Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI DALAM PERSPEKTIF STRENGT, WEAKNESS, OPPORTUNITIES, THREATS (SWOT): STUDI DI SD NEGERI 42 AMPENAN Nur Handayani Hasanah; M. Sobry; Erna Anggraini
El Midad Vol. 13 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v13i1.3368

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh munculnya virus covid-19 yang mengakibatkan negara untuk lockdown, langkah pemerintah untuk tidak meluasnya penyebaran virus terutama bidang pendidikan yaitu menerapkan pembelajaran daring. Penelititian bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pembelajaran daring dalam dunia pendidikan dengan memaknai apa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman atau analisis strength, weaekness, opportunities, dan threats (SWOT) pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua SDN 42 Ampenan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran daring di SD Negeri 42 Ampenan dalam perspektif strength, weaekness, opportunities, dan threats memiliki 1) Strengt (kekuatan): pertama guru lebih kreatif menyampaikan materi dan dapat memilih model serta metode yang menarik guna dapat terlaksana tujuan pembelajaran. Kedua kemampuan guru, peserta didik dan orang tua meningkat dalam menggunakan teknologi. Ketiga pembelajaran daring dapat diakses di mana saja dan kapan saja, serta memberikan tambahan referensi pembelajaran sebagai pembanding dan meningkatkan kemampuan. 2) Weakness (kelemahan): pertama kurangnya sarana prasarana bagi peserta didik, kedua kemampuan sebagian anak tidak maksimal dalam belajar, ketiga kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak. 3) Opportunities (peluang): pertama, membangun sikap aktif bertanya dan kritis dalam diri peserta didik. Kedua, integrasi teknologi dengan SDM (guru dan peserta didik) yang memberikan serta menyesuaikan diri dengan perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4) Threats (ancaman): pertama kesehatan anak terganggu karena kecanduan bermain gadget, kedua pergeseran cara pandang belajar. Ketiga, tidak optimalnya sistem pengajaran guru.
Metode Guru PAI Dalam Mengembangkan Sikap Spiritual Dan Sosial Siswa Kelas V SDN 12 Mataram M. SOBRY; Fitriani Fitriani
El Midad Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v14i2.5385

Abstract

Pengembangan sikap spiritual dan sosial siswa sangat perlu dilakukan oleh guru PAI guna membentuk pribadi siswa yang bertawqa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, disiplin dan bertanggungjawab sebagai bekal untuk kehidupan di masa depan, oleh karena itu penggunaan metode yang tepat dapat membantu guru dalam pengembangan sikap spiritual dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui metode guru PAI dan faktor pendukung dalam mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa kelas V SDN 12 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Metode guru PAI dalam mengembangkan sikap spiritual siswa kelas V SDN 12 Mataram, adalah melalui metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat. 2). Metode guru PAI dalam mengembangkan sikap sosial siswa kelas V SDN 12 Mataram, yaitu melalui metode diskusi kelompok, pola pembiasaan, modeling, kegiatan spontan dan pemberian sanksi atau hukuman,. (3). Faktor pendukung guru PAI dalam mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa kelas V SDN 12 Mataram, yaitu peran orang tua yang mendukung dan memotivasi siswa, peran sekolah yang menyediakan fasilitas dan kebijakan-kebijakan untuk membantu mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa, peran guru yang selalu menggunakan berbagai cara untuk mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa menjadi lebih baik.