Articles
Pengaruh Lifestyle, Brand Awareness dan Product Quality terhadap Repurchase Intention Minuman Saribuah Buavita dengan Purchasing Decisions sebagai Variabel Intervening
Riptiono, Sulis
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 12 No 1 (2013): Fokus Bisnis
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (906.644 KB)
|
DOI: 10.32639/fokusbisnis.v12i1.62
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lifestyle, brand awareness dan product quality terhadap repurchase intention minuman saribuah Buavita dengan purchasing decisions sebagai variabel intervening di Kecamatan Kebumen. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 100 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian minuman saribuah Buavita di Kecamatan Kebumen. Data yang digunakan dalam peneliian ini adalah primer, yang diperoleh dari hasil jawaban responden yang dikumpulkan dengan kuesioner. Metode yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Hipotesis diuji menggunakan teknik analisis jalur dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel lifestyle tidak berpengaruh terhadap purchasing decisions, variabel brand awareness berpengaruh signifikan terhadap purchasing decisions, variabel product quality berpengaruh signifikan terhadap purchasing decisions,lifestyle tidak berpengaruh terhadap repurchase intention,brand awareness berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention, product quality berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention dan purchasing decisions berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention.
HASRAT KONSUMEN YANG MENGIKAT (BINDING CUSTOMER DESIRES)
Riptiono, Sulis
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 16 No 2 (2017): Fokus Bisnis
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.038 KB)
|
DOI: 10.32639/fokusbisnis.v16i2.166
Desires in the marketing context are defined as the phase of the sequence in marketing that begins with the creation of awareness, and then interest is usually at the stage when the customer really wants the product or service that is being marketed. Desire is a form that is seen as a precursor in making actual purchases. Desire is more than want of consumers to try and have the product, the consumer's curiosity towards the product is directed to the interest to buy. Desires are created to convince consumers that they have a great desire to have the product or service offered according to their needs. Desire is not enough to explain its impact on increasing consumer buying interest and consumer behavior, but the desire that has binding properties to consumers that called binding costumer desires can increase buying and behavioral interests. Binding costumer desires is used to fill the research gap about subjective norms against purchase intention by using the basic theory of the theory of reaction action (TRA) and theory of planned behavior (TPB).
Pengaruh Lifestyle, Brand Awareness dan Product Quality terhadap Repurchase Intention Minuman Saribuah Buavita dengan Purchasing Decisions sebagai Variabel Intervening
Sulis Riptiono
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 12 No 1 (2013): Fokus Bisnis
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32639/fokusbisnis.v12i1.62
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lifestyle, brand awareness dan product quality terhadap repurchase intention minuman saribuah Buavita dengan purchasing decisions sebagai variabel intervening di Kecamatan Kebumen. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 100 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian minuman saribuah Buavita di Kecamatan Kebumen. Data yang digunakan dalam peneliian ini adalah primer, yang diperoleh dari hasil jawaban responden yang dikumpulkan dengan kuesioner. Metode yang digunakan adalah non probability sampling yaitu purposive sampling. Hipotesis diuji menggunakan teknik analisis jalur dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel lifestyle tidak berpengaruh terhadap purchasing decisions, variabel brand awareness berpengaruh signifikan terhadap purchasing decisions, variabel product quality berpengaruh signifikan terhadap purchasing decisions,lifestyle tidak berpengaruh terhadap repurchase intention,brand awareness berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention, product quality berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention dan purchasing decisions berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention.
HASRAT KONSUMEN YANG MENGIKAT (BINDING CUSTOMER DESIRES)
Sulis Riptiono
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 16 No 2 (2017): Fokus Bisnis
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32639/fokusbisnis.v16i2.166
Desires in the marketing context are defined as the phase of the sequence in marketing that begins with the creation of awareness, and then interest is usually at the stage when the customer really wants the product or service that is being marketed. Desire is a form that is seen as a precursor in making actual purchases. Desire is more than want of consumers to try and have the product, the consumer's curiosity towards the product is directed to the interest to buy. Desires are created to convince consumers that they have a great desire to have the product or service offered according to their needs. Desire is not enough to explain its impact on increasing consumer buying interest and consumer behavior, but the desire that has binding properties to consumers that called binding costumer desires can increase buying and behavioral interests. Binding costumer desires is used to fill the research gap about subjective norms against purchase intention by using the basic theory of the theory of reaction action (TRA) and theory of planned behavior (TPB).
Pengaruh Allocentris dan Animosity Terhadap Niat Beli Konsumen Pada Produk Makanan Lokal dengan Ethnocentrism Sebagai Intervening Variabel: The Effect of Allocentrism and Animosity on Consumer Purchase Intention Towards Local Foods Products with Ethnocentrism as Intervening Variable
Sulis Riptiono
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 6 No. 2 (2020): JABM Vol. 6 No. 2, Mei 2020
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17358/jabm.6.2.379
The purpose of this study was to investigate the effects of consumer allocentrism towards family, allocentrism towards friends and consumer animosity toward consumer intention to purchase halal products with consumer ethnocentrism as intervening variable. Primary data were collected from 100 students in Kebumen using closed questions with questionnaires. Data were analyzed with spss for windows version 24.0. Path-analyzes was used to test relationship between variables. Based on the results, the study showed that from seven hypothesis proposed, six hypothesis are accepted and only one hypothesis is rejected. The results showed that consumer purchase intentions on local food products are influenced by variable allocentrism to family, allocentrism toward friends, and customer ethnocentrism, while animosity does not have a significant influence toward consumers purchase intention on local food products. Keywords: allocentrism, animosity, ethnocentrism, purchase intention, local product food
Pengaruh Customer Experience, Utilitarian Benefit dan Hedonic Benefit terhadap Intention to Recommended melalui Customer Satisfaction
Dewi Noor Susanti;
Sulis Riptiono
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan Volume 13 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Faculty of Economics and Business Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (753.457 KB)
|
DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2019.v13.i02.p07
Abstrak Pengalaman konsumen dan desain suatu produk merupakan salah satu unsur yang penting dalam pemasaran, manfaat desain diharapkan mampu membuat konsumen merasa puas. Apakah pengalaman konsumen dan design benefit selalu dapat meingkatkan kepuasan konsumen? Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh customer experience dan design benefit (utilitarian benefit dan hedonic benefit) terhadap intention to recommended dengan kepuasan konsumen sebagai variabel interviening. Penelitian yang dilakukan dengan dengan melibatkan 100 responden yang menggunakan produk smartphone iPhone di Kabupaten Kebumen, diambil dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan path analyze dan diolah dengan bantuan alat statistic SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketujuh hipotesis hanya ada satu yang ditolak yaitu hipotesis kelima. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa variabel customer experience dan hedonic benefit merupakan anteseden dari kepuasan konsumen yang dapat menumbuhkan intention to recommended, sedangkan pada variabel utilitarian benefit hanya dapat berpengaruh terhadap kepuasan konsumen tetapi tidak dapat menumbuhkan intention to recommended konsumen.
ANALISIS PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT DAN FAMILY WORK CONFLICT TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN JOB STREES SEBAGAI MEDIASI (STUDI PADA KARYAWAN WANITA CV. TIGA MUTIARA)
Sulis Riptiono
Management Insight: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 12, No 2 (2017): Managament Insight: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Unib Press Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1051.151 KB)
|
DOI: 10.33369/insight.12.2.13-22
The purpose of this study is to analyze the influence of the influence of Work-Family Conflict and Family-Work Conflict on Employee Intention Turnover at CV. Tiga Mutiara in Kebumen City with Job Stress as Mediation Variable. Respondents in this research are employees of CV. Tiga MutiaraKebumen with 32 employees. The research method is quantitative analysis by using path analysis, the result of multiple regression analysis calculation is tested by t test and F test and coefficient of determination. The results of this study indicate that the variables Work-Family Conflict, Family-Work Conflict and Job Stress on turnover Intention have a positive effect on employees CV. Tiga Mutiara Kebumen. In this study it is known that Work-Family Conflict is the independent variable that has the greatest influence on Employee Turnover Intention compared to other independent variables.Keywords: Work-Family Conflict, Family-Work Conflict, Job Stress, Turnover Intention
Analisis Pengaruh Cafe Atsmosphere, Kualitas Pelayanan dan Customer Experience Terhadap Repurchase Intention Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Mediasi
Umul Latifatul Munwaroh;
Sulis Riptiono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 5 (2021): JIMMBA
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32639/jimmba.v3i5.952
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis mengetahui pengaruh Café Atmosphere, Kualitas Pelayanan dan Customer Experiece terhadap Repurchase Intention yang dimediasi Kepuasan Pelanggan pada pelanggan malindo corner Kebumen. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Total sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji instrument validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan menggunakan program SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua item pernyataan setiap variabel valid dan reliable. Model penelitian memenuhi kriteria uji asumsi klasik tidak terdapat multikolonieritas, heterokedastisitas, dan memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) diperoleh hasil bahwa variabel Café atmosphere, kualitas pelayanan dan customer experience berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Café atmosphere, customer experience dan kepuasan pelanggan berpengaruh secara signifikan terhadap repurchase intention. Sedangkan variabel kualitas pelayanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap repurchase intention.
Pengaruh Utilitarian Value dan Service Quality Terhadap Customer Satisfaction Untuk Meningkatkan Repurchase Intention
Rani Rizkia;
Sulis Riptiono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 5 (2021): JIMMBA
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32639/jimmba.v3i5.953
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh utilitarian value dan service quality terhadap customer satisfaction untuk meningkatkan repurchase intention (Studi pada Konsumen BUMDes Mapan Mart). Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen BUMDes Mapan Mart dan teknik pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik pengambilan sampel non-probability sampling, dalam teknik non-probability sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang responden. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah dengan menggunakan kuesioner. Metode penelitian bersifat kuantitatif, data yang diperoleh berdasarkan jawaban dari responden pada kuesioner, dianalisis dengan teknik statistik analisis regresi linear berganda, model regresi diuji dengan asumsi klasik agar memenuhi syarat dan layak dipakai untuk memprediksi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil perhitungan regresi diuji dengan uji t dan koefisien determinasi, sementara hasil perhitungan mediasi diuji dengan analisis jalur dan sobel test dengan bantuan program SPSS for Windows version 25.0. Setelah dilakukan analisis data, diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: (1) Utilitarian Value berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer Satisfaction (2) Service Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer Satisfaction (3) Utilitarian Value tidak berpengaruh terhadap Repurchase Intention (4) Service Quality tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention, (5) Customer Satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention, (6) Utilitarian Value melalui Customer Satisfaction berpengaruh secara signifikan terhadap Repurchase Intention. (7) Service Quality melalui Customer Satisfaction berpengaruh secara signifikan terhadap Repurchase Intention.
Pengaruh Social Media Influencer Terhadap Brand Image dan Attitude yang Berdampak pada Purchase Intention Skin Mobile Legends melalui Review di Youtube
Fauzi Nurohman;
Sulis Riptiono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3 No 6 (2021): JIMMBA
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32639/jimmba.v3i6.955
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social Media Influencer terhadap Brand Image dan Attitude yang berdampak pada Purchase Intention skin Mobile Legends. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Total sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 100 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu uji instrument validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan menggunakan program SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua item pernyataan setiap variabel valid dan reliable. Model penelitian memenuhi kriteria uji asumsi klasik tidak terdapat multikolonieritas, heterokedastisitas, dan memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan hasil uji parsial (uji t) substrukural I diperoleh hasil bahwa variabel Social Media Influencer terhadap Brand Image berpengaruh secara signifikan terhadap Brand Image. Pada substruktural II diperoleh hasil bahwa variabel Social Media Influencer berpengaruh secara signifikan terhadap Attitude. Pada substruktural III diperoleh hasil bahwa variabel Brand Image dan Attitude berpengaruh secara signifikan terhadap Purchase Intention. Sedangkan variabel Social Media Influencer tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Purchase Intention.