p-Index From 2021 - 2026
6.732
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Reposisi BULOG dan Integrasi Empat Dimensi FAO: Model Konseptual danRoadmap Strategis Ketahanan Pangan Nasional Indonesia (Repositioning BULOG and Integrating the Four FAO Dimensions: A ConceptualModel and Strategic Roadmap for Indonesia’s National Food Security) Ibnu, Muhammad
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.901

Abstract

        Ketahanan pangan nasional Indonesia menghadapi tantangan struktural yang kian kompleks akibat krisis iklim, disrupsi geopolitik, ketimpangan logistik, dan lemahnya kelembagaan. Studi ini merumuskan model konseptual dan roadmap strategis ketahanan pangan berbasis empat dimensi FAO—ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas—yang diadaptasi secara kontekstual ke dalam sistem pangan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen kebijakan dan literatur internasional untuk membangun kerangka integratif dan roadmap tiga tahapan (jangka pendek, menengah, dan panjang). Hasilnya, ditemukan bahwa reposisi kelembagaan Perum BULOG sebagai central food logistics agency merupakan syarat strategis untuk menjamin keterjangkauan, distribusi adil, dan respons sistemik terhadap krisis. Temuan ini memperkuat argumen bahwa tata kelola ketahanan pangan yang terintegrasi dan prediktif harus melibatkan sinergi antarsektor dan antarpulau dengan dukungan sistem digital berbasis data spasial. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam membangun sistem pangan nasional yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan.             Indonesia’s national food security system faces mounting structural challenges driven by climate crisis, geopolitical disruptions, logistical disparities, and institutional fragility. This study developed a conceptual model and strategic roadmap for national food security, based on the four FAO dimensions: availability, access, utilization, and stability, into an integrated framework contextualized for Indonesia. Employing a qualitative approach through document-based policy analysis and international literature review, the study developed a three-phase roadmap (short-term, medium-term, and long-term). The findings underscored the critical need to reposition Perum BULOG as a central food logistics agency to ensure food affordability, equitable distribution, and systemic responsiveness to crises. The study argued that predictive, data-driven, and institutionally coordinated food governance is essential to achieving a resilient and inclusive food system. Its contributions are both theoretical and practical, offering a framework for evidence-based policy and long-term sustainability in Indonesia’s food governance architecture.
Evaluasi Keunggulan Relatif Pertanian Organik dan Non-Organik Ibnu, Muhammad
JURNAL PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v32i3.741

Abstract

Para pendukung (supporter) mempromosikan berbagai keunggulan pertanian organik dalam menyediakan bahan pangan bagi umat manusia di bumi ini secara lebih berkelanjutan. Penelitian ini memiliki premis bahwa pertanian non-organik (yang rancu disebut sebagai pertanian konvensional) juga memiliki keunggulan relatif dibandingkan pertanian organik, sehingga argumen yang menyatakan bahwa seluruh pertanian non-organik perlu diubah menjadi pertanian organik adalah tidak tepat. Penelitian ini bertujuan membuktikan premis tersebut dengan mengevaluasi beberapa aspek kritis yang sering menjadi perdebatan, yaitu kebutuhan lahan, keanekaragaman hayati, kualitas air, degradasi lahan, analisis siklus lingkungan hidup, dan perubahan iklim. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap 151 penelitian mengenai pertanian non-organik dan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanian non-organik memiliki keuntungan relatif dan dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dapat menghindari bahaya dan/atau kerusakan akibat mengejar produktivitas yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen yang baik tampaknya akan lebih menentukan bagaimana sifat dampak pertanian pada lingkungan. Manajemen pertanian yang baik akan lebih berkontribusi pada lingkungan dan umat manusia dibandingkan ideologi pertanian yang ekstrem, seperti intensif memanfaatkan bahan kimia (tetapi kurang bijaksana) atau tidak memanfaatkan bahan kimia sama sekali.