Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Strengthening The Role Of Youth Association (Karang Taruna) In Sustainable Waste Management Through Digital Literary, Waste Bank, And 3R TPS (Waste Management Site) Prasetyani, Henny; Diah Nugraheni; Tangguh Prakoso
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/qqny6370

Abstract

Waste issues pose a challenge in the environmental sector, especially in rural areas. Low public awareness of sustainable waste management demands the active involvement of youth as agents of change. This community service program aims to strengthen the role of youth organizations in sustainable waste management through digital literacy, the establishment of waste banks, and the optimization of the management of the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) TPS. Activities are carried out through training, mentoring, and participatory actions involving 10 youth organizations and 20 local residents. Quantitative results show a 60% increase in digital literacy competency, a 45% increase in community participation in waste sorting, and a 50% increase in the effectiveness of 3R TPS management. This program has successfully empowered youth organizations as digital-based environmental education agents and strengthened the sustainable integrated waste management system at the village level.
Edukasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Menggunakan Teknik Hidroponik di SMAN 1 Muara Padang Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Andriani, Rosi; Pertiwi, Widhi Netraning
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1150

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya hidroponik bagi siswa SMAN 1 Muara Padang. Hidroponik dipilih karena memiliki berbagai keunggulan, seperti efisiensi penggunaan lahan, pupuk, serta perawatan yang lebih praktis. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi berbasis penghijauan dengan metode pembelajaran partisipatif yang melibatkan ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai dari persiapan, edukasi teori, pembuatan media tanam, instalasi hidroponik, hingga evaluasi. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 85,26% dalam kategori sangat baik. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan respons positif, serta peningkatan pemahaman terkait hidroponik. Kombinasi teori dan praktik terbukti efektif dalam memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kesimpulan dari kegiatan edukasi hidroponik ini adalah dapat meningkatkan literasi sains dan lingkungan, dapat juga menumbuhkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kemandirian siswa.
Upaya Penguatan Karakter Peduli Lingkungan pada Anak Usia Dini di KB TK Yaa Bunayya Kudus Heny Alpandari; Winda Widyastuti; Wahid Nur Fajri; Tangguh Prakoso
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1256

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter peduli lingkungan pada anak usia dini di KB-TK Yaa Bunayya Kudus melalui pendekatan pembelajaran edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada 20 November 2025 dengan melibatkan 70 anak dan 14 ustadzah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan perencanaan, storytelling, demonstrasi, learning by doing, role playing, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi dan penilaian skala Likert terhadap beberapa indikator keberhasilan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi anak yang sangat tinggi dengan skor 4,8, respons ustadzah sebesar 4,7, perilaku peduli lingkungan 4,3, pemahaman materi 4,2, dan tanggung jawab 4,1. Anak-anak menunjukkan peningkatan perilaku positif seperti menyiram tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, dan membuang sampah pada tempatnya. Program ini mendapat dukungan positif dari pihak sekolah dan berpotensi diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sebagai upaya pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini.
Pengaruh Pemberian Unsur Hara Mikro pada Akar dan Daun terhadap Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans Poir) Heny Alpandari; Tangguh Prakoso; Nindya Arini
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14017

Abstract

Kangkung darat adalah jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini memerlukan unsur hara yang mudah tersedia untuk mendukung pertumbuhannya. Unsur hara mikro merupakan salah satu elemen penting untuk tanaman. Ada dua metode pemberian unsur hara mikro, yaitu melalui akar dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk mikro lengkap melalui akar dan daun terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian dilakukan pada Juni hingga Agustus 2023 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan yang diberikan terdiri dari tiga jenis, yaitu kontrol, pemberian pupuk mikro melalui akar (disiram), dan pemberian pupuk mikro melalui daun (semprot). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, nisbah akar dan tajuk, nisbah luas daun, serta bobot daun khas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian unsur hara mikro melalui daun memberikan pengaruh yang lebih baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, dan nisbah luas daun.
Respon Nano Biochar Bonggol Jagung Dan Eco-Enzyme Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jagung Manis (Zea Mays Saccharate Sturt.) Di Tanah Alfisol Tangguh Prakoso; Heny Alpandari; Khairul Anwar
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14915

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan komoditas pertanian yang sangat penting. Produksi jagung pada tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022. Penurunan produksi jagung tersebut dikarenakan salah satunya disebabkan oleh beberapa faktor, salahsatunya pemupukan. Pemupukan merupakan aspek penting dalam suatu budidaya tanaman dalam mencapai hasil pertumbuhan dan panen yang optimal tidak terkecuali tanaman jagung. Salah solusi dari permasalahan tersebut yaitu mengkombinasikan pupuk organik dan pupuk kimia, salah satunya dengan penggunaan biochar dan eco-enzyme sebagai bahan pelengkap pemupukan tanaman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor yaitu dosis nano biochar (K) dengan 3 taraf yaitu V1 : 0 kg/ha (kontrol), V2 : 50 kg/ha, V3 : 100 kg/ha dan V4 : 150 kg/ha. Faktor kedua yaitu konsentrasi eco-enzyme (E) dengan 3 taraf yaitu : E1 : 0 ml/L (kontrol), E2 : 1 ml/L dan E3 : 2 ml/L. Didapatkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis nano biochar dengan konsentrasi eco-enzyme terhadap pertumbuhan fase vegetatif tanaman jagung. Pemberian perlakuan dosis nano biochar berpengaruh nyata pada pembentukkan diameter batang jagung pada umur 6 MST khususnya pada taraf perlakuan 150 kg/ha (V4). Sementara itu pemberian konsentrasi eco-ezyme 2 ml/L (E3) memberikan tinggi dan jumlah daun tanaman
Pemberdayaan Masyarakat dengan Memanfaatkan Lahan Pekarangan dengan Gerakan Penanaman Sawi di Desa Ternadi Kabupaten Kudus Winda Widyastuti; Shodiq Eko Ariyanto; Tangguh Prakoso; Endang Dewi Murrinie
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13763

Abstract

Lahan pekarangan untuk budidaya tanaman merupakan langkah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pekarangan rumah biasanya tidak terlalu luas, sehingga diperlukan inovasi dalam budidaya sederhana, praktis dalam perawatan, dan dapat mengoptimalkan pekarangan yang terbatas. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya sayuran. Pekarangan dapat dimanfaatkan dengan menanam sayuran seperti sawi, sehingga pekarangan lebih bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan pemberdayaan desa binaan dalam bentuk pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Ternadi dalam budidaya tanaman pekarangan, sehingga setiap keluarga dapat memperkuat ketahanan pangan mereka. Metode kegiatan ini dimulai dengan survei lapangan, diikuti penyuluhan serta diskusi sekaligus dilakukan praktik dan evalusi pemanfaatan pekarangan dengan penanaman sawi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah sawi memiliki potensi untuk ditanam di pekarangan rumah. Oleh karena itu, pekarangan warga yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara produktif kini bisa dimanfaatkan lebih baik, menghasilkan produk yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Growth Response of Vanilla Stem Cuttings (Vanilla planifolia andrews) To Soaking Duration dnd Roots-90 Concentration: Respon Pertumbuhan Stek Batang Vanili (Vanilla planifolia andrews) Terhadap Lama Perendaman dan Konsentrasi Roots-90 Tangguh Prakoso; Heny Alpandari; Nabila Putri Maghfiroh
Nabatia Vol 14 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/nabatia.v14i1.1684

Abstract

Vanilla plants (Vanilla planifolia Andrews) are generally reproduced vegetatively using stem cuttings. However, this vegetative propagation method still faces several obstacles, such as the limited availability of stem cuttings as a source of seeds and the growth of roots and shoots which takes a long time, making stem cuttings susceptible to stem rot. One way to increase the growth of cuttings is to stimulate root growth. One of the nutrients that stimulates plant root growth is Roots-90, which has similar functions and characteristics to other PGRs. Research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Muria Kudus University, which aimed to evaluate the response to the concentration and soaking time of Roots-90. affects the initial growth of vanilla stem cuttings (Vanilla planifolia Andrews). This research was conducted from March to June 2023. The method used was a factorial experiment with a Complete Randomized Group Design (RAKL), which involved 2 factors and 3 replications. The first factor of Roots-90 concentration consists of 3 levels, namely 0 ml/l, 2 ml/l, and 4 ml/l. The second factor for soaking time in Roots-90 consists of 3 levels, namely 0 minutes, 120 minutes and 180 minutes. The research results showed that the higher concentration and soaking time of Roots-90 had a positive impact on the success of propagating vanilla stem cuttings, especially on shoot growth.
Response of Planting Spatial and PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Concentration of Bamboo Roots on The Growth and Yield of Sweet Corn: Respon Jarak Tanam dan Konsentrasi PGPR (Plant Growth Prommoting Rhizobacteria) Akar Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis Tangguh Prakoso; Heny Alpandari; Abdullah Alfalakhi
Nabatia Vol 14 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/nabatia.v14i1.1705

Abstract

The productivity of sweet corn must be continuously improved to meet increasing market demand. Inorganic fertilizers may reduce soil fertility. The application of (PGPR) derived from bamboo roots, which function as biofertilizers and biostimulants by enhancing nutrient availability and stimulating plant growth. Appropriate plant spacing is also an important agronomic practice for optimizing the use of light, water, nutrients, and growing space. This study aimed to evaluate the interaction between plant spacing and bamboo root PGPR concentration on the growth and yield of sweet corn. The experiment was conducted in Potroyudan Village, Jepara from December 2024 to March 2025 using a two-factor Randomized Complete Block Design (RCBD). The first factor consisted of three plant spacings (75 × 40 cm, 75 × 30 cm, and 75 × 20 cm), while the second factor included three PGPR concentrations (0, 25, and 50 ml L⁻¹). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% significance level. The interaction between plant spacing and PGPR concentration significantly affected plant height only at 6 weeks after planting. Plant spacing significantly influenced stem diameter, cob weight with husk, and cob length without husk. The 75 × 40 cm spacing produced the highest cob weight (276.48 g) and longest cob length (19.44 cm). PGPR concentration showed no significant effect, although 25 ml L⁻¹ tended to produce better growth and yield. Overall, plant spacing contributed more to sweet corn productivity than bamboo root PGPR under the conditions of this study.
Pelatihan Teknik Perbanyakan Tanaman Alpukat Secara Vegetatif dengan Metode Grafting di Desa Ternadi Kabupaten Kudus: Training on Vegetative Propagation Techniques of Avocado Plants Using the Grafting Method in Ternadi Village, Kudus Regency Winda Widyastuti; Tangguh Prakoso; Shodiq Eko Ariyanto; Endang Dewi Murrinie
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.10400

Abstract

Avocado is one of the horticultural commodities with high economic value, yet its productivity remains low due to the limited cultivation technology applied by farmers. One of the main challenges is the long period before the plant starts bearing fruit. Vegetative propagation through grafting is considered a solution to this problem, as it can accelerate fruiting and produce superior seedlings genetically identical to the parent plant. This community service activity aimed to enhance farmers' capacity in Ternadi Village, Kudus Regency, through training in avocado grafting techniques. The implementation methodology included field observations, training through counseling and interactive discussions, and hands-on grafting practice by participants. A total of 37 farmers participated in the training, which was supplemented by pre- and post-tests to evaluate knowledge gains. The results showed a significant increase, with the average knowledge score rising from 72% to 100% after the training. Participants also demonstrated improved skills in independently performing the grafting technique. This training not only enriched the participants’ technical knowledge but also supported the development of Ternadi Village as an agro-tourism destination centered on avocado farming. In conclusion, a learning method that integrates theory and practice proved effective in enhancing farmers' knowledge and skills. It is recommended to continue the program by offering advanced training in nursery management and product marketing strategies to provide greater economic value to the community.
PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI KCl PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) di JAKEN, PATI. Heny Alpandari; Tangguh Prakoso; Suharijanto Suharijanto; Andre Widiatmoko
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v19i1.4527

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Pengembangan melon memiliki prospek yang baik dan cerah. Salah satu metode untuk meningkatkan produksi tanaman dan kualitas buah melon adalah dengan menerapkan teknik budidaya yang tepat, termasuk dosis dan frekuensi pemupukan KCl yang tepat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis dan frekuensi pemupukan KCl pada tanaman Melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023- Januari 2024 di Desa Sumberarum, Jaken, Pati. Dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi pemberian pupuk kalium (F) F1=1 kali pemberian, F2=2 kali pemberian, dan faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (D). D1=60 kg/ha (27 g/petak), D2=120 kg/ha (54 g/petak), D3=180 kg/ha (81 g/petak), D4=240 kg/ha (108 g/petak). Parameter pengamatan yaitu: Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Waktu berbunga (Hst), Bobot Buah perpetak (g), Diameter Buah (cm), Ketebalan daging buah (cm) dan Tingkat Kemanisan (% Brix). Hasil penelitian ini adalah pemberian dosis KCl 240 kg/ha (108 g/petak) dengan frekuensi 2 kali berpengaruh nyata dan terdapat interaksi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, diameter buah, bobot buah perpetak, ketebalan daging buah, dan tingkat kemanisan buah