Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kejadian Scabies Pada Babi Di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa: Incidence of Scabies in Pigs in Mamasa District, Mamasa Regency Said, Nur Saidah; Fermedi, Fermedi; Fahrodi, Deka Uli; Marsudi, Marsudi; Sukoco, Hendro
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 5 No. 1 (2022): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.203 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v5i1.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi scabies pada babi di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2021 di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa dan pemeriksaan sampel kerokan kulit dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Sampel diambil dari 16.355 ekor babi dan dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dari populasi babi.  Sampel sebanyak 53 diambil berdasarkan gejala klinis scabies dan diperiksa menggunakan mikroskop di Laboratorium Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pisau bedah atau silet, botol sampel, sarung tangan, mikroskop, kamera, object glass, cover glass. Bahan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sampel kerokan kulit, KOH 10%, serta alkohol. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53 ternak babi yang menujukkan gejala klinis seperti tidak tenang, kurus, gatal dan sering menggesekan badannya ke kandang, kurang nafsu makan, serta kulit melepuh. Kemudian untuk pemeriksaan mikroskopik terdapat    13 sampel yang positif terinfeksi scabies. Prevalensi scabies pada babi di Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa sebesar 24,5%. Angka prevalensi tertinggi terdapat di Desa Osango, sedangkan yang paling rendah terdapat di Desa Rambusaratu dengan kasus prevalensi scabies 20%.
Prevalence of Gastrointestinal Endoparasites of Swamp Buffaloes (Bubalus bubalis) in Polewali Mandar Sukoco, Hendro; Fahrodi, Deka Uli; Salmin, Salmin; Said, Nur Saidah; Marsudi, Marsudi; Gading, Besse Mahbuba We Tenri
Jurnal Medik Veteriner Vol. 6 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol6.iss2.2023.173-179

Abstract

This study aimed to identify the prevalence of gastrointestinal endoparasite infections in swamp buffalo (Bubalus bubalis) in Polewali Mandar. This study was used 80 samples of buffalo feces taken from community farms in the three districts with the largest population in Polewali Mandar i.e., Tinambung, Luyo and Campalagian. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the examination of 80 samples of buffalo feces in this study found 48 (60%) positive samples infected with gastrointestinal endoparasites. After microscopic identification, the following types of endoparasites were found with their respective prevalence levels: worms of the nematode class consisted of Strongyloides sp. (8,75%), Toxocara sp. (13,75%), Ascaris sp. (7,5%), Bunostomum sp. (11,25%), Haemonchus sp. (17,5%), Trichostrongylus sp. (36,25%), the cestode class consisted of Moniezia sp. (18,75%) and Taenia sp. (10%), Trematode class Paramphistomum sp. (13,75%). The types of protozoa found were Eimeria sp. (46,25%) and Entamoeba sp. (6,25%).
PEMBUATAN PERMEN HERBAL PADA TERNAK KAMBING DI DESA BUKIT SAMANG Uli Fahrodi, Deka; Marsudi, Marsudi; Sukma Indah, Andi; Saidah Said, Nur; Dunialam Khaliq, Taufik; Putra Ermanda, Adli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel Vol. 4 No. 01 (2024): DULANG : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/dulang.v4i01.314

Abstract

Bukit Samang, is one of the villages in Sendana District, Majene Regency, West Sulawesi. The livestock sector in this village is very developed, especially goat farming. Based on the results of observations in the field, the problem faced by the local community is the lack of veterinary medical personnel in the field, so goat health problems are not quickly resolved, causing farmers to experience losses. There is a lot of potential for plants that can be processed into traditional medicines to treat or prevent disease. The initial stage in mapping partner problems is to carry out a Focus Group Discussion (FGD), which aims to discover the issues Bukit Harapan Farmer Group partners face in Bukit Samang Village. The following are the problems partners face: First, Animal Health Problems. Sudden deaths often occur in goats due to late handling and treatment of sick livestock. Second: HR problems; Farmers' knowledge of plants that have potential as alternative/traditional medicines is still low. The solution offered is education on introducing diseases in goats and plants with potential as conventional medicines and training in making herbal medicines. It also produces new entrepreneurs who can create herbal medicine for livestock labeled "Batra Candy." Methods for implementing activities are initial survey preparation, determining partner targets, and implementing activity programs, namely participatory counseling, training, guidance, and mentoring. The training method is carried out with training in making herbal medicines; the final stage is monitoring and evaluation. From the analysis of questionnaires given to partners before and after service activities, there was an increase in the percentage of partners' knowledge regarding livestock health from 36% to 82%, breeders' knowledge regarding plants that have potential as alternative/traditional medicines also increased in percentage, namely before partner service activities. Did not know this potential (0%) then the rate increased to 92%. In general, implementing this activity informs livestock group members that several plants can be processed into livestock herbal candy, which has healing properties and prevents disease in livestock, to increase livestock production performance and breeder income.
Prevalensi Penyakit Baliziekte pada Sapi Potong di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat Fahrodi, Deka Uli; Said, Nur Saidah; Siswanto, Ferbian Milas; Sukoco, Hendro
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.627 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.19470

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan prevalensi penyakit Baliziekte pada sapi potong di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data kasus kejadian Baliziekte pada sapi potong di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada tahun 2018-2020 didapatkan dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi penyakit Baliziekte pada sapi potong di Kabupaten Majene mengalami peningkatan dalam rentang waktu  dua tahun terakhir. Jumlah prevalensi penyakit Baliziekte pada tahun 2018 adalah 0,789 %, pada tahun 2019 terjadi penurunan menjadi 0,716 % dan meningkat pada tahun 2020 menjadi 1,257 %. Kecamatan Sendana merupakan satu-satunya daerah dengan peningkatan jumlah kasus Baliziekte pada sapi potong setiap tahunnya, sedangkan Kecamatan Banggae Timur mengalami penurunan jumlah kasus Baliziekte yaitu dari prevalensi 0,078% di tahun 2018 menjadi 0% di tahun 2019 dan 2020. Kecamatan Tubo Sendana merupakan daerah dengan jumlah kasus dan prevalensi tertinggi pada tahun 2020, sedangkan Kecamatan Banggae dan Pamboang merupakan daerah dengan data kasus dan prevalensi 0%. Kata kunci: sapi potong, prevalensi, baliziekte, Kabupaten MajeneThe Prevalence of Baliziekte Disease in Beef Cattle in Majene, West SulawesiABSTRACTThe purpose of this study was to illustrate the prevalence of Baliziekte disease in beef cattle in Majene, West Sulawesi. This study was quantitative research by analyzing the secondary data analysis approach. Data on the Baliziekte incidence in beef cattle in Majene, West Sulawesi in 2018-2020 were obtained from the Department of Agriculture, Livestock and Plantation of Majene Regency. The results of the analysis showed that the prevalence of Baliziekte disease in beef cattle in Majene Regency has increased in the last two years. The prevalence of Baliziekte disease in 2018 was 0.789%, decreased to 0.716% in 2019, and increased sharply to 1.257% in 2020. Sendana District was the only area with an increase in the number of Baliziekte cases in beef cattle every year, while the East Banggae District underwent depletion in the number of Baliziekte cases, from a prevalence of 0.078% in 2018 to 0% in both 2019 and 2020. Tubo Sendana District was the area with the highest number of cases and prevalence in 2020, while the Districts of Banggae and Pamboang were both maintained a 0% case and prevalence throughout the years.Keywords: beef cattle, prevalence, baliziekte, Majene
Etawa Crossbreed Goat Leukocyte Profile After Infusion of Moringa oleivera Leaf Fahrodi, Deka Uli; Said, Nur Saidah; Gading, Besse Mahbuba We Tenri; Sukoco, Hendro
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 1 (2023): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v10i1.28122

Abstract

This study aims to determine the potential of Moringa oleivera leaf infusion as an immunomodulator in Etawa Crossbreed goats. The experimental animals used were 25 Etawa Crossbreed goats aged 8-9 months and divided into 5 treatments, namely: P0 (100% distilled water); P1 (5% Moringa oleivera leaf infusion); P2 (10% Moringa oleivera leaf infusion); P3 (15% Moringa oleivera leaf infusion) and P4 (20% Moringa oleivera leaf infusion). The results showed that the total leukocytes before treatment showed no significant difference between treatments (P>0.05), while after treatment, there was a significant difference between treatments (P
Pembuatan Kosmetik Berbahan Dasar Kefir sebagai Potensi Usaha di Kelurahan Lembang Kabupaten Majene Sulawesi Barat Taufik Dunialam Khaliq; Nur Saidah Said; Adli Putra Ermanda; Marsudi Marsudi; Deka Uli Fahrodi; Andi Sukma Indah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i2.688

Abstract

Kefir merupakan suatu teknologi pengolahan hasil ternak yaitu susu yang diolah secara fermentasi dengan bantuan Bakteri Asam Laktat (BAL) dan yeast yang dapat diolah menjadi produk kecantikan seperti masker wajah, sabun, yang dapat dijual sehingga menambah penghasilan keluarga. Permasalahan yang dihadapi mitra ibu PKK Kelurahan Lembang yaitu Pertama: Permasalahan SDM; Terbatasnya pengetahuan dan keterampilan ibu PKK karena tidak maksimalnya kegiatan yang meningkatkan kreatifitas; Kedua: Permasalahan Ekonomi; Penurunan penghasilan yang signifikan akibat dampak dari pandemi. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pengolahan kefir menjadi masker wajah kefir dan sabun kefir serta pelatihan membuat laporan keuangan dan business plan yang sederhana, manajemen kewirausahaan, manajemen keuangan dan manajemen pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan partisipatif, pelatihan, pembimbingan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu meningkatnya persentase pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan kosmetik berbahan dasar kefir sebanyak 84-92%, persentase pengetahuan mengenai strategi pemasaran meningkat menjadi 89%. Secara umum pelaksanaan kegiatan ini memberikan informasi kepada anggota kelompok PKK bahwa produk hasil ternak khususnya susu bukan saja dapat diolah menjadi bahan makanan namun juga dapat diolah menjadi produk kosmetik seperti masker dan sabun sehingga menjadi peluang usaha untuk menambah penghasilan keluarga.
BIOACARICIDE ACTIVITY OF SAPPAN WOOD (Caesalpinia Sappan L.) INFUSION AGAINST TICKS BOOPHILUS MICROPLUS IN CATTLE Sukmawati, Sukmawati; Fahrodi, Deka Uli; Marsudi, Marsudi; Said, Nur Saidah; Khaliq, Taufik Dunialam
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 11 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v11i2.18940

Abstract

This research aims to exploit the potential of sappan wood (Caesalpinia sappan L.) as a bioacaricide on Boophilus microplus ticks. This research used a completely randomized design method with ticks as the research object. There were five treatments in this study, two of which were in the positive control group (Kututox) and negative control (Aquades), and three treatments in the group were given sappan wood infusion with concentrations of 25%, 50%, and 75%. Each treatment consisted of 5 replications, each replication using five ticks. The sappan wood infusion bioacaricide test was carried out in vitro, and tick death was observed for 5 hours with observation time every hour after spraying. The data obtained were analyzed using one-way variance, followed by the LSD test. Then, a probit analysis of LC50 and LC90 was performed to determine the concentration of sappan wood infusion that can kill ticks, and LT50 and LT90 were used to determine the time of death of B. microplus ticks. The research results showed that sappan wood infusion with a concentration of 75% effectively killed 50% of Boophilus microplus ticks at 0.67 hours and killed 90% of Boophilus microplus ticks at 1.17 hours. Sappan wood infusion can be an alternative bioacaricide to kill Boophilus microplus ticks
Tingkat Pengetahuan Peternak Terhadap Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pada Ternak Kambing di Kecamatan Balanipa Rusman, Rusman; Haloho, Ruth Dameria; Fahrodi, Deka Uli; Ningtiyas, Wenny Dwi; Ermanda, Adli Putra; Indah, Andi Sukma; Pratiwi, Nita Adillah; Susanti S, Irma; Nainggolan, Lyndon Parulian
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1271

Abstract

Tujuan penelitian untuk  mengetahuitingkat pengetahuan peternak terhadap kasus penyakit mulut dan kuku pada ternak kambing di  Kecamatan Balanipa. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survey. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriktif kuantitatif dan menggunakan teknik analisis data menggunakan skala likert. Adapun pengumpulan data penelitian menggunakan bantuan kuesioner terstruktur yang diberi angket pada skala likert. Jumlah responden sebanyak 40 peternak kambing. Hasil penelitian menunjukkanpeternak di Kecamatan Balanipa memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang penyakit Mulut dan kuku pada kambing, Skor pengetahuan peternak mencapai 980, menempatkannya dalam kategori tahu terkait penyakit kasus PMK.
Peningkatan Kualitas Produksi Ternak Kambing Melalui Terapan Technofeeding di Kelurahan Galung Marsudi Marsudi; Taufik Dunialam Khaliq; Deka Uli Fahrodi; Nur Saidah Said
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 2 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i2.20632

Abstract

Mayoritas ternak kambing yang diternakkan di Kelurahan Galung adalah kambing kacang dan peranakan etawa dengan kualitas rendah, hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan yang lambat dengan berat badan di bawah standart. Faktor yang menyebabkan rendahnya performa produksi ternak kambing yang ada di wilayah tersebut karena pemberian pakan dengan kualitas rendah terutama saat musim kemarau. Permasalahan yang dihadapi mitra anggota kelompok ternak Tunas Kelapa yaitu pertama: Beternak masih menjadi usaha sampingan; kedua: Performa produksi ternak kambing yang tidak maksimal. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra maka penerapan technofeeding seperti silase dan completefeed dapat menjadi solusi sehingga dapat meningkatkan performa produksi ternak kambing. Pelaksanaan pengabdian menerapkan beberapa metode yaitu survei lokasi pengabdian, penetapan mitra sasaran, pelaksanaan kegiatan pengabdian yang terdiri dari penyuluhan, pelatihan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Pengabdian ini diperoleh hasil yaitu adanya peningkatan persentase pengetahuan mitra mengenai potensi limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak 83-92%, persentase pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan silase dan pakan komplit sebanyak 87%. Pengabdian ini secara umum dapat memberikan informasi pada mitra yaitu anggota kelompok tani bahwa limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang bernutrisi tinggi jika diolah menjadi suatu produk teknologi pakan ternak sehingga mampu mendukung peningkatan performa produktivitas ternak serta pendapatan peternak.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG SUPLEMEN HERBAL DI KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR Pratiwi, Nita Adillah Pratiwi; Fahrodi, Deka Uli; HM, Rahmaniah; Yosua, Yosua; Andika, Andika
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1875

Abstract

Katumbangan Village is one of the villages in Campalagian Subdistrict that has soil fertility and a good rainfall climate supported by evenly distributed plant vegetation growth, making places like this very suitable for beef cattle farming. One of the innovations given to farmers in the prevention and handling of diseases is by providing herbal supplements as additional feed for livestock. Herbal supplements are a type of additional supplement given to livestock whose basic ingredients are made from herbs and spices.  The socialisation and demonstration activities on making and giving herbal supplements to ruminants are expected to make it easier for farmers to handle and prevent diseases in livestock through herbal supplements. The methods provided consist of: 1. socialisation or presentation of material on efforts to handle and prevent diseases through herbal supplements. 2. training and technology application is a hands-on demonstration on making herbal supplements. 3. monitoring and evaluation through pretest and posttest. The results of the implementation of community service increased the knowledge of farmers about the types of diseases, handling and prevention of diseases before training only 12% and after training there was an increase of 91%. Meanwhile, farmers' knowledge of herbal supplements before the community service activities from not knowing to 95%. In addition, there was an increase in farmers' knowledge about kitchen spice ingredients that can be used as herbal supplements for livestock. The use of herbal supplements to reduce the use of antibiotics that can cause resistance. This activity went very well as evidenced by starting from the socialization of farmers actively involved, training activities farmers also actively helped in making herbal supplements and there was an increase in knowledge from before the activity and after the activity.