Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGGUASAAN KONSEP SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR EMPIRIS INDUKTIF Johan Adhi Nugroho; Emmawaty Sofya; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.173 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the effectivieness of the learning model of Empirical Inductive Learning Cycle on the material in the reaction rate increases students’ mastery of the concept of class XI IPA SMAN Bandar Lampung. Learning Model of Empirical Inductive Learning Cycle consists of three phases, namely, the exploration phase, the phase of the introduction of the concept and application of the concept phase. This study used a quasi-experimental method with Non Equivalent (pretest and posttest) the control group design. Effectiveness of Empirical Inductive Learning cycle  indicated the presence of significant differences between the initial understanding with understanding after learning (significant gain). Results showed an increase in the average value of mastery of concepts for students in the control class  and the exsperimental class 7.30 by 34.74 and the average value of N-gain mastery of concepts for students in the control class by 0.10 by 0.46 in the experimental classes. Could be concluded that the learning cycle empirical inductive learning is effective in improving students’ mastery of the material concept of chemical reaction rate.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran Siklus Belajar Empiris Induktif pada ma­teri laju reaksi dalam meningkatkan penguasaan konsep  siswa ke­las XI IPA SMA Negeri 1 Bandar Lampung. Model pembelajaran Siklus Belajar Empiri Induktif ini terdiri dari tiga fase yaitu, fa­se eksplorasi, fase pengenalan konsep dan fase aplikasi konsep. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan disain penelitian Non Equivalent kontrol grup (Pretest and Posttest).  Efektivitas Siklus Belajar Empiris Induktif ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara pemahaman awal dengan pemahaman setelah pembelajaran (gain yang signifikan. Hasil penelitian menunjukan peningkatan rata-rata nilai penguasaan konsep siswa pada kelas kontrol sebesar 7,03 dan kelas eksperimen sebe­sar 34,74 dan rata-rata nilai N-gain untuk penguasaan kon­sep siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,46 pada kelas kontrol sebesar 0,10. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Siklus belajar empiris induktif efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa pada materi laju reaksi kimia.Kata kunci : model pembelajaran siklus belajar empiris induktif, penguasaan konsep, laju reaksi kimia
PENINGKATAN KETERAMPILAN PREDIKSI DAN INFERENSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING Gesti Eka Saputri; Nina Kadaritna; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.414 KB)

Abstract

This research aims to describe the effectiveness of problem solving learning model to improve predicting and inferring skills in teaching electrolyte and non-electrolyte solutions with redoks subject.  This reseach uses Quasi Experimental Method and Non-Equivalent Pretest Posttest Control Group Design.  The sample of this reseach are even semester students in class X6dan X7 MAN 1 Bandar Lampung in academic year 2012-2013 that used purposive sampling technique.  The effectiveness of problem solving learning model was measured based on significant N-gain improvements and t test.  The results showed that average value of N-gain of skills in predicting in control and experiment classrooms were 0.48 and 0.57 respectively; and average value of N-gain for inferring in control and experiment classrooms were 0.47 and 0.57 respectively.  Based on the t test, it is known that classroom with used problem solving learning model had higher skill in predicting and inferring than classroom with conventional learning.  This shown that problem solving learning model is effective to improve predicting and inferring skills in teaching electrolyte and non-electrolyte solutions with redoks subject.Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan efektivitas model pembelajaran problem solving dalam meningkatkan keterampilan prediksi dan inferensi pada materi pokok larutan elektrolit dan non-elektrolit serta redoks.  Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Non-Equivalent Control Group Design.  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa MAN 1 Bandar Lampung kelas X6 dan kelas X7 semester genap Tahun Ajaran 2012-2013 yang diambil menggu­nakan teknik purposive sampling.  Efektivitas model pembelajaran problem solving diukur berdasarkan peningkatan N-gain yang signifikan dan uji perbedaan dua rata-rata (uji t).  Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata N-gain keterampilan prediksi untuk kelas kontrol dan eksperimen masing-masing 0,48 dan 0,57; dan nilai rerata N-gain keterampilan inferensi untuk kelas kontrol dan eksperimen masing-masing 0,47 dan 0,57.  Berdasarkan hasil uji t, diketahui bahwa kelas dengan menggunakan model pembelajaran problem solving memiliki keterampilan prediksi dan inferensi yang lebih tinggi dibandingkan kelas dengan pembelajaran konvensional.  Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran problem solving efektif dalam meningkatkan keterampilan prediksi dan inferensi pada materi pokok larutan elektrolit dan non-elektrolit serta redoks. Kata kunci : keterampilan inferensi, keterampilan prediksi, model pembelajaran problem solving
Efektivitas POE untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Luwes Siswa pada Materi Asam Basa Nabella Islamiyati Yuan; Tasviri Efkar; Lisa Tania
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.576 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the effectiveness of acid base topic. This research used quasi experiment method with non equivalent control group design. All of students in the 11th grade of XI IPA 2, and XI IPA 4 at SMA Negeri in Bandar Lampung for 2017/2018 academic year  were taken as samples of this research by using cluster random sampling. After the learning, the average n-Gain in experimental class was obtained  0.61.  Based  on  t-test the value sig 0.000 its noun significant different, it was  known that  the learning by using POE learning model was effective in increasing flexibility thinking ability of students on Acid Base topic.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas kemampuan berpikir luwes siswa melalui model pembelajaran POE pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan non equivalent control group design. Semua siswa di kelas XI IPA 2, dan XI IPA 4  SMA Negeri di  Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018 diambil sebagai sampel pada penelitian ini dengan menggunakan cluster random sampling. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh rata-rata n-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,61. Berdasarkan uji t nilai sig 0,000 berarti terdapat perbedaan yang signifikan, diketahui bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran POEefektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir luwes siswa pada materi asam basa.Kata Kunci: asam basa, kemampuan berpikir kreatif, model pembelajaran POE
THE IMPROVEMENT OF SKILLS IN GIVING SIMPLE EXPLANATIONS AND IMPLEMENTING ACCEPTABLE CONCEPTS IN SALT HYDROLYSIS MATERIAL THROUGH GUIDED INQUIRY LEARNING MODEL. ria septiana; ila rosilawati; tasviri efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.591 KB)

Abstract

The aim of this research was to determine effectiveness of guided inquiry learning model in salt hydrolysis material in improving the skills in giving a simple explanation and implementing acceptable concept. Samples were 32 students in classroom XI science three as experiment and 31 students in classroom XI science four as control that have equal academic abilities. This was a quasi experiment research using non equivalent control group design.  Data analysis used a t-test of the n-Gain significant. The results showed that average value of n-Gain of skills in giving a simple explanation in experiment and control classrooms were 0.44 and 0.12 respectively; and average value of n-Gain for implementing acceptable concepts in experiment and control classrooms were 0.42 and 0.20 respectively with tcount (2.23) ttable (1.67). The conclusion is that the guided inquiry learning model in salt hydrolysis was effective in improving skills in giving simple explanations and implementing acceptable concepts by students.Keywords: guided inquiry, meteri salt hydrolysis ,giving a simple explanation and apply the concept of acceptable.
KETERAMPILAN MENGELOMPOKKAN DAN IINFERENSI PADA MATERI REDOKS DI SMAN 16 BANDAR LAMPUNG Nurlaili Fitria; Ila Rosilawati; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.743 KB)

Abstract

This research is aimed to describe grouping and inference skills of redoks material through problem solving model for student cognitive group.The subject is 30 students of X6 SMAN 16 Bandar Lampung. The method of this research is preexperiment with one shot case study design and statiktif descriptive. This research will show problem solving model appliction of redoks material for: (1)grouping skill: high category 100% are excellent skill; in medium 77,78% are excellent skill, 5,56% are good skill and 16,66% are enough skill; in low category 60% are excellent skill, 20% are good skill, and 20% are enough skill. (2)inference skill: For high category 85,71% are excellent skill and 14,29 % are good skill. for medium category 61,11% are excellent skill, 22,22% are good skill and 16,67% are enough skill; for low category 60% are excellent skill, 40% are good.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan mengelompokkan dan inferensi pada materi redoks dengan model pembelajaran problem solving untuk kelompok kognitif siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X6 SMAN 16 Bandar Lampung berjumlah 30 siswa. Metode penelitian ini adalah pre experimental dengan one-shot case study. Analisis data menggunakan statiktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) keterampilan mengelompokkan, untuk kelompok tinggi 100% berkriteria sangat baik; untuk kelompok sedang 77,78% berkriteria sangat baik; 5,56% baik; dan 16,66% cukup; untuk kelompok rendah 60% sangat baik; 20% baik; dan 20% cukup. (2) keterampilan menginferensi, untuk kelompok tinggi yaitu 85,71% berkriteria sangat baik; 14,29% berkriteria baik; untuk kelompok sedang 61,11 % berkriteria sangat baik; dan 22,22% baik; dan 16, 67% cukup; untuk kelompok rendah 60% berkriteria sangat baik; dan 40% baik.Kata kunci : kelompok kognitif, keterampilan inferensi, keterampilan mengelompokkan, oksidasi-reduksi, problem solving.
Efektivitas SiMaYang Tipe II dalam Meningkatkan Efikasi Diri dan Penguasaan Konsep Struktur Atom Dwi Siti Asyiah; Sunyono Sunyono; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.086 KB)

Abstract

The goal of this research was describe the effectivity and practicality Simayang Type II model to improve self efficacy and mastery of concepts on atomic structure topic. This research used quasi experimental method with One Group Pretest-Postest Design. Sampling was performed using cluster random technique with all of the 10th grade student in SMA Negeri 7 Bandar Lampung as population. The practicality of SiMaYang Type II was known through implementation lesson plans, students responses, teachers observation, and students activity for the sampel classified high category. The effectivity of SiMaYang Type II was measured by increasing of self efficacy for the sample were high category. The value of n-Gain for the 10thMIA 3 was medium category. The value of effect size for the sampel classified big category.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepraktisan dan keefektivan SiMaYang Tipe II dalam meningkatkan efikasi diri dan penguasan konsep pada materi struktur atom. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan One Group Pretest-Postest Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling yang dalam penelitian ini populasinya ialah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 7 Bandar Lampung. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X MIA 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepraktisan SiMaYang Tipe II yang ditunjukkan melalui keterlaksanaan RPP, observasi guru, respon siswa dan aktivitas siswa berkategori tinggi. Keefektivan SiMaYang Tipe II yang ditunjukkan melalui peningkatan efikasi diri berkategori tinggi dan n-Gain X MIA 3 berkategori sedang. Effect size penguasaan konsep X MIA 3 berkategori besar.Kata kunci: keefektivan, kepraktisan, SiMaYang tipe II, struktur atom
MODEL PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ORISINIL PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT-NONELEKTROLIT Galuh Ayuningtyas Dwi Untari; Ratu Betta Rudibyani; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.725 KB)

Abstract

The research was aimed to describe the effectiveness of problem solving model to increase student’s originality thinking skills on the electrolyte and non-electrolyte material.  The population of this research was all students in X class of SMA Negeri 4 Metro whose sit in odd semester of Academy Year 2013-2014 and the samples were X2 and X5 class.  The samples were taken by purposive sampling technique.  The method of this research was quasi-experiment with Non Equivalent Control Group Design.  The effectiveness of problem solving model was measured based on the significant difference of n-Gain score between control class and experiment class.  The result showed that the average n-Gain score of student’s originality thinking skills of control class was 0,4359 and 0,6283 for experiment class.  Based on the hypothesis testing, it was known that problem solvingmodel was effective to increase student’s originality thinking skills on the electrolyte and non-electrolyte material. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas model problem solving dalam meningkatkan kemampuan berpikir orisinil siswa pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit.  Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 4 Metro semester ganjil Tahun Pelajaran 2013-2014 dan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X2 dan X5.  Sampel diambil dengan teknik purposive sampling.  Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan Non Equivalent Control Group Design.  Efektivitas model problem solving diukur berdasarkan perbedaan n-Gain yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata n-Gain kemampuan berpikir orisinil siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 0,4359 dan 0,6283.  Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa pembelajaran menggunakan model problem solvingefektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir orisinil siswa pada materi larutan elektrolit dan non-elektrolit. Kata kunci:  kemampuan berpikir orisinil, larutan elektrolit dan non-elektrolit, model problem solving
Pengaruh Model Pembelajaran SiMaYang dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Kimia Ira Novita Sari; Sunyono Sunyono; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.081 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the effect and effect measurement of  SiMaYang learning model to improve chemical literacy ability on acid base topic. This research used quasi experiment method with Pretest-Posttest Control Group Design. Samples was selected by cluster random sampling. The effect of SiMaYang learning  model is measured on the average value of n-Gain, then the large size of the effect is measured based on the effect size. The results showed that 92% improvement of literacy’s in experiment class influenced by SiMaYang learning model. Base on the result this research, it can be concluded that SiMaYang learning model have a high effect in improving student chemical literacy abilitys on acid base topic.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh serta ukuran pengaruh  model pembelajaran  SiMaYang dalam meningkatkan kemampuan literasi kimia siswa pada materi asam basa. Metode yang digunakan adalah  kuasi eksperimen dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengaruh model pembelajaran SiMaYang diukur berdasarkan rata-rata nilai n-Gain, kemudian ukuran besar pengaruh diukur berdasarkan perhitungan effect size.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen 92% peningkatan literasi kimia siswa dipengaruhi oleh pembelajaran dengan model SiMaYang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran  SiMaYang berpengaruh besar dalam meningkatkan kemampuan literasi kimia siswa pada materi larutan asam basa.Kata Kunci: model pembelajaran SiMaYang, kemampuan literasi kimia 
ANALISIS KETERAMPILAN MENGELOMPOKKAN DAN MEMPREDIKSI MATERI KOLOID MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING Mifta Hanifa; Ila Rosilawati; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.681 KB)

Abstract

This research aimed to describe the skills of classifying and predict on the colloid matery by using Problem Solving models learning for high, intermediate and low groups of student. The subjects were students of class XI IPA1  SMA Negeri 12 Bandar Lampung. This research used the pre-experimental method, a one-shot case study design, and descriptive research. The results showed that the skill of classifying in high level group 10% were excellent, 70% were good, and 20% were enough. In the intermediate level group, 15% were excellent, 50% were good, and 35% were enough.In the low level group, 10% were excellent, 60% were good and 30% were enough.The skill of predict in high level group 20% were excellent, 50% were good, and 30% enough. In the intermediate level group, 30% were excellent, 40% were good, and 30% were enough. In the low level group, 40% were good, 50% were enough, and 10% were less. Penelitian ini bertujuan untuk men­deskripsikan keterampilan mengelompokkan dan memprediksi pada koloid menggunakan model pembel­ajaran Problem Solving pada siswa kelompok tinggi, sedang dan rendah.  Subyek penelitian ini adalah siswa XI IPA1  SMA Negeri 12 Bandar Lampung.  Penelitian ini menggu­na­kan metode pre-experiment, desain one shot case study, dan analisis data deskrip­tif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengelompokkan pada kelompok tinggi 10% sangat baik, 70% baik, dan 20% cukup. Ke­lom­pok sedang, 15% sangat baik, 50% baik dan 35% cukup. Kelompok rendah, 10% sangat baik, 60% baik, dan 30% cukup.  Keterampilan memprediksi pada kelom­pok tinggi 20% sangat baik, 50% baik, dan 30% cukup. Kelompok sedang 30% sangat baik, 40% baik, dan 30% cukup. Kelompok rendah 40%  baik, 50% cukup, dan 10% kurang.Kata kunci: kelompok kognitif, keterampilan memprediksi, keterampilan mengelompokkan, problem solving
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGELOMPOKKAN DAN MENYIMPULKAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING Ni Made Purnama Rini; Ila Rosilawati; Tasviri Efkar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.171 KB)

Abstract

The objective of this research was to describe the effectiveness of learning model of problem solving which was effective in increasing of classifying and concluding skill in the subject of non-electrolyte and electrolyte. The samples of this research were the students of SMA Persada Bandar Lampung class X3 and X4 at even semester year of 2012-2013. This research used quasi experiment method by Non Equivalent (Pretest and Posttest) control group design. The result of this research showed the average of classifying skill n-Gain for control class and experimental class were 0,39 and 0.68 and the average of concluding skill n-Gain for control class and experimental class were 0,46 and 0,66. Based on hypothesis testing, it was known that the class which used learning of problem solving had higher classifying and concluding skill than the class which used conventional learning. It showed that learning of problem solving was effective in increasing the classifying and concluding skill.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran problem solving yang efektif dalam meningkatkan keterampilan mengelompokkan dan menyimpulkan pada materi larutan non-elektrolit dan elektrolit. Sample dalam penelitian ini adalah siswa SMA Persada Bandar Lampung kelas X3 dan kelas X4 semester genap Tahun Ajaran 2012-2013. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Non Equivalent (Pretest and Posttest) Control Group Design..Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata n-Gain keterampilan mengelompokkan untuk kelas kontrol dan eksperimen masing-masing 0,39 dan 0,68 dan rerata n-Gain keterampilan menyimpulkan untuk kelas kontrol dan eksperimen masing-masing 0,46 dan 0,66. Berdasarkan uji hipotesis, diketahui bahwa kelas dengan pembelajaran problem solving memiliki keterampilan mengelompokkan dan menyimpulkan yang lebih tinggi dibandingkan kelas dengan pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran problem solving efektif dalam meningkatkan keterampilan mengelompokkan dan menyimpulkan.Kata kunci: keterampilan mengelompokkan dan menyimpulkan, pembelajaran, problem solving.
Co-Authors Ade Wahyu Saputra Aerli Nurfita Dewi Afdal Bahri Afriani Afriani Agita Viola Putri Ahmad Tohir Aldes Penkin Putriani Alfiatun Nikmah Ali Rifa'i Ali Sugandi Ama Nur Anna Ana Zuhriatun Nisa Anadia Rosaria Anggun Purnama Sari Anita Amelia Anna Musmita Sari Aprilia Dwi Puspita Aria Aditia Jaya Arif Irman Setyo Wibowo Arum Khalista Faezaty Atika Agustina Ayu Azzahara Al Balqis bayu saputra Bella Nur Farida Deny Nico Vrasley Desi Permata Sari Desia Abrisa Dewi Yuliana Dwi Siti Asyiah Dyah Emi Wahyuni Eka Irmayta Eka Yunita Zuliana Elia Rahmah Elok SuciWahyuni emmawati sofya Emmawaty Sofya Erika Mirna Sari Esty Indriyani Safitri Eva Margaretha purba Febriyola Kurnia Utami Febry Zahara Feriyanda Putratama Fitri Septi Lutfiani Widodo Fitria Yuliza Fredinan Yulianda Galuh Ayuningtyas Dwi Untari Gesti Eka Saputri Herni Agustiani I Gusti Bagus Wiksuana I Wayan Agustika Ika Yuniarti Ila Rosilawati Ira Mutia Sari Ira Novita Sari Jehan Sari Dewi Jihan Rifka Nabilla Johan Adhi Nugroho Kadek Yuliya Dewi Astuti Kenia Mahargyani Laurence Mart Sihaloho Lina Astutik Lisa Tania Lista Misria Malida Aprilliza Maria Dwi Natalia Maria Mustika Sari Marina Setyarini Meliana Sri agustin Mentari Bela Wahyudienie Mentari Panca Rahayu Mifta Hanifa mila marlinda Mutiatul Karimah Nabella Islamiyati Yuan Nanik Susanti Pravitasari Neny Sherliani Ni Made Purnama Rini Ni Wayan Chacha Novia Nina Kadaritna Nomi Suryani Noor Fadiawati Nur Insani Nurlaili Fitria Nurmala Nurmala Nurmala Nurmala pitri yunia Putu Endriyana Wijaya Rani Qudwah Mutawakkilah rahmanudin rahmanudin Ratu Beta Rudibyani Ratu Betta Rudibiyani Ratu Betta Rudibyani Reliyana Reliyana Resi Indah Ning Suwarni resi sari yandra Reva Dwi Pertiwi ria septiana Rina Meri M Risko Apriandi Riya Pebriyani rizky dewi nursanty Rizky Monika Gusnandalia Rohmawati Rohmawati Rosmawati Rosmawati Ryzal Perdana Septiana Dwi Mulyani SITI AISAH Siti Hardiyanti Sunyono - - tarik azis tazkia tirta victorya tumirah tumirah Vina Rosalina Vini Agustiani Wanggi Setra Wiwit Gunawi Wuny Noviyanti Yani Efrina Yayi Aisyah Dewi Putri Yogi Aprianto Yuca Aryanti Yudha Franstya Yunita Sari