Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perbaikan Proses Bak Panas Untuk Meminimasi Cacat Diameter Pada Produksi Tambang Polyethylene Di Pt. Xyz Berdasarkan Pendekatan Metode Dmai Yoga Cahyo Wibowo; Marina Yustiana Lubis; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Tekstil Sandang dan Kulit (TSK), salah satu produk yang diproduksi adalah tambang polyethylene. Dalam melakukan produksi tambang polyethylene dari proses pengolahan bahan baku pada proses extrude hingga proses akhir yaitu proses packing tambang masih terdapat produk cacat yang dihasilkan. Salah satu proses yang terdapat cacat dan menjadi fokus penelitian adalah proses bak panas yang merupakan proses pengecilan diameter pada serat benang. Berdasarkan data historis produksi produk tambang polyethylene periode Oktober 2018 s.d September 2019 menghasilkan total jumlah produksi 1910108 Kg. Secara umum target produksi perbulan relative selalu tercapai namun tetap terdapat cacat yang terjadi. Diketahui jumlah rata-rata jumlah produk cacat 13258 Kg dan rata-rata presentase cacat sebesar 8,47 %. Nilai rata-rata cacat masih berada di atas batas toleransi yang ditetapkan perusahan sebesar 2%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAI yang diharapkan dapat meminimasi cacat.Diketahui nilai sigma sebesar 3,411 sigma dan nilai DPMO sebesar 28012,951 dan dapat diidentifikasi bahwa kapabilitas proses masih dibawah 6 sigma. Dengan mencari akibat permasalah yang terjadi menggunakan tools analisis diagram sebab-akibat (fishbone) diketahui faktor penyebab terjadinya proses yang bermasalah yaitu proses ekstrude pada bak panas. Kemudian menentukan prioritas perbaikan menggunakan Failure Mode and Effect (FMEA). Usulan perbaikan yang dirancang pada proses ekstrude adalah dengan usulan pembuatan jadwal pemeliharaan mesin menggunakan strategi preventive maintenance, pembuatan usulan checksheet pemeliharaan perawatan mesin, dan pemubatan alarm penanda perubahan suhu. Kata Kunci: Tambang Polyethylene (PE), Six Sigma, DMAI, CTQ, FMEA, Proses bak panas, Preventive maintenance, Poka-yoke Abstract PT. XYZ is a company in the field of leather textile Clothing (TSK), one of the products in the production is Mine polyethylene. In the production of mine polyethylene from the processing of raw materials in the extruder process until the final process of packing the process is still there are defective products produced. One process that contained defects and became the focus of research is the process of ekstruder in the hot tub which is the process of reduciton of the diameter of yarn fiber. Based on historical data of mining products production polyetehelene period October 2018 s.d September 2019 produce total production amount of 1910108 Kg. In general, the relative monthly production target is always achieved but there remains a defect occuring. It is known that the average number of defective products is 13258 Kg and the average precentage of defects is 8.47%. The average disability value is still above the comapny’s defined tolerance limit of 2%. To slove the problem, researches use Six Sigma approaches with the expected dmai stage to minimize defects. Known sigma value of 3.411 Sigma and DPMO value of 28012.951 and can be identified that the process capability is still below 6 Sigma. By looking for a result of problems that occur using the analysis tool of casual diagram (fishbone) is known causation factor in the process of occurrence of problems that is the process in hot tubs. Then determine the priority of the fixes using Failure Mode and Effects (FMEA). Proposed improvements designed in the hot tub process are proposed the manufacture machine maintenance schedules using the Preventive maintenance strategy, making machine maintenance checksheet proposals, and temprature marker alarm recovery. Keywords: Mine Polyethylene (PE), Six Sigma, DMAI, CTQ, FMEA, hot tub process, Preventive maintenance poka-yoke
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Bending Pembuatan Plate Pada Sparepart Adjuster Comp Chain Type K45 Di Pt. Xyz Berdasarkan Pendekatan Metode Dmai Bella Hestina Putri; Marina Yustiana Lubis; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi pembuatan sparepart kendaraan motor salah satu sparepart yang diporroduksi adalah sparepart Adjuster Comp Chain Type K45. Proses yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah tahapan proses bending pada pembuatan plate. Terdapat defect yang memiliki jumlah defective terbesar yaitu scratch dimana terdapat gores pada permukaan plat dan dented dimana terdapat penyok pada permukaan plat pada saat dilakukan proses bending yang diakibatkan karena plat bergeser pada dies. Sehingga bentuk dan ukuran plat tidak sesuai dengan dies. Oleh karena itu, diberikan perancangan usulan perbaikan untuk memperbaiki tahapan proses bending yang bermasalah dengan menggunakan metode DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve). DMAI adalah proses berulang yang memberikan struktur dan panduan untuk meningkatan proses di tempat kerja manapun. Pertama tahap define mengidentifikasi CTQ produk dan proses, data jumlah produksi dan jumlah defect, jenis defect, serta alur proses produksi. Kedua tahap measure membahas mengenai pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Ketiga tahap analyze menganalisis akar masalah dengan diagram fishbone, 5 why’s dan menentukan prioritas perbaikan menggunakan FMEA. Keempat tahap improve merancang usulan perbaikan tahapan proses yang bermasalah dengan menggunakan 5W+1H. Hasil dari rancangan usulan perbaikan adalah berupa alat bantu penopang dan display visual dengan menggunakan metode DMAI. Pemberian alat bantu penopang untuk meminimasi kesalahan plat bergeser dari dies alat bantu ini yang terdapat pada bagian sisi kanan dan kiri dies. Pembuatan display visual untuk meminimasi kesalah plat tidak sesuai dengan dies untuk mengingatkan operator berupa ketentuan peletakan plat pada dies. Kata kunci : Adjuster, Bending, Six Sigma, DMAI, Cacat Abstract PT. XYZ is one of the manufacturing companies that produces the manufacture of motorcycle spare parts, one of the spare parts produced is the Adjuster Comp Chain Type K45 spare parts. The process that is the focus of this research is the bending process stages in plate making. There is a defect that has the largest defective number, namely scratch where there is a scratch on the surface of the plate and dented where there is a dent on the surface of the plate when the bending process is carried out due to the plate sliding on the dies. So that the shape and size of the plate does not match the dies. Therefore, given the design of improvement proposals to improve the stages of the bending process that are problematic by using the DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) method. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6249DMAI is an iterative process that provides structure and guidelines for improving processes in any workplace. First, the define stage identifies the CTQ of products and processes, data on the number of production and the number of defects, types of defects, and the flow of the production process. The two measure stages discuss the measurement of process stability and capability. The three Analyze stages analyze the root of the problem with a fishbone diagram, 5's why and determine the priority of repairs using FMEA. The four stages of improve design a problematic process stage improvement proposal using 5W + 1H. The results of the proposed improvement design are in the form of supporting tools and visual displays using the DMAI method. Provision of support tools to minimize plate errors shifting from the dies of this tool which are located on the right and left sides of the dies. Making a visual display to minimize plate errors is not in accordance with dies to remind operators of the provisions of placing plates on dies. Keywords: Adjuster, Bending, Six Sigma, DMAI, Defect
Perancangan Usulan Perbaikan Proses Padding Pada Produksi Cotton Carded 24s Di Pt Xyz Dengan Pendekatan Dmai Rizky Ibnu Abi Cahyono; Marina Yustiana Lubis; Yunita Nugrahaini
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pewarnaan produk tekstil. Jenis kain yang paling banyak diproduksi adalah cotton carded 24s. Berdasarkan data produksi, cacat yang dihasilkan melebih batas toleransi yang ditetapkan yaitu 2% dalam beberapa periode tertentu. Hal ini disebabkan kinerja proses yang belum mampu memenuhi standar proses sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai spesifikasi. Salah satu tahapan proses yang bermasalah adalah proses padding yaitu proses pemberian tekstur pada kain. Padding menghasilkan 5 dari 8 jenis cacat keseluruhan proses yang muncul secara berulang dalam kurun 30 bulan produksi. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab variasi proses pada tahapan padding dan merancang usulan yang dapat mereduksi atau mengeleminasi penyebab variasi proses menggunakan six sigma dengan pendekatan DMAI. Pada fase define dilakukan identifikasi spesifikasi (CTQ) proses dan produk, alur proses produksi, data hasil produksi. Identifikasi data hasil produksi digunakan pada fase measure untuk mengukur kinerja proses dengan menghitung kapabilitas dan stabilitas proses. Pada fase analyze dilakukan analisis penyebab permasalahan dengan menggunakan diagram fishbone dan analisis 5 whys dan melihat prioritas tindakan perbaikan dengan menggunakan analisis FMEA. Pada fase tindakan perbaikan dirancang, sehingga dihasilkan usulan pengadaan durometer, visual display prosedur pengukuran menggunakan durometer, dan sistem monitoring tekanan udara. Kata kunci: Tekstil, Padding, CTQ, Six Sigma, DMAI
Perancangan Perbaikan Proses Pemesanan Sepatu Di Pt. Primarindo Asia Infrastructure Dengan Metode Business Process Improvement Fany Putri Novitasari; Heriyono Lalu; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses Pemesanan merupakan salah satu unsur penting dalam perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan. PT. Primarindo Asia Infrastructure merupakan salah satu perseroan yang bergerak di industri alas kaki, meliputi produksi sepatu jenis sport/casual. Proses pemesanan sepatu langsung pada PT. Primarindo Asia Infrastructure dilakukan dengan cara customer mendatangi toko. Dalam menjalankan proses pemesanan terdapat permasalahan yang berpotensi mengganggu jalannya aktivitas bisnis perusahaan. Diantaranya model pesanan berbeda dengan permintaan customer sistem pemesanan tidak dapat menyimpan pesanan baru karena masalah pada CPU, dan pengiriman produk terlambat sampai ke customer. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi akar masalah pada proses pemesanan dan dilakukan perbaikan proses berdasarkan requirements perbaikan proses dengan metode business process improvement tahap keenam yaitu apply improvement technique menggunakan tools improvement wheel dan analisis kebutuhan pemilik proses. Dari hasil pengolahan data tersebut, diperoleh empat requirement yang membantu dalam merancangan perbaikan proses dan satu requirement berdasarkan objektif proses. Setelah diperoleh empat requirements perbaikan proses, hasil akhir dari penelitian ini berupa perancangan perbaikan proses dan otomatisasi berupa perancangan user interface sistem dokumentasi pemesanan berbasis website. Penggunaan rancangan user interface sistem dokumentasi berbasis website dapat mengurangi potensi kesalahan yang ada dan meminimasi dampak komplain customer. Kata Kunci: proses pemesanan, business process improvement, improvement wheel, kebutuhan pemilik proses, user interface Abstract The ordering process is one of the important elements in the company. PT. Primarindo Asia Infrastructure is the company engaged in the footwear industry, include production of sports/casual shoe types. The process of ordering shoes products at PT. Primarindo Asia Infrastructure by customers come directly to the store. . In conducting the order process there are problems that potentially interfere with the business activities in PT. Primarindo Asia Infrastructure. There are the order models are different from customer demand, the ordering system can not save new orders due to CPU problems, and the delivery of late product to the customer. Thus, this research is done to identify the root of the problem in the process of ordering and process improvement based on requirements improvement process with the method of business process improvement phase apply improvement technique and analysis of the needs of the process owner. From the results of the data processing, obtained four requirements that help in designing the improvement of the process. Once gained four process improvement requirements, the final result of the research was the design of process improvement and automation in the form of designing user interface system based booking documentation. Keywords: ordering process, business process improvement, apply improvement technique, improvement wheel, requirement process owner, user interface
Perancangan Autolamp pada Mesin Cutting untuk Meminimasi Produk Cacat Menggunakan Metode QFD di CV. XYZ Rahmi Nur Afifah; Marina Yustiana Lubis; Yunita Nugrahaini Safrudin
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 6 No. 2 (2023): April
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v6i2.3315

Abstract

Current technological developments benefit the Indonesian garment industry. Garment business must continue to innovate and improve the quality of their products in order to compete in an increasingly competitive market. CV. XYZ is a garment company in Bandung with superior products PDL shirts. The company is facing conflicts over fabric cutting process defects that have not been controlled. It is not yet known exactly the root cause of the cutting process resulting in high product defects. The purpose of this study is to determine the causes of high defects in the cutting process and design improvement strategies in the cutting process that suit user needs. The method used is FMEA which aims to determine the highest causes of defects in the cutting process so that strategies are obtained to minimize product defects, and the QFD method is used to design improvement strategies in the cutting process.. The results of the FMEA analysis found that the main cause of defects in the cutting process was eye fatigue in the operator caused by insufficient lighting in the cutting area. Using the QFD method produces an autolamp design that is integrated into the cutting machine with the function of providing lighting to the cutting area to make it easier for operators to see the fabric cutting pattern area. By using the QFD method in designing autolamp on cutting machines, it can produce product designs that meet the needs of cutting operators and have optimal features.
Perancangan Alarm Maintenance Proses Heat Treatment Menggunakan Metode QFD pada Produksi Komponen Panel 3 Fuel Lower DII PT XYZ Berdasarkan Hasil Analisis Menggunakan Metode DMAI Ergiana Reiza Ramdani*; Marina Yustiana Lubis; Yunita Nugrahaini
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26396

Abstract

Kualitas produk dapat memberikan keunggulan bagi perusahaan. Kualitas produk tak lepas dari peran proses produksi. Tak terkecuali pada industri pesawat terbang yang menekankan kualitas pada setiap komponennya. PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur pesawat terbang di Indonesia. PT XYZ memproduksi komponen pesawat terbang A350 melalui program realisasi A350, salah satunya adalah panel 3 fuel lower dengan strategi make to order. Berdasarkan data historis perusahaan dari Januari 2018 – Oktober 2022 terdapat 7 jenis defect dan persentase jumlah produk defect hampir setiap tahunnya melebihi batas toleransi sebesar 1%. Salah satu proses yang bermasalah adalah heat treatment artificial aging dengan defect suhu artificial aging melebihi suhu 165±5 ºC. Defect yang terjadi pada proses ini terjadi pada mesin furnace “precons”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya permasalahan dan memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produksi. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakakukan secara primer dan sekunder. Untuk memecahkan permasalahan yang terjadi, akan menggunakan menggunakan metode DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) dan metode QFD digunakan untuk merancang sebuah alat bantu  untuk meningkatkan kualitas produksi. Berdasarkan metode DMAI, penyebab permasalahan dari proses heat treatment artificial aging adalah thermocouple yang digunakan tidak akurat yang disebabkan keterlambatan dalam kalibrasi thermocouple. Untuk mengatasi permasalahan ini dirancang alat bantu alarm maintenance menggunakan QFD. Alarm maintenance ini akan berfungsi untuk mengingatkan operator dan tim terkait perihal kalibrasi dan maintenance mesin. Dengan adanya alat bantu usulan ini diharapkan dapat meningkatkan level sigma dari 3.963 menjadi 4.134.
Perancangan Alarm Maintenance Proses Heat Treatment Menggunakan Metode QFD pada Produksi Komponen Panel 3 Fuel Lower DII PT XYZ Berdasarkan Hasil Analisis Menggunakan Metode DMAI Ramdani*, Ergiana Reiza; Lubis, Marina Yustiana; Nugrahaini, Yunita
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26396

Abstract

Kualitas produk dapat memberikan keunggulan bagi perusahaan. Kualitas produk tak lepas dari peran proses produksi. Tak terkecuali pada industri pesawat terbang yang menekankan kualitas pada setiap komponennya. PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur pesawat terbang di Indonesia. PT XYZ memproduksi komponen pesawat terbang A350 melalui program realisasi A350, salah satunya adalah panel 3 fuel lower dengan strategi make to order. Berdasarkan data historis perusahaan dari Januari 2018 – Oktober 2022 terdapat 7 jenis defect dan persentase jumlah produk defect hampir setiap tahunnya melebihi batas toleransi sebesar 1%. Salah satu proses yang bermasalah adalah heat treatment artificial aging dengan defect suhu artificial aging melebihi suhu 165±5 ºC. Defect yang terjadi pada proses ini terjadi pada mesin furnace “precons”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya permasalahan dan memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produksi. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakakukan secara primer dan sekunder. Untuk memecahkan permasalahan yang terjadi, akan menggunakan menggunakan metode DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) dan metode QFD digunakan untuk merancang sebuah alat bantu  untuk meningkatkan kualitas produksi. Berdasarkan metode DMAI, penyebab permasalahan dari proses heat treatment artificial aging adalah thermocouple yang digunakan tidak akurat yang disebabkan keterlambatan dalam kalibrasi thermocouple. Untuk mengatasi permasalahan ini dirancang alat bantu alarm maintenance menggunakan QFD. Alarm maintenance ini akan berfungsi untuk mengingatkan operator dan tim terkait perihal kalibrasi dan maintenance mesin. Dengan adanya alat bantu usulan ini diharapkan dapat meningkatkan level sigma dari 3.963 menjadi 4.134.
Proposed Design of Sewing Process Improvement to Minimize Polyester Technical Sportswear Product Defect at PT. X Based on The DMAIC Method Approach Achmad, Fandi; Yustiana Lubis, Marina; Nugrahaini, Yunita
Jurnal Sistem Teknik Industri Vol. 25 No. 1 (2023): JSTI Volume 25 Number 1 January 2023
Publisher : TALENTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsti.v25i1.9204

Abstract

Various companies want to improve product quality and process speed for customer satisfaction in the current era, including PT. X. Problems at PT. X is the number of defects that exceed the company's tolerance limit. The methodology used is a structured DMAIC method to identify the root causes of defects and resolve them. This study aimed to reduce defects in sportswear products caused by problems in the sewing process. The results showed that the problem in the sewing process was due to the process performance that still did not meet the standard process requirements, so the resulting output did not match the company's specifications. Therefore, it is necessary to design an alarm timer integrated with the sewing machine to minimize the frequency of defects in the sewing process. The design of the alarm timer uses the Reverse Engineering design method, which can minimize defects in the sewing process and increase the capability of the PT. X process.
PERANCANGAN USULAN PERBAIKAN PADA PROSES TANDEM COLD MILLING PRODUK FULL HARD 0,2 x 914 mm DI PT XYZ DENGAN METODE SIX SIGMA Permana, Muhamad Candra; Lubis, Marina Yustiana; Yanuar, Agus Alex
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 1 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.1.109-120

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur baja. Cold Rolling Mill adalah pabrik yang memproduksi produk Full Hard dengan ukuran 0,2 x 914 mm merupakan produk popular yang rutin diproduksi perusahaan. Full Hard 0,2 x 914 mm menghasilkan total produksi periode Januari 2018 sampai Desember 2018 sebesar 121.637 ton dengan jumlah produk defective sebesar 19.404 ton. Fokus penelitian ini adalah memperbaiki tahapan proses di mill Continuous Tandem Cold Mill (CTCM) pada proses Tandem Cold Milling. Digunakan metodologi penelitian Six Sigma yaitu DMAIC untuk mengurangi terjadinya permasalahan. Pertama, dilakukan identifikasi CTQ produk dan proses untuk mengetahui persyaratan mana yang belum terpenuhi. Lalu, dilakukan pengukuran nilai DPMO dan level sigma. Didapatkan nilai rata-rata DPMO sebesar 26474,3 dan nilai rata-rata level sigma sebesar 3,432. Untuk mengetahui penyebab terjadinya defect pada proses tersebut, maka dilakukan analisis menggunakan fishbone diagram untuk menjelaskan akar penyebab permasalahan dan improve dengan memberikan rancangan usulan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikan adalah pengadaan alat ukur ketebalan, pembuatan check sheet untuk pengecekkan komponen-komponen bending system, pengoptimalan besar suhu coolant water, dan pembuatan alarm penanda perubahan besar tekanan reduksi. Kata kunci: Full Hard, Six Sigma (DMAIC), Tandem Cold Milling, CTQ, Analisis Regresi, Poka Yoke.
PERANCANGAN BRAKET PENGUNCI MESIN BRAZING DI PERUSAHAAN KOMPRESOR AC MOBIL DENGAN METODE QFD Susanto, Hadi; Lubis, Marina Yustiana; Pramudya, Hafizh
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2025): Technologia (April)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v16i2.18616

Abstract

Perusahaan kompresor AC mobil menghadapi tingginya tingkat cacat dalam proses brazing, yaitu metode penyambungan logam menggunakan bahan tambahan dengan titik leleh lebih rendah, yang dipanaskan hingga mencair dan mengisi celah antara logam yang disambungkan. Analisis terhadap data produksi periode Juni 2022 – Desember 2023 menunjukkan bahwa tingkat cacat pada proses brazing melebihi batas toleransi perusahaan, dengan jenis cacat utama berupa lubang, celah, dan kotoran. Pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve (DMAI) diterapkan untuk mengidentifikasi penyebab utama cacat, sementara metode Quality Function Deployment (QFD) digunakan dalam perancangan braket pengunci guna meningkatkan kestabilan penyambungan. Teknik analisis mencakup identifikasi kebutuhan pelanggan, pemetaan House of Quality (HoQ), serta evaluasi konsep desain. Hasil penelitian menghasilkan braket pengunci berbahan stainless steel 304 dengan dimensi 120 × 100 × 75 cm, yang mampu mengurangi getaran selama proses brazing, sehingga meningkatkan kualitas sambungan. Implementasi braket pengunci ini berhasil menurunkan tingkat cacat sebesar 35% dibandingkan kondisi sebelumnya, sehingga meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk di perusahaan kompresor AC mobil.
Co-Authors Adinegoro, Ghifary Aditya Candradesta Aditya Rifqi Pratama Agus Alex Yanuar Aida Mahdyana Amalina, Yenny Nurul Amroh, Nadya Almira Andwi Wulansari Aqilaghazi , Hafizha Ari Hendriyanto Arnis Arisma Putri Asyifa Fadhila Rizki Atya Nur Aisha Ayuningtyas, Ganis Woro Bela Pitria Hakim Bella Hestina Putri Christian Dhimas Maharddhika Cut Chaerani Amanda Deandra Nobela Yahya Deden Guna Sasmitha Elvan Pratama Endang Budiasih Ergiana Reiza Ramdani* Fajrin, Juan Naufalda Falah, Hanif Rizqi FANDI ACHMAD Fany Putri Novitasari Firda Maulida Fitria Fithratur Rahmi Fransiscus Sucipto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hadi Susanto Hana Qatrunnada Hanny Setyaningrum Hendy Kurnia Heriyono Lalu Husein Bimantoro Husna, Amani Aulia Hutari, Nur Afiah Intan Geovani Irsyad, Amanullah Ivano, Chandika Izzati, Fajrina Nurkhalisha Jamil, Farhana Haifa Putri Khairul Abrar Kusumaningputri, Rindha Ayu Labibah Isnaini Choeronissa Madya, Gelar Aditya Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Eka Annisa Muhammad Fauzi Aulia Rahman Muhammad Iqbal Muhammad Kinan Ammar Nabilatushalihah Rahandari Heruputri Nadella Yusfarani Nadhifah, Nida Syifa Nadia Fairuz Havi Nino Setyo Utomo Nugrahaini , Yunita Nugrahaini, Yunita Nur Fauziah Karin Nur Intan Dhewanty Mayangsari Octavia Ratna Dewi Permana, Muhamad Candra Permitasari , C. Digna Arga Poeri Suryadhini Pramudya, Hafizh Pratya Poeri Suryadhini Puspa Oktaviani Putra, Muhammad Satria Putria Dhiakanza Purwinto Qonitah Zahidah Rahmah, Nabila Rahmi Nur Afifah Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhan, Rafli Rizky Ramdani*, Ergiana Reiza Ratih Larasati Rio Aurachman Riska Renata Yasin Riska Safira Permatasari Rizka Malia Khulda Rizki Nur Rachman Rizky Ibnu Abi Cahyono Roberta Nidia Risandha Putri Ryan Rachmadian Salma Fauzia Sarah Ni'ma Shafira Saskia Latifah Choir Sheila Amalia Salma Sheila Sekar Soka Shiela Azmy Simbolon Agnes Gracecia Sinaga, Yoseph Caesario Nugroho Sri Widaningrum Suci Rachma Sari Susanto , Hadi Tito Try Arto Tyas Danny Setyaningrum Utami Wulandari Varyna Ayu Rahmalisa Wibowo Vicky Nurdiawati Viorina Rachminda Putri Widia Juliani Winta Pingkan Wiyono Yoga Cahyo Wibowo Yudhistya, Daneswari Yumna Sabila Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Safrudin Zalfa Husnul Afifah