Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KOMUNIKASI SIMBOLIK KAUM LESBIAN FEMME DALAM MEMILIH PASANGAN (Studi Kasus Di Kota Binjai Sumatera Utara) Elsi vania Sinulingga; Rakhmadsyah Putra Rangkuty; Amiruddin Ketaren; Alwi Alwi
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol 8, No 1 (2022): Budaya Lokal
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v8i1.5076

Abstract

Penelitian ini berjudul :Komunikasi Simbolik Kaum Lesbian Femme Dalam Memilih Pasangan (Studi Kasus Di Kota Binjai Sumatera Utara). Penelitian ini berfokus pada individu lesbian bukan pada komunitas lesbian. Adapun masalah yang diangkat adalah bagaimana komunikasi simbolik kaum lesbian di Kota Binjai dan bagaimana identitas femme memilih pasangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komunikasi simbolik kaum lesbian di Kota Binjai dan untuk mengetahui identitas femme dalam memilih pasangan. metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini informan berjumlah empat orang dan ke empat orang tersebut menduduki peran masing-masing sebagai seorang lesbian. Dari hasil penelitian ini terdapat komunikasi simbolik yang di gunakan kaum lesbian melalui bahasa verbal maupun non verbal, bahasa ini disertai dengan simbol-simbol yang di gunakan kaum lesbian dalam berinteraksi kemudian proses pemilihan pasangan pada identitas Femme dimana hasil penelitian terdapat dua orang lesbian yang terdeteksi sebagai biseksual dengan skala yang berbeda-beda menurut Kontinum Kinsey dalam (Lehmiler, 2014).
Khanduri Meuninum Pade Pada Masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara Fitriana Fitriana; Amiruddin Ketaren
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol 8, No 1 (2022): Budaya Lokal
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v8i1.6511

Abstract

Penelitian ini berjudul Khanduri Meuninum Pade Pada Masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini mengfokuskan pada motif masyarakat di Gampong Cot Leupee Kecamatan Nisam masih melakukan khanduri meuninum pade di era modern ini, dan proses pelaksanaan khanduri meuninum pade pada masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam dari proses sebelum melaksanakan khanduri hingga proses ketika pelaksanaan khanduri. Penelitian ini menggunakan teori budaya perspektif Clifford Geertz. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan menggunaka pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motif masyarakat Gampong Cot Leupee masih melakukan khanduri meuninum pade adalah (a) adanya manfaat bagi masyarakat, (b) membangun hubungan silaturrahmi sesama petani, (c) mengikuti aturan keujruen blang, dan (d) mendoakan meningkatkan hasil panen. Proses pelaksanaan khanduri meuninum pade pada masyarakat Cot Leupee Kecamatan Nisam adalah (a) proses sebelum dilaksanakan khanduri meuninum pade dimulai dari penentuan jadwal khanduri yang ditentukan oleh keujruen blang, penyampaian informasi jadwal khanduri pada geuchiek, dan geuchiek mengumumkan kepada masyarakat, mengundang ustaz sebagai pemimpin doa, dan mengumumkan jadwal gotong royong bersama, dan menyiapkan biaya pelaksanaan khanduri, (b) Proses ketika dilaksanakan khanduri meuninum pade dimulai gotong royong bersama, menyiapkan makanan dan membawa ketempat usaha, berdoa terlebih dahulu, menikmati makan bersama, mendengar informasi yang disampaikan oleh keujruen blang, dan membersihkan tempat tersebut setelah siap khanduri.
STRATEGI IBU YANG BEKERJA DALAM MENYIAPKAN SARAPAN PAGI BAGI ANAK YANG BERSEKOLAH DI KOTA LHOKSEUMAWE Nur Jannah; Cut Rizka Al Usrah; Amiruddin Ketaren; Rakhmadsyah P. Rangkuty
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol 8, No 2 (2022): Jaringan Sosial
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v8i2.8875

Abstract

This research was conducted at Meunasah Alue village, Muara Dua district of Lhokseumawe city. This research study about the mothers working strategy in preparing breakfast for their children who go to school. The purpose of this research is to know how is the strategy used by the mother working to prepare the breakfast for their children who go to school. The method used in this research is descriptive qualitative through the structural functional theory proposed by Talcot Parsons. The result of this research explained that: (1) Breakfast is very important before doing activity in the morning, because thr body need energy for do the acrivity. (2) Breakfast has become a habit must to do because realize about the important of breakfast in the morning. (3) The breakfast menu was made is based on children favorite food and easy to make it also required the nutrition in it. (4) In the preparing breakfast need helpness by family as a husband or parent. (5) They can get breakfast by buying food on weekend. (6) It is any different time for breakfast, there is anyone start to preparing brealfast at 05.00 am because of their office is far, and somebody strat to preparing breakfast after they do shubuh prayer. The conclution is many ways can do the working mothers to prepare breakfast in the morning because they realize that breakfast in very important to doPenelitian ini dilakukan di Desa Meunasah Alue, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Pada penelitian ini mengkaji tentang Strategi Ibu yang Bekerja Dalam Menyiapkan Sarapan Pagi Bagi Anak Yang Bersekolah. Tujuan dari Penelitian ini untuk mendapatkan informasi maupun untuk mengetahui tentang bagaimana strategi yang dilakukan oleh pihak ibu yang bekerja dalam menyiapkan sarapan pagi untuk anaknya yang bersekolah. Metode dalam melakukan penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fungsional Struktural yang dicetuskan oleh Talcot Parsons. Hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan menunjukkan bahwa (1) pandangan tentang sarapan pagi ini sangat penting karena untuk melakukan aktivitas dipagi hari memang dibutuhkan asupan untuk bisa beraktivitas dengan lancar, (2) sarapan pagi sudah menjadi suatu kebiasaan yang harus dilakukan karena sadar akan pentingnya sarapan di waktu pagi hari. (3) jenis menu sarapan yang dibuat adalah dari segi kesukaan anak-anak dan gampang untuk membuatnya dan tentunya ada unsur gizi yang terkandung didalamnya. (4) dalam menyiapkan sarapan pagi tentunya dibantu oleh pihak keluarga seperti suami ataupun orangtua. (5) pada waktu akhir pekan atau hari libur kerja mereka membeli sarapan pagi diluar rumahnya. (6) waktu melakukan aktivitas sarapan pagi dilakukan secara berbeda-beda yaitu ada yang melakukan aktivitas memasak sarapan pagi dari jam 05.00 dikarenakan tempat kerjanya yang jauh, dan ada juga yang memulai aktivitas memasak sarapan pagi setelah sholat shubuh. Kesimpulannya yaitu banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang ibu yang bekerja untuk bisa menyiapkan sarapan di waktu pagi hari, karena mereka menganggap sarapan pagi ini sangat penting untuk dipenuhi.
Orientasi Nilai Budaya Petani Tembakau di Dataran Tinggi Gayo Iromi Ilham; Abdullah Akhyar Nasution; Amiruddin Ketaren; Marliza Marliza; Jamilah Jamilah; M Fathi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 3, No 2 (2022): Kebijakan Sosial dan Transformasi Konflik
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v3i2.9058

Abstract

The rise of noble tobacco farming is seen again today in the Gayo Highlands after it was once glorious in the 1980s. There were many things that reference ideas, motivations, values, and orientations behind them. This study analyzed the cultural value orientation of tobacco farmers in Gayo so that it continues to carry out planting practices to this day. Furthermore, this study also explored the various habits tobacco farmers have in developing tobacco, including the inheritance pattern of tobacco planting culture between generations. The research, which took the locus in Central Aceh, used a qualitative approach by referring to C. Kluckhohn's concept of "value orientation" analysis and Pierre Bourdie's concept of "habitus". The data collection techniques used were participation observation, in-depth interviews, literature studies, and document studies. Field findings showed that tobacco plants were once the primadonna of the Gayo people in the 80s, but after that began to be abandoned by the community due to economic factors. Over the last 7 years, the Gayo people have begun to look back at tobacco plants along with tobacco products, which has become one of the essential concerns of the government in developing the economy of the Gayo community. The Gayo people still practice growing tobacco because this plant does not require special treatment, the planting period is relatively short, and this plant product is easy to process.Geliat pertanian tembakau mulia terlihat kembali saat ini di Dataran Tinggi Gayo setelah pernah jaya di era 1980-an. Tentu saja, ada banyak hal yang menjadi rujukan ide, motivasi, nilai serta orientasi yang melatarbelakanginya. Studi ini menganalisis orientasi nilai budaya para petani tembakau di bumi Gayo sehingga terus menjalankan praktek tanam hingga saat ini. Lebih lanjut, studi ini juga menggali bagaimana ragam habitus yang dimiliki petani tembakau dalam mengembangkan tembakau, termasuk pola pewarisan budaya tanam tembakau antar generasi. Penelitian yang mengambil lokus di Aceh Tengah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada konsep analisis “orientasi nilai” C. Kluckhohn dan konsep “habitus” Pierre Bourdie. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam, studi literatur, dan studi dokumen. Hasil temuan lapangan menunjukkan bahwa tanaman tembakau pernah menjadi primadona masyarakat Gayo pada era 80-an, namun setelah itu mulai ditinggalkan oleh masyarakat karena faktor ekonomi. Sejak 7 tahun terakhir, masyarakat Gayo mulai melirik kembali tanaman tembakau seiring dengan produk tembakau menjadi salah satu perhatian penting pemerintah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat Gayo. Masyarakat Gayo masih melakukan praktek tanam tembakau karena tanaman ini tidak membutuhkan perlakuan khusus, masa tanam yang relatif singkat, dan produk tanaman ini mudah diolah.
Konsumerisme, Etika Romantis, dan Kultus Diri: Telaah Ringkas Pemikiran Colin Campbell Indra Setia Bakti; M Husen; Amiruddin Ketaren
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol 3 No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v3i3.1870

Abstract

Consumerism is a prevalent phenomenon that is already symptomatic in today's society. This study aims to discuss an ethic that supports the existence of a consumer society that was born and developed in a very long historical process. Colin Campbell was the first to speak of the romantic ethic that underlies the consumer society. This study uses the method of literature review. The main reference used is a book written by Campbell entitled "The Romantic Ethic and the Spirit of Modern Consumerism". The author also explores the essence of several other supporting books that provide interpretations and perspectives on Campbell's thoughts. The study results show several important concepts from Campbell's thought, including qualitative individualism, romantic ethics, and self-cult. These three conceptions are deeply attached to the spirit of humanism which became the catalyst for the Age of Enlightenment. Romantic ethical doctrine emphasizes the uniqueness or peculiarity of a person. Humans are encouraged to determine their destiny in developing themselves that are "genius, unique, and creative". As for consumption, it becomes a medium in the process of discovery and self-expression. Abstrak Konsumerisme telah menjadi fenomena yang menggejala di tengah kehidupan masyarakat dewasa ini. Studi ini membahas tentang sebuah etika yang mendukung eksistensi masyarakat konsumen yang lahir dan berkembang dalam proses sejarah yang sangat panjang. Colin Campbell pertama kali mengemukakan tentang etika romantis yang melandasi masyarakat konsumen. Studi ini menggunakan metode kajian pustaka. Referensi utama yang digunakan ialah buku yang ditulis oleh Campbell berjudul “The Romantic Ethic and the Spirit of Modern Consumerism”. Penulis juga menggali intisari dari beberapa buku pendukung lain yang memberikan penafsiran dan sudut pandang terhadap pemikiran Campbell. Hasil studi menampilkan beberapa konsep penting dari pemikiran Campbell, diantaranya individualisme kualitatif, etika romantis, dan kultus diri. Ketiga konsepsi tersebut sangat melekat dengan semangat humanisme yang menjadi katalis Abad Pencerahan. Doktrin etika romantis menekankan keunikan atau kekhasan seseorang. Manusia didorong menentukan nasib sendiri dalam mengembangkan dirinya yang “jenius, unik, dan kreatif”. Adapun konsumsi menjadi media dalam proses penemuan dan ekspresi diri.
Tudung Saji Business Implementation as an Effort to Improve Community Empowerment in Kota Lhokseumawe Ti Aisyah; Amiruddin Ketaren; Syamsuddin Syamsuddin
Malikussaleh Social and Political Reviews Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Master Program of Sociology, Universitas Malikussaleh,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mspr.v4i1.10973

Abstract

This study wants to explore how the implementation of the serving tudung business at Al Amin's creative house and the influence of the serving tudung craft business on community empowerment in Tumpok Teungoh village, Lhokseumawe city. This research is a descriptive qualitative research with data collection methods of observation, interviews and document study. The selection of the research location was carried out through a purposive sampling technique, which is a location for Community Empowerment in Tumpok Teungoh Village, Lhokseumawe City. Data analysts use interactive models, namely: data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results show thatthe serving hood craft business in Tumpok Teungoh Village has been implemented properly. This can be seen from the number of employees who have been hired, and sales that have been exported outside the city and the number of students who have succeeded in making this serving hood so that they can open their own craft business. This craft business can also help rural communities in terms of economy.
TRADISI BERBURU BABI (Studi Modal Sosial Dalam Tradisi Ngaro Di Kampung Penosan Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues) Rahayu, Sari; Fauzi, Fauzi; Ketaren, Amiruddin; Husen, M.; Alwi, Alwi
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol. 9 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v9i1.5210

Abstract

This study examines the "Swine Hunting Tradition (Study of Social Capital in the Ngaro Tradition in Penosan Village, Blangjerango District, Gayo Lues Regency). The main objective in this study is social capital in the ngaro tradition (hog hunting) to maintain community farming businesses, and the obstacles faced in the ngaro tradition. This study uses qualitative methods using data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the ngaro tradition (hog hunting) can maintain community farming businesses and raise expectations from individuals or other communities for members of the pig hunt, as well as the obstacles encountered in the form of steep locations and the arrival of addresses after the handler nutung kemenyan after finishing hunting. Likewise with their community. feel very helped by the activity of hunting pigs so that the community's agricultural business can be protected from the biggest pests in damaging crops, namely pig pests.The belief that exists in the tradition of hunting pigs is that the community believes that members of the pig hunt can eradicate pig pests in their gardens. can in this hunt, namely if hunting members do not hunt then they will be ostracized in the community Network (1) members of pig hunters are connected with the surrounding community who do gardening apart from the Penosan village community, besides that kinship / sibling relationships appear outside the hunting arena and p ara hunting members are also connected with dog owners or dog provider toke in Southeast Aceh.Penelitian ini mengkaji tentang Tradisi Berburu Babi (Studi Tentang Modal Sosial Dalam Tradisi Ngaro di Kampung Penosan Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues). Objektif utama dalam penelitian ini yaitu modal sosial pada tradisi ngaro (berburu babi) untuk menjaga usaha pertanian masyarakat, dan kendala yang dihadapi dalam tradisi ngaro. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi ngaro (berburu babi dapat menjaga usaha pertanian masyarakat dan muncul pengharapan dari individu atau komunitas lain kepada angota berburu babi, serta kendala yang dihadapi berupa lokasi terjal dan datangnya alamat setelah pawang nutung kemenyan setelah selesai berburu Begitu juga dengan masyarakat mereka merasa sangat terbantu dengan adanya aktivitas buru babi sehingga usaha pertanian masyarakat dapat terjaga dari hama paling besar dalam merusak tanaman yaitu hama babi. Kepercayaan yang ada dalam tradisi berburu babi yaitu masyarakat percaya bahwa anggota berburu babi dapat memberantas hama babi di kebun mereka. Norma yang di dapat dalam berburu ini yaitu apabila anggota berburu tidak melakukan perburuan maka mereka akan dikucilkan di masyarakat. Jaringan (1) anggota pemburu babi terhubung dengan masyarakat sekitar yang berkebun selain masyarakat kampung penosan, selain itu muncul hubungan kekerabatan/ saudara diluar arena perburuan dan para anggota berburu juga terhubung dengan pemilik anjing atau toke penyedia anjing di Aceh Tenggara. 
DINAMIKA PENGELOLAAN SUMUR MINYAK TRADISIONAL DI RANTO PEUREULAK ACEH TIMUR Rangkuty, Rakhmadsyah Putra; Ketaren, Amiruddin; Hidayat, Hidayat; Hidayat, Bimby; MR, M. Husen
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i2.15262

Abstract

This study was motivated by the existence of illegal oil drilling activities that have been going on for a long time and pose a high risk to the safety of workers, even local residents. Even though oil well fires often occur and victims suffer from burns and even death, this activity still continues. This research uses a qualitative approach, with a case study type of research based on observation, interview and documentation data. Meanwhile, technical analysis is carried out through Narrative Analysis. The research results show that the phenomenon of drilling old oil wells in Buket Pala Village has been carried out for decades. Mining workers have been able to utilize available resources so that they have more economic value. The old oil well has become the lifeblood of the village community. It is good for the mining community as well as for residents who receive an abundance of oil proceeds from "oil melting" activities. Apart from that, the existence of mining old oil wells also poses dangerous risks such as work accidents, fires, explosions and even fatalities. Apart from that, pollution and environmental damage will also occur. The situation was made worse because the activity did not meet standard operational procedures or technical requirements for the mining process. Therefore, in the future, efforts will be made to manage old oil wells by village/regional companies, namely BUMD/BUMG and Village Unit Cooperatives (KUD). This is intended to achieve the aim of improving the welfare of the community evenly around the location as well as to regulate the business of extracting oil from old wells, so that the management of existing old oil wells will no longer occur illegal drilling and increase village income.
Pendampingan Materi Kearifan Lokal Aceh Pada Guru Mata Pelajaran Sosiologi Kabupaten Aceh Utara Yunanda, Rizki; Nirzalin, Nirzalin; Rangkuty, Rakhmadsyah Putra; Meliza, Richa; Zainal, Suadi; Nasution, Abdullah Akhyar; Ketaren, Amiruddin; Riski, Aflia; Ilham, Iromi; Chalid, Ibrahim
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v2i1.15517

Abstract

Artikel ini membahas pendampingan materi kearifan lokal Aceh dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kabupaten Aceh Utara. Latar belakangnya melibatkan kendala dalam pembelajaran sosiologi di SMA/MA Aceh Utara, seperti keterbatasan media pembelajaran dan minimnya bahan ajar berbasis kearifan lokal Aceh. Tim pelaksana, terdiri dari akademisi dan praktisi, berfokus pada pengembangan materi sosiologi yang lebih kontekstual dan relevan dengan kearifan lokal Aceh. Artikel mencatat langkah-langkah metodologis dan tahapan pelaksanaan kegiatan, termasuk identifikasi kompetensi dasar, analisis kebutuhan, dan penyusunan modul. Keberhasilan pengabdian ditunjukkan dengan produk berupa modul hasil pengembangan materi sosiologi. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya membangun komitmen bersama untuk memanfaatkan peran kampus dalam memberikan pendampingan materi kearifan lokal, mengingat terbatasnya guru mata pelajaran sosiologi di Kabupaten Aceh Utara. Artikel ini memberikan saran, termasuk penguatan kerjasama dengan sekolah dan diversifikasi materi pembelajaran, agar pengabdian ini dapat lebih berdampak dan menjadi contoh pendampingan materi kearifan lokal yang sukses
GERAKAN SOSIAL TERHADAP MASALAH PEMBANGUNAN BENDUNGAN KRUENG PASEE KABUPATEN ACEH UTARA Humaira, Suci; Nazaruddin, M.; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Maliati, Nulwita; Ketaren, Amiruddin
Jurnal Mahasiswa Antropologi dan Sosiologi Indonesia (JuMASI) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jumasi.v3i1.19083

Abstract

This research examines social movements on the issue of Krueng Pasee dam construction (Case Study in Nibong Subdistrict, North Aceh District). The main focus of this study is social movement activities related to the Krueng Pasee dam construction issue and the forms of social movements. This research uses Anthony Giddens' social movement theory. The research method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The data in this research comes from primary data, namely from the results of observations, and interviews while the secondary data in this research is documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the activities carried out by the Samudera Youth Forum (FPS), community leaders, and the community in the social movement related to the construction of the Krueng Pasee Dam in North Aceh consisted of three stages, namely before the movement occurred, when the movement occurred, and after the movement occurred with the form of movement action being demonstrations, raising community support and social media. Each stage includes activities that aim to achieve the success of the movement. This social movement succeeded in achieving its goal by influencing the local government's decision to immediately start the construction of the Krueng Pasee dam. This success shows the effectiveness of social movements in voicing community unrest and encouraging the local government to take action.