Articles
The Difference of Lens Thickness in Acute and Chronic Primary Angle Closure Glaucoma
Sucyeka Syafutri;
Fitratul Ilahi
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 17 (2023): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37275/bsm.v6i17.731
Background: Lens thickness is one of the factors that influence the mechanism of acute primary angle closure glaucoma (PACG). The thicker lens usually results in a shallower anterior chamber angle (ACA), and the gradual and progressive increase in lens thickness with age results in exaggerated shallowing of the ACA. Because lens thickness has an important role in acute PACG mechanism, prophylactic treatment like lens extraction might prevent PACG in early stages. This study aimed to describe the difference in lens thickness in acute and chronic PACG. Methods: The research was a cross-sectional study with samples conducted in Dr. M. Djamil General Hospital from September-December 2019. The number of eyes that fulfilled the inclusion criteria were 50 eyes from 50 patients consisting of 25 eyes with acute PACG and 25 eyes with chronic PACG. Subjects were examined with ocular biometry using A-scan biometry to evaluate lens thickness. Data were processed and analyzed using a computer program with a chi-square test. Results: Mean of lens thickness in acute PACG is 5.02 ± 0.45, while in chronic PACG is 4.86 ± 0.40. The difference in lens thickness in acute and chronic PACG were statistically significant (p = 0,037). Conclusion: Lens thickness is thicker in acute PACG than in chronic PACG.
Karakteristik Pasien Keratosis Seboroik Lanjut Usia di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang
Tisa Hamzany;
Rina Gustia;
Fitratul Ilahi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jikesi.v3i4.899
Latar Belakang: Keratosis seboroik merupakan salah satu tumor jinak kulit terbanyak yang dilaporkan pada kelompok umur lanjut. Usia, sinar matahari, genetik dan pekerjan berperan penting dalam faktor risiko peningkatan proses terbentuknya lesi keratosis seboroik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien keratosis seboroik lanjut usia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien keratosis seboroik lanjut usia di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional dengan total sampel yaitu 20 sampel pasien lanjut usia yang didiagnosis keratosis seboroik. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada periode Januari 2019 – Desember 2021. Hasil: Penelitian ini menunjukkan kelompok usia terbanyak pada rentang usia 60-70 tahun (60%), pekerjaan pasien keratosis seboroik lanjut usia ditemukan lebih banyak di luar ruangan (60%) dengan lama paparan sinar matahari sebesar >6 jam/hari (45%). Gejala subjektif sebesar 55% berupa gatal lebih banyak ditemukan. Wajah adalah lokasi tersering ditemukannya lesi keratosis seboroik pada lanjut usia (51,4%). Durasi sebelum terapi pasien keratosis seboroik lanjut usia sebagian besar >15 tahun (65%) dan untuk pilihan terapi terbanyak adalah elektrokauterisasi (45,2%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar kasus keratosis seboroik lanjut usia di poliklinik RSUP Dr. M. Djamil Padang berumur 60 – 70 tahun, bekerja di luar ruangan, di bawah sinar matahari selama >6 jam/hari, merasakan gatal, ditemukan di wajah, menderita >15 tahun dan mendapatkan terapi elektrokauter.
Pengaruh Parental Monitoring terhadap Risky Driving Behavior pada Remaja Awal
Siskal Idzni Putri;
Dwi Puspasari;
Fitratul Ilahi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13562
Seringkali ditemukan para remaja awal yang masih dibawah umur telah mengendarai sepeda motor dan perilaku-perilaku berkendara mereka yang berkaitan dengan risky driving behavior. Faktor yang dapat mempengaruhi risky driving behavior yaitu pengawasan orang tua atau parental monitoring. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel parental monitoring terhadap risky driving behavior pada remaja awal . Metode kuanitatif pada penelitian ini merupakan analisis regresi linier sederhana. Penelitian ini mengumpulkan sebanyak 141 orang yang merupakan remaja awal berusia 11-15 tahun di Provinsi Sumatera Barat, merupakan pengendara sepeda motor sedikitnya selama satu tahun terakhir, serta tinggal bersama kedua orang tua . Teknik pengumpulan sampel adalah purposive sampling. Skala penelitian ini memodifikasi skala The Behavior of Young Novice Driver Scale (BYNDS) untuk variabel risky driving behavior dan mengadaptasi alat ukur parental monitoring untuk skala parental monitoring. Penelitian ini menemukan hasil bahwa parental monitoring berpengaruh terhadap risky driving behavior pada remaja awal yang berpengaruh sebesar 8.3% (R square = .083) dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian.
Profil Pasien Glaukoma Juvenil di Poliklinik Mata RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017-2020
Hanny Vidya Sari;
Fitratul Ilahi;
Restu Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jikesi.v4i2.606
Latar Belakang: Glaukoma juveinil adalah bagian dari glaukoma primer sudut terbuka atau primary open angle glaucoma (POAG) dengan karakteristik penurunan secara autosomal dominan dan terjadi pada usia muda, sekitar 4 hingga 35 tahun. Glaukoma juveinil berkaitan dengan peningkatan tekanan intraokular (TIO) akibat struktur trabecular meshwork yang abnormal sehingga menyebabkan gangguan aliran aqueous humor. Peningkatan tekanan intraokular dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada saraf optik yang menyebabkan perubahan ukuran cup disk ratio (CDR) sehingga dapat berujung pada kebutaan. Objektif: Untuk mengetahui profil pasien glaukoma juveinil di Poliklinik Mata RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017-2020 Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis glaukoma juveinil oleh klinisi di Polikinik Mata RS Dr. M. Djamil Padang dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang dengan total 84 mata pasien dari tanggal 1 Januari 2017 – 31 Desember 2020. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pasien glaukoma juvenil sebagian besar laki-laki sebanyak 52,4% dengan kelompok umur terbanyak ≤20 tahun sebanyak 50%. Faktor resiko terbanyak ditemukan adalah dengan ada riwayat keluarga 64,3%, miopia 33.3%, dan TIO ≤21 mmHg 77,4%. 47,6% sampel memiliki visus normal. Stadium terbanyak adalah stadium sedang sebesar 79,8%. Tatalaksana terbanyak yaitu dengan monoterapi 76,2%. Kesimpulan: Karakteristik pasien glaukoma juveinil paling banyak yaitu laki-laki dan berada pada kelompok usia ≤20 tahun. Faktor resiko yang terbanyak adalah pada yang memilki riwayat keluarga dan miopia. Pasien terbanyak dengan visus normal dengan stadium sedang. Tatatalaksana yang paling banyak dilakukan adalah dengan monoterapi.
Correlation Between Visual Acuity and Severity Stages of Primary Angle-Clousure Glaucoma
Nurul Syifa Kurnia;
Husnil Kadri;
Fitratul Ilahi
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 6 No 1 (2024): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11594/ojkmi.v6i1.62
Introduction: Primary Angle Closure Glaucoma (PACG) is a major contributor to global irreversible blindness due to the closure of the angle and subsequent intraocular pressure elevation. Preventing permanent angle closure becomes pivotal in averting blindness linked to PACG. Visual impairment in PACG may occur acutely or chronically. This study aims to investigate the impact of PACG severity, assessed through cup-to-disc ratio (CDR), on the visual acuity of affected patients. Objective: The primary objective is to assess the correlation between PACG severity stages, measured by CDR indicative of glaucomatous cupping, and visual acuity in PACG patients. Methods: Conducted as a cross-sectional observational study, this research took place at the Ophthalmology Outpatient Clinic of RSUP Dr. M. Djamil Padang. The study enrolled 50 patients meeting clinical criteria, and data were subjected to Spearman's correlation test, with significance set at p<0.05. Results: The majority of PACG patients (54%) either did not experience or had not experienced visual impairment, and most were classified under moderate PACG (64%). Bivariate analysis revealed a significant positive correlation between visual acuity and PACG severity based on CDR (r=0.709). Conclusion: This study establishes a significant positive correlation, indicating that greater CDR, reflecting increased PACG severity, is associated with poorer visual acuity. Recognizing this association is crucial for developing targeted interventions and preventing irreversible visual loss in PACG patients.
Quality of life assessment glaucoma patients based on glaucoma symptom scale and glaucoma quality of life-15 score at M. Djamil Hospital Padang
Fitratul Ilahi;
Rince Liyanti
Majalah Oftalmologi Indonesia Vol 43 No 1 (2017): Ophthalmologica Indonesiana
Publisher : The Indonesian Ophthalmologists Association (IOA, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami))
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35749/journal.v43i1.139
Objective : To determine the Quality of Life glaucoma patients using Glaucoma Symptom Scale(GSS) and Glaucoma Quality Of Life-15 Score (GQL-15) Method : This was a cross sectional study. Subjects were patients diagnosed with primary glaucoma, aged >18 years, and able to fully comprehend the quiz on their regular visits. One hundred glaucoma patients were evaluated for their symptoms using Glaucoma Symptom Scale (GSS), and their ability to perform daily activities using the Glaucoma Quality of Life-15 Questionnaire (GQL-15). We analyze the correlation between the age, sex, visual acuity, medical and surgical treatment to the patients’ quality of life. Results: Data shows that there were significant differences between the visual GSS and the GQL- 15 score among respondents with unilateral blindness, bilateral blindness, and no blindness, which is patients with bilateral blindness have the worsen quality of life. The other GSS and GQL-15 statistical test showed no significant result. Conclusion: Quality of life assesment in glaucoma patient is an essential part to provide the most suitable and convenient treatment both in terms of vision and also improving their quality of life. GSS and GQL-15 were the suitable instrument to asses and determine the Quality of Life glaucoma patient in clinical practice.
Pendekatan Problem Solving (PBL) terhadap Hasil Belajar Tematik Pada Siswa Sekolah Dasar
Ilahi, Fitratul;
Montessori, Maria;
Suryana, Dadan
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.490
Tujuan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk Quasi Eksperimental Design dengan menggunakan bentuk Nonequivalent Control group Design yaitu untuk mengetahui pengaruh pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan peserta didik yang diberikan metode konvensional. Populasinya adalah Sekolah Dasar Negeri 13 Kapalo Koto Kota Padang dan sampelnya adalah peserta didik kelas IVA dan IVB sebanyak 57 orang. Pada penelitian ini kelompok eksperimen dan kontrol tidak dipilih secara random karena sampelnya ditentukan dengan teknik purposive sample. Instrumen penelitian terdiri dari (1) instrumen penilaian aspek kognitif, (2) Instrumen penilaian aspek afektif, dan (3) lembar observasi aktivitas siswa. Teknik analisa data yaitu (1) analisis aktivitas siswa (2) analisis hasil belajar dengan langkah-langkah uji normalitas, uji homogenitas variansi, dan uji hipotesis. Data penelitian diperoleh tes hasil belajar, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diberi pendekatan Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional dengan thitung = 1.836 < ftabel 1.898. hasil belajar, Problem Based Learning
Correlation Between Visual Acuity and Severity Stages of Primary Angle-Closure Glaucoma
Nurul Syifa Kurnia;
Kadri, Husnil;
Ilahi, Fitratul
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 6 No 1 (2024): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11594/ojkmi.v6i1.62
Introduction: Primary Angle Closure Glaucoma (PACG) is a significant cause of irreversible blindness worldwide. It is caused by the closure of the drainage angle in the eye, leading to increased intraocular pressure. This study investigates the relationship between PACG severity, as measured by cup-to-disc ratio (CDR), and visual acuity in patients with PACG. Objective: The primary objective is to assess the correlation between PACG severity stages, measured by CDR indicative of glaucomatous cupping, and visual acuity in PACG patients. Methods: Conducted as a cross-sectional observational study, this research took place at the Ophthalmology Outpatient Clinic of RSUP Dr. M. Djamil Padang. The study enrolled 50 patients meeting clinical criteria, and data were subjected to Spearman's correlation test, with significance set at p<0.05. Results: The majority of PACG patients (54%) either did not experience or had not experienced visual impairment, and most were classified under moderate PACG (64%). Bivariate analysis revealed a significant positive correlation between visual acuity and PACG severity based on CDR (r=0.709). Conclusion: This study establishes a significant positive correlation, indicating that greater CDR, reflecting increased PACG severity, is associated with poorer visual acuity. Recognizing this association is crucial for developing targeted interventions and preventing irreversible visual loss in PACG patients.
Pendekatan Problem Solving (PBL) terhadap Hasil Belajar Tematik Pada Siswa Sekolah Dasar
Ilahi, Fitratul;
Montessori, Maria;
Suryana, Dadan
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.490
Tujuan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk Quasi Eksperimental Design dengan menggunakan bentuk Nonequivalent Control group Design yaitu untuk mengetahui pengaruh pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan peserta didik yang diberikan metode konvensional. Populasinya adalah Sekolah Dasar Negeri 13 Kapalo Koto Kota Padang dan sampelnya adalah peserta didik kelas IVA dan IVB sebanyak 57 orang. Pada penelitian ini kelompok eksperimen dan kontrol tidak dipilih secara random karena sampelnya ditentukan dengan teknik purposive sample. Instrumen penelitian terdiri dari (1) instrumen penilaian aspek kognitif, (2) Instrumen penilaian aspek afektif, dan (3) lembar observasi aktivitas siswa. Teknik analisa data yaitu (1) analisis aktivitas siswa (2) analisis hasil belajar dengan langkah-langkah uji normalitas, uji homogenitas variansi, dan uji hipotesis. Data penelitian diperoleh tes hasil belajar, hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diberi pendekatan Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional dengan thitung = 1.836 < ftabel 1.898. hasil belajar, Problem Based Learning
Case Report of Phacolytic Glaucoma in the Eye Department of Dr. M. Djamil Hospital Padang
Fitria Rahmi Nukti;
Fitratul Ilahi
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 1 No. 4 (2024): November : International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62951/ijhsb.v1i4.108
A 68-year-old man came to the polyclinic at a type A hospital in West Sumatra with complaints of pain in the right eye since 3 weeks before coming to the hospital. Anamnesis and physical examination were performed on the patient and a diagnosis of phacolytic glaucoma was established. This article aims to report a case of phacolytic glaucoma which is a rare case of secondary open-angle glaucoma.