Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Komunikasi Publik Pemerintah Kota Cilegon dalam Mengedukasi Masyarakat Di Masa Pandemi COVID-19 Annisarizki annisa Annisarizki; Sigit Surahman
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i2.4344

Abstract

Komunikasi publik yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon diharapkan dapat memberikan pemahaman dan melindungi masyarakat Cilegon dari wabah virus corona yang telah membuat Kota Cilegon dua kali masuk status zona merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus yang berfokus pada komunikasi publik pemerintah Kota Cilegon dalam mengedukasi masyarakat pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini berusaha untuk menemukan strategi komunikasi publik pemerintah Kota Cilegon selama masa pandemi COVID-19, dengan melihat bagaimana permasalahan komunikasi publik yang dilakukan Walikota Cilegon selaku pengambil kebijakan dan komunikator di daerah. Hasil penelitian ini, pemerintah Kota Cilegon melakukan komunikasi publik dengan: mengeluarkan peraturan walikota tentang pencegahan COVID-19, selain itu pemerintah Kota Cilegon melakukan sosialisasi tentang disiplin hidup sehat kepada masyarakat, dan mengubah kebiasaan masyarakat untuk tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Adapun rekomendasi untuk Pemerintah Kota Cilegon agar melakukan komunikasi publik lebih masif lagi dengan memanfaatkan berbagai media dalam memaksimalkan jargon “Aje Kendor”.
Komunikasi Instruksional Guru pada Siswa Autis Murni di Sekolah Khusus Pandita Kota Serang Natika Kamilah; Siska Mardiana; Annisarizki Annisarizki
Widya Komunika Vol 11 No 2 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.12.2.4800

Abstract

Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan termasuk anak dengan kebutuhan khusus, seperti autis. Siswa autis murni kesulitan melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain, mereka cenderung menghindari kontak mata dan menunjukkan perilaku seperti tertawa tanpa sebab karena memiliki khayalannya sendiri, oleh karenanya dibututhkan upaya berkomunikasi yang baik dari guru kepada siswa autis murni. Tujuan penelitian ini mengkaji komunikasi instruksional guru pada siswa autis murni dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah khusus pandita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan Informan pada penelitian ini adalah dua orang guru, kepala sekolah dan dua orangtua siswa autis murni. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dilakukan triangulasi sumber untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi instruksional yang dilakukan guru dengan siswa autis murni diawali dengan melakukan penyesuaian, kemudian terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu dengan membangun kontak mata, menenangkan siswa, mengalihkan, memberikan instruksi sederhana atau tidak lebih dari 3 kata, ketika siswa autis murni sudah dapat menyesuaikan atau sudah kondusif,maka siswa autis murni dapat mengamati instruksi yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran. Siswa autis murni dapat mengingat instruksi dan menirunya seperti yang dicontohkan oleh guru. Selain itu, metode yang digunakan dalam pembelajaran siswa autis murni yaitu metode demonstrasi, metode tanya jawab dan metode Reward and punishment.
Pendampingan Trauma Healing dan Edukasi Bencana Pada Anak-Anak Korban Bencana Banjir di Kelurahan Kasunyatan Kasemen Kota Serang Indrianti Azhar Firdausi; Rahmi Mulyasih; Endang Tri Santi; Marthalena Marthalena; Siska Mardiana; Dwi Nurina Pitasari; Annisarizki Annisarizki; Dwi Rizka; Liza Diniarizki Putri; Eva Fachriyah
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2022): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v4i2.5864

Abstract

Dalam kegiatan pengabdian masyakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus hiburan (entertain) pasca bencana banjir yang terjadi hampir di seluruh wilayah kota serang pada Mei 2022. Bencana banjir yang melanda di Kota Serang mengakibatkan banyak kerugian secara fisik maupun non fisik. Kerugian non fisik meliputi trauma pada anak-anak yang pertama kalinya merasakan bencana banjir yang cukup besar. Pasca bencana banyak korban yang kehilangan harta benda serta fasilitas umum seperti sekolah, madrasah dan perkantoran yang tidak dapat digunakan sementara waktu. Tujuan pengabdian ini bertujuan memberi dukungan pendampingan serta edukasi tentang bencana banjir untuk mengurangi gangguan psikologis yang sedang dialami anak-anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan terapi bermain, story telling dan edukasi bencana. Hasil kegiatan adalah penyembuhan trauma pada anak-anak perlu proses berkesinambungan dengan cara mengajak bermain, berbagi rasa, dan menyampaikan informasi terkait apa yang mereka alami saat itu sehingga tujuan dari kegiatan ini tercapai dengan hilangnya rasa takut dan melupakan kesedihan atas trauma yang dialami
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA REMAJA SMKN 1 KOTA SERANG Liza Diniarizky Putri; Annisarizki Annisarizki; Varien Saffa Salsabila; Ridho Hakiki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13609

Abstract

ABSTRAKHoaks dan hate speech merupakan masalah serius di Indonesia sehingga sangat penting untuk melakukan upaya-upaya peningkatan literasi digital masyarakat. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan literasi digital bagi masyarakat, dengan fokus pada siswa remaja SMKN 1 Kota Serang. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tahapan awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahapan awal, tim mengidentifikasi kekhawatiran para guru dan siswa remaja SMKN 1 Kota Serang terkait kurangnya literasi digital serta kemampuan mereka menangkal hoaks dan ujaran kebencian. Tema penyuluhan adalah etika digital dan cara menangkal hoaks dan hate speech. Responden terdiri dari 33 orang siswa. Pretest dan posttest dilakukan dan dibandingkan untuk melihat perubahan yang terjadi akibat intervensi. Pada tahap evaluasi, hasil pretest menunjukkan bahwa 90.9% (skor literasi = 9,1%) pelajar masih memerlukan peningkatan literasi digital. Hasil post-test mengungkapkan bahwa tinggal 7,9% (skor literasi = 92,1%) pelajar yang perlu penguatan kembali. Dari hasil kegiatan ini diperoleh bahwa intervensi berupa penyuluhan pada pelajar SMKN 1 Kota Serang dalam tema etika digital dan cara menangkal hoaks dan hate speech mampu meningkatkan literasi digital pada 83,0% siswa. Kata kunci: literasi digital; penyuluhan; hoaks; hate speech; pengabdian pada masyarakat. ABSTRACTFalse news and hate speech are serious problems in Indonesia, so it is very important to make efforts to increase people's digital literacy. The purpose of this community service is to increase digital literacy for the community, with a focus on young students at SMKN 1 Serang City. The stages of implementing this service consist of the initial stages, planning, implementation, and evaluation. In the early stages, the team identified the concerns of teachers and students at SMKN 1 Serang City regarding the lack of digital literacy and their ability to ward off hoaxes and hate speech. The theme of counseling is digital ethics and how to counteract hoaxes and hate speech. The respondent consisted of 33 students. The sampling method used is purposive sampling. Pretest and posttest were carried out and compared to see the changes that occurred as a result of the intervention. At the evaluation stage, the pretest results show that 90.9% (literacy score = 9.1%) of students still need increased digital literacy. The post-test results revealed that only 7.9% (literacy score = 92.1%) of students needed reinforcement. These program indicate that interventions in the form of counseling to students at SMKN 1 Serang City on the theme of digital ethics and how to counteract hoaxes and hate speech can increase digital literacy in 83.0% of students. Keywords: digital literacy; counseling; false news, hate speech; community service.
Video Pelecehan Seksual Dokter Kevin Samuel di Akun Tiktok Berita: Studi Etnografi Virtual Rifka Nadila Damayanti; Sigit Surahman; Annisarizki Annisarizki
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 19, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v19i1.6895

Abstract

ABSTRAKTeknologi komunikasi audiovisual berkembang sangat pesat. Pada akhirnya masyarakat mulai mahir dalam menggunakan berbagai teknologi untuk pemenuhan kebutuhannya. Fenomena pengguna media sosial paling banyak adalah  Tiktok. Popularitas media sosial Tiktok yang meroket salah satunya dipicu oleh pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berita viral di Tiktok dari beberapa akun berita mengenai unggahan video Tiktok berdurasi 15 detik milik dr. Kevin Samuel yang kontennya dinilai melecehkan perempuan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual, yaitu peneliti akan melihat serta mengidentifikasi pola perilaku, pola kehidupan, dan relasi sosial serta dilakukannya analisis konten. Hasil penelitian membahas dari segi komentar dan menganalisis konten dari segi visual dan teks. Komentar menunjukkan bahwa di beberapa akun Tiktok @metro_tv, @tvonenews, dan @pikiranrakyat sebagian masyarakat kecewa serta malu dengan kasus dr. Kevin Samuel yang tidak bisa mencerminkan dirinya sebagai dokter dan mereka setuju untuk dilakukan pencabutan surat izin praktik dr. Kevin Samuel. Simpulan penelitian ini adalah video Tiktok “persalinan” milik dr. Kevin menuai kecaman dari masyarakat yang dinilai melecehkan perempuan. Dengan demikian, penelitian ini menganalisis berbagai macam reaksi masyarakat melalui komentar positif dan negatif tentang dr. Kevin Samuel dan analisis konten yang dilihat dari visual dan verbal.Audio visual communication technology is developing very rapidly. In the end, people became proficient in using various technologies to fulfill their needs. The phenomenon of the most social media users is the popularity of Tiktok. The skyrocketing popularity of social media TikTok was triggered by the pandemic. This study aims to analyze viral news on Tiktok from several news accounts regarding the upload of a 15-second Tiktok video belonging to Dr Kevin Samuel whose content is considered to be harassing women. This research is qualitative with a virtual ethnographic approach, where researchers will see and identify patterns of behavior, patterns of life and social relations and conduct content analysis. The results of the study discuss in terms of comments and analyze content in terms of visuals and text. The comments show that on several Tiktok accounts @metro_tv, @tvonenews and @thinkrakyat some people are disappointed and embarrassed by the case of Dr. Kevin Samuel who cannot reflect himself as a doctor and they agree to revoke his license to practice. The conclusion of this researcher is that Dr Kevin's "delivery" Tiktok video has drawn criticism from the public who are considered to be harassing women. So that in this study analyze to see various kinds of public reactions through the positive and negative comments of dr. Kevin Samuel and content analysis seen from the visual and verbal in this research.
PENDAMPINGAN DESA BERKELANJUTAN DAN EDUKASI POLA HIDUP SEHAT ERA NEW NORMAL DI SERANG BANTEN Sigit Surahman; Annisarizki Annisarizki; Budi Hasanah; Siska Mardiana
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.20260

Abstract

Program pendampingan berkelanjutan ini melibatkan dosen, mahasiswa dan masyarakat di lingkungan Tamiang Kelurahan Tegalsari Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi merdeka belajar pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 40 hari. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan lahan dan potensi yang ada menjadi pijakan untuk program pendampingan ini. Program meliputi pembekalan materi dari dosen, penentuan daerah pelaksaan program pengabdian, pengumpulan dana, persiapan perlengkapan, sosialisasi kepada masyarakat, dan pelaksanaan program pendampingan edukasi dan pola hidup sehat di era New Normal. Program pengabdian terlaksana meliputi, membuat apotek hidup, membuat tempat sampah dari bambu, seminar lokal untuk memotivasi warga dalam berinovasi, gotong royong, belajar membuat kerajinan tangan di lingkungan Tamiang, membuat tempat cuci tangan, senam minggu pagi, penanaman 150 bibit tanaman, mengajar anak-anak di Tamiang serta edukasi pola hidup sehat.Target dari program ini adalah meningkatkan kualitas potensi wilayah dan masyarakat di lingkungan Tamiang di masa era New Normal. Berjalannya program ini membantu masyarakat di lingkungan sekitar untuk dapat berinovasi kegiatan usaha kerajinan tangan bambu serta pentingnya pemanfaatan lahan untuk membuat apotek hidup yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kata kunci: Pendampingan, edukasi, New Normal, berkelanjutan. ABSTRACT      This ongoing mentoring program involves lecturers, students and the community in Tamiang, Tegalsari Village, Walantaka District, Serang City, Banten. This activity is one form of the implementation of independent learning to serve the community, which is carried out for 40 days. The lack of community knowledge about land use and the existing potential is the basis for this mentoring program. The program includes providing material from lecturers, determining the implementation area for the service program, collecting funds, preparing equipment, outreach to the community, and implementing educational assistance programs and a healthy lifestyle in the New Normal era. The service programs implemented include, making a living pharmacy, making bamboo trash cans, local seminars to motivate residents to innovate, mutual cooperation, learning to make handicrafts in the Tamiang environment, making hand washing stations, Sunday morning gymnastics, planting 150 plant seeds, teaching children -children in Tamiang as well as education on healthy lifestyles. The target of this program is to improve the quality of the potential of the region and the community in Tamiang's environment during the New Normal era. The running of this program helps communities in the surrounding environment to be able to innovate bamboo handicraft business activities and the importance of land use to make a living pharmacy that can benefit the community. Keywords: Mentoring, education, New Normal, ongoing.
Strategi Komunikasi Humas Polda Banten dalam Menginformasikan Program “Lancar Ambulanku Selamatkan Pasienku” Eneng Fitri Aprianti; Annisarizki; Siska Mardiana
Communicator Sphere Vol. 3 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v3i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Humas Polda Banten dalam menginformasikan program unggulan “Lancar Ambulanku Selamatkan Pasienku”.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang didapat melalui hasil pemaparan dan penjelasan berdasarkan wawancara dan observasi dilapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Humas Polda Banten adalah dengan memilih media sebagai saluran komunikasi yaitu menggunakan aplikasi IMM (Intelegent Management Media), media social instagram, facebook dan youtube, serta radio local, selain itu juga menggunakan strategi penyusunan pesan berdasarkan teknik pemilihan bahasa yang sesuai kode etik sehingga informasi yang disebarluaskan dapat terjangkau luas di semua kalangan di wilayah Banten. Strategi komunikasi sangat memerlukan ketepatan pemilihan media untuk menyebarluaskan informasi mengenai suatu program ataupun kegiatan lainnya, dan Pemilihan media yang tepat harus disandingkan dengan penyusunan pesan yang baik dan benar.
The Analysis of Public Service Management in Kota Serang. The Study of the online Application “RABEG” (Reaksi atas Berita Warga) Indra Nizar; Budi Hasanah; Annisarizki Annisarizki; Budi Mulyati
Indonesian Journal of Social Science Research Vol 4 No 2 (2023): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.04.02.16

Abstract

The application of RABEG, is one of the media used to improve the services for people in Kota Serang. Howerver, its implementation has many problems, as reflected in the responses and assessments from users on the playstore platform, regarding the Rabeg application. The assessment given to this application was low, only 1.6 on a scale of 5. This research aimed to analyse the public service management in Kota Serang, focusing on the online Rabeg application. The research used descriptive qualitative approach, referred to the theoretical framework from Indrajit. It identified six important indicators; content development, competency building, connectivity, cyber law, citizen interface and capital. The data source were literature from books, mass media, official government documents, official website, the play store platform, and related journals. The findings of the research showed that the management of public services of Rabeg application was face with several obstacles and shortcomings. So the optimizing of public services from this application had not fully achieved.
AKRB STRATEGI HUMAS KABUPATEN PANDEGLANG DALAM MENJAGA CITRA PEMERINTAH Prayoga Dwiki Subastyan; Annisarizki; Dwi Nurina Pitasari*
Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB Vol. 8 No. 1 (2023): DESEMBER
Publisher : AKADEMI KOMUNIKASI RADYA BINATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTPublic Relations of the Pandeglang Regency Government is a bridge for thepublic to find out information about policies or programs implemented byPandeglang Regency Government. Public Relations of Pandeglang RegencyGovernment also has an important role in shaping, improving or maintaining imageof Pandeglang Regency Government. This study aims to determine the strategy forcompiling and conveying the messages as well as information disseminationstrategies implemented by the Public Relations of Pandeglang Regency through themedia. This research uses Post-positivism paradigm. The method used is a casestudy with a qualitative approach. Data collection techniques used in this study wereobservation, interviews and documentation. The informant selection technique usedpurposive sampling. The theory used in this research is the theory of informationintegration. The results showed that the strategy used by Public Relations ofPandeglang Regency was to maintain image of the government in the process ofcompiling and conveying the messages in a structured, informative manner andchemistry at work. The Public Relations strategy of Pandeglang Regency indisseminating information through the media is to establish good relations with the media crew and use social media, especially the Instagram social media accountwhich is managed by the Public Relations and Protocol of Pandeglang Regency.Keywords: Public relations strategy, Pandeglang Regency, government image
KOMUNIKASI KONSELING SEBAGAI UPAYA PENANGANAN KASUS KEKERASAN PADA ANAK Siska Mardiana; Annisarizki Annisarizki
Jurnal Riset Komunikasi Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v14i2.21931

Abstract

Kekerasan pada anak masih menjadi hal yang memprihatinkan seperti fenomena gunung es, tidak semua korban mau melaporkan. Kekerasan pada anak terutama pelajar terjadi hampir di semua daerah, termasuk di Kota Cilegon. Untuk itu perlu diadakan peningkatan perlindungan oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak melalui berbagai layanan yang diberikan, salah satunya adalah layanan konseling.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses komunikasi konseling dalam menangani kasus kekerasan pada anak di UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Cilegon. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penentuan informan menggunakan purposive, dengan berdasarkan pada kriteria. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data dan analisis data. Hasil menunjukkan bahwa proses komunikasi konseling dilakukan sejak tahap awal asesmen dengan manajer kasus, dan selanjutnya sesuai kebutuhan klien seperti layanan psikolog, dan mediasi.  Kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang baik sangat dibutuhkan.  Berbagai teknik konseling dilakukan dalam berkomunikasi diantaranya adalah building rapport diawal untuk membangun kepercayaan, katarsis, memberikan perhatian mendalam, pengulangan ketika klien anak bercerita, menggunakan kata-kata positif, menurunkan ego, dan klarifikasi.Kata Kunci : Komunikasi Konseling, Kekerasan, Perlindungan Anak Violence against children remains a concerning issue, much like the tip of an iceberg, not all victims are willing to report it. Child abuse, especially among students, occurs in nearly all areas, including the city of Cilegon. Therefore, there is a need for enhanced protection provided by the Women and Children Protection Agency (UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak) through various services, one of which is counseling. The aim of this research is to analyze the counseling communication process in handling cases of child abuse at the UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak in the city of Cilegon. The research is conducted using a qualitative approach with a case study method. Informant selection is done purposively, based on specific criteria. Data collection involves observation, interviews, and documentation, followed by data validation and analysis. The results indicate that the counseling communication process starts from the initial assessment stage with case managers and then continues according to the client's needs, such as psychological services and mediation. Good verbal and non-verbal communication skills are highly essential. Various counseling techniques are employed in communication, including building rapport at the beginning to establish trust, catharsis, providing deep attention, repeating when child clients share their stories, using positive words, lowering ego, and clarification. Keywords : Counseling Communication, Violence, Child Protection