Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemanfaatan Isolat Bakteri Tongkol Jagung Sebagai Bioaktivator Alami Dalam Pengomposan Tongkol Jagung (Zea mays) Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Astuti, Agung; Mulyono, Mulyono
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i1.8215

Abstract

Tongkol jagung diperkirakan menyumbang sebesar 40-50% dari berat panen jagung dan memiliki kandungan lignin sebesar 15%, kandungan selulosa 45%, kandungan hemiselulosa 35% sehingga lama terurai. Proses penguraian selulosa secara alami memerlukan bantuan bakteri selulotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat bakteri dari tongkol jagung busuk yang mampu mendegradasi selulosa dan untuk mengetahui kemampuan bakteri tersebut dalam mempercepat pengomposan pada tongkol jagung. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap: mengambil isolat dari tongkol jagung busuk, isolasi, karakterisasi, skrining bakteri, aplikasi pada tongkol jagung dan pengamatan pengomposan. Hasil isolasi dan pemurnian dari tongkol jagung didapatkan 3 jenis bakteri selulotik yang termasuk dalam genus Bacillus, berwarna krem, putih dan merah muda. Ketiga bakteri tersebut memiliki kemampuan degradasi selulotik pada tongkol jagung, ditandai dengan zona bening pada media CMC. Pengujian Aktivator alam memberikan hasil yang tidak beda nyata dengan perlakuan aktivator komersial. C/N rasio kompos pada semua perlakuan sudah sesuai dengan SNI, yaitu perlakuan Aktivator alam 12,01, aktivator komersial 12,83 dan tanpa aktivator adalah 17,04
RESPON PEMBERIAN UNSUR HARA MAKRO ESSENSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny; H Sridjono, Hendy Hendro
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i1.8217

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi khususnya di Indonesia. Keberadaan unsur hara merupakan salah satu indikator kesuburan tanah yang merupakan sumber daya alam utama dalam sebuah kegiatan pertanian. Kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara makro maupun mikro yang dibutuhkan oleh tanaman, sangat penting guna menghindari adanya gejala kekahatan/defisiensi unsur hara. Sehingga salah satu solusi kekurangan unsur hara tersebut yaitu dengan cara pemupukan guna menambahkan unsur hara yang ada dalam tanah. Pendugaan kesuburan tanah bertujuan untuk mendapati keadaan unsur hara yang ada dalam tanah dengan cara mendapati gejala kekekahatan unsur hara dengan melihat perubahan yang terjadi selama pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor perlakuan tunggal yaitu kombinasi pemupukan, yang terdiri dari tidak dipupuk (P0), tanpa pupuk N (PK), tanpa pupuk P (NK), tanpa pupuk K (NP), dan pemupukan lengkap (NPK). Dosis pupuk yang digunakan merupakan dosis pupuk rekomendasi tanaman jagung, yaitu urea 200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Penanaman dilakukan pada polibag. Didapatkan hasil bahwa pemberian pemupukan mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung khususnya pemberian unsur Nitrogen yang berperan dalam peningkatan tinggi tanaman, pembentukkan klorofil, sedangkan pada unsur Fosfor dan Kalium berperan dalam peningkatan pertumbuhan akar
PENGARUH LAMA GENANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea) Arini, Nindya; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i1.10428

Abstract

Air merupakan komponen penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kondisi lingkungan tertentu dapat menyebabkan air sebagai faktor pembatas atau cekaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama cekaman genangan terhadap pertumbuhan kacang tanah Arachis hypogaea. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus pada Oktober-Desember 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) satu faktor yang terdiri 3 aras perlakuan yaitu penyiraman setiap hari sampai kapasitas lapang (P1), Penggenangan selama 1 minggu setinggi 5 cm (P2) dan Penggenangan selama 2 minggu setinggi 5 cm (P3) dan diulang sebanyak lima kali. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggenangan selama 2 minggu memiliki tinggi tanaman tertinggi dibandingkan perlakuan yang lain yaitu 45,7 cm pada umur 10 minggu setelah tanam (mst). Pada pengamatan panjang akar, perlakuan penggenangan selama 2 minggu memiliki panjang akar terendah yaitu 7,3 cm pada 10 mst namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan penggenangan selama 1 minggu.
PENGARUH BEBERAPA KONSENTRASI AB MIX PADA PERTUMBUHAN PAKCOY DENGAN SISTEM HIDROPONIK Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i2.9147

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sayuran ditengah kendala penyempitan lahan adalah dengan menggunakan sistem hidroponik. Salah satu tanaman yang sering di budidayakan secara hidroponik adalah pakcoy (Brassica rafa L). Pakcoy memiliki kandungan gizi tinggi seperti serat, Vitamin A, B, B2, B6, dan C, kalsium, fosfor, tembaga, magnesium, zat besi dan protein. Pertumbuhan pakcoy sangat didukung oleh nutrisi dalam hidroponik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman pakcoy (Brassica rafa L) pada beberapa konsentrasi larutan nutrisi pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan yaitu konsentrasi AB mix dengan 3 taraf perlakuan. Masing masing diulang sebanyak 5 kali, sehingga didapat 15 unit percobaan. Konsentrasi AB Mix memberikan pengaruh pada bobot basah dan bobot kering tanaman. Perlakuan A3 memberikan pengaruh yang nyata pada bobot basah tanaman 181,97 gr, perlakuan A1 memberikan pengaruh yang nyata pada bobot kering tanaman 13,22 gr.
PENGARUH PEMBERIAN MICROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG TERHADAP TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Anwar, Khairul; Wisuda, Nova Laili; Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i1.13074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.), mengingat pentingnya pengembangan pertanian yang ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kesehatan tanah. Penggunaan MOL dari bonggol pisang menjadi krusial dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) wilayah Semarang, specifically di Kebun Palawija Rendole I Pati. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor tunggal yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu konsentrasi MOL 0 ml/l (Mo), 150 ml/l (M1), dan 300 ml/l (M2), dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga total terdapat 9 plot percobaan. Data hasil penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA), dan jika terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan, akan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan's Multiple Range Test) dengan tingkat signifikansi α 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi MOL dari bonggol pisang berpengaruh signifikan terhadap berbagai parameter seperti bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, dan kadar gula, dengan hasil terbaik pada perlakuan M2 (300 ml/L).
Pengaruh Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Jagung Manis (Zea mays L.) Di Tanah Inceptisol Anwar, Khairul; Alpandari, Heny; Arini, Nindya; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.11508

Abstract

Jagung manis (Zea mays L.) merupakan salah satu hasil pertanian yang disukai oleh masyarakat karena rasanya yang manis, kaya akan karbohidrat, protein, dan vitamin, serta rendah lemak Permintaan jagung manis terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan yang bertambah baik untuk konsumsi langsung, bahan baku industri pangan, maupun industri pakan ternak. Perlu ada ekstensifikasi dalam penaman jagung, dengan memanfaatkan lahan Inceptisol.Tujuan penelitian ini adalah mengatahui konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays L) pada tanah Inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Kebun Pengembangan Pembibitan Palawija Rendole Pati dan Universitas Muria Kudus (UMK). Penelitian ini mengunkan percobaan eksperimental Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktor Tunggal dengan 3 perlakuan, sebagai berikut: R0: 0 ml/l, R1: 20 ml/l dan R2: 40 ml/l. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalis mengunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menujukan konsentrasi PGPR berpengaruh nyata pada parameter bobot brangkasan kering dan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol tanpa kelobot, kadar kemanisan, diameter tongkol dan panjang tongkol. tidak berbeda nyata. Kesimpulan hasil penelitian pertumbuhan dan produksi jagung manis pada tanah Inceptisol tertinggi pada konsentrasi 40 ml/L.
Respon Unsur Hara Nitrogen Dan Besi Terhadap Sifat Fisiologis Dan Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum Melongena L.) Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny
Jurnal Agroekoteknologi Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v16i2.24667

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is a type of tropical plant which is included in the vegetable horticulture group where it is widely cultivated on land and in the yard. The high nutritional content of eggplant makes one of the reasons this commodity is in great demand by the public. So to get optimal results it is necessary to have a nutrient that must be met in the growth process. The presence of sufficient nutrients in the soil is one of the important factors in supporting plants to complete their life cycle, such as growing and producing optimally. Therefore, fertilization is an important activity in order to increase the presence of nutrients to avoid nutrient deficiencies that can have a negative impact on the resulting production, one of which is a decrease in production quality. Based on data from research results, nitrogen nutrients play a very important role in growth, and at the same time is a limiting element for eggplant growth, this is evidenced by the low growth indicators obtained in treatments that are not given nitrogen elements such as leaf growth, chlorophyll and dry weight produced.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA REPTANS POIR) TERHADAP PEMBERIAN HARA MIKRO MELALUI AKAR DAN DAUN Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i1.225

Abstract

Water spinach is a type of horticultural plant that has high economic value. Water spinach needs nutrients that are quickly available to support its growth. Micronutrients are an important support for plants. There are two ways of providing micronutrients to plants, through roots and through leaves. The aim of this research was to determine the effect of providing complete microfertilizer through the roots and leaves on the growth of kale plants. This research was carried out in June-August 2023, using a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of 3, namely control, micro fertilizer given through the roots (watered), micro fertilizer given through the leaves (spray). The observation parameters are: plant height, number of leaves, greenness of the leaves, fresh weight of the crown, fresh weight of the roots, dry weight of the crown, dry weight of the roots, ratio of root shoots, ratio of leaf area and typical leaf weight. The results of the research, providing micronutrients to kale plants through the leaves has a better influence on the parameters of plant height, number of leaves, greenness of the leaves, leaf area and leaf area ratio.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Memanfaatkan Lahan Pekarangan dengan Gerakan Penanaman Sawi di Desa Ternadi Kabupaten Kudus Widyastuti, Winda; Ariyanto, Shodiq Eko; Prakoso, Tangguh; Murrinie, Endang Dewi
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13763

Abstract

Lahan pekarangan untuk budidaya tanaman merupakan langkah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pekarangan rumah biasanya tidak terlalu luas, sehingga diperlukan inovasi dalam budidaya sederhana, praktis dalam perawatan, dan dapat mengoptimalkan pekarangan yang terbatas. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran. Pekarangan dapat dimanfaatkan dengan menanam sayuran seperti sawi, sehingga pekarangan lebih bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan pemberdayaan desa binaan dalam bentuk pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Ternadi dalam budidaya tanaman pekarangan, sehingga setiap keluarga dapat memperkuat ketahanan pangan mereka. Metode kegiatan ini dimulai dengan survei lapangan, diikuti penyuluhan serta diskusi sekaligus dilakukan praktik dan evalusi pemanfaatan pekarangan dengan penanaman sawi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah sawi memiliki potensi untuk ditanam di pekarangan rumah. Oleh karena itu, pekarangan warga yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara produktif kini bisa dimanfaatkan lebih baik, menghasilkan produk yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Ternadi Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Tanaman Hortikultura dengan Memanfaatkan Pupuk Organik : Indonesia Widyastuti, Winda; Ariyanto, Shodiq Eko; Prakoso, Tangguh; Murrinie, Endang Dewi
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 07, Issue 01, Maret 2025
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol7.iss1.art17

Abstract

Utilizing yard land is one approach to achieving food security. Well-maintained yards can become comfortable, aesthetic, and healthy environments, one of which is by using them to grow horticultural plants, especially those that can be consumed daily. This community service activity, aimed at empowering the foster village, seeks to enhance the knowledge of the PKK women in Ternadi Village about the utilization of yards with horticultural plants and to provide knowledge and skills on how to make organic fertilizer. The methods used in this community service activity include surveys, counseling, discussions, practice, and evaluation. In general, the activities conducted have successfully increased the partner group's knowledge about yard utilization with horticultural plants and enhanced their understanding of the potential use of organic waste as a planting medium and fertilizer in the form of compost and liquid organic fertilizer.