Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENYEDIAAN AKSESIBILITAS TROTOAR UNTUK PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT (STUDI KASUS: JALAN TGK. DAUD BEUREUEH) Etty Herawaty; Muhammad Isya; Irin Caisarina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MODEL ARUS JENUH DASAR PADA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS PADA SIMPANG DENGAN LENGAN EFEKTIF SATU DAN DUA LAJUR DI BANDA ACEH) Muntazar Muntazar; Muhammad Isya; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolated signalized intersection plays an important role in distributing traffic movements at intersection. The main functions of the intersection are not only to reduce potential conflicts of flow (safety) but also to avoid concentrations of flow (breakdowns). An Optimal operation of intersection becomes the main focus of traffic experts as consequence of the worsening traffic condition due to highly private vehicle usage. Using video tape data recorded in Banda Aceh, therefore, this study aims to explore the influence of exogenous variables such as the intersection geometric and the traffic composition on determining base saturation flow rate at medium size signalized intersection. In this study, the concept of non-lane based traffic movement is used to observe interactions and movements among vehicles within traffic. Synchronous linear regression (SLR) approach is further applied to model and calibrate unknown model parameters. Two models are proposed in this study including without and with intercept. Findings from empirical results show that SFR models are So=421W and So=811+292W for the model without and with intercept, respectively. Results from validation further reveals that RMSPE value is about 0.8-2.6% and RMSE approximately 202-337 PCU/hr.Noted that proposedmodels are only valid for medium size intersection with effective legswidth to be varied from 3 to 8m.Abstrak: Simpang memiliki peranan penting dalam menyalurkan pergerakan lalu lintas dari berbagai pertemuan arus pergerakan di persimpangan. Fungsi utama simpang adalah mengurangi potensi konflik (safety) dan mengurangi konsentrasi arus (breakdown). Pengoperasian simpang yang optimal menjadi focus utama para ahli rekayasa lalu lintas seiring dengan memburuknya operasional lalu lintas yang disebabkan tingginya pengguna kendaraan pribadi. Menggunakan video data yang direkam di Banda Aceh, penelitian ini bertujuan mengekplorasi pengaruh variable eksogen seperti layout geometric simpang dan komposisi aliran lalu lintas terhadap arus jenuh dasar pada simpang bersinyal terisolasi. Konsep pergerakan kendaraan perlebar efektif lengan simpang (non-lane based movement) digunakan untuk mengamati interaksi dan pergerakan antar kendaraan. Metode Synchronous linear regression (SLR) digunakan untuk memodelkan dan mengkalibrasi koefisien model. Dua model diusulkan pada penelitian ini, yaitu dengan dan tanpa konstanta intercept. Dari hasil empiris diperoleh So=421W untuk model tanpa intercept dan So=811+292W dengan intercept. Dari hasil validasi menunjukkan RMSPE sebesar 0.8-2.6% dan RMSE sekitar 202-337 SMP/jam. Model ini valid untuk simpang dengan lebar efektif lengan simpang bervariasi dari 3-8m.
KINERJA DAN TINGKAT PELAYANAN SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG REMI KOTA LANGSA Iqbal Iqbal; Sugiarto Sugiarto; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Simpang Remi is one of the signalized intersection with 4 arms that located in Langsa city. Previously this intersection was a non signalized  intersection, and then made into a signalized intersection. This intersection is connects to a public places such as downtown, schools, offices and others. This study aims to evaluate the performance and Level of Service intersections in the existing conditions. The data used for the primary data are geometric survey of existing intersection in the field, traffic volume data, and speed that is used to input data on VISSIM simulation devices. The method of analysis used in this research is by using MKJI and VISSIM 6.02. The highest peak hour volume is located at North Sudirman Road that is 424 pcu/hour. The performance and level of service at this intersection is by using a methods from MKJI 32 second/pcu while using VISSIM software is 33 second/pcu with LOS produced for the both methods is D. Abstrak: Simpang Remi merupakan simpang bersinyal berlengan 4 di kota Langsa. Simpang ini dulunya merupakan simpang tak bersinyal, lalu kemudian dibuat menjadi simpang bersinyal. Simpang ini menghubungkan ke tempat-tempat umum seperti pusat kota, sekolah, perkantoran dan lain- lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan Level of service simpang bersinyal pada kondisi saat ini. Data yang dipakai untuk data primernya adalah survei geometrik persimpangan yang ada di lapangan, data volume lalu lintas, serta kecepatan yang dipakai untuk menginput data pada perangkat simulasi VISSIM. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan MKJI dan VISSIM 6.02. Volume jam puncak tertinggi terdapat pada Jalan Sudirman Utara yaitu 424 smp/jam. Kinerja dan tingkat pelayanan pada simpang bersinyal adalah dengan metode MKJI 32 det/smp sedangkan dengan menggunakan perangkat lunak VISSIM 33 det/smp dengan LOS yang dihasilkan untuk kedua metode adalah D.
EVALUASI KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN FLYOVER SIMPANG SURABAYA - KOTA BANDA ACEH Ruslan Ruslan; Muhammad Isya; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Surabaya intersection is one of the intersections with traffic levels are quite large. The poor condition of the intersection marked by the performance value on the circumstances existing at the level of service is very bad. On this basis, the government will build a flyover along the 900 meters. The purpose of this study is to see how big the cost savings of time and vehicle operating costs after the flyover and the extent of its economic feasibility. The method used to calculate the economic feasibility is a Cost Benefit Analysis (BCA). As for calculating the Vehicle Operating Cost (VOC) used a model developed by Pacific Consultants International (PCI). Based on the results of economic evaluation of the flyover in the 25th (2040) already meet the standards of the economic feasibility with a discount rate of 15% obtained BCR value = 1.23, NPV = Rp41.031.699.871 and at a discount rate of 18% obtained value BCR = 0.96, NPV = Rp-6.502.646.207 while the IRR obtained at a discount rate of 17.5%. While the amount of savings BOK if passing a flyover of Rp1.883 / vehicles for passenger cars, Rp6.041 / vehicles to buses and Rp5.158 / vehicles to trucks. Saving time value if passing a flyover of Rp3.998 / vehicles for passenger cars, Rp39.675 / vehicles to buses and Rp4.134 / vehicles to trucks.Keywords: Vehicle Operating Cost, value of time, flyovers, economic feasibility, Surabaya intersection.Abstrak: Simpang Surabaya merupakan salah satu persimpangan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup besar. Buruknya kondisi tersebut ditandai dengan nilai kinerja simpang pada keadaan eksisting berada pada tingkat pelayanan sangat buruk. Atas dasar ini maka pemerintah akan membangun flyover sepanjang 900 meter. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar penghematan biaya waktu dan biaya operasional kendaraan setelah pembangunan flyover dan sejauh mana kelayakan ekonominya. Metode yang digunakan untuk menghitung kelayakan ekonomi adalah Benefit Cost Analysis (BCA). Sementara untuk menghitung Biaya Operasi Kendaraan (BOK) digunakan model yang dikembangkan oleh Pacific Consultan Internationnal (PCI). Berdasarkan hasil penelitian evaluasi ekonomi terhadap pembangunan flyover pada tahun ke- 25 (tahun 2040) sudah memenuhi standar kelayakan ekonomi dengan discount rate 15% didapat nilai BCR=1,23, NPV=Rp41.031.699.871 dan pada discount rate 18% didapat nilai BCR=0,96, NPV=Rp-6.502.646.207 sementara nilai IRR diperoleh pada discount rate 17,5%. Sedangkan besaran penghematan BOK jika melewati flyover sebesar Rp1.883/kendaraan untuk mobil penumpang, Rp6.041/kendaraan untuk bus dan Rp5.158/kendaraan untuk truk. Penghematan nilai waktu jika melewati flyover sebesar Rp3.998/kendaraan untuk mobil penumpang, Rp39.675/kendaraan untuk bus dan Rp4.134/kendaraan untuk truk.Kata kunci : BOK, nilai waktu, flyover, kelayakan ekonomi, simpang surabaya.
KAJIAN PENYEBAB DAN DAMPAK COST OVERRUN PADA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN DI PROVINSI ACEH Mubarak Mubarak; Muhammad Isya; Pinta Sari
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, januari 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Implementation of a construction project faced on many constraints, either within measurement of planning or without measurement of planning.  The constraints have caused holding off for construction project. One of major implication is additional cost needed to complete the project (cost overrun). Based on the problem, the research is aimed to identify the factor that could cause cost overrun, include its implication on highway and bridge construction project in Province of Aceh. The research uses a set of quetionnaire that range non-small qualification of 35 general contractors and 35 consultants. Analysis is accompanied by using some statistic tools; consist of frequency analysis, Relative Important Index (RII) Analyses and Spearman Rank Correlation Analysis. Based on analyses, the research found that the main cause factor of cost overrun are lack of financial controlling, change of design, shortage of material, and change of  material price. lack of  cost  planning and monitoring, lack of equipment, unclear specification, weather condition, insufficient price estimation and high wage labor. Furthermore, the main implication correlated to cost overrun in general are  additional cost , following by contract addendum , and delay to some construction activities.Keywords : cost overrun, project,highway and brideAbstrak: Pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi banyak menemui kendala, baik kendala yang sudah diperhitungkan, maupun yang di luar perhitungan perencana. Kendala itu menjadi penyebab terhambatnya pekerjaan proyek. Salah satu dampak yang timbul adalah tambahan biayapekerjaan proyek (cost overrun).Untuk melihat lebih jauh permasalahan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab utama dari cost overrunbeserta dampak yang sering ditimbulkannya. Objek konstruksi yang menjadi perhatian adalah proyek konstruksi jalan dan jembatan di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data primer  yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 35 kontraktor dan 35 konsultan berkualifikasi non kecil yang pernah mengalami permasalahan cost overrun dan time overrun untuk jenis pekerjaan yang ditinjau.  Kajian dilakukan menggunakan pendekatan statistik seperti analisis frekuensi, analisis Relative Importance Index (RII) dan analisis korelasi Spearman Rank.Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama cost overrundidominasi oleh faktor tidak adanya kontrol keuangan, perubahan desain, kekurangan bahan, dan kenaikan harga material. Lebih jauh, hasil kajian mengidentifikasi sejumlah dampak umum terjadi dalam bentuk bertambahnya biaya pelaksanaan, diikuti dengan addendum kontrak dan penundaan sejumlah pekerjaan (delay).Kata kunci : cost overrun, proyek, jalan dan jembatan
TINJAUAN NILAI WAKTU PERJALANAN dan manfaat JALAN ALTERNATIF SIMPANG WER LAH – SIMPANG LANCANG DIBANDINGKAN DENGAN JALAN EKSISTING SIMPANG WER LAH – TAJUK ENANG-ENANG KAB. BENER MERIAH Mudji Burrahman; Sofyan M. Saleh; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The increasing of the community needs to land transport, can increase the amount of traffic volume, traffic congestion, and compounded by the growing of traffic accidents in particular on roads Tajuk Enang-Enang-Simpang Lancang Bener Meriah Regency with a length of 9.1 km. Traffic accidents caused by small minimum bend radius so large centrifugal force, the distance of a short, and a maximum flatness. To minimise these problems, it is necessary a new alternative way specified. The alternative way Sp. Wer Lah – Sp. Lancang in length 8.3 km and was built by the BRR in 2008 with a length of 5 km, while the rest was still roughness pavement. This research for the evaluation of the benefits and car time value (consumer surplus) feasibility are reviewed based on the Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) and Economic Internal Rate Return (EIRR) with a discount rate of 10%, 12% and 15%. It is assumed the transition of traffic from existing roads to the alternative 40%. The results showed there is a difference between the value of car time value from both the road at IDR 687/km for passenger cars, IDR 2,428/km for buses, and trucks amounting to IDR 1,962/km. passenger car time value difference of IDR 8.256/hours, Bus IDR 54.359/hours, trucks amounted to IDR 5.805/hours. Based on the economic evaluation of road construction in year 14 or 22 year (2030) since the road opened already meet the standards of economic feasibility with the discount rate 10% obtained the value of BCR 2.02, NPV IDR 52.391.076.702. At a discount rate of 12% obtained the value of BCR 1.55, NPV IDR 27.557.016.970. and at a discount rate of 15% obtained the value of BCR 1.05, NPV IDR 2.569.578.248. EIRR obtained at discount rate 15.41% (NPV = 0).Abstrak: Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi darat, dapat meningkatkan volume lalu lintas, kemacetan, serta diperparah dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Hal ini terjadi bukan hanya pada ruas-ruas  jalan di perkotaan saja, tetapi juga pada jalan luar kota yang berada diperbukitan atau dipergununggan, salah satunya ruas jalan tersebut adalah Tajuk Enang-Enang - Simpang Lancang Kabupaten Bener Meriah dengan panjang 9,1 km. Jalan  Tajuk Enang-Enang – Simpang Lancang membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama, karena pada ruas ini didominasi oleh tanjakan, tikungan dan turunan, sehingga dapat membutuhkan waktu yang lama ketika melintasi ruas jalan ini. Untuk meminimalisir permasalahan tersebut, maka perlu ditentukan jalan alternatif yang baru. Jalan alternatif tersebut diawali dari Simpang Wer Lah – Simpang Lancang yang memiliki panjang 8,3 km dan telah dibangun oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) tahun 2008 dengan panjang jalan 5 km, sedangkan sisanya masih perkerasan berbutir. Penelitian ini untuk evaluasi nilai waktu dan manfaat berdasarkan consumer surplus berdasarkan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) dan Economic Internal Rate Return (EIRR) dengan discount rate 10%, 12% dan 15%. Diasumsikan peralihan lalu lintas dari jalan eksisting ke jalan alternatif sebesar 40% pada tahun pertama jalan dibuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih nilai waktu mobil penumpang sebesar Rp. 8.256/jam, Bus sebesar Rp. 54.359/jam, truk sebesar Rp. 5.805/jam. Berdasarkan evaluasi ekonomi pembangunan jalan pada tahun ke 14 atau tahun 22 (2030) sejak jalan dibuka sudah memenuhi standar kelayakan ekonomi dengan discount rate 10% diperoleh nilai BCR 2,02, NPV Rp. 52.391.076.702,-. Pada discount rate 12% diperoleh nilai BCR 1,55, NPV Rp. 27.557.016.970,- dan pada discount rate 15% diperoleh nilai BCR 1,05, NPV Rp. 2.569.578.248,-. EIRR diperoleh pada discount rate 15,41% (NPV = 0).
KAJIAN NILAI WAKTU PERJALANAN UNTUK MOBIL PENUMPANG (STUDI KASUS JALAN TEUKU UMAR BANDA ACEH) Nazariani Nazariani; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Travel’s efficiency is the amount of money that had to be prepared alocated in order to economize one unit travel time. Reduction for travel time can change profit large enough. Therefore, it used efficiency approach to convert the profit into money. The observation is on Teuku Umar road Banda Aceh, start from Simpang Gunongan (KM.1+101) to Simpang 3 PU (KM.3+113). The purpose of this study was to evaluate vehicle operation cost (VOC) and value travel’s efficiency for light vehicle on Teuku Umar road. The methods that used to calculate travel’s efficiency is income approach method and running speed approach method. The result show that traffic volume at max for light vehicle (LV) from Simpang Gunongan to Simpang 3 PU direction is 1193 vehicle/hour, heavy vehicle (HV) is 13 vehicle/hour and motor cycle (MC) is 3438 vehicle/hour. The average speed for LV to direction head Simpang 3 PU is 37,09 km/hour. The VOC to LV for direction head Simpang 3 PU is Rp. 5.223/km. The travel’s efficiency that obtain from income approach method for partial population in Banda Aceh city is Rp. 24.018,11/hour/people and Rp. 35.346,74/hour/people to partial population in Aceh Besar regency. From running speed approach method obtain travel’s efficiency  for LV to direction head Simpang 3 PU is Rp. 52.928/vehicle/hour.Abstrak: Nilai waktu perjalanan adalah jumlah uang yang disiapkan seseorang untuk dibelanjakan agar menghemat satu unit waktu perjalanan. Pengurangan waktu perjalanan dapat mengubah porsi keuntungan yang cukup besar. Oleh karena itu, digunakan pendekatan nilai waktu untuk mengkonversi keuntungan tersebut dalam bentuk uang. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Teuku Umar Banda Aceh yang dimulai dari Simpang Gunongan (KM.1+101) s/d Simpang 3 PU (KM.3+113). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai biaya operasional kendaraan (BOK) untuk mobil penumpang serta mengetahui nilai waktu perjalanan di ruas Jalan Teuku Umar. Metode yang digunakan untuk menghitung nilai waktu perjalanan adalah metode income approach dan running speed approach. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh volume lalu-lintas puncak mobil penumpang (LV) untuk arah menuju Simpang 3 PU sebesar 1193 kend/jam, kendaraan berat (HV) sebesar 13 kend/jam dan sepeda motor (MC) sebesar 3438 kend/jam. Kecepatan rata-rata LV untuk arah menuju Simpang 3 PU diperoleh sebesar 37,09 km/jam. Nilai BOK untuk LV pada arah pengamatan menuju Simpang 3 PU sebesar Rp. 5.223/km. Nilai waktu perjalanan yang diperoleh dengan metode income approach untuk sebagian penduduk di Kota Banda Aceh yaitu Rp. 24.018,11/jam/orang dan Rp. 35.346,74/jam/orang untuk sebagian penduduk yang berdomisili di Kabupaten Aceh Besar. Adapun metode running speed approach menghasilkan nilai waktu perjalanan LV untuk arah menuju Simpang 3 PU sebesar Rp. 52.928/kend/jam.
ANALISIS KEMAMPUAN PELAYANAN JARINGAN JALAN LINTAS TIMUR PROVINSI ACEH BERDASARKAN INDIKATOR INDEKS PRASARANA JALAN (IPJ) Liza Karmina; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The national road section of East Aceh Province is the primary road network that connects between the North Sumatra Province and Aceh provincial capital. As the access of Acehnese people to North Sumatra Province is Increasing during the time. Bireuen and Aceh Utara districts are the two districts that crossed by the national roads, this road section is the busiest streets from East section road. To be related with the important role of the national road network of Aceh province, it’s led to the issues of how the road network service capabilities using an indicator of Road Infrastructure Index (IPJ). The purpose of this study is to analyze the ability of the network service by using IPJ indicator. Data collection for indicators of IPJ is by interview to some key informant. Analysis of the IPJ is using four (4) variables: availability of road (Ktj), the performance of the road (Knj), the traffic load (Bln), and the road serviceability (Pyp). The results of analysis IPJ value in 2014 in the district of Bireuen is 1.01 and for North Aceh regency is 0.54, which is the value it’s below the national average score, the score for national is 5.68. The observation from both districts was obtained that total length of the national road network is very poor in serving the number of vehicles and population, but the availability of the national roads in the district has been able to service the administration areas, although the level of the service of road network is very lacking in serve for the daily activities of the population. Abstrak: Ruas jalan nasional Lintas Timur (Lintim) Provinsi Aceh merupakan jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota Propinsi Aceh dan Sumatera Utara. Akses pergerakan masyarakat Aceh menuju Provinsi Sumatera Utara semakin hari semakin meningkat. Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara adalah dua kabupaten yang dilintasi oleh jalan nasional yang merupakan ruas jalan dengan aktivitas yang cukup padat. Berkaitan dengan pentingnya peranan jaringan jalan nasional Lintim Provinsi Aceh ini, maka muncul permasalahan bagaimana kemampuan pelayanan jaringan jalan Lintim dengan menggunakan indikator Indeks Prasarana Jalan (IPJ). Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kemampuan pelayanan jaringan jalan dengan menggunakan indikator IPJ. Pengumpulan data untuk indikator IPJ dilakukan dengan cara wawancara kepada beberapa responden. Analisa terhadap IPJ menggunakan 4 (empat) variabel yaitu ketersediaan jalan (Ktj),kinerja prasarana jalan(Knj),beban lalu lintas(Bln),dan pelayanan prasarana jalan (Pyp).  Dari hasil analisis diperoleh nilai IPJ pada tahun 2014 di Kabupaten Bireuen = 1,01 dan Kabupaten Aceh Utara = 0,54 dimana nilai tersebut jauh dibawah skor rata-rata nasional yaitu 5,68. Pada kedua kabupaten yang diamati diperoleh panjang total jaringan jalan nasional masih sangat kurang dalam melayani jumlah kenderaan dan jumlah penduduk, namun ketersedian jalan nasional yang ada di kabupaten ini sudah mampu memberi akses untuk melayani daerah adminitrasinya, walaupun dengan tingkat pelayanan jaringan jalan masih sangat kurang dalam melayani aktivitas penduduk sehari-hari.
MODEL TARIKAN PERJALANAN KE KAMPUS UNIVERSITAS MALIKUSSALEH BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENGGUNA MODA TRANSPORTASI Muhammad Isya; Lulusi Lulusi; Mukhlis Mukhlis
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: University of Malikussaleh located in the Reuleut Village within approximately 20 kilometers from the town of Lhokseumawe. For students, lecturer and university staff to go to this campus location can use some oftransportation mode, they are: public transport, private cars, and motorcycles. Selection of these modes depend on several factors. For that reason, it is necessary to study of the factors that influence the amount of trip attraction to the campus and create model based user characteristics. The objective this study is to determine the factors that influence the trip attraction to the campus of the University of Malikussaleh and create the transportation model of the trip for each mode. Data sample was collected by using a questionnaire to 349 respondents to construct linear regression model. Trip attraction models obtained are: public transport modes Y1 = -0.19 + 0.14 X1 + 0.54 X5; private car trip attraction models Y2 = 0.10 + 0.20 X1 + 0.01 X4;  motorcycle trip attraction model is Y3 = 4.502 + 0.161 X1 + 0.011 X5, where X1 is the distance of residence, X4 is the age, and X5isthe family income.Keywords : Trip Attraction Model, Public Transport, Private Cars, MotorcyclesAbstrak: Universitas Malikussaleh berlokasi di Desa Reuleut berjarak lebih kurang 20 kilometer dari kota Lhokseumawe. Bagi mahasiswa, dosen dan pegawai untuk mencapai lokasi kampus inidapat menggunakan beberapa moda transportasi, yaitu:angkutan umum, mobil pribadi, dan sepeda motor. Untuk itu perlu dilakukan kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah tarikan ke kampus ini berdasarkan karakteristik pengguna moda transportasi yang digunakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan perjalanan ke kampus Universitas Malikussaleh dan membuat suatu  model tarikan perjalanan untuk setiap moda yang ditinjau. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner terhadap 349 responden untuk membangun model regresi linier. Model tarikan perjalanan yang diperoleh adalah: moda angkutan umum Y1 = -0,19 + 0,14 X1 + 0,54 X5; model tarikan perjalanan mobil pribadi Y2 = 0,10 + 0,20X1 + 0,01 X4; model tarikan perjalanan sepeda motor  yaitu Y3 = 4,502 + 0,161 X1 +0,011 X5, dimana X1adalah jarak tempat tinggal, X4 adalah umurdan X5pendapatan keluarga.Kata kunci : Model Tarikan Perjalanan, Angkutan Umum, Mobil Pribadi, Sepeda Motor.
MODEL TARIKAN PERGERAKAN SEPEDA MOTOR PADA PUSAT PERBELANJAAN (Studi kasus : Di Kota Banda Aceh) Alfi Salmannur; Muhammad Isya; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Shopping Centre is one of land use utilization that will lead to trip attraction of vehicles. Trip attraction of vehicles on shopping centre will cause on traffic towards highway network system around it. Banda Aceh is the capital of the province of Aceh, which has several shopping centre among others: Hermes Palace Mall, Suzuya Mall, Barata Shopping Centre, komplek Sinbun, Pasar Aceh Baru dan Pante Pirak Sp. 5. A large number of shopping centre in Banda Aceh will certainly increase the number of visitors who came, so did the number of employee. The purpose of this study is to model the statistical relationship between the magnitude of the vehicle towing the motorcycle and shopping centre parameter. The parameters in this study is reflected by building area, land area, parking area, number of shops, employees and cashiers. Processing data using multiple regression analysis methods, models generated then tested statistically. the results showed a motorcycle towing equation Y1 = 59.587 + 0.323X6  with variable X6 is number of cashiers.Keywords : Trip attraction, shopping center, motorcycle, regression modelAbstrak: Pusat Perbelanjaan merupakan salah satu jenis tata guna lahan yang akan menimbulkan tarikan pergerakan kendaraan. Tarikan pergerakan kendaraan yang terjadi pada pusat perbelanjaan di kota Banda Aceh akan menimbulkan dampak lalu-lintas terhadap sistem jaringan jalan yang ada disekitarnya. Kota Banda Aceh merupakan Ibukota  provinsi Aceh yang  memiliki beberapa pusat perbelanjaan antar lain : Hermes Palace Mall, Suzuya Mall, Barata Shopping Centre, komplek Sinbun, Pasar Aceh Baru dan Pante Pirak Sp. 5. Banyaknya jumlah pusat perbelanjaann di Kota Banda Aceh tentu akan meningkatkan jumlah pengunjung yang datang, demikian pula dengan jumlah pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat model hubungan statistik antara besarnya tarikan kendaraan sepeda motor dengan parameter pusat perbelanjaan. Parameter dalam penelitian ini dicerminkan oleh luas bangunan, luas tanah, luas lahan parkir, jumlah gerai, jumlah karyawan dan jumlah kasir. Pengolahan data menggunakan metode analisis regresi berganda, model-model yang dihasilkan kemudian di uji secara statistik . hasil menunjukan persamaan tarikan sepeda motor Y1 = 59,587 + 0,323X6 dengan variabel X6 adalah jumlah kasir.Kata kunci : Tarikan, pusat perbelanjaan, sepeda motor, model regresi.
Co-Authors Adia Saputra Alfiansyah Yulianur Alfiansyah Yulianur BC Alfiansyah, Reza Alwin Rusydi Andris Wandi Ariadi Ariadi Bahron Bakti Bakauddin, Bakauddin Bambang Tripoli Chaira Chaira Chaira Chaira Cut Mutiawati Etty Herawaty Fadli Fadli Fadli Idris Fadli Idris Fahrezi, Ahmad Egi Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fisaini, Juliana Fitri, Suraya Fitrika Mita Suryani Hafnidar A. Rani Hamdani Hamdani Handayani Handayani Intan Wirnanda Iqbal Iqbal Iqbal Iqbal Irfan Irfan Irin Caisarina Irwin Irwin Isnanda Isnanda Isnanda Isnanda Joly Srianty Keumala, Putri Pirusa Liza Karmina Lulusi Lulusi Martina, Rita Marwan Marwan Matjakriandi Matjakriandi Matjakriandi, Matjakriandi Mirza Irwansyah Mirza Sofyan Mubarak Mubarak Mudinillah, Adam Mudji Burrahman Mufazzil Yusra Muhammad Ahlan Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Muntazar Muntazar Nasution, Wenny Rahmadhani Natalia Tanan, Natalia Nazariani Nazariani Noer Fadhly Nova Viyantimala Nura Usrina Ondriani Ondriani Ondriani, Ondriani Pinta Sari Raby, Shahrial Rahmad Saputra Ramli, Yuswardi Razuardi Razuardi Razuardi, Razuardi Renni Anggraini Renni Anggraini Rijalul Qadri Riski, Sita Rita Martina riza, Fakhrur Ruslan Ruslan Salmannur, Alfi Satria Mandaraira Shafira, Zadia Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sugiarto Sugiarto Suraya Fitri Suryani*, Fitrika Mita Tarmizi Tarmizi Tarmizi Tarmizi Taufiq, Luthfi Chaliqi Tety Sriana Teuku Aswardi Teuku Fadrial Mahfud Tri Handayani Wirnanda, Intan Yuhanis Yunus Yunus, Yuhanis Yusria Darma Yuswardi Ramli Zahroel Barady