Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI DALAM PERSPEKTIF STRENGT, WEAKNESS, OPPORTUNITIES, THREATS (SWOT): STUDI DI SD NEGERI 42 AMPENAN Nur Handayani Hasanah; M. Sobry; Erna Anggraini
El Midad Vol. 13 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v13i1.3368

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh munculnya virus covid-19 yang mengakibatkan negara untuk lockdown, langkah pemerintah untuk tidak meluasnya penyebaran virus terutama bidang pendidikan yaitu menerapkan pembelajaran daring. Penelititian bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang pembelajaran daring dalam dunia pendidikan dengan memaknai apa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman atau analisis strength, weaekness, opportunities, dan threats (SWOT) pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua SDN 42 Ampenan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah pelaksanaan pembelajaran daring di SD Negeri 42 Ampenan dalam perspektif strength, weaekness, opportunities, dan threats memiliki 1) Strengt (kekuatan): pertama guru lebih kreatif menyampaikan materi dan dapat memilih model serta metode yang menarik guna dapat terlaksana tujuan pembelajaran. Kedua kemampuan guru, peserta didik dan orang tua meningkat dalam menggunakan teknologi. Ketiga pembelajaran daring dapat diakses di mana saja dan kapan saja, serta memberikan tambahan referensi pembelajaran sebagai pembanding dan meningkatkan kemampuan. 2) Weakness (kelemahan): pertama kurangnya sarana prasarana bagi peserta didik, kedua kemampuan sebagian anak tidak maksimal dalam belajar, ketiga kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak. 3) Opportunities (peluang): pertama, membangun sikap aktif bertanya dan kritis dalam diri peserta didik. Kedua, integrasi teknologi dengan SDM (guru dan peserta didik) yang memberikan serta menyesuaikan diri dengan perkambangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4) Threats (ancaman): pertama kesehatan anak terganggu karena kecanduan bermain gadget, kedua pergeseran cara pandang belajar. Ketiga, tidak optimalnya sistem pengajaran guru.
Metode Guru PAI Dalam Mengembangkan Sikap Spiritual Dan Sosial Siswa Kelas V SDN 12 Mataram M. SOBRY; Fitriani Fitriani
El Midad Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v14i2.5385

Abstract

Pengembangan sikap spiritual dan sosial siswa sangat perlu dilakukan oleh guru PAI guna membentuk pribadi siswa yang bertawqa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, disiplin dan bertanggungjawab sebagai bekal untuk kehidupan di masa depan, oleh karena itu penggunaan metode yang tepat dapat membantu guru dalam pengembangan sikap spiritual dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui metode guru PAI dan faktor pendukung dalam mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa kelas V SDN 12 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Metode guru PAI dalam mengembangkan sikap spiritual siswa kelas V SDN 12 Mataram, adalah melalui metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat. 2). Metode guru PAI dalam mengembangkan sikap sosial siswa kelas V SDN 12 Mataram, yaitu melalui metode diskusi kelompok, pola pembiasaan, modeling, kegiatan spontan dan pemberian sanksi atau hukuman,. (3). Faktor pendukung guru PAI dalam mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa kelas V SDN 12 Mataram, yaitu peran orang tua yang mendukung dan memotivasi siswa, peran sekolah yang menyediakan fasilitas dan kebijakan-kebijakan untuk membantu mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa, peran guru yang selalu menggunakan berbagai cara untuk mengembangkan sikap spiritual dan sosial siswa menjadi lebih baik.
Concept of Educational Quality Management from General and Islamic Perspectives Alimin Alimin; Rukyatun Ulya; M. Sobry
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4079

Abstract

Educational Quality Management (EQM) represents a vital and systematic endeavor to achieve institutional excellence and ensure stakeholder satisfaction. This article undertakes a focused examination of the EQM concept from both general and Islamic perspectives, aiming to analyze and compare their fundamental definitions, targets, and core principles. The study employs a literature review method, relying entirely on the analysis of texts and documents, including academic books, Islamic educational management literature, government regulations, and secondary empirical data such as PISA survey results. The analysis was conducted using qualitative content analysis and thematic integration to construct a comprehensive understanding. The findings show that general EQM focuses on effectiveness, efficiency, stakeholder involvement, continuous improvement, and data-driven decision-making. The Islamic perspective enriches this by integrating spiritual values like faith (iman), sincerity (ikhlas), diligence (itqan), excellence (ihsan), and accountability. Consequently, educational quality is measured holistically, encompassing both academic achievement and the successful cultivation of noble character and social well-being. The integration of these modern principles with Islamic values is presented as a strategic foundation for strengthening education quality in Indonesia, particularly in addressing persistent challenges like low scores in literacy, numeracy, and creative thinking skills among students.    
DIALEKTIKA NILAI PENDIDIKAN ISLAM DAN MODERNITAS DALAM KONSTRUKSI GENDER PADA ORGANISASI MAHASISWA ISLAM Bq Ditia Widari; Ahmad Sulhan; Mira Mareta; Maimun Maimun; M. Sobry; Hilmiati Hilmiati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11116

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the paradox between the normative commitment of Islamic student organizations to gender equality and organizational social practices that still demonstrate gender bias tendencies. The study aims to analyze the dialectic between Islamic educational values and modernity in shaping gender construction within the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) at UIN Mataram. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving PMII administrators and members. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana through data condensation, data display, conclusion drawing, and verification. The findings reveal that PMII serves as a dialectical space that integrates Islamic educational values and modernity within its cadre system, organizational culture, and leadership practices. Aswaja values such as tawazun, tasamuh, ta’adul, and i’tidal form the basis for developing a contextual and moderate understanding of gender. Modernity is reflected through critical culture, gender education, meritocracy, and the strengthening of women’s intellectual capacities. However, patriarchal culture still influences organizational social practices, particularly in stereotypes toward women’s leadership, gender-biased division of labor, and the low participation of women in strategic organizational spaces. The study concludes that gender construction in PMII is formed through a dynamic negotiation process between Islamic educational values and modernity, resulting in a dialogical, moderate, and evolving understanding of gender. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya paradoks antara komitmen normatif organisasi mahasiswa Islam terhadap kesetaraan gender dengan praktik sosial organisasi yang masih menunjukkan kecenderungan bias gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika nilai pendidikan Islam dan modernitas dalam membentuk konstruksi gender pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di UIN Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pengurus serta kader PMII. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMII menjadi ruang dialektik yang mempertemukan nilai pendidikan Islam dan modernitas dalam sistem kaderisasi, budaya organisasi, dan praktik kepemimpinan kader. Nilai-nilai Aswaja seperti tawazun, tasamuh, ta’adul, dan i’tidal menjadi landasan dalam membangun pemahaman gender yang moderat dan kontekstual. Modernitas tercermin melalui budaya kritis, pendidikan gender, meritokrasi, dan penguatan kapasitas intelektual perempuan. Namun, budaya patriarki masih memengaruhi praktik sosial organisasi, terutama dalam stereotip kepemimpinan perempuan, pembagian kerja berbasis gender, dan rendahnya partisipasi perempuan dalam ruang strategis organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi gender di PMII terbentuk melalui proses negosiasi dinamis antara nilai pendidikan Islam dan modernitas sehingga menghasilkan pemahaman gender yang dialogis, moderat, dan terus berkembang.
INTERNALISASI NILAI AKHLAKUL KARIMAH DALAM MEMBENTUK ETIKA SISWA Ahmat Rifa’i; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry; Maimun Maimun; Mira Mareta
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11123

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the importance of developing students’ ethics through the internalization of akhlakul karimah values in the school environment. The study aimed to analyze the process of internalizing akhlakul karimah values in shaping students’ ethics at SMPN 4 Janapria. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of Islamic Education teachers, students, and school authorities selected through purposive sampling techniques. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using interactive analysis techniques involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the internalization of akhlakul karimah values was carried out through three stages, namely value transformation, value transaction, and transinternalization. The process was implemented through Islamic Religious Education learning, teacher role modeling, habituation, school culture, and religious activities such as congregational prayers, short religious lectures (kultum), Qur’an recitation, and the 5S program (smile, greeting, salutation, politeness, and courtesy). In addition, the concepts of sam’ and fu’ad from the perspective of Islamic psychology indicate that value internalization not only affects cognitive aspects but also students’ spiritual and psychological dimensions. Therefore, the internalization of akhlakul karimah values plays an important role in shaping students’ ethics through the integration of learning, school culture, and continuous religious habituation. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan etika siswa melalui internalisasi nilai akhlakul karimah di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai akhlakul karimah dalam membentuk etika siswa di SMPN 4 Janapria. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, siswa, dan pihak sekolah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlakul karimah dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Proses tersebut dilaksanakan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam, keteladanan guru, pembiasaan, budaya sekolah, serta kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, kultum, membaca Al-Qur’an, dan program 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Selain itu, konsep sam’ dan fu’ad dalam perspektif psikologi Islam menunjukkan bahwa internalisasi nilai tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga aspek spiritual dan psikologis peserta didik. Dengan demikian, internalisasi nilai akhlakul karimah berperan penting dalam membentuk etika siswa melalui integrasi pembelajaran, budaya sekolah, dan pembiasaan religius secara berkelanjutan.
KETELADANAN ORANG TUA DALAM INTERAKSI LINTAS AGAMA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Shaumy Imani Istiqomah; Mira Mareta; Maimun Maimun; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11153

Abstract

  ABSTRACT This study was motivated by the importance of parental role modeling in shaping children’s tolerant behavior within a pluralistic society. The study aimed to analyze parents’ exemplary attitudes in interfaith interactions and their implications for children’s behavior from the perspective of Islamic education. This research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Muslim families living alongside non-Muslim communities. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that parents’ exemplary behavior in building harmonious relationships with non-Muslims had a positive influence on children’s behavioral development. Children tended to demonstrate tolerant attitudes, politeness, respect for differences, and the ability to establish positive social relationships within their environment. In the perspective of Islamic education, these behaviors are aligned with the values of tasamuh, ukhuwah insaniyah, and hablum minannas, which emphasize the importance of noble character in social life. In addition, the study found that children who were consistently exposed to positive interfaith interactions within the family environment developed stronger social adaptability and greater openness toward diversity. The findings also indicate that family-based character education through parental role modeling can serve as an effective strategy for fostering social harmony and strengthening inclusive attitudes among children in multicultural communities. This study confirms that parental role modeling serves as an effective medium of social education in shaping children’s tolerant behavior in a pluralistic society. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keteladanan orang tua dalam membentuk perilaku toleran anak di tengah masyarakat plural. Penelitian bertujuan menganalisis keteladanan orang tua dalam interaksi lintas agama serta implikasinya terhadap tingkah laku anak dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap keluarga Muslim yang hidup berdampingan dengan masyarakat non-Muslim. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan orang tua dalam membangun hubungan harmonis dengan non-Muslim memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan perilaku anak. Anak cenderung menunjukkan sikap toleran, santun, menghargai perbedaan, serta mampu menjalin hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar. Dalam perspektif pendidikan Islam, perilaku tersebut sejalan dengan nilai tasamuh, ukhuwah insaniyah, dan hablum minannas yang menekankan pentingnya akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pembiasaan interaksi sosial yang harmonis dalam keluarga turut memperkuat kemampuan anak dalam beradaptasi dengan keberagaman sosial di lingkungannya. Proses keteladanan yang dilakukan secara konsisten juga membentuk kesadaran anak untuk menjunjung sikap saling menghormati dan hidup damai di tengah perbedaan keyakinan. Penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan orang tua menjadi media pendidikan sosial yang efektif dalam membentuk perilaku toleran anak di masyarakat plural.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI ERA SOCIETY 5.0 Fitriah Fitriah; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11195

Abstract

ABSTRACT The Society 5.0 era demands the integration of digital technology with humanitarian values in various sectors, including Islamic education. This study aims to analyze the implementation of digital-based Islamic Religious Education (PAI) learning and its impact on strengthening students’ religious character. The research employed a descriptive qualitative approach using a literature study method through the collection, analysis, and interpretation of relevant scientific sources. The findings indicate that the integration of digital platforms, interactive media, and internet-based learning resources in PAI learning enhances student engagement, strengthens religious understanding, and supports the internalization of spiritual values through structured digital habituation. In addition to improving learning effectiveness, the use of digital technology also contributes to balancing students’ ritual piety and social piety. However, its implementation still faces challenges such as low digital literacy, limited supervision of digital media use, and the potential for moral degradation in cyberspace. Therefore, strengthening the role of teachers, continuous supervision, and wise use of technology are necessary to ensure that digital-based PAI learning can effectively shape students’ religious character in the Society 5.0 era. ABSTRAK Era Society 5.0 menuntut integrasi teknologi digital dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis digital serta dampaknya terhadap penguatan karakter religius siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka melalui pengumpulan, analisis, dan interpretasi berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform digital, media interaktif, dan sumber belajar berbasis internet dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman keagamaan, serta mendukung internalisasi nilai-nilai spiritual melalui pembiasaan digital yang terarah. Selain meningkatkan efektivitas pembelajaran, penggunaan teknologi digital juga berperan dalam membentuk keseimbangan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan pengawasan penggunaan media digital, dan potensi dekadensi moral di ruang siber. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran guru, pengawasan yang berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi secara bijak agar pembelajaran PAI berbasis digital dapat berjalan efektif dalam membentuk karakter religius siswa di era Society 5.0.
KURIKULUM INKLUSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK PENGUATAN KARAKTER DAN SPIRITUALITAS PESERTA DIDIK DI ERA DISRUPSI DIGITAL: PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN Miptahussurur Miptahussurur; Hilmiati Hilmiati; m. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11508

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of an inclusive curriculum in Islamic Religious Education (PAI) as an effort to strengthen students’ character and spirituality in the era of digital disruption from the perspective of educational psychology. The era of digital disruption presents various challenges to students’ moral and spiritual development, such as reduced social interaction, weakened empathy, and the negative influence of digital media. This study employed a qualitative method using a library research approach. Data were collected from scientific sources including journals, books, academic articles, and relevant documents, which were then analyzed through data reduction, data presentation, and descriptive-analytical conclusion drawing. The findings indicate that an inclusive curriculum in PAI plays an important role in shaping students’ religious character and spirituality through the cultivation of tolerance, empathy, justice, and respect for diversity. The perspective of educational psychology emphasizes that learning processes which consider emotional, social, and spiritual aspects can enhance students’ religious awareness and positive behavior. In addition, the educational use of digital technology can support the internalization of character and spiritual values more effectively. This study concludes that an inclusive curriculum in Islamic Religious Education is an important strategy for creating humanistic, adaptive, and rel ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum inklusi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik di era disrupsi digital ditinjau dari perspektif psikologi pendidikan. Era disrupsi digital menghadirkan berbagai tantangan terhadap perkembangan moral dan spiritual peserta didik, seperti menurunnya interaksi sosial, lemahnya empati, serta pengaruh negatif media digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, artikel akademik, dan dokumen relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum inklusi dalam PAI berperan penting dalam membentuk karakter religius dan spiritualitas peserta didik melalui penanaman nilai toleransi, empati, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Perspektif psikologi pendidikan menegaskan bahwa pembelajaran yang memperhatikan aspek emosional, sosial, dan spiritual mampu meningkatkan kesadaran religius serta perilaku positif peserta didik. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital secara edukatif dapat mendukung internalisasi nilai karakter dan spiritualitas secara lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum inklusi dalam PAI menjadi strategi penting dalam menciptakan pembelajaran yang humanis, adaptif, dan relevan dengan tantangan era digital.
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM MEWUJUDKAN LEMBAGA PENDIDIKAN BERJIWA PESANTREN YANG UNGGUL DAN KOMPETITIF) Iman Hendra Yani; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11509

Abstract

ABSTRACT The quality management of Islamic boarding school education has become an important issue in responding to the demands for improving the quality of Islamic educational institutions that are excellent, adaptive, and competitive in the midst of contemporary developments. This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management (TQM) in educational quality management at Daarul Muttaqiin Islamic Boarding School, Empang, Sumbawa, and to identify various managerial problems that hinder the optimization of institutional quality. This research employed a descriptive qualitative approach using a single case study method. Data were collected through in-depth interviews with 18 key informants, participant observation, and documentation studies conducted over four months. Data analysis was carried out systematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Daarul Muttaqiin Islamic Boarding School faces several managerial problems, including weak documentation and administrative systems, limited managerial competence of human resources, suboptimal internal supervision and quality assurance mechanisms, the emergence of disciplinary cases among students, and increasing competitive pressure from other formal educational institutions. The study found that the implementation of TQM integrated with the values of Panca Jiwa Pesantren serves as a contextual and sustainable strategy for strengthening educational quality. Furthermore, this research produced the TQM-Daarul Muttaqiin Model as a quality management framework that is relevant for implementation in Islamic educational institutions located in 3T areas (Frontier, Outermost, and Disadvantaged Regions) ABSTRAK Manajemen mutu pendidikan pesantren menjadi isu penting dalam menghadapi tuntutan peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan kompetitif di tengah perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam manajemen mutu pendidikan di Pondok Pesantren Daarul Muttaqiin Empang, Sumbawa, serta mengidentifikasi berbagai problem manajerial yang menghambat optimalisasi mutu lembaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci, observasi partisipan, dan studi dokumentasi selama empat bulan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Daarul Muttaqiin menghadapi sejumlah persoalan manajerial, meliputi lemahnya sistem dokumentasi dan administrasi, keterbatasan kompetensi manajerial sumber daya manusia, belum optimalnya sistem pengawasan dan penjaminan mutu internal, munculnya kasus indisipliner santri, serta meningkatnya tekanan kompetitif dari lembaga pendidikan formal lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi TQM yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Panca Jiwa Pesantren mampu menjadi strategi penguatan mutu pendidikan secara kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menghasilkan Model TQM-Daarul Muttaqiin sebagai kerangka manajemen mutu pesantren yang relevan untuk diterapkan pada lembaga pendidikan Islam di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).