan peralatan listrik dan elektronika mengalami gangguan dan masalah, seperti terjadi pemadaman pada salah satu ruangan yang diakibatkan oleh gangguan hubungan singkat (konsleting). Tujuan penelitian untuk menganalisis sistem pengaman instalasi listrik Pondok Pesantren Ibnu Al Mubarok berdasarkan PUIL 2011. Berdasarkan hasil pembahasan pada Pondok Pesantren Ibnu Al Mubarok di peroleh besar arus rata rata pada tegangan 3 phasa     380 volt sebesar 12,98 amper, besar kapasitas daya sebesar 3,930 kW, besar jatuh tegangan sebesar 1,19 volt, besar rugi daya total sebesar 223 Watt dan besar nilai tahanan pentanahan sebesar 22,15 ohm serta besar kapasitas pengaman pada panel utama sebesar 41,18 amper, maka besar kapasitas pengaman yang harus di pasang sebesar 50 amper. Besar nilai pengukuran tahanan pentahanan titik kawat sebesar 154,2 ohm melebihi nilai perhitungan pada analisa pembahasan tahanan pentanahan sebesar 22,15 ohm.
IbM INSTALLATION AND USE OF ELECTRICAL INSTALLATION EQUIPMENT BASED ON STANDARDIZATION IN UMBANSARI KELURAHAN Abrar Tanjung; Arlenny; Hamzah Eteruddin; Agus Bari Saptono
Journal of Community Service Vol 3 No 2 (2021): JCS, December 2021
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.166 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v3i2.60

Abstract

Standarisasi merupakan suatu acuan dan atau ketentuan dalam menggunakan bahan dan perlengkapan listrik yang sudah memenuhi ketentuan dan aturan seperti mutu dan kualitas bahan atau perlengkapan listrik yang sudah teruji dalam suatu pengujian yang dilakukan oleh suatu badan yang berhubungan dengan listrik. Pengujian ini meliputi mutu, kualitas dan kekuatan yang memenuhi standarisasi pada sebuah pabrik ditingkat nasional. Badan yang bertanggung jawab dalam pengujian dan pengawasan mutu dan kualitas bahan dan perlengkapan disebut Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI). Hasil pengabdian masyarakat di Kelurahan Umban Sari pada pemberian kuisioner sesudah penyuluhan diperoleh 80% dan hasil evaluasi/monitoring masyarakat konsumen listrik menunjukkan perubahan pengetahuan dan pemahaman sebesar 75% peserta setelah mengikuti penyuluhan, dari peserta yang tidak mengetahui instalasi listrik berubah dengan menggunakan bahan-bahan instalasi listrik secara benar dan baik serta aman yang sesuai dengan persyaratan umum instalasi listrik. Sedangkan peserta penyuluhan 60% menjadi juru penerangan untuk membagi pengetahuan yang di terimanya kepada tetangganya yang tidak mengikuti.
Studi Pemasangan Express Feeder Jaringan Distribusi 20 kV Untuk Mengatasi Drop Tegangan Pada Feeder Sorek PT PLN (Persero) Rayon Pangkalan Kerinci: Distribusi Anugrah, Andri Van; Eteruddin, Hamzah; Arlenny, Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 2 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i2.6338

Abstract

Penyaluran energi listrik oleh PT PLN (Persero) Area Pekanbaru, Rayon Pangkalan Kerinci untuk daerah Sorek dan sekitarnya, disuplai oleh saluran distribusi 20 kV feeder Sorek melalui Gardu Hubung Kerinci. Panjang total jaringan feeder Sorek 194 kms dengan luas penampang jaringan utama 240 mm2 dan percabangan umumnya menggunakan 150 mm2. Jumlah pelanggan yang tersambung ke feeder Sorek sebanyak 20.606 dengan beban penyulang 218,2 ampere melalui 152 unit trafo distribusi. Feeder Sorek menggunakan sistim distribusi Radial, hanya ada satu sumber melalui dari Gardu Hubung Kerinci, tidak terdapat sumber lain yang dekat dengan feeder tersebut. Panjangnya feeder Sorek ini menyebabkan terjadinya drop tegangan dan rugi-rugi daya yang sangat besar, dengan tegangan terendah pada ujung saluran mencapai 11,5 kV, kondisi tegangan yang disalurkan telah melampaui batas standar drop tegangan yaitu 10% (18 kV). Dengan dilakukannya pemasangan Express Feeder sepanjang 46 kms dari GH kerinci sampai ke GH Sorek, maka tegangan yang diterima seluruh trafo mengalami peningkatan diantaranya trafo BM 006 yang berada pada ujung saluran menjadi 17,155 kV. Rugi-rugi daya pada sistem PLN dapat ditekan hingga 1.407 kW sehingga memberikan dampak langsung pada peningkatkan kualitas layanan penyaluran tenaga listrik pada feeder Sorek.
Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi pada Peralatan Switching untuk Menurunkan ENS Nafiarman, Ade; Situmeang, Usaha; Zulfahri, Zulfahri; Arlenny, Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6427

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian terpenting dalam proses penyaluran tenaga listrik, karena merupakan penghubung dari sumber ke konsumen. Gangguan yang mengalami pada sistem tenaga listrik 20 kV di Riau dapat mengakibatkan terputusnya penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Gangguan-gangguan tersebut mengakibatkan tingginya Energy Not Supplied (ENS), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Riau merupakan unit bagian dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Riau & Kepulauan Riau yang mengelola operasi sistem Distribusi 20 kV. Salah satu faktor yang mendapat perhatian adalah gangguan berulang dan lamanya durasi padam sehingga berdampak pada hilangnya potensi dalam penjualan tenaga listrik. Dari 118 penyulang terintegrasi SCADA ada 6 penyulang yang memiliki titik kontingensi pada peralatan Switching. Ke 6 penyulang tersebut mampu menurunkan nilai Energy Not Supplied (ENS) Penyulang Kontingensi di tahun 2017 sebesar 333.206 kWh sedangkan di tahun 2018 nilai ENS turun sebesar 24.892 kWh, dapat dikatakan Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi Pada Peralatan Switching bekerja dengan baik sehingga saat mengalaminya gangguan, pemadaman baik pemadaman terencana maupun tidak terencana, pelanggan tidak mengalami padam dan ENS tidak terlalu besar.