Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Fractional Reserve Banking System and Money Multiplier Effect: A Proposed Scheme from Sharia Banking Saratian, Eko Tama Putra; Irfan, Mohammad
International Journal of Integrative Sciences Vol. 3 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v3i12.12938

Abstract

This study analyzes the effects of implementing the fractional reserve requirement banking system, its impact on the money multiplier, and the solutions offered by Sharia banking. The world community is starting to care about the dangers of the three pillars and their impact on the economy. Interest, fiat money, and fractional reserves are requirements in the banking system. This must be studied deeply to return the economy and monetary system to a usury-free system. This research uses a mixed method with a systematic literature review (SLR) method to identify, evaluate, and synthesize the findings of various studies regarding questions or research topics surrounding fractional reserves, their macroeconomic impact, and solutions from the perspective of Sharia banks. The quantitative approach is also used to support the counting of money multiplier effect. We suggest the consequence of requiring scheme and product development in Sharia banks, one of which is an investment banking scheme with a Mudharabah Muqayyadah product
Paradigma Disruptif dalam Inovasi Pelayanan Publik: Telaah Kritis atas Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Kota Bima Irfan, Mohammad; Usman, Ahmad
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 22 No. 1 (2025): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v22i1.249

Abstract

Pemerintah Kota Bima telah merancang sebuah program inovatif bernama SIMATIK (Sistem Manajemen Administrasi dan Informasi Kelurahan) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inovasi ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya BAB XIII Pasal 344–352 yang menekankan pentingnya penyelenggaraan pelayanan publik yang efektif. SIMATIK bertujuan untuk mempercepat, mempermudah, dan memodernisasi proses administrasi di tingkat kelurahan melalui sistem digital berbasis Android. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan SIMATIK di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen, artikel media cetak dan elektronik, serta observasi lapangan. Fokus pembahasan mencakup dua aspek utama, yakni konsep inovasi pelayanan publik dan penerapan SIMATIK itu sendiri. SIMATIK diklasifikasikan sebagai inovasi transformatif yang mencakup inovasi desain layanan, proses, metode, strategi/kebijakan, dan sistem. Inovasi ini tidak hanya mengubah pola kerja birokrasi, tetapi juga mentransformasi struktur organisasi pelayanan secara menyeluruh, sehingga menjadi salah satu terobosan penting dalam tata kelola pelayanan publik daerah.
STRATEGI MANAJEMEN PELATIHAN ATLET PETANQUE DALAM PERSIAPAN UNTUK MINGGU OLAHRAGA PROVINSI TAHUN 2025 Panjiantariksa, Yusuf; Setyadi, Fantas; Irfan, Mohammad; Wili, Neysha Sarita
Jambura Journal of Sports Coaching Vol 7, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jjsc.v7i2.32818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi manajemen pelatihan yang efektif bagi atlet petanque di Kabupaten Magetan dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga dari Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Magetan. Penelitian ini menyoroti pentingnya program pelatihan yang terstruktur, kepemimpinan yang efektif, dan manajemen sumber daya dalam meningkatkan prestasi atlet. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan fasilitas pelatihan, kurangnya pelatih yang berkualifikasi, dukungan psikologis yang tidak memadai, dan penjadwalan yang tidak konsisten, yang secara kolektif berdampak pada perkembangan atlet. Temuan penelitian menekankan bahwa manajemen pelatihan yang sukses memerlukan pendekatan holistik, yang mengintegrasikan pelatihan fisik, keterampilan taktis, dan persiapan psikologis. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kerangka kerja pelatihan yang komprehensif yang menggabungkan perencanaan berbasis kinerja, periodisasi yang selaras dengan kalender kompetisi, dan proses evaluasi rutin. Selain itu, pelibatan psikolog olahraga dan peningkatan pelatihan pelatih disarankan untuk meningkatkan ketahanan mental dan motivasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi manajer, pelatih, dan atlet di Kabupaten Magetan, yang dapat meningkatkan kinerja petanque dan berkontribusi pada bidang manajemen olahraga yang lebih luas. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya menangani sumber daya berwujud dan faktor tidak berwujud, seperti motivasi atlet dan dukungan masyarakat, untuk mengoptimalkan keberhasilan dalam lingkungan yang kompetitif.
Peningkatan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Pendekatan Bermain dengan Target Angka pada Peserta Didik SD Kelas IV Wili, Neysha Sarita; Irfan, Mohammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3366

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada materi lompat jauh gaya jongkok masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar, di mana data awal menunjukkan hanya 29,17% siswa kelas IV yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kondisi ini menandakan perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran, sebab penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada permainan secara umum dan belum menekankan penggunaan permainan dengan target angka untuk meningkatkan penguasaan teknik lompat jauh gaya jongkok. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan bermain melalui permainan target angka dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV, dengan data diperoleh melalui observasi aktivitas serta tes keterampilan lompat jauh gaya jongkok, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan, yaitu ketuntasan belajar dari 29,17% pada pra-siklus, menjadi 62,5% pada siklus I, dan 87,5% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan bermain target angka mampu memperbaiki keterampilan lompat jauh gaya jongkok, menumbuhkan motivasi dan keberanian siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Evaluasi Sarana dan Prasarana Olahraga dalam Meningkatkan Prestasi Atlet Pelajar di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Irfan, Mohammad; Wili, Neysha Sarita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3367

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya sarana dan prasarana olahraga yang tersedia di sekolah maupun fasilitas umum, sehingga pembinaan atlet pelajar belum berjalan optimal. Padahal, Kabupaten Ngawi memiliki potensi besar dalam menghasilkan atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas olahraga dan menelaah keterkaitannya dengan pencapaian prestasi atlet pelajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei evaluatif pada sekolah dasar, sekolah menengah, serta fasilitas umum seperti GOR Ngawi dan Stadion Ketonggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fasilitas masih timpang; di sekolah dasar hanya sekitar 46,26% sarana tergolong baik, sedangkan di sekolah menengah sebagian besar sudah memadai meski masih kekurangan peralatan tertentu. Fasilitas umum relatif representatif, tetapi pemanfaatannya belum maksimal karena keterbatasan akses dan biaya. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara potensi atlet dengan dukungan infrastruktur yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan pemerataan serta peningkatan kualitas sarana olahraga sebagai strategi penting untuk mendukung pembinaan atlet pelajar secara berkelanjutan di Kabupaten Ngawi.
Agribisnis Usaha Kopi Pasca Panen Hingga Pengemasan Berbasis Teknologi Inovasi Di Wilayah Transmigrasi Lembantongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Irfan, Mohammad; Riandhana, Taufiq Eka; Maulita, Miftahul; Ashad, M.; Wiranto, Rafik; Maulana, Moh Teguh; Jems, Jems
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i2.291

Abstract

Agribisnis usaha penggolahan kopi pasca panen biji kopi di tingkat masyarakat petani di Wilayah Kabupaten Sigi, khususnya desa-desa penghasil kopi masih sangat terbatas. Salah satu desa penghasil biji kopi kualitas terbaik adalah Desa Lembantongoa, namun dari proses pengolahan masih sangat terbatas. Kemampuan petani kopi dalam mengolah proses biji kopi pasca panen,mulai dari proses pemetikan, penyimpanan, sortir basah dan kering serta penjemuran masih tergolong kualitas rendah, sehingg dihargai rendah oleh konsumen pembeli kopi. Hal ini menyebabkan harga jual biji kopi ditingkat petani sebesar Rp. 10.000 – 19.000/perkilo/perkaleng. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini ditargetkan dapat membantu petani kopi dalm proses pengolahan pasca panen kopi, yang dimulai proses pemetikan hingga pengupasan dengan mesin pulper sampai pada tahap pengemasan, Sehingga dapat meningkatkan kualitas mutu kopi yang sesuai standart baku mutu, melalui penggunaan teknologi inovasi sederhana dan akan meningkatkan harga jual kopi dipasaran Kota Palu dan sekitarnya. Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada tujuan kegiatan pengabdian dengan target dan luaran yang tepat sasaran. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengolahan dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya; Tahap I Proses Pengolahan Basah Biji Kopi; Tahap II Proses Pengolahan Kering Biji Kopi; Tahap III Proses Pengolaha Teh Kulit Kopi; Tahap IV Proses Pembuatan Selai Kopi. Selanjutnya melakukan promosi serta memperkenalkan berbagai olahan turunan kopi yang dapat dihasilkan dari pemanfataan kopi pasca panen. Adapun output atau luaran kegiatan ini adalah produk luaran yang akan dicapai pada penelitian ini yaitu; (1) Kopi kualitas medium hingga premium; (2) Kaskara/teh; (3) Selai Kopi; (4) Artikel / Proses Pembuatan Terupload di Youtube
Factors Determining Investor Acceptance Towards Islamic Finance in India Irfan, Mohammad; Chowdhury, Shah Saeed Hassan; Rusmita, Sylva Alif
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2021.12.2.8798

Abstract

Despite India, having the second largest Muslim population in the world, Islamic finance is in its nascent stage. Thus, it is important from the perspective of the investor to understand the concept of Islamic Finance. This study scrutinizes the factors affecting the acceptance of Islamic Finance in India. A questionnaire was distributed to collect data from 354 investors from cities across India with snowball sampling. The results of the study reveal the high degree of reliability and validity of the data as reflected by Cronbach’s Alfa (α) at 0.86. Kaiser-Mayer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO) is .776, which is statistically significant. Factor analysis extracted highly loaded (Eigen value > 1) consisting of six factors with 29 items. Together these six factors explained a total variance of 76.24%. These factors are Awareness of Shariah indices, Religious motive, Social responsiveness, Understanding of Shariah screening, Ethical investment, and Socio-economic reasons.
Analisis Beban Kerja Terhadap Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Pegawai Pengelola Tenaga Pendidik Biro Keuangan Dan Umum Universitas Tadulako Subhan, Subhan; Irfan, Mohammad; Ahsan, Sitti Chaeriah
Journal of Technopreneurship on Economics and Business Review Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis beban kerja merupakan upaya dalam rangka untuk menentukan sejumlah beban kerja pegawai meliputi volume kerja dan kebutuhan terhadap jumlah personel pegawai, selanjutnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan melakukan perhitungan analisis beban kerja pegawai pengelola tenaga pendidik terhadap manajemen sumber daya manusia pada Biro Keuangan dan Umum Universitas Tadulako. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Variabel penelitian mencakup beban kerja pegawai pengelola tenaga pendidik, dengan membandingkan jumlah beban kerja dengan pegawai yang tersedia. Kerangka konseptual utama penelitian, menggunakan teori Markowitz (1981) serta Byars dan Rue (2006) dengan menggunakan 10 aspek, yaitu job definition, job redesign, recruitment, selection and placement, orientasi, training, career counselling, employe safety, performance dan compensation. Hasil penelitian menunjukan bahwa perhitungan beban kerja berdasarkan faktor analisis pekerjaan masih belum merata terkait pembagian beban kinerja. Hasil yang diperoleh mengindikasikan terdapat beban kerja yang melebihi ketentuan tertentu yang seharusnya beban kerja tersebut di kerjakan oleh 2 pegawai, namun temuan kondisi di lapangan hanya dikerjakan oleh 1 pegawai. Menjadi hal yang penting  bagi pertimbangan organisasi untuk merencanakan pengelolaan sumber daya manusia berbasis kalkulasi output analisis beban kerja sekaitannya terhadap basis perhitungan kebutuhan jumlah staf berdasarkan kebutuhan dan kondisi faktualnya saat ini. Oleh karena itu, identifikasi jumlah staf pegawai yang dibutuhkan menjadi tahapan selanjutnya dari analisis beban kerja berdasarkan jumlah beban kerja yang telah dihitung.
Mekanisme Penyelesaian Sengketa Berbasis Adat Dalam Konflik Pariwisata Di Lombok Irfan, Mohammad; Andriyani, Shinta
Private Law Vol 5 No 3 (2025): Private Law Universitas Mataram
Publisher : Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/95ge6m59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan mekanisme penyelesaian sengketa berbasis adat yang diterapkan dalam konflik pariwisata di Lombok, serta Menganalisis efektivitas mekanisme penyelesaian sengketa berbasis adat dalam memberikan akses keadilan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam konflik pariwisata di Lombok. Tulisan ini menggunakan penedekatan penelitian Normatif Empiris dengan metode. Pendekatan Sosiologis dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam mekanisme penyelesaian sengketa berbasis adat dalam konflik pariwisata di Lombok, khususnya terkait efektivitas dan akses keadilan. Hasil penelitian menunjukkan penting untuk memperkuat kapasitas mekanisme penyelesaian sengketa adat dan mengintegrasikannya dengan sistem hukum formal. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan bagi tokoh-tokoh adat, penyediaan bantuan hukum bagi masyarakat lokal, dan pembentukan lembaga mediasi yang melibatkan unsur-unsur adat dan pemerintah. Untuk meningkatkan efektivitas mekanisme penyelesaian sengketa adat dalam konflik pariwisata, perlu dilakukan beberapa upaya, antara lain Penguatan kapasitas tokoh-tokoh adat, Tokoh-tokoh adat perlu dilatih dalam mediasi, negosiasi, dan pemahaman tentang hukum positif, Peningkatan kesadaran hukum masyarakat lokal: Masyarakat lokal perlu diberikan informasi tentang hak-hak mereka dan cara-cara untuk memperjuangkannya, Peningkatan koordinasi antara lembaga adat dan pemerintah, Lembaga adat dan pemerintah perlu bekerja sama dalam menyelesaikan konflik dan mengembangkan kebijakan yang mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, Pemberian dukungan hukum bagi masyarakat lokal serta Masyarakat lokal perlu diberikan bantuan hukum untuk menghadapi investor pariwisata yang kuat.
Peran Negara Dalam Perlindungan Hak Masyarakat Adat Atas Hutan Di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Andriyani, Shinta; Irfan, Mohammad
Private Law Vol 5 No 3 (2025): Private Law Universitas Mataram
Publisher : Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e6pzrd08

Abstract

Perlindungan hak masyarakat adat atas hutan adalah fondasi penting bagi keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan yang inklusif. Negara memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kerangka hukum dan kebijakan yang kuat, serta memastikan implementasinya secara efektif. Studi tentang efektivitas kebijakan perlindungan hak masyarakat adat atas hutan di Bayan, KLU, menjadi penting untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan tujuan tersebut. tulisan ini menggunakan metode penelitian Hukum Normatif Empris, dengan melihat dan mengnalisis bekerjanya Hukum berdasarkan hukum positif dengan pendekatan Perundang-undangan dan pendekatan sosiologis. Hasil dari penelitian ini Salah satu temuan utama penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara idealitas kebijakan dan realitas implementasi di lapangan. Meskipun secara normatif, negara mengakui hak-hak masyarakat adat atas hutan, dalam praktiknya seringkali terjadi pengabaian atau pelanggaran hak-hak tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pemahaman aparat pemerintah tentang hak-hak masyarakat adat, lemahnya penegakan hukum, dan adanya kepentingan ekonomi yang lebih kuat dari pihak-pihak lain yang terlibat dalam pengelolaan hutan.Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa partisipasi masyarakat adat dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan hutan masih sangat terbatas. Masyarakat adat seringkali tidak dilibatkan secara aktif dalam perumusan kebijakan atau perencanaan program yang berdampak langsung pada kehidupan mereka. Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat adat, bahkan dapat merugikan mereka.