Yeniar Indriana
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN RESILIENSI PADA ADIYUSWA YANG TINGGAL DI RUMAH BERSAMA KELUARGA DAN ADIYUSWA YANG TINGGAL DI PANTI WREDA Mutia Isnaini Hanifah; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.30071

Abstract

Adiyuswa adalah mereka yang berada di tahap akhir perkembangan manusia. Pada tahap ini umumnya adiyuswa mengalami penurunan secara fisik, mental dan sosial. Perubahan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya dapat berasal dari lingkungan tempat tinggal, seperti adiyuswa yang tinggal di rumah bersama keluarga dan adiyuswa yang tinggal di Panti Wreda. Dengan adanya berbagai tantangan, adiyuswa membutuhkan kemampuan resiliensi agar dapat mencapai successful aging. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan resiliensi pada adiyuswa yang tinggal di rumah bersama keluarga dan adiyuswa yang tinggal di Panti Wreda. Subjek penelitian ini terdiri atas adiyuswa yang tinggal bersama keluarga sebanyak 39 orang (18 pria dan 21 wanita) dan adiyuswa yang tinggal di Panti Wreda 38 orang (13 pria dan 25 wanita) yang berjumlah 77 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala resiliensi (22 aitem, ɑ = 0,897). Teknik pengambilan sampel yang digunakan, yaitu incidental sampling. Analisis data menggunakan Mann Whitney U yang menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan resiliensi antara adiyuswa yang tinggal di rumah bersama keluarga dengan adiyuswa yang tinggal di Panti Wreda, nilai Z = -5.220 dan nilai signifikansinya (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah resiliensi adiyuswa yang tinggal bersama keluarga lebih tinggi daripada adiyuswa yang tinggal di Panti Wreda. 
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN BODY IMAGE REMAJA PEREMPUAN PADA SISWI KELAS X SMK IBU KARTINI SEMARANG Vega J P Partosudiro; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.358 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23481

Abstract

Tubuh yang ideal merupakan mimpi setiap invidivu terutama perempuan. Pada fase remaja individu mengalami banyak permasalahan salah satunya adalah mengenai body image. Body image merupakan sikap individu terhadap tubuh yang meliputi evaluasi citra tubuh (body image evaluation) dan investasi citra tubuh (body image investment).  Konformitas adalah perubahan dalam perilaku atau belief sebagai hasil dari tekanan kelompok yang nyata atau hanya berdasarkan imajinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan teman sebaya dan body image pada remaja perempuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X SMK Ibu Kartini. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling dengan jumlah 125 siswi. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu skala body image (27 aitem, α; 0,912) dan skala konformitas (36 aitem, α; 0,946). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara konformitas pada teman sebaya dengan body image pada remaja perempuan (rxy: 0,693), konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 48%.  
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL REKAN KERJA TERHADAP KECERDASAN ADVERSITAS PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Jerry Pebrian; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.538 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial rekan kerja terhadap kecerdasan adversitas. Subjek penelitian ini adalah perawat rawat inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 158 perawat berdasarkan rumus pengambilan sampel tabel Issac dan Michel. Pengumpulan data dengan menggunakan dua skala model Likert yaitu Skala Dukungan Sosial Rekan Kerja (24 aitem) dan Skala Kecerdasan Adversitas (41 aitem). Analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan nilai koefisien korelasi = 0,561 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan sosial rekan kerja dengan kecerdasan adversitas pada perawat rawat inap Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Dukungan sosial rekan kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 31,5% terhadap kecerdasan adversitas.
PENGALAMAN MENJADI AGNOSTIK DI INDONESIA SEBUAH PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS (IPA) I Gusti Ngurah Agung Purwatamashakti; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28960

Abstract

Eksistensi Tuhan dan agama yang selalu menjadi perdebatan sepanjang sejarah umat manusia melahirkan berbagai pandangan yang berbeda, salah satunya adalah agnostisisme. Indonesia sebagai negara berketuhanan dengan enam agama yang diakui serta adanya aturan pencantuman status agama dalam data identitas ternyata masih dijumpai individu yang memilih menjadi agnostik. Keberadaan kaum agnostik yang ada di Indonesia menjadi fenomena yang cukup unik untuk ditelusuri. Penelitian ini menambahkan literatur yang ada dengan tujuan mengeksplorasi dan memahami pengalaman menjadi agnostik di Indonesia. Partisipan berjumlah tiga orang yang mengungkapkan dirinya sebagai agnostik dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tema superordinat yang ditemukan mencakup (1) keberagamaan lewat ibadah, (2) konflik dalam keberagamaan, (3) kebimbangan akan Tuhan dan agama, (4) upaya memahami Tuhan dan agama, (5) penolakan terhadap Tuhan dan agama, (6) agnostik sebagai kebebasan, (7) dinamika respons sosial, (8) pengambilan keputusan setelah belajar, dan (9) landasan agama yang kurang. Ketiga partisipan menunjukkan pengalaman dalam menjadi agnostik di Indonesia yang beragam di aspek kehidupannya. 
MAKNA HIDUP PADA ORANG DENGAN EPILEPSI (ODE) Ahmad Iqbal Dewandono; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.665 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7533

Abstract

Penyakit kronis seperti epilepsi dapat mendorong seseorang untuk mencari tahu makna hidupnya. Untuk menemukan makna hidup itu sendiri seseorang harus melalui beberapa tahap yaitu tahap derita, penerimaan diri, penemuan makna hidup, realisasi makna, dan tahap penghayatan hidup bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis makna hidup dari Orang Dengan Epilepsi (ODE).Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena peneliti ingin melihat pengalaman subjektif dari Orang Dengan Epilepsi (ODE). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan sebanyak dua orang subjek yang menderita epilepsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderitaan yang dialami oleh kedua subjek dipahami sebagai ujian atau takdir dari Tuhan. Pemahaman seperti ini memotivasi mereka untuk hidup lebih baik di hadapan manusia dan Tuhan. Mereka berkomitmen untuk mengubah dan memperbaiki semua sikap yang negatif menjadi positif sehingga arah dan tujuan hidupnya menjadi lebih jelas.
STRATEGI KOPING KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) (Interpretative Phenomenological Analysis) Sitoresmi Banur Zafirah; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.629 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15048

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memahami dan mendeskripsikan strategi koping seorang perempuan yang mengalami KDRT pada usia anak. Proses penemuan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang perempuan korban KDRT yang dilakukan oleh ayah kandung pada subjek 1 dan oleh ayah tiri pada subjek 2. Data hasil wawancara dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab KDRT pada subjek karena adanya perubahan struktur dalam keluarga dan persepsi orang tua yang salah tentang cara mendidik dengan kekerasan. Akibat mengalami kekerasan, subjek mengalami luka fisik dan gangguan emosi, bahkan mengembangkan koping maladaptif antara lain agresif, kecanduan alkohol, dan percobaan bunuh diri. Kekerasan seksual yang dialami subjek 2, membuatnya masih menyimpan dendam hingga kini. Dukungan sosial dari orang terdekat serta kesadaran untuk mencari pertolongan profesional dapat membantu subjek menjalankan kehidupannya secara optimal. Pemaknaan positif dari pengalaman KDRT juga menjadi strategi yang efektif bagi subjek untuk tidak terjebak dalam pengalaman traumatis dan menjadikan diri lebih baik, hingga akhirnya subjek 1 dapat memaafkan ayahnya.
PEMAAFAN PADA KORBAN PERUNDUNGAN Fathimah Asy Syarifah; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.16 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21663

Abstract

Perilaku perundungan dari waktu ke waktu terus menghantui anak-anak dan remaja di Indonesia. Kasus perundungan yang sering dijumpai dapat bersifat fisik maupun non-fisik. Hal ini mengakibatkan adanya siklus tak kasat mata yang membuat perilaku perundungan ini menjadi sebuah tradisi turun temurun dan seolah tidak dapat dihentikan. Pemaafan dari para korban perundungan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan supaya siklus tersebut dapat terhenti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna pemaafan yang dialami oleh subjek dalam pengalamannya sebagai korban yang telah memaafkan pelaku perundungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi fenomenologi. Partisipan penelitian yaitu korban perundungan yang telah memaafkan pelakunya. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para korban perundungan yang telah memaafkan pelaku perundungan telah melalui proses pemaafan sebelum akhirnya dapat memaafkan. Subjek 1 mengalami avoidance motivations atau menarik diri dari transgressor (pelaku), revenge motivations atau adanya dorongan individu untuk membalas perbuatan transgressor, melakukan perenungan diri terhadap transgression (perilaku perundungan), benevolence motivations atau adanya dorongan untuk berbuat baik terhadap transgressor, dan empati. Subjek 2 mengalami avoidance motivations, benevolence motivations, perenungan diri terhadap transgression, dan empati. Subjek 3 mengalami benevolence motivations, perenungan diri terhadap transgression, dan empati.
PENGALAMAN MENIKAH PADA PRIA DI MASA BERANJAK DEWASA Ani Shofwatillah; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.491 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman menikah pada pria di masa beranjak dewasa (emerging adulthood) dengan keluarga yang dapat bertahan atau tidak berujung pada perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dengan menggunakan teknik purposive. Kriteria untuk subjek penelitian antara lain: laki-laki yang menikah di usia 18 – 25 tahun; tidak melakukan hubungan seks pra nikah; dan saat menikah belum mandiri secara finansial, kini telah mandiri secara finansial, dan usia pernikahan minimal lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menikah pada pria dipengaruhi oleh faktor lingkungan (circumstance), beliefs, preferences, dan emotions. Faktor-faktor tersebut yang pada akhirnya membentuk sebuah decision making untuk menikah, khususnya faktor circumstance dan beliefs. Proses menuju pernikahan meliputi pengambilan keputusan menikah, persiapan pernikahan dan proses menemukan pasangan. Ketiga subjek menggunakan konsep ta’aruf dalam menentukan pasangan hidup. Pasca menikah terjadi penyesuaian pasangan dan keluarga yang dilakukan dengan pendekatan personal dan ilmu pernikahan. Dari penelitian ini menunjukkan pria yang menikah di masa beranjak dewasa mampu membentuk keluarga yang kokoh dan fungsi keluarga dapat terpenuhi.
EFIKASI DIRI ATLET FUTSAL PUTRI “KLUB SEMARANG” DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA Alfira Rosa Br Perangin-angin Rosa Br Perangin-angin; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.30999

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan efikasi diri pada atlet futsal putri Klub Semarang. Populasi penelitian ini adalah atlet atlet futsal putri Klub Semarang, dengan sampel penelitian 86 atlet futsal yang dipilih menggunakan convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi model likert yang terdiri dari dua skala, yaitu dukungan sosial teman sebaya (32 aitem, α = 0,919) dan skala efikasi diri (34 aitem, α = 0,929). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan efikasi diri pada atlet futsal putri Klub Semarang dengan koefisien korelasi 0,641 dengan p = 0,000 (p<0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya semakin positif dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi efikasi diri. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,411, artinya dukungan sosial teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 41,1% pada efikasi diri.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERNIKAHAN DENGAN KECENDERUNGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN PRIA PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGGOTA PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA (PWRI) KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK, BANJARNEGARA Errisa Hapsari; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.106 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14914

Abstract

Pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan, dan menyebabkan hilangnya peran atau jabatan seseorang. Hal tersebut merupakan proses yang menimbulkan stres yang berkontribusi pada penurunan kesehatan fisik dan mental. Para pensiunan tidak dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi ini maka dapat mengalami kecenderungan post power syndrome. Tingkat kepuasan pernikahan itu sendiri berhubungan dengan tingkat depresi yang dialami oleh sesesorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan kecenderungan post power syndrome pada pensiunan pria pegawai negeri sipil anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling dan sampel berjumlah 61 pensiunan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kepuasan Pernikahan (29 item valid, = 0,918) dan Skala Kecenderungan Post Power Syndrome (30 item valid, = 0,905) yang sebelumnya telah diujicobakan terhadap 40 pensiunan. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar -0,85 dengan p = 0,000 (p < 0,05), maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepuasan pernikahan dengan kecenderungan post power syndrome pada pensiunan pria Pegawai Negeri Sipil. Sumbangan efektif variabel kepuasan pernikahan terhadap kecenderungan post power syndrome sebesar 72,2%.