Claim Missing Document
Check
Articles

Makna Tinder sebagai Tempat Mendapatkan Teman Hidup Annisarizki Annisarizki
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2018): LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.685 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v6i1.644

Abstract

Tinder is one of the online dating search applications are busy used. Tinder provides a change in the way society finds friends, the process of getting a life partner begins with face-to-face introductions, passing approach stages with partners, exploring stages to get to know each other, then being intimate with dates.  But when Tinder takes the time it takes not long to decide to marry someone new in their life, this is what makes the researcher interested to know how the phenomenon of searching a friend live through online dating application about the meaning of Tinder as a place to get a life partner. The theory used in this research is Computer Mediated Communication (CMC) theory and Social Penetration theory. This research also uses phenomenology method with qualitative approach. The results showed that the informants used Tinder because of the invitation from friends. They have limited time and environment, so they become social media (Tinder) as a solution to get the soul mate.But they still select the match couples in Tinder according to the criteria they are in the real world, for they get married. 
Pemaknaan Melalui Konstruksi Sosial Yang Dibangun Oleh Wartawan Dalam Menyebarkan Ujaran Melalui Facebook Liza Diniarizky Putri; Annisarizki Annisarizki; Rahmi Mulyasih
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.614 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v7i1.1566

Abstract

Social media has an its implications for the democratization of information, because anyonewho owns the account can be a prosumer (producer and consumer) in creating messages,however the low control mechanisms are still causing the content in social media is not onlypositive, but also negative, such as spreading hate speech. Hate speech also coloring thesocial media account of journalists in Banten, especially during the Banten electioncampaign of Governor in 2017. This research is to uncover the meaning of journalist to theproffesion and media they manage in utter hatred speech which they spread throuh facebookin Governor Election of Banten 2017, and it was conducted by qualitative research methodthrough phenomenology research approach. By using Social Construction Theory as aframing of qualitative analysis.
INPOWER-CARE Sebagai Implementasi Community Relations pada PT. Indonesia Power Suralaya PGU (Studi Kasus Program Mitra Binaan Omah Kreteg Anggana) M.Farhan Fahrudin; Siska Mardiana; Annisarizki Annisarizki
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2021): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v9i2.3341

Abstract

INPOWER-CARE programs as the implementation of Community Relations is the fostered partner of Omah Kreteg Anggana, this activity aims to develop skills and welfare for the community, especially around the company by promoting the Suralaya locality, namely sambal kreteg. The purpose of this study was to determine the implementation and development of the INPOWER-CARE program of Omah Kreteg Anggana's fostered partners as the implementation of the Community Relations program. This study used a qualitative approach with case study methods and data collection techniques by conducting observations, in-depth interviews with four informants, documentation and literature. The results of this study indicate that the Division of Public Relations and Community Development PT. Indonesia Power Suralaya PGU in implementing the program, Community Relations, namely by maintaining relationships with the community by conducting socialization needed by the community and establishing intimacy with the people who participate in the program. Meanwhile, in developing the program of Omah Kreteg Anggana's fostered partners, they carried out institutional strengthening in accordance with the RENSTRA and RENJA. With the implementation of this program, the relationship between the company and the community is getting closer and mutually beneficial to one another.
Community Empowering Public Affairs PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Serang dalam Mengembangkan Bahan Limbah Kertas Menjadi Cinderamata di Desa Kragilan 2019 Annisarizki Annisarizki; Liza Diniarizky Putri; Yen Sensia Agatha
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3742

Abstract

PT. Indah Kiat Pulp and Paper mempunyai program tanggung jawab sosial perusahaan atau yang biasa disebut dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR) dengan konsep yang terus berkembang, mengingat bahwa masyarakat lokal merupakan bagian sebuah perusahaan terlebih lagi masyarakat lokal yang sedang terjerat dalam perekonomian kurang karena tidak punya pekerjaan yang cukup memadai, modal usaha yang tidak ada dan potensi yang perlu untuk dilatih serta dikembang lagi hal itulah yang dialami oleh masyarakat di Desa Kragilan, oleh karena itu perlu adanya sebuah program pemberdayaan masyarakat yang dalam hal ini PT. Indah Kiat Pulp and Paper melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui sebuah kegiatan yaitu pembuatan souvenir dari limbah kertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan tiga informan sebagi key informan yaitu Kepala Humas dan CSR, Staff CSR dan Ketua Mitra Kreasi Handycraft serta Masyarakat Desa Kragilan sebagai informan pendukung. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Legitimasi. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam mengembangkan program CSR tersebut dengan memberikan inovasi-inovasi baru.Kata Kunci: CSR, Pemberdayaan Masyarakat, Public Affairs
Literasi Digital dalam Upaya Mendukung Pembelajaran Online pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Cilegon Siska Mardiana; Annisarizki; Marthalena; Liza Diniarizky Putri; Sigit Surahman
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v4i1.3809

Abstract

Pembelajaran online yang dilakukan melalui media sosial ataupun aplikasi conference yang ada di smartphone atau komputer, pada akhirnya membuat siswa-siswa pun banyak menggunakan teknologi digital, atau ada juga yang memang sudah terbiasa menggunakannya sebelum adanya pembelajaran online, demikian yang dialami oleh siswa-siswa di SDIT Madani Cilegon, maka kegiatan pengabdian masyarakat mengenai literasi digital dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan mengenai bagaimana mengakses internet dengan baik, aman dan sehat, aplikasi apa saja yang baik untuk mereka gunakan dan penggunaan smartphone yang baik dan bijak. Kegiatan dilakukan selama tiga bulan mulai dari tahap awal sosialisasi dan perijinan hingga tahap evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa siswa lebih memahami mengenai penggunaan internet dan teknologi digital seperti smartphone untuk hal hal yang positif, juga mengenai keamanan di dunia digital, dan pencarian sumber informasi dan konten konten yang sesuai dengan usia. Keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dengan antusiasme siswa mengikuti kegiatan dan menjawab pertanyaan, mengulang menjelaskan materi serta dari informasi yang didapat dari guru usai kegiatan. Kegiatan pengabdian ini juga mendorong keberhasilan pembelajaran online karena siswa dapat mencari informasi, membaca, menyimak, melalui media digital seperti blog, media sosial, web maupun youtube, dan dapat mengikuti pembelajaran tiap mata pelajaran yang berlangsung secara online.
Pemberdayaan Dan Pendampingan Pengembangan Desa Wisata Sukaratu Kabupaten Serang Berbasis Public Private Partnership Budi Hasanah; Annisarizki Annisarizki; Sigit Surahman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.73 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.557

Abstract

Secara legal Desa Sukaratu telah menjadi desa wisata sejak tahun 2018 dan pada pertengahan tahun 2019, telah dibuka lagi destinasi wisata baru dengan nama “Mahkota Ratu”. Desa wisata ini berpotensi bisa terus dikembangkan sehingga dapat menjadi desa wisata yang dapat diperhitungkan baik di tingkat lokal maupun nasional. Namun dalam pengembangannya desa wisata ini butuh adanya kerjasama dengan berbagai pihak berbasis public private partnership (warga masyarakat setempat pemerintah serta pihak swasta) agar dapat mengeksplor potensi yang ada dengan baik. Tujuan pengabdian ini memberikan materi dan pendampingan bagi warga beserta pokdarwis (kelompok sadar wisata) dan aparat Desa Sukaratu. Dalam mengembangkan potensi desa wisata melalui kegiatan pemberdayaan dan pendampingan berbasis public private partnership. Metode kegiatan yang dipakai menggunakan particiaptory learning and action. Kesimpulan dari kegiatan ini terlihat warga beserta pokdarwis dan aparat Desa Sukaratu dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Indikator keberhasilan dengan tingkat keberhasilan 75% (sangat baik) meskipun masih perlu dilakukan pendampingan oleh fasilitator. Rekomendasi dalam kegiatan ini adalah perlu ditambahkan mitra baik dari pihak pemerintah atau swasta dan terjalin kerjasama yang kuat dalam mengembangan desa wisata sukaratu sehingga outcome yang diterima kembali lagi untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat lokal Desa Sukaratu.
Komodifikasi Konten, Khalayak, dan Pekerja pada Akun Instagram @salman_al_jugjawy Sigit Surahman; annisarizki annisarizki; Rully Rully
Nyimak: Journal of Communication Vol 3, No 1 (2019): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.477 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v3i1.1208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komodifikasi konten, khalayak, dan pekerja pada akun Instagram @salman_al_jugjawy. Menggunakan teori komodifikasi, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi eksploitasi dan komodifikasi konten, khalayak, dan pekerja secara tidak langsung terhadap para pengikut (followers) akun Instagram @salman_al_jugjawy. Eksploitasi dan komodifikasi terjadi secara halus karena hampir semua pengikut akun @salman_al_jugjawy adalah para penggemar yang dengan suka rela akan ikut membantu penyebaran informasi pada komunitas-komunitas virtual di Instagram.Kata Kunci: Ekonomi politik media, komodifikasi, Instagram This study aims to analyze the commodification of content, audiences, and workers on Instagram accounts @salman_al_jugjawy. Using the commodification theory, the approach used is a descriptive-qualitative approach. The results showed that there was an exploitation and commodification of content, audiences, and workers indirectly towards followers (followers) of Instagram accounts @salman_al_jugjawy. Exploitation and commodification occur smoothly because almost all followers of the @salman_al_jugjawy account are fans who will voluntarily help spread information to virtual communities on Instagram.Keywords: Media political economy, commodification, Instagram
MANAJEMEN WISATA RELIGIUS KESULTANAN BANTEN (Bauran Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan) annisarizki annisarizki; Media Sucahya
Nyimak: Journal of Communication Vol 2, No 2 (2018): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.491 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v2i2.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen wisata religius Kesultanan Banten Lama dengan model manajemen bauran pemasaran dalam rangka memperkuat branding objek ziarah. Untuk mencapai tujuan tersebut, identifikasi masalah dalam studi ini ialah konsep manajemen wisata religius guna meningkatkan pengelolaan Kesultanan Banten Lama dan proses bauran komunikasi pemasaran yang berkaitan dengan penguatan citra. Penelitian ini merupakan riset kualitatif, yaitu menggambarkan sebuah perspektif atau informasi dari suatu masalah. Tipe penelitian ini adalah analisis kualitatif yang bersifat sistemis, subjektivis dan analitis. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pariwisata Kesultanan Banten sudah menerapkan bauran komunikasi pemasaran, kecuali pemasaran langsung. Salah satu faktor yang menyebabkan bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan belum berjalan maksimal ialah belum selesainya program revitalisasi Banten Lama (2018-2020) yang bertujuan menata ulang Kawasan Banten Lama agar sesuai dengan standar nasional.Kata Kunci: Bauran komunikasi pemasaran, pariwisata, wisata religius, Banten This study aims to analyze the management of the Old Banten Sultanate religious tourism with a marketing mix management model in order to strengthen the branding of the pilgrimage object. Identification of the problem in this study is the concept of religious tourism management which aims to improve the management of the Old Banten Sultanate and the marketing communication mix process to strengthen the image of the Banten Sultanate. This research is qualitative research. The characteristic of this research is systemic, subjectivist and analytic. The data collection technique of this study uses in-depth interviews, observations, and literature studies. The results of this study indicate that the tourism management of the Sultanate of Banten has implemented marketing communication mix, except direct marketing. One of the factors that caused the implementation of the marketing communication mix not optimal is the completion of the Banten Lama's revitalization program (2018-2020) which aims to rearrange the Old Banten Region to conform national standards.Keywords: Marketing communication mix, tourism, religious tourism, Banten
Utilization of Instagram Social Media in Repairing Image of Anyer Beach Tourism Indah Pratiwi; Annisarizki; Dwi Nurina Pitasari
Journal Hotspot Vol. 1 No. 2 (2021): October
Publisher : Politeknik Pariwisata Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.278 KB)

Abstract

This study aims to determine the use of Instagram social media in improving the image of Anyer beach tourism through organizing the Anyer Krakatau Culture Festival event and promoting it to the public through the Instagram account @akcf_official. This research uses a case study method with a qualitative approach. The determination of the informants was carried out using a purposive sampling technique with three informants as key informants and one informant as secondary informants. Data collection techniques using observation, interviews, literature study and documentation. The validity technique is done by data triangulation. The theory used in this study is the CMC (Communication Mediated Computer) theory and using the PR Transfer Process model.
The Role of Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) in Developing Public Information Literacy in Pandeglang Regency Annisarizki Annisarizki; Siska Mardiana
Indonesian Journal of Social Science Research Vol 3 No 2 (2022): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.03.02.02

Abstract

The establishment of KelompokInformasiMasyarakat (KIM) in Pandeglang Regency by the Pandeglang Regency Communication, Code and Statistics Office is expected to be a mouthpiece between the Pandeglang Regency Government and disadvantaged rural communities in developing information literacy. Through a qualitative approach with descriptive research methods, this study focuses on the role of KIM in developing information literacy in underdeveloped villages. This study seeks to find out the role of KIM in conducting information literacy about the Pandeglang Regency government program. The results of the study show the role of KIM in developing information literacy for the people of Pandeglang Regency, collecting, informing and managing information about programs that are being and will be run by the Pandeglang Regency government in 16 underdeveloped villages that are still difficult to access the internet, such as educating about COVID-19, conducting program socialization " JakaMantul". The recommendation of this research is for KIM to carry out its role more massively by utilizing various media in disseminating information in underdeveloped villages.