Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Menggunakan Teknik Hidroponik di SMAN 1 Muara Padang Heny Alpandari; Tangguh Prakoso; Rosi Andriani; Widhi Netraning Pertiwi
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1150

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya hidroponik bagi siswa SMAN 1 Muara Padang. Hidroponik dipilih karena memiliki berbagai keunggulan, seperti efisiensi penggunaan lahan, pupuk, serta perawatan yang lebih praktis. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi berbasis penghijauan dengan metode pembelajaran partisipatif yang melibatkan ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai dari persiapan, edukasi teori, pembuatan media tanam, instalasi hidroponik, hingga evaluasi. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 85,26% dalam kategori sangat baik. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan respons positif, serta peningkatan pemahaman terkait hidroponik. Kombinasi teori dan praktik terbukti efektif dalam memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kesimpulan dari kegiatan edukasi hidroponik ini adalah dapat meningkatkan literasi sains dan lingkungan, dapat juga menumbuhkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kemandirian siswa.
Tindakan Pengembalian Limbah Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Upaya Memaksimalkan Zero Waste. Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i2.349

Abstract

ABSTRAK   Kelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang terus berkembang di Indonesia. Pabrik kelapa sawit mengolah buah kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan juga menghasilkan 75% limbah (padat dan cair). Limbah ini menjadi isu lingkungan dan memerlukan penanganan serius. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan, pengolahan limbah menjadi hal yang sangat penting saat ini. Tujuan dari pengolahan limbah selain untuk mencegah kerusakan lingkungan adalah untuk memaksimalkan zero waste. Pemanfaatan limbah menjadi bahan yang bermanfaat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan mewujudkan industri berwawasan lingkungan. Limbah pabrik kelapa sawit berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa cangkang, serat (fiber) dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar, sedangkan tandan kosong dimanfaatkan menjadi kompos, bahan baku kertas dan pakan ternak. Limbah cair pabrik kelapa sawit akan diolah di IPAL (Instalasi pengolahan air limbah) selanjutnya akan dikembalikan ke lahan (land application). Tindakan pengembalian limbah cair pabrik kelapa sawit ternyata memberikan pengaruh pada perbaikan kualitas tanah, penambahan unsur hara, penganekaragaman mesofauna dan makrofauna tanah, juga berpengaruh terhadap nisbah bunga jantan dan bunga betina. Selain itu limbah cair juga berpotensi menjadi biogas.    ABSTRACT   Palm oil is one of the plantation commodities that continues to grow in Indonesia. Palm oil mills process oil palm fruit into Crude Palm Oil (CPO) and also produce 75% of waste (solid and liquid). This waste is an environmental issue and requires serious handling. Along with the times and increasing awareness for environmental conservation, waste management is very important. The purpose of waste treatment in addition to preventing environmental damage is to maximize zero waste. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally industry. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally sound industry. Palm oil mill waste is in the form of solid waste and liquid waste. Solid waste in the form of shells, fiber is reused as fuel, while empty fruit bunches are used as compost, raw material for paper and animal feed. Palm oil mill effluent will be processed at the WWTP (Wastewater Treatment Plant) and will then be returned to the land (land application). The returning palm oil mill effluent turned out to have an effect on improving soil quality, adding nutrients, soil diversifying mesofauna and macrofauna, also affecting the ratio of male and female flowers. In addition, liquid waste also has the potential to become biogas.
Potensi Penggunaan Bahan Tanam Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Melalui Teknik Penanaman TSS (True Shallot Seed) Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i2.350

Abstract

ABSTRAK   Allium ascalonicum L. atau secara umum dikenal sebagai bawang merah, merupakan salah satu komoditas yang tergolong dalam sayuran penting di Indonesia. Pada umumnya di Indonesia, budidaya bawang merah dibudidayakan secara vegetatif melalui umbi bibit yang sekaligus digunakan sebagai umbi konsumsi. karena dianggap lebih praktis dan mudah, serta dianggap memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Kebutuhan dalam jumlah besar akan bahan tanam berikutnya, memaksa petani untuk mengeluarkan biaya yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan bahan tanam khususnya yang berbahan umbi. Salah satu solusi alternatif mengatasi permasalahan bahan tanam yang sekaligus meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah adalah dengan teknologi bahan tanam yang sehat yaitu True Shallot Seed (TSS). TSS merupakan pengembangan bahan tanam bawang merah melalui biji. TSS dinilai lebih baik karena memiliki keunggulan kebutuhan benih yang lebih rendah, serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Tidak ada interaksi antar varietas dengan kepadatan populasi/jarak tanam, namun penggunaan varietas Bima dinilai memiliki ukuran umbi yang cenderung lebih besar dari yang lain, hal ini dibuktikan dengan bobo tumbi segar dan umbi kering yang lebih berat dari yang lain. Namun memiliki kecenderungan pertumbuhan seperti tinggi tanaman dan jumlah daun per rumpun yang lebih kecil dibandingkan varietas lainnya.   ABSTRACT   Allium ascalonicum L. or generally known as shallot, is one of the commodities belonging to the important vegetables in Indonesia. In Indonesia, shallots are cultivated vegetatively with seed tubers which are also used as consumption tubers. because it is more practical and easy, and has a high success rate. Needs in large quantities will next planting material, forcing farmers to expend considerable cost to meet the needs of planting material especially made from tubers. One alternative solution the problem of planting material which at the same time increases the production and quality of shallots is the technology of healthy planting material, namely True Shallot Seed (TSS). TSS is the development of shallot planting material through seeds. TSS is considered better because it has the advantages of a lower seed needs, as well as more resistant to pest and diseases. There is no interaction between varieties with population density/planting spacing, however, the use of the Bima variety is considered to have tuber sizes that tend to be larger than the others, this is evidenced by the weight of fresh bulbs and dry bulbs that are heavier than the others. However, it has a growth tendency such as plant height and number of leaves per clump which is smaller than other varieties.
PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI KCl PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) di JAKEN, PATI. Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Suharijanto, Suharijanto; Widiatmoko, Andre
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v19i1.4527

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Pengembangan melon memiliki prospek yang baik dan cerah. Salah satu metode untuk meningkatkan produksi tanaman dan kualitas buah melon adalah dengan menerapkan teknik budidaya yang tepat, termasuk dosis dan frekuensi pemupukan KCl yang tepat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis dan frekuensi pemupukan KCl pada tanaman Melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023- Januari 2024 di Desa Sumberarum, Jaken, Pati. Dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi pemberian pupuk kalium (F) F1=1 kali pemberian, F2=2 kali pemberian, dan faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (D). D1=60 kg/ha (27 g/petak), D2=120 kg/ha (54 g/petak), D3=180 kg/ha (81 g/petak), D4=240 kg/ha (108 g/petak). Parameter pengamatan yaitu: Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Waktu berbunga (Hst), Bobot Buah perpetak (g), Diameter Buah (cm), Ketebalan daging buah (cm) dan Tingkat Kemanisan (% Brix). Hasil penelitian ini adalah pemberian dosis KCl 240 kg/ha (108 g/petak) dengan frekuensi 2 kali berpengaruh nyata dan terdapat interaksi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, diameter buah, bobot buah perpetak, ketebalan daging buah, dan tingkat kemanisan buah
Pemberdayaan Masyarakat melalui Eduecowisata: Sosialisasi Agrowisata Berbasis Kopi dari Pertanian hingga Penyajian Desa Gunungsari Kabupaten Pati Prakoso, Tangguh; Winarso, Rochmad; Gunawan, Budi; Saputro, Heru
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 3 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i3.24830

Abstract

Desa Gunungsari, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memiliki potensi pertanian yang besar melalui komoditas kopi yang ditanam dengan sistem agroforestri bersama tanaman manggis, sehingga berpeluang dikembangkan menjadi eduecowisata berbasis pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan kopi melalui survei lapangan, penyuluhan, diskusi interaktif, serta praktik pembuatan kompos dari limbah kulit kopi dan pengembangan kemasan produk. Hasil survei menunjukkan bahwa kopi Gunungsari memiliki cita rasa khas dan kualitas tinggi, namun masih terkendala dalam standarisasi kemasan dan strategi pemasaran. Pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan peserta terkait teknik budidaya ramah lingkungan, pemanfaatan limbah organik sebagai kompos, branding produk, dan pemanfaatan pemasaran digital. Evaluasi pre-test dan post-test memperlihatkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep eduecowisata serta keterampilan pengolahan kopi, yang tercermin dari antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat meskipun terdapat keterbatasan akses teknologi dan sumber daya. Kegiatan ini menegaskan bahwa masyarakat Desa Gunungsari tidak hanya berperan sebagai produsen kopi, tetapi juga dapat mengelola potensi desa secara berkelanjutan melalui eduecowisata yang berdaya saing. Dengan demikian, eduecowisata kopi berpotensi meningkatkan ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja, serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan, dengan catatan diperlukan tindak lanjut berupa pendampingan, inovasi pemasaran, dan dukungan infrastruktur agar potensi ini dapat dikembangkan secara optimal.
THE IMPACT OF NITROGEN BALANCE AND LIQUID ORGANIC FERTILIZER FROM COW URINE ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF PAKCOY PLANTS (Brassica Chinensis L.) IN REGOSOL SOIL Anwar, Khairul; Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Herlina, Nia
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.7648

Abstract

Pakcoy plants (Brassica chinensis L.) exhibit good growth and can thrive luxuriantly in various seasons, allowing for year-round cultivation. However, their productivity remains low due to insufficient soil fertility. Nitrogen is an essential nutrient required by pakcoy, and it can be obtained from liquid organic fertilizer derived from cow urine and urea. This research aims to evaluate how pakcoy plants respond to the application of nitrogen balance and liquid organic fertilizer from cow urine in regosol soil. The study was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Yogyakarta, from February 2021 to June 2021. Employing a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor, the research comprised five treatments as follows: P1: 100% Urea 1.2 grams (control), P2: 75% Urea 0.9 grams + 25% POC Cow Urine 5 ml, P3: 50% Urea 0.6 grams + 50% POC Cow Urine 10 ml, P4: 25% Urea 0.3 grams + 75% POC Cow Urine 15 ml, P5: 100% POC Cow Urine 20 ml. Each treatment of POC Cow Urine and Nitrogen (Urea) balance was replicated four times, resulting in a total of 20 experimental units. The results showed that the application of nitrogen balance and POC cow urine significantly impacted plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight of aboveground parts, dry weight of aboveground parts, fresh weight of roots, dry weight of roots, and root length in the treatment involving 50% Urea 0.6 grams + 50% POC Cow Urine. This indicates that the application of nitrogen balance and POC cow urine can effectively fulfill the nitrogen nutrient requirements of pakcoy plants.Keywords: Pakcoy, Nitrogen Balance, POC, Regosol
Pengaruh Pemberian Unsur Hara Mikro pada Akar dan Daun terhadap Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans Poir) Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Arini, Nindya
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14017

Abstract

Kangkung darat adalah jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini memerlukan unsur hara yang mudah tersedia untuk mendukung pertumbuhannya. Unsur hara mikro merupakan salah satu elemen penting untuk tanaman. Ada dua metode pemberian unsur hara mikro, yaitu melalui akar dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk mikro lengkap melalui akar dan daun terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian dilakukan pada Juni hingga Agustus 2023 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan yang diberikan terdiri dari tiga jenis, yaitu kontrol, pemberian pupuk mikro melalui akar (disiram), dan pemberian pupuk mikro melalui daun (semprot). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, nisbah akar dan tajuk, nisbah luas daun, serta bobot daun khas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian unsur hara mikro melalui daun memberikan pengaruh yang lebih baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, dan nisbah luas daun.
Respon Nano Biochar Bonggol Jagung Dan Eco-Enzyme Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jagung Manis (Zea Mays Saccharate Sturt.) Di Tanah Alfisol Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny; Anwar, Khairul
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14915

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan komoditas pertanian yang sangat penting. Produksi jagung pada tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022. Penurunan produksi jagung tersebut dikarenakan salah satunya disebabkan oleh beberapa faktor, salahsatunya pemupukan. Pemupukan merupakan aspek penting dalam suatu budidaya tanaman dalam mencapai hasil pertumbuhan dan panen yang optimal tidak terkecuali tanaman jagung. Salah solusi dari permasalahan tersebut yaitu mengkombinasikan pupuk organik dan pupuk kimia, salah satunya dengan penggunaan biochar dan eco-enzyme sebagai bahan pelengkap pemupukan tanaman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor yaitu dosis nano biochar (K) dengan 3 taraf yaitu V1 : 0 kg/ha (kontrol), V2 : 50 kg/ha, V3 : 100 kg/ha dan V4 : 150 kg/ha. Faktor kedua yaitu konsentrasi eco-enzyme (E) dengan 3 taraf yaitu : E1 : 0 ml/L (kontrol), E2 : 1 ml/L dan E3 : 2 ml/L. Didapatkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis nano biochar dengan konsentrasi eco-enzyme terhadap pertumbuhan fase vegetatif tanaman jagung. Pemberian perlakuan dosis nano biochar berpengaruh nyata pada pembentukkan diameter batang jagung pada umur 6 MST khususnya pada taraf perlakuan 150 kg/ha (V4). Sementara itu pemberian konsentrasi eco-ezyme 2 ml/L (E3) memberikan tinggi dan jumlah daun tanaman
RESPON JARAK TANAM DAN DOSIS UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea maus saccharata. Sturt) Prakoso, Tangguh; khakim, Luqman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4398

Abstract

Jagung manis adalah salah satu komoditas sayuran yang sangat populer di Amerika, Kanada, dan Asia, termasuk Indonesia, di mana jagung manis mulai dikenal sejak tahun 1980-an. volume impor jagung manis di Indonesia pada tahun 2021 meningkat sebesar 15%, dengan total impor mencapai 995,99 ribu ton. Permintaan pasar terhadap jagung manis terus meningkat, mencapai 11,1 juta ton untuk bahan baku industri pangan, 5,93 juta ton untuk bahan baku industri makanan, 405 ribu ton untuk konsumsi rumah tangga, dan sekitar 1,5 juta ton untuk kebutuhan lainnya. Tetapi, hal tersebut belum dapat memenuhi besarnya permintaan yang dibutuhkan. Rendahnya produktivitas jagung bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti belum diterapkannya teknologi budidaya yang direkomendasikan seperti pengaturan jarak tanam dan dosis pemupukan urea. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor yaitu jarak tanam (J) dengan 3 taraf yaitu J0 : 70 cm x 10 cm dengan jumlah tanaman 72 tanam per petak, J1 : 70 cm x 25 cm (kontrol) dengan jumlah tanaman 28 tanam per petak, J2 : 70 cm x 40cm dengan jumlah tanaman 16 tanam per petak. Faktor kedua yaitu dosis pupuk urea (D) dengan 3 taraf yaitu : D0 : 200 kg/ha dengan dosis pemberian pupuk 126 g/ petak, D1 : 350 kg/ha (kontrol) dengan dosis pemberian pupuk 220 g/petak, dan D2 : 500 kg/ha dengan dosis pemberian pupuk 315 g/petak. Didapatkan hasil bahwa pengaturan jarak tanam dan pemupukan urea yang semakin tinggi memberikan pengaruh pada peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
Inisiasi Pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Menuju Desa Mandiri Ekonomi Mulyani, Sri; Prakoso, Tangguh; Winarso, Rochmad; Saputro, Heru; Gunawan, Budi; Nugraha, Fajar
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.16453

Abstract

Desa Gunungsari merupakan desa yang berlokasi di lereng Gunung Muria. Desa Gunungsari memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kopi. Mata pencaharian utama masyarakat Desa Gunungsari adalah sebagai petani kopi. Metode penanaman petani kopi Desa Gunungsari dengan menggunakan sistem agroforestri. Beberapa masalah yang dihadapi oleh petani kopi di antaranya adalah fluktuasi harga kopi, lemahnya akses pemasaran, keterbatasan teknologi pertanian, dan kesulitan dalam mendapatkan pupuk. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi melalui pembentukan kelompok usaha perhutanan sosial. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian terbagi dalam beberapa tahap meliputi pendekatan komunitas, membangun sinergitas dengan lembaga perhutanan setempat, sosialisasi, bimbingan teknis, dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa para petani Desa Gunungsari memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya pendirian kelompok usaha perhutanan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan usaha. Dengan pemahaman yang kuat tentang manfaat kelompok usaha perhutanan sosial, maka di akhir kegiatan pengabdian para petani sangat antusias untuk segera membentuk kelompok usaha perhutanan sosial yang diberi nama “Sari Lestari Sejahtera”.