Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Leksikon kepercayaan pemena suku Karo: Kajian ekolinguistik Marlisnawati Br Karo; Dwi Widayati; Alemina Br Perangin-angin
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.13830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk leksikon dalam kepercayaan Pemena suku Karo. Metode penelitian menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 256 leksikon kepercayaan Pemena yang terbagi dalam sembilan kelompok, meliputi leksikon nama-nama upacara ritual dan tradisi (29 leksikon), tempat ibadah (14 leksikon), persembahan sajian (36 leksikon), benda-benda ritual (35 leksikon), tumbuhan (58 leksikon), hewan (6 leksikon), cara mengobati (16 leksikon), dan nama-nama hari (30 leksikon). Penelitian leksikon kepercayaan Pemena suku Karo memiliki keterkaitan erat dengan unsur-unsur alam dan lingkungan, mencerminkan pandangan holistik masyarakat Karo terhadap hubungan manusia dengan alam. Namun, pemahaman terhadap leksikon tradisional ini mengalami pergeseran akibat modernisasi dan pengaruh agama formal, sehingga diperlukan upaya dokumentasi dan pelestarian untuk mencegah kepunahan warisan budaya yang berharga ini.
PERUBAHAN BUNYI BAHASA PROTO AUSTRONESIA KE DALAM BAHASA JAWA DIALEK SUMATERA (KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF) Fahmi Anggia Rizqi; Dwi Widayati
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.5.2.3380

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berkaitan tentang kajian linguistik historis komparatif yang membahas tipe-tipe perubahan bunyi dari Bahasa Proto-Austronesia ke dalam Bahasa Jawa Dialek Sumatera. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan teknik rekam dan catat. Sumber data didapatkan dari informan yang merupakan penutur asli bahasa Jawa Dialek Sumatera. Kosakata yang diambil dari rekaman penutur adalah yang terdaftar di daftar swadesh. Pada perubahan bunyi bahasa proto Austronesia ke dalam Bahasa Jawa Dialek Sumatera berdasarkan posisi bunyi hanya ada enam perubahan dari tujuh perubahan yaitu metatesis, afresis, sinkop, apokop, protesis dan paragog. Kata kunci: Comparative Historical Linguistic
Analisis Bentuk Lingual Leksikon Tumbuhan Obat pada Suku Karo di Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo: Kajian Ekolinguistik: Analysis of the Lingual Forms of Medicinal Plant Lexicons among the Karo Ethnic Group in Kuta Gerat Village, Tigabinanga District, Karo Regency: An Ecolinguistic Study Della Putri Dwinanda Br Kacaribu; Dwi Widayati; Latifah Yusri Nasution
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan leksikon tumbuhan obat pada suku Karo di Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo dan mendeskripsikan kognisi pengetahuan masyarakat Desa Kuta Gerat, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo terhadap tumbuhan obat berdasarkan dimensi biologis (ciri-ciri) dan dimensi ideologis (manfaat) dan dimensi sosiologis (interaksi sosial). Penelitian dilakukan melalui empat tahap, yaitu sumber data, pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Pada tahap sumber data didapat melalui wawancara langsung kepada informan. Pengumpulan data digunakan metode cakap dengan teknik pancing dan cakap semuka (CS), serta metode simak dengan teknik sadap, Simak Libat Cakap (SLC), rekam, dan catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Hubung Banding Membedakan (HBB), sedangkan penyajian hasil dilakukan secara informal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 70 yang terbagi menjadi 37 kata dasar, 23 kata majemuk, dan 10 frasa. Leksikon tumbuhan obat, seperti alia, belo, sibo, ambat tuah, kumis kucing, mahkota dewa, besi-besi sangka simpilet, pede mbiring, dan terabangun meratah, yang diklasifikasikan dalam bentuk kata, dan frasa. Tumbuhan obat tersebut dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, sakit perut, terkilir, patah tulang. Temuan ini mencerminkan adanya interaksi, interelasi, dan interdependensi antara masyarakat dengan lingkungan alam, serta menunjukkan keterkaitan erat antara bahasa, flora, dan budaya masyarakat setempat.