Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Alat Bantu Untuk Meminimasi Defect Pada Proses Peleburan Komponen Coupling Head Dengan Metode Six Sigma Di Pt Xxx Nino Setyo Utomo; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu produk PT XXX adalah Air Brake System untuk kereta api. Selanjutnya pada penelitian ini apabila disebutkan Air Brake System maka yang dimaksud adalah sistem pengereman angin untuk kereta api. Tidak semua komponen Air Brake Sytem dibuat oleh PT XXX. Menurut data produksi komponen air brake system yang diproduksi Divisi Tempa dan Cor tahun 2018 produk coupling head menempati urutan pertama rata-rata defect terbanyak yaitu sebesar 26.49 produk atau sebanyak 1245 produk dari 24079 produk yang di produksi. Maka dari itu pada penelitian ini berfokus pada perbaikan proses produksi coupling head. Penelitian ini juga lebih difokuskan lagi pada perbaikan proses peleburan, karena menjadi sumber defect terbanyak yaitu sebanyak tiga jenis defect berupa beku dini (BD), blow hole (BH) dan inklusi terak (IT). Untuk menentukan usulan perbaikan penelitian ini menggunakan metode six sigma. Pada tahap pendahuluan untuk mementukan akar permaslahan menggunakan tahap Define, Measure, dan Analyze. Seperti yang sudah diketahui di atas, pada tahap define ditemukan bahwa proses peleburan adalah proses yang paling bermasalah. Lalu pada tahap measure didapat DPMO sebesar 6639 dengan level sigma sebesar 3,97. Sehingga pada tahap analayze dicari tahu akar permaslahan menggunakan fishbone diagram untuk selanjutnya dibuat prioritas menggunakan FMEA. Selanjutnya adlah tahap improve. Dimulai dari nilai RPN yang didapatkan pada FMEA. Sehingga didapat usulan berupa, Menyediakan alat pengukur suhu (termometer infrared) dan membuat percobaan berapa lama waktu pemanasan yang dibutuhkan hingga ladle mencapai suhu 800°C, meleburkan logam cair hingga ketitik maksimal (1550°C) dan menambah suhu ladle hingga 900°C, menyediakan ladle kecil yang ukurannya sesuai dengan satu kali penuangan cetakan coupling head, membuat penyangga untuk ladle saat penuangan. menyediakan fasilitas kaca mata safety dengan kaca berwarna hitam. Kata kunci: XXX, Coupling head, Defect, Improvement , Six sigma
Perancangan Usulan Jidoka Dan Taguchi Untuk Meminimasi Defect Pada Proses Pengemasan Primer Obat Tablet Di Pt. Xyz Dengan Pendekatan Six Sigma Husein Bimantoro; Marina Yustiana Lubis; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang farmasi obat, salah satu produk yang di produksi adalah obat tablet. Dalam melakukan produksi obat tablet dari proses granulasi hingga pengemasan tablet, masih terdapat produk defect yang dihasilkan sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman pada customer. Salah satu proses yang terdapat defect dan yang menjadi fokus pada penelitian adalah proses pengemasan primer yang merupakan pengemasan tablet pada kemasan aluminium foil. Dari data historis pengemasan primer obat tablet Januari-September 2018 rata-rata defect yang dihasilkan adalah 0.114% dengan nilai sigma sebesar 5.005 sigma dan nilai DPMO sebesar 233. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi defect dengan memberikan usulan perbaikan menggunakan pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAIC. Terdapat lima CTQ yang ditetapkan perusahaan dengan jenis defect yang akan dilakukan perbaikan adalah defect kosong, bocor, licin, terlindas dan tablet pecah. Dengan menggunakan tool analisis berupa fishbone dan 5 why’s akan diketahui faktor penyebab terjadinya masalah dan akan dilakukan prioritas perbaikan terhadap faktor yang bermasalah menggunakan FMEA. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah dengan menggunakan prinsip jidoka dan taguchi (design of experiment) serta pemberian visual control display dalam meminimasi defect. Kata kunci: Defect, Jidoka, Pengemasan primer, Six sigma, Taguchi Abstract PT. XYZ is a state-owned company engaged in pharmaceutical medicine, one of the products produced is tablet medicine. In producing tablet medicine from the granulation process to packaging the tablet, there are still defect products produced that cause delays in delivery to the customer. One process that has a defect and which is the focus of the research is the primary packaging process which is the packaging of tablets on aluminum foil packaging. From the historical data on tablet primary tablet packaging January-September 2018 the average defect produced is 0.114% with a sigma value of 5.005 sigma and a DPMO value of 233. This research aims to minimize defects by suggesting improvements using the Six Sigma approach with DMAIC stages. There are five CTQ determined by the company with the type of defect that will be repaired are empty, leaky, slippery, runny defects and broken tablets. By using the analysis tool in the form of fishbone and 5 why will you know the factors causing the problem and priority will be made to repair the problematic factors using FMEA. The proposed improvements made are using the jidoka and taguchi principles (design of experiment) and providing visual control displays in minimizing defects. Keywords: Defect, Jidoka, Packaging process, Six sigma, Taguchi
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Produksi Kemeja Untuk Meminimasi Waste Waiting Di Cv Wira Utama Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Utami Wulandari; Sri Widaningrum; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV Wira Utama merupakan salah satu perusahaan manufaktur swasta yang bergerak di bidang garmen. CV Wira merupakan pabrik garmen yang menerima berbagai pesanan pakaian jadi dan telah mendapatkan kepercayaan dari berbagai vendor atau klien, salah satunya adalah kemeja dari perusahaan Hugo. Berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan, keterlambatan pengiriman terjadi hampir disetiap bulan selama tahun 2018. Hal tersebut merupakan permasalahan yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap proses produksi kemeja di CV Wira Utama dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Penelitian dimulai dengan melakukan pemetaan value stream mapping current state dan dilanjutkan dengan pemetaan process activity mapping current state. Berdasarkan pemetaan tersebut diperoleh informasi bahwa terjadi beberapa waste dengan aktivitas value added sebesar 1875,56 detik, non value added (NVA) sebesar 8251,8 detik, serta aktivitas non but necessary value added (NNVA) sebesar 31623,39 detik, dimana pada penelitian ini akan berfokus pada waste waiting. Selanjutnya adalah melakukan pengidentifikasian akar permasalahan yang menyebabkan waste waiting menggunakan cause and effect diagram. Faktor-faktor dominan penyebab terjadinya waste waiting dapat diminimasi dengan melakukan perancangan usulan perbaikan menggunakan preventive maintenance dan single minute exchange of dies. Kemudian dilakukan analisis kelebihan dan kekurangan dari setiap usulan perbaikan, dan melakukan pemetaan VSM future state sehingga diperoleh penurunan lead time sebesar 21880,2 detik. Kata kunci: Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Single Minute Exchange of Dies. Abstract CV Wira Utama is one of the private manufacturing companies engaged in garment. CV Wira is a garment factory that accepts various apparel orders and has gained the trust of various vendors or clients, one of which is a shirt from Hugo's company. Based on data obtained from the company, delays in shipping occur almost every month during 2018. This is a problem that needs to be carried out further research on the production process of shirts at CV Wira Utama using a lean manufacturing approach. The research began by mapping the current state value stream mapping and continued with mapping the current state activity mapping process. Based on the mapping, information was obtained that some waste occurred with value added activities of 1875.56 seconds, non value added (NVA) of 8251,8 seconds, and non but necessary value added (NNVA) activities of 31623.39 seconds, which in this study will focus on waste waiting. Next is to identify the root causes of waste waiting using cause and effect diagrams. The dominant factors that cause waste waiting can be minimized by designing proposed improvements using preventive maintenance and single minute exchange of dies. Then analyze the strengths and weaknesses of each proposed improvement, and do a future state VSM mapping to obtain a lead time decrease of 21880.2 seconds. Keywords: Lean Manufacturing, Waste Waiting, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Single Minute Exchange of Dies.
Perancangan Usulan Perbaikan Pada Proses Welding Dan Recoiling Produk Full Hard 0.2 X 914 Mm Pt. Xyz Menggunakan Metode Six Sigma Yumna Sabila; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industri baja. Penelitian dilakukan di Plant Cold Rolling Mill. Pada plant ini memproduksi gulungan baja dengan salah satu produk yang diproduksi yaitu Full Hard dengan ukuran 0.2 x 914 mm. Full Hard 0.2 x 914 mm adalah produk populer karena mempunyai target produksi yang tinggi dibandingkan dengan ukuran lainnya sebesar 111,976 ton. Berdasarkan data historis produksi produk Full Hard 0.2 x 914 mm tahun 2018 menghasilkan jumlah produksi 121,637 ton dengan persentase produk defect 16 %. Fokus penelitian di mill Continous Tandem Cold Mill (CTCM) karena mill yang paling banyak menghasilkan defective sebesar 19,404 ton. Terdapat 6 proses produksi yang dilakukan, penelitian ini berfokus pada proses recoiling dan welding. Jenis cacat pinch mark terjadi pada proses welding, dan mandrel kink, telescope coil terjadi pada proses recoiling dengan 6 buah CTQ. Diketahui bahwa nilai DPMO sebesar 28,604 dan nilai sigma sebesar 3.432 dari hasil perhitungan tersebut dapat diidentifikasi bahwa kapabilitas proses yang terjadi masih dibawah 6 sigma. Dengan melakukan tools analisis diagram sebab-akibat dapat diketahui faktor penyebab terjadinya proses yang bermasalah. Menentukan prioritas perbaikan menggunakan FMEA. Usulan perbaikan yang dilakukan andon display visual, SOP, pemeliharaan rutin, dan lembar pemeliharaan. Kata Kunci: Full Hard 0.2 x 914mm, CTQ, DPMO, Welding, Recoiling, Interval waktu kerusakan, Pokayoke, SOP. Abstract PT. XYZ is a state-owned company engaged in the steel industry. The research was conducted at Plant Cold Rolling Mill. At this plant produces steel coils with one of the products produced, namely Full Hard with a size of 0.2 x 914 mm. Full Hard 0.2 x 914 mm is a popular product because it has a high production target compared to other sizes of 111.976 tons. Based on historical data, the production of Full Hard 0.2 x 914 mm products in 2018 produces a total production of 121.637 tons with a percentage of defect products of 16%. The focus of the research is on the Continuous Tandem Cold Mill (CTCM) mill because the mill with the most defective yield is 19.404 tons. There are 6 production processes carried out, this study focuses on the process of recoiling and welding. The type of defect pinch mark occurs in the welding process, and the mandrel link, telescope coil occurs in the recoiling process with 6 CTQ pieces. It is known that the DPMO value of 28.604 and the sigma value of 3.432 from the results of these calculations can be identified that the process capability that occurs is still below 6 sigma. By doing causal diagram analysis tools can be known the factors causing the problematic process. Determine priorities for improvement using FMEA. Proposed improvements made by andon display visuals, SOPs, routine maintenance, and maintenance sheets. Keywords: Fullhard 0.2 x 914mm, CTQ, DPMO, Welding, Recoiling, Damage Time Interval, Andon, SOP.
Perancangan Alat Bantu Untuk Meminimasi Defect Pada Proses Finishing Komponen Coupling Head Dengan Metode Six Sigma Di Pt Xxx Andwi Wulansari; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XXX merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang salah satu produk yang dihasilkan yaitu Air Brake System. Air Brake System adalah sistem pengereman pada gerbong kereta api. Terdapat 12 komponen Air Brake System yang diproduksi PT XXX. Pada penelitian ini, komponen yang akan diteliti yaitu komponen Coupling Head. Berdasarkan data historis perusahaan, terdapat masalah rata-rata defect komponen Coupling Head sebesar 26.49%. Untuk mengetahui faktor penyebab variasi proses yang menyebabkan defect dan usulan perbaikan digunakan metode six sigma dengan pendekatan DMAI. Pertama, tahap define menghasilkan product dan process requirement yang tidak terpenuhi yang menyebabkan permasalahan pada proses peleburan, pembuatan cetakan, dan finishing. Pada penelitian ini akan membahas permasalahan proses finishing yaitu gerinda skrap bagian parting line tidak bersih. Kedua, tahap measure, dapat diketahui nilai DPMO sebesar 6639 dan level sigma 3,97. Ketiga, tahap analyze, diperoleh analisa penyebab gerinda skrap bagian parting line tidak bersih yaitu faktor man dengan penyebab kekeliruan operator dalam menentukan dimensi komponen saat proses finishing dengan akar penyebab berupa tidak ada petunjuk menunjukkan dimensi komponen Coupling Head yang sesuai. Sedangkan faktor machines dengan penyebab dudukan coran tidak memadai komponen Coupling Head berdiri stabil memiliki akar penyebab tidak ada perancangan dudukan komponen Coupling Head. Keempat, tahap improve, dengan melakukan perbaikan untuk meminimalkan munculnya penyebab tahap gerinda yang terlalu dalam. Perbaikan meminimasi variasi proses pada komponen Coupling Head yaitu merancangan alat bantu dudukan komponen Coupling Head dilengkapi penahan. Kata kunci: Komponen Coupling Head, Defect Dimensi, Six Sigma (DMAI), proses finishing, alat bantu
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Persiapan Aksesoris, Sewing, Dan Finishing, Pada Produksi Celana Jeans Di Pt. Xyz Dengan Metode Six Sigma Arnis Arisma Putri; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses produksi pembuatan celana jeans belum berjalan dengan baik, hal tersebut dibuktikan dengan belum terpenuhinya target produksi selama periode 2018 dikarenakan terdapat produk cacat pada setiap bulannya yang mencapai rata-rata 2027 produk. Untuk itu, dilakukan identifikasi pada tahapan proses produksi untuk mengetahui penyebab permasalahan terjadinya produk cacat. Metode six sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) digunakan untuk melakukan perbaikan pada proses produksi, sehingga cacat dapat dicegah. Identifikasi tahapan proses produksi dilakukan pada tahap define dan didapatkan 9 proses bermasalah. Pada penelitian ini akan berfokus pada 5 tahapan proses yaitu persiapan aksesoris, sewing I, sewing II, sewing IV, dan Finishing II. Kapabilitas proses perusahaan berada pada level 3,92 sigma dan pengukuran dilakukan pada tahap measure. Tahap analyze dilakukan dengan bantuan tools fishbone diagram dan FMEA sehingga didapatkan hasil faktor penyebab masalah potensial berupa tidak terdapat prosedur pemeriksaan fungsi zipper, tidak terdapat pengaturan tension benang, tidak terdapat alat bantu untuk membersihkan sekoci dan ruangan rotari, tidak terdapat pengontrolan penggantian jarum, dan tidak ada pengecekan mesin secara rutin. Untuk itu pada tahap improve diberikan usulan berupa penambahan proses inspeksi, perancangan visual control, perancangan alat bantu pembersih, lembar kontrol penggantian jarum, visual display, dan lembar pemeriksaan mesin untuk mengatasi masalah. Kata Kunci: Six Sigma, DMAIC, Celana Jeans, Sewing, Level Sigma Abstract Production process of making jeans has not gone well, as evidenced by the company production target that haven’t been fulfilled during 2018 because there are defect product every month that reach an average of 2027. For that, identification is done at the stages of production process to find the cause of the problem of defect product. Six sigma method with DMAIC stage (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) is used to make improvement to the production process, so that defect can be prevented. Identificationof production process stage is carried out in the define stage and 9 problem processes are obtained. In this research focuses on 5 stages of the process, namely preparation of accessories, sewing I, sewing II, sewing III, and finishing II. Process capability of the company at the level of 3,92 sigma and measurement is carried out at the measure stage. Analyze phase is carried out with the help of fishbone diagram and FMEA tools, so that the results of the potensial problems are obtained that there is no inspection of zipper function, there is no thread tension setting, there are no tools to clean sekoci and rotari room, there is no needle replacement control, and there is no routine mavhine checking. So that, in improve stage given a proposal in the form of additional inspection process, design visual control, design cleaning tools, needle replacement control sheets, visual display, and machine inspection sheet to solve the problem. Keyword: Six Sigma, DMAIC, Jeans, Sewing, Sigma Level
Usulan Perbaikan Proses Drawing Untuk Meminimasi Terjadinya Defect Pada Part Metal Fuel Filler Di Pt Sinar Terang Logamjaya (pt Stallion) Dengan Pendekatan Dmai Muhammad Fauzi Aulia Rahman; Wiyono Wiyono; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Sinar Terang Logamjaya atau PT STALLION merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi suku cadang otomotif untuk kendaraan sepeda motor. Salah satu part yang di produksi yang di PT STALLION adalah part metal fuel filler (MFF). MFF merupakan part yang digunakan sebagai salah satu penyusun bagian di dalam tanki bensin sepeda motor. Diketahui bahwa part MFF yang di produksi pada rentang waktu agustus 2020 sampai dengan februari 2021 menghasilkan kuantitas produk defect yang bervariasi tergantung dengan target produksi harian. Presentase rata-rata aktual untuk produk defect sebesar 0,86% sedangkan target yang ditetapkan oleh PT STALLION untuk produk yang mengalami defect secara keseluruhan adalah 0,2%. Sehingga diperlukan perbaikan untuk mengatasi permasalahan defect yang tejadi. Metodologi yang digunakan pada penulisan tugas akhir ini menggunakan pendekatan DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) dari Six Sigma. Usulan perbaikan pada tugas akhir ini yaitu konsep rancangan Poka Yoke pada lower dies, konsep rancangan jalur lubrikasi pada lower dies, dan konsep rancangan sistem lubrikasi otomatis modular yang akan diintegrasikan pada lower dies. Usulan perbaikan ini bertujuan untuk meminimasi akar permasalahan dari sisi man dan machine yang merupakan faktor utama penyebab permasalahan defect pada part MFF. Evaluasi hasil konsep rancangan perbaikan dilakukan dengan melakukan analisis kelebihan dan kekurangan, analisis tahapan kerja, dan melakukan verifikasi hasil pihak perusahaan untuk dapat diimplementasikan. Kata kunci : Kualitas, Defect, DMAI, Poka Yoke, Mekanikal Drawing
Perancangan Usulan Perbaikan Jalur Transportasi Material Aditif Pt. Indocement Tunggal Prakarsa Muhammad Kinan Ammar; Marina Yustiana Lubis; Yunita Nugrahaini Safrudin
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Indocement Tunggal Prakarsa adalah bergerak di bidang industri semen. Salah satu produk yang diproduksi Semen PCC. Berdasarkan data perusahaan pada periode Januari 2017 sampai dengan Desember 2019, terdapat penggunaan clinker yang melewati batas maksimum. Hal ini tidak sejalan dengan usaha yang dilakukan perusahaan untuk menekan biaya efisiensi penggunaan clinker. Kemunculan adanya penggunaan clinker yang melewati batas maksimum yaitu karena adanya kekosongan material aditif pada proses penggilingan. Hal ini disebabkan karena terjadinya stop operasi pada jalur transportasi material aditif. Fokus pembahasan pada tugas akhir ini yaitu dengan melakukan perbaikan pada jalur transportasi material aditif. Penelitian ini menggunakan proses improvement untuk mengatasi permasalahan. Diawali dengan tahapan rumusan masalah yaitu mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada jalur transportasi material aditif dan mengidentifikasi stop operasi pada jalur transportasi material aditif. Tahapan selanjutnya, analisis yaitu melakukan analisis terhadap permasalahan menggunakan fishbone diagram dan analisis 5 why’s. Tahapan rancangan perbaikan yaitu memberikan usulan perbaikan. Usulan perbaikan untuk permasalahan yang terjadi ini diantaranya yaitu melakukan bypass sehingga diharapkan dengan adanya rancangan ini dapat meminimasi atau bahkan menghilangkan penggunaan clinker yang melewati batas maksimum. Kata kunci: Clinker, Jalur Transportasi, Usulan Perbaikan
Perancangan Usulan Alat Bantu Pelindung Untuk Mengurangi Potensi Risiko K3 Pada Mesin Uji Shearing Laboratorium Otomotif Balai Besar Bahan Dan Barang Teknik (b4t) Bandung Menggunakan Pendekatan Perancangan Produk Rasional Deandra Nobela Yahya; Heriyono Lalu; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak K3 merupakan kegiatan untuk menjamin dan melindungi pekerja dari penyakit akibat kerja. Pada saat ini B4T telah menerapkan sistem K3. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan menyediakan alat pemadam api, kotak P3K, dan dokumen-dokumen terkait salah satu contohnya adalah dokumen Prosedur Mutu dan K3L Identifikasi Bahaya. Laboratorium otomotif merupakan salah satu fasilitas pengujian di B4T. Di laboratorium otomotif proses pengujiannya menggunakan mesin uji. Berdasarkan hasil dari identifikasi risiko, beberapa mesin uji memiliki risiko dengan nilai sedang. Langkah untuk mengurangi risiko adalah dengan pengendalian risiko. Pada mesin shearing terdapat risiko serpihan velg dapat terlempar dan mengenai operator, pengendalian risikonya adalah dengan penggunaan APD, mengetahui prosedur, dan melakukan rekayasa engineering. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan alat bantu pelindung terhadap risiko bahaya tersebut, agar dapat menurunkan nilai risikonya dan aman bagi operator. Metode perancangan yang digunakan adalah metode perancangan rasional. Hasil dari perancangan usulan alat bantu tersebut adalah operator aman dari risiko terlemparnya serpihan velg pada saat proses pengujian dengan mesin shearing, menurunkan tingkat risiko, dan memungkinkan diterapkan pada stasiun kerja pengujian menggunakan mesin shearing. Kata kunci: Risiko, Perancangan, Aman, K3 Abstract OHS is an activity to guarantee and protect workers from occupational diseases. Currently, B4T has implemented an OHS system. This can also be proven by providing fire extinguishers, first aid kits, and related documents. One example is the Hazard Identification Quality and K3L Procedure document. The automotive laboratory is one of the testing facilities at B4T. In the automotive laboratory, the testing process uses a testing machine, the results of risk identification, some testing machines have a moderate risk. The step to reduce risk is risk control. In the shearing machine, there is a hazard that wheel flakes can be thrown and hit the operator, controlling the risk is by using APD, knowing procedures, and doing engineering. In this research, the design of machine guarding is carried out in order to reduce the risk value and be safe for the operator. Keywords: Risk, design, hazard, safety
Rancangan Usulan Perbaikan Pada Proses Pembuatan Plate Adjuster Comp Chain K45 Tahapan Proses Blanking Di Pt. Xyz Berdasarkan Pendekatan Metode Dmai Vicky Nurdiawati; Marina Yustiana Lubis; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan suatu perusahaan industri manufaktur yang berfokus pada produksi spare part kendaraan bermotor salah satunya adalah Adjuster Comp Chain K45 yang digunakan untuk setelah rantai pada roda. Berdasarkan data historis perusahaan periode Desember 2018-November 2019 PT. XYZ rata-rata memproduksi spare part Adjuster Comp Chain K45 sebanyak 11512 unit per bulan. Proses yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah proses blanking atau proses pelubangan. Terdapat beberapa defect pada proses blanking yaitu scret, dented, mentok hole tengah, dan mentok jig. Penelitian ini berfokus pada jenis defect mentok hole tengah yang diakibatkan karena posisi material tidak pas sehingga diameter yang dihasilkan tidak sesuai. Oleh karena itu, diberikan usulan perbaikan berupa alat bantu penahan plat dan display visual. Untuk menentukan usulan perbaikan penelitian ini menggunakan pendekatan DMAI. Pada tahap define berisi pembuatan diagram SIPOC, mengidentifikasi CTQ, mendefinisikan jumlah data produksi dan data jenis defect periode Desember 2018-November 2019, dan mendefinisikan jenis defect. Pada tahap measure berisi perhitungan stabilitas dan kapabilitas proses. Pada tahap analyze berisi analisis proses menggunakan diagram pareto, mengidentifikasi akar masalah dengan menggunakan fishbone, dan analisis prioritas perbaikan proses menggunakan FMEA. Pada tahapan improve berupa usulan perbaikan untuk memperbaiki proses menggunakan 5W+1H dan rancangan usulan alat bantu. Hasil dari identifikasi masalah menggunakan metode DMAI adalah usulan alat bantu berupa magnet clamp sebagai penahan plat agar selama proses berlangsung benda tidak bergeser sehingga ukuran yang dihasilkan sama dan display visual yang bertujuan untuk menginformasikan operator ketentuan dan tata cara pada proses blanking. Kata kunci : Six Sigma, DMAI, Adjuster Comp Chain K45, Blanking Abstract PT. XYZ is a manufacturing industrial company that focuses on the production of motor vehicle spare parts, one of which is the K45 Comp Chain Adjuster which is used for after the chain on the wheels. Based on the company's historical data for the period December 2018-November 2019 PT. XYZ produces 11512 units of Adjuster Comp Chain K45 spare parts per month on average. The process that is the focus of this research is the blanking process or the perforation process. There are several defects in the blanking process, namely scret, dented, stuck in the middle hole, and stuck in the jig. This research focuses on the type of stuck defect in the middle hole which is caused by the position of the material not fitting so that the resulting diameter is not suitable. Therefore, it is given a recommendation for improvement in the form of a tool to hold the plate and visual display. To determine the proposed improvement in this study using the DMAI approach. The define stage consists of making a SIPOC diagram, identifying CTQ, defining the amount of production data and defect type data for the period December 2018-November 2019, and defining the types of defects. In the measure stage, it contains calculation of process stability and capability. The Analyze stage contains process analysis using Pareto diagram, identifying the root of the problem using Fishbone, and process improvement priority analysis using FMEA. In the improve stage, it is in the form of a proposed improvement to improve the process using 5W + 1H and the proposed design of tools. The result of problem identification using the DMAI method is a proposed tool in the form of a magnetic clamp as a plate holder so that during the process the object does not shift so that the resulting size is the same and a visual display which aims to inform the operator of the provisions and procedures for the blanking process. Keywords: Six Sigma, DMAI, Adjuster Comp Chain K45, Blanking
Co-Authors Adinegoro, Ghifary Aditya Candradesta Aditya Rifqi Pratama Agus Alex Yanuar Aida Mahdyana Amalina, Yenny Nurul Amroh, Nadya Almira Andwi Wulansari Aqilaghazi , Hafizha Ari Hendriyanto Arnis Arisma Putri Asyifa Fadhila Rizki Atya Nur Aisha Ayuningtyas, Ganis Woro Bela Pitria Hakim Bella Hestina Putri Christian Dhimas Maharddhika Cut Chaerani Amanda Deandra Nobela Yahya Deden Guna Sasmitha Elvan Pratama Endang Budiasih Ergiana Reiza Ramdani* Fajrin, Juan Naufalda Falah, Hanif Rizqi FANDI ACHMAD Fany Putri Novitasari Firda Maulida Fitria Fithratur Rahmi Fransiscus Sucipto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hadi Susanto Hana Qatrunnada Hanny Setyaningrum Hendy Kurnia Heriyono Lalu Husein Bimantoro Husna, Amani Aulia Hutari, Nur Afiah Intan Geovani Irsyad, Amanullah Ivano, Chandika Izzati, Fajrina Nurkhalisha Jamil, Farhana Haifa Putri Khairul Abrar Kusumaningputri, Rindha Ayu Labibah Isnaini Choeronissa Madya, Gelar Aditya Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Eka Annisa Muhammad Fauzi Aulia Rahman Muhammad Iqbal Muhammad Kinan Ammar Nabilatushalihah Rahandari Heruputri Nadella Yusfarani Nadhifah, Nida Syifa Nadia Fairuz Havi Nino Setyo Utomo Nugrahaini , Yunita Nugrahaini, Yunita Nur Fauziah Karin Nur Intan Dhewanty Mayangsari Octavia Ratna Dewi Permana, Muhamad Candra Permitasari , C. Digna Arga Poeri Suryadhini Pramudya, Hafizh Pratya Poeri Suryadhini Puspa Oktaviani Putra, Muhammad Satria Putria Dhiakanza Purwinto Qonitah Zahidah Rahmah, Nabila Rahmi Nur Afifah Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhan, Rafli Rizky Ramdani*, Ergiana Reiza Ratih Larasati Rio Aurachman Riska Renata Yasin Riska Safira Permatasari Rizka Malia Khulda Rizki Nur Rachman Rizky Ibnu Abi Cahyono Roberta Nidia Risandha Putri Ryan Rachmadian Salma Fauzia Sarah Ni'ma Shafira Saskia Latifah Choir Sheila Amalia Salma Sheila Sekar Soka Shiela Azmy Simbolon Agnes Gracecia Sinaga, Yoseph Caesario Nugroho Sri Widaningrum Suci Rachma Sari Susanto , Hadi Tito Try Arto Tyas Danny Setyaningrum Utami Wulandari Varyna Ayu Rahmalisa Wibowo Vicky Nurdiawati Viorina Rachminda Putri Widia Juliani Winta Pingkan Wiyono Yoga Cahyo Wibowo Yudhistya, Daneswari Yumna Sabila Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Safrudin Zalfa Husnul Afifah