Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KELAYAKAN FINANSIAL PENERBANGAN RUTE BANDA ACEH – NAGAN RAYA Tri Handayani; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nagan Raya is located in the western part of Aceh Province. This regency is 287 km from Banda Aceh where the main mode of transportation is land transportation with travel time of approximately 6 hours. The land route to this regency through the mountains that during the rainy season often occurs landslides. So that air transport is needed that can help smooth mobility and improve the economy of the population and can anticipate the distribution of aid, evacuation of victims quickly when the disaster. PT Susi Pudjiastuti is a pioneering aviation operator serving Banda Aceh - Nagan Raya route. This study aims to determine the demand for passengers and financial feasibility of the Banda Aceh - Nagan Raya flight route. The passenger demand is obtained from independent variable and dependent variable from socio economic data which then analyzed using Ordinary Least Square (OLS) method with multiple linear regression and Software Statistical Product and Service Solution (SPSS) assistance. The modeling obtained is Y = 1194,374 – 0,068X3 where X3 is the number of domestic tourists. From the modeling results it is known that the number of passengers for the next 6 years has increased.   The result of financial feasibility analysis using discount rate 15% is obtained at sixth year (year 2021) with BCR equal to 0,348, NPV equal to Rp. (30.651.570.332), and the value of PBP obtained is 45,3 or 45 years 3 months where the value exceeds the company's payback period of 6 years. From the analysis it is known that for the Banda Aceh - Nagan Raya flight route the project benefits are less than the economically needed costs so the project is not feasible to be implemented.Abstrak: Kabupaten Nagan Raya berada pada bagian barat Provinsi Aceh. Kabupaten ini berjarak 287 km dari Kota Banda Aceh dimana moda transportasi utama adalah angkutan darat dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam. Jalur darat menuju Kabupaten ini melalui pegunungan yang saat musim hujan sering terjadi longsor. Sehingga diperlukan transportasi udara yang dapat membantu kelancaran mobilitas serta meningkatkan perekonomian penduduk serta dapat mengantisipasi penyaluran bantuan, evakuasi korban secara cepat ketika terjadinya bencana. PT Susi Pudjiastuti merupakan operator penerbangan perintis yang melayani penerbangan rute Banda Aceh – Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui demand penumpang serta kelayakan finansial rute penerbangan Banda Aceh – Nagan Raya. Demand penumpang didapatkan dari variabel bebas dan variabel terikat dari data sosio ekonomi yang kemudian dianalisis menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan regresi linier berganda dan bantuan Software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Pemodelan yang diperoleh yaitu Y = 1194,374 – 0,068X3 dimana X3 adalah jumlah wisatawan domestik. Dari hasil pemodelan tersebut diketahui bahwa jumlah penumpang untuk 6 tahun mendatang mengalami peningkatan. Hasil analisa kelayakan finansial dengan menggunakan discount rate 15% diperoleh pada tahun ke 6 (tahun 2021) dengan nilai BCR sebesar 0,348,  NPV sebesar Rp. (30.651.570.332),-, dan nilai PBP yang diperoleh yaitu 45,3 atau 45 tahun 3 bulan dimana nilai tersebut melebihi periode pengembalian perusahaan yaitu 6 tahun. Dari analisa tersebut diketahui bahwa untuk rute penerbangan Banda Aceh – Nagan Raya manfaat yang ditimbulkan proyek lebih kecil dari biaya yang diperlukan secara ekonomi sehingga proyek tidak layak untuk dilaksanakan.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KABUPATEN ACEH BESAR Mirza Sofyan; Muhammad Isya; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Economic growth in an area determined by  transport infrastructure. Yet economic growth rate in Aceh Besar has not reached the optimal point for its poor road maintenance in certain areas. The obstacle is no proper method to determine prioritized proposal for road maintenance. The aim of this research is to determine the order of prioritized roads in Aceh Besar. The determination of priority is using method from Directorate General of Highways No. 77/1990. The order of most prioritized road determined by highest LHR and NPV, and road with lowest LHR and NPV value  will be least prioritized. The highest NPV/km from calculation is on Peukan Ateuk – Montasik – Indrapuri – Lampakuk roads with NPV/km value Rp. 534.710.000,00, while the least is on Lampakuk – Siron Blang roads with NPV/km Rp. (-1.948.000.000,00). The result of this research will produce database for Geographic Information System (GIS) which consist of roads network inventory. Data analysis using GIS to determine the priority of road maintenance has been merged and contained the information of highest and least priority. Abstrak: Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah ditentukan dengan infrastruktur transportasi. Laju pertumbuhan ekonomi dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar masih belum optimal salah satunya disebabkan oleh masih banyaknya daerah yang tidak mendapatkan penanganan jalan. Permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya metode untuk menentukan prioritas usulan kegiatan penanganan jalan. Tujuan  dari penelitian ini adalah penentuan urutan prioritas jalan di Kabupaten Aceh Besar. Pada penentuan prioritas menggunakan metode SK No. 77 Dirjen Bina Marga, Tahun 1990. Hasil penentuan urutan prioritas tertinggi adalah jalan dengan nilai LHR dan NPV tertinggi demikian sebaliknya nilai LHR rendah dengan NPV yang rendah akan memperoleh hasil perhitungan skala prioritas dengan urutan rendah. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa NPV/km terbesar didapat pada ruas jalan Peukan Ateuk - Montasik - Indrapuri – Lampakuk dengan nilai NPV/km sebesar Rp. 534.710.000,00. Sementara itu NPV/km terkecil didapat pada ruas jalan Lampakuk - Siron Blang dengan NPV/km sebesar Rp. -1.948.000.000,00. Hasil penelitian ini telah menghasilkan basis data Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berisikan inventarisasi jaringan jalan kabupaten. Analisis data dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan prioritas penanganan jalan kabupaten telah tersusun dan berisikan informasi prioritas tertinggi dan terendah.
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA RELOKASI PERMUKIMAN BANTARAN REL KERETA API DI BANDAR BARU Bahron Bakti; Mirza Irwansyah; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The settlement along the railway line in Keude Lueng Putu area of Pidie Jaya Regency is one of slum settlements, that is the irregular, unkempt, density and densely populated building condition compared to the area as well as violation of public order, Urban strategic. This study aims: 1). Know how community participation in relocation of Gampong railway railway area Keude Lueng Putu. 2). Knowing whether the level of insight (X1) and trust level (X2) has significant effect on the community participation (Y) on relocation of Gampong railway area of Keude Lueng Putu. The research used combination method that is descriptive analysis with quantitative data processing with Likert scale. Results from 42 respondents who answered 14 questions revealed that the level of public participation on the relocation of the railway area of Gampong Keude Lueng Putu railway is positive. The result of regression analysis shows that the level of community participation increased by Y = -0,535 + 0,498 X1 + 0,603 X2 .. Insight value value obtained by positive value equal to 0,498 means if society insight level increase 1 point one can increase participation equal to 0,498 point. Similarly, the level of confidence obtained a positive value of 0.603 which means that if the level of confidence increased 1 (one) point will be able to increase participation by 0.603 points. The result of this research with partial test shows that insight level has significant influence to participation because T (hit X1 = 2,868) Ttable (2,023). The level of trust also has a significant effect on the participation in which the Thit (X2 = 4.813) Ttable (2.023) .. While the simultaneous calculation, the level of insight and trust together affects participation where F (hit X1 and X2 = 33,851) F (table 3.23). For coefficient of determination (R2) equal to 0,634. That is, the relative contribution of the coefficient of the combination of insight and trust level variables on community participation is 63.40% while the remaining 36.60% is influenced by other variables not examined in this study.Abstrak: Permukiman sepanjang rel Kereta Api  di kawasan Keude Lueng Putu Kabupaten Pidie Jaya adalah salah satu bentuk permukiman kumuh, yaitu kondisi fisik bangunan yang tidak teratur, tidak terawat, kerapatan bangunan dan berpenduduk padat dibandingkan dengan wilayah serta melanggar ketertiban umum, mengalihkan fungsi rencana kawasan strategis perkotaan. Penelitian ini bertujuan: 1). Mengetahui bagaimana partispasi masyarakat terhadap relokasi permukiman  kawasan  rel Kereta Api  Gampong Keude Lueng Putu. 2). Mengetahui apakah faktor tingkat wawasan (X1)  dan tingkat kepercayaan (X2) berpengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat (Y) pada relokasi permukiman kawasan rel Kereta Api Gampong Keude Lueng Putu. Penelitian menggunakan metoda kombinasi yaitu analisa deskriptif  dengan pengolahan data kuantitatif dengan skala Likert. Hasil dari 42 orang responden yang menjawab 14 pertanyaan mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat terhadap relokasi permukiman kawasan rel Kereta Api  Gampong Keude Lueng Putu bernilai positif. Hasil Analisis Regresi menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat meningkat sebesar Y= -0,535 + 0,498 X1  + 0,603 X2.. Nilai tingkat wawasan diperoleh nilai positif sebesar 0,498 berarti jika tingkat wawasan masyarakat meningkat sebesar 1 (satu) poin maka dapat meningkatkan partisipasi sebesar 0,498 poin. Demikian juga dengan tingkat kepercayaan diperoleh nilai positif sebesar 0,603 yang bermakna bahwa jika tingkat kepercayaan meningkat 1(satu) poin akan dapat meningkatkan partisipasi sebesar 0,603 poin. Adapun hasil penelitian dengan pengujian secara parsial menunjukkan Tingkat Wawasan berpengaruh signifikan terhadap Partisipasi karena T(hit X1 = 2,868) Ttabel (2,023). Tingkat Kepercayaan juga berpengaruh signifikan terhadap Partisipasi dimana Thit (X2=4,813) Ttabel (2,023)..  Sedangkan perhitungan secara simultan, tingkat wawasan dan kepercayaan secara bersama-sama mempengaruhi partisipasi dimana  F(hit X1 dan X2 = 33,851)    F (table 3,23).  Untuk koefisien determinasi (R2) sebesar 0,634. Artinya, sumbangan relatif koefisien dari kombinasi variabel tingkat wawasan dan kepercayaan terhadap partisipasi masyarakat adalah sebesar 63,40 % sedangkan sisanya 36,60%  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA JEMBATAN LAGUNA MEURAXA KOTA BANDA ACEH Marwan Marwan; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate soil liquefaction potential in site when an earthquake shaking. Loss of strength may take place in sandy soils due to an increase in pore pressure. This phenomenon, termed liquefaction, can accur in loose and saturated sands. The increase in pore pressure causes a reduction in the shear strength, which may even  be lost completely. Four soil profiles at the location of Laguna Bridge were selected for investigation. The eartquake data which have radius of 300 km from the bridge location were collected from Klimatology and Geofisics Station in Banda Aceh. The liquefaction potential was evaluated by using six methods. Results showed that by using Kishida method (1969) at bore log point 1,2,3, are generally no liquefaction accured, whereas at bor log point 4 are generally liquefaction accured. Seed and Idriss method (1971) showed no liquefaction, whereas Valera and Donovan (1977) showed liquefaction accured. Seed et. all (1976) showed liquefaction only accured at eartquake magnitude of 8.9 Richter scale, whereas the methods of Whitman (1971) and Castro (1975) are generally no liquefaction accured.Keywords : liquefaction, earthquake, saturated sand, cyclic.Abstrak: Studi potensi likuifaksi bertujuan untuk menganalisis terjadi tidaknya likuifaksi apabila terjadi gempa bumi. Pada suatu lapisan tanah pasir yang jenuh air, getaran-getaran gempa bumi menyebabkan terjadi suatu gejala likuifaksi yang merupakan gejala keruntuhan struktural tanah akibat menerima beban cyclic (berulang). Beban cyclic ini menimbulkan perubahan-perubahan di dalam deposit tanah, berupa peningkatan tekanan air pori sehingga kekuatan geser tanah menjadi berkurang atau hilang (loss strength). Tanah pasir yang kehilangan seluruh kekuatan gesernya akan mencair dan berprilaku seperti fluida. Studi ini dilakukan pada lokasi jembatan Laguna. Struktur lapisan tanah pada lokasi ini berpasir. Berdasarkan data sekunder diperoleh 4 titik bor. Data gempa dalam radius epicenter (R) maksimum 300 kilometer, dan magnitude 5,75 skala Richter dari Banda Aceh diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Mata ie Banda Aceh (2010), kemudian percepatan gempa rata-rata di permukaan tanah dianalisis dengan menggunakan persamaan percepatan gempa Donovan (1972), Newmark (1968), dan Kawashumi. Potensi likuifaksi dianalisis menggunakan metoda Kishida (1969), Seed Idriss (1971), Valera Donovan (1977), Seed et al (1976), Whitman (1971), dan Castro (1975) dengan profil bor log, N-SPT dan magnitude gempa. Hasil studi ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metoda Kishida (1969) pada titik bor 1, titik bor 2 dan titik bor 3 secara umum tidak likuifaksi, sedangkan titik bor 4 secara umum likuifaksi. Metoda Seed Idriss (1971) memberikan hasil tidak likuifaksi. Metoda Valera Donovan (1977) secara umum likuifaksi. Metoda Seed et al (1976) memberikan hasil likuifaksi terjadi hanya pada magnitude gempa 8,9 skala Richter di semua titik bor. Sedangkan Metoda Whitman (1971) dan Castro (1975) secara umum tidak likuifaksi.Kata kunci : likuifaksi, gempa bumi, jenuh air, cyclic.
ANALISA KARAKTERISTIK TARIKAN PERGERAKAN PENGUNJUNG KEDAI KOPI DI KOTA BANDA ACEH BERDASARKAN TATA GUNA LAHAN Nura Usrina; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The tradition of gathering for brotherhood in Acehnese society has been formed for a long time ago. Coffee shop is one of tradition or cultural artifacts in which Acehnese gather each others, the place of social interaction, and other activities as well. The rise number of coffee shops in Banda Aceh as one of the central activities resulted in traffic jam on streets which are located  around coffee , this is due to increased generation and strain of the traffic flow which is  quite crowded on pathways toward the center of the activity. The purpose of this paper is to investigate the trip attraction characteristics of the coffee shop visitor in Banda Aceh based on land use. The survey was conducted in seven favorite coffee shops that is Solong (Ulee Kareng), Zakir (Darussalam), Daphu Kupi (Sp. Surabaya), Cut Nun (Jeulingke), 3 in 1 (Lampineung), Taufik Kupi (Pocut Baren) and VIAIPI (Batoh) by collecting secondary data such direct observations of the research object, interviews with informants who knows or able to provide relevant information and documentation from coffee shop that has been determined. The results of the questionnaire are tabulated became independent variables and the dependent variable, and then analyzed by using Ordinary Linear Square (OLS) with linear regression and software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Statistical analysis shows that the trip attraction model of visitor in terms of the land used is divided into two modes of transport such as car: Y1 = 2.553 + 1.664 X1 + 0.099 X6 which: X1 = the number of visitors and X6 = area or a parking lot, with a determination equal to 0.908 and motorcycle: Y2 = 8.189 + 0.323 X1 + 0.280 X3 which: X1 = the number of visitors and X3 = the capacity or the number of seats, with the value of determination of 0.917.Abstrak: Tradisi berkumpul untuk silaturahmi pada masyarakat Aceh sudah lama terbentuk. Warung kopi merupakan salah satu artefak dari tradisi atau budaya berkumpul pada masyarakat Aceh dan tempat terjadinya interaksi sosial serta berbagai aktivitas lainnya. Maraknya kemunculan beragam kedai kopi di Kota Banda Aceh sebagai salah satu pusat kegiatan mengakibatkan jalan-jalan di sekitar kedai tersebut mengalami kemacetan, hal ini dikarenakan meningkatnya tarikan arus lalu lintas yang cukup ramai membebani jalur-jalur menuju pusat kegiatan tersebut. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui karakteristik tarikan pergerakan pengunjung kedai kopi di kota Banda Aceh bedasarkan tata guna lahan. Survei dilakukan pada tujuh kedai kopi terfavorit yaitu: Solong (Ulee Kareng), Zakir (Darussalam), Daphu Kupi (Sp. Surabaya), Cut Nun (Jeulingke), 3 in 1 (Lampineung), Taufik Kupi (Pocut Baren) dan VIAIPI (Batoh), dengan cara mengumpulkan data sekunder yaitu observasi langsung terhadap objek penelitian, wawancara dengan informan yang mengetahui atau mampu memberikan keterangan yang relevan serta dokumentasi dari kedai kopi yang bersangkutan. Hasil dari kuesioner ditabulasikan menjadi variabel bebas dan variabel terikat, kemudian dianalisis menggunakan metode Ordinary Linear Square (OLS) dengan regresi linier berganda dan bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Berdasarkan analisis statistik menunjukkan model tarikan pergerakan pengunjung ditinjau dari tata guna lahan terbagi dalam dua moda transportasi yaitu mobil: Y1 = 2,553 + 1,664 X1 + 0,099 X6 dimana X1 = jumlah pengunjung dan X6 = luas area atau lahan parkir, dengan nilai determinasi sebesar 0,908 dan sepeda motor: Y2 = 8,189 + 0,323 X1 + 0,280 X3 dimana: X1 = jumlah pengunjung dan X3 = kapasitas atau  jumlah kursi, dengan nilai determinasi sebesar 0,917.
KINERJA JALAN BANDA ACEH–KRUENG RAYA BERDASARKAN VOLUME LALU-LINTAS DAN GEOMETRIK JALAN Adia Saputra; Sofyan M. Saleh; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 4, No 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Mei 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: National Road Banda Aceh-Krueng Raya is a primary arterial road which is very crucial role in economic growth in the district of Aceh Besar, Aceh province. This study took place in Jalan Banda Aceh-Krueng Raya, divided into 2 (two). Segment I of kajhu Area trails in the area Kajhu (Sta. 6 + 000 s / d Sta. 8 + 000) with the condition of the road shoulder is still using aggregate pavement class B. Segment II, Road area Ladong (Sta. 22 + 000 s / d Sta. 24 + 000) with the condition of the road shoulder which has been using asphalt pavement. This study aimed to determine the performance of the road in Segment I and Segment II which is indicated by the value of Degree of Saturation (DS). Predicting the performance of the road on the first segment by segment II in the next 5 years, if there is no change in capacity in thaspsecord segment, and to determine the effect of the road surface flatness on the extent of damage on the way to the performance of the Segments I and Segment II. Studies using the method of Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) in 1997 showed the performance of the road in the first segment with the highest DS value of 0.617 with the level of service in C. As for the second segment with the highest DS value of 0.175 and the level of service A. Prediction of performance in the road 2019 if without any increase in capacity that is no treatment/action (do nothing), the first segment with a DS value of 1.1 included in the service level F, which is no longer eligible for the way out of town, while the prediction performance on the road segment II in 2019 with a DS value of 0.3 is still eligible classified level of service B. based on the research, it can be explained that the parameter of the road on both segments can influence the hardness of the road, such as the level of the unsmooth of the road surface.Keywords : Road Performance, PredictionAbstrak: Jalan Nasional Banda Aceh – Krueng Raya merupakan jalan arteri primer yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi maka akan menyebabkan Perubahan Tata Guna Lahan didaerah tersebut, sehingga aktivitas di daerah tersebut meningkat. Hal ini akan berpengaruh terhadapkinerja pelayanan  ruas jalan yang secara otomatis akan berpengaruh terhadap pengguna jalan. Penelitian ini mengambil lokasi di Jalan Banda Aceh – Krueng Raya yang terbagi atas 2 (dua batasan). Segmen I yaitu di daerah Kajhu (Sta. 6+000 s/d Sta. 8+000) dengan lebar badan jalan 7 meter dan kondisi bahu jalan masih menggunakan perkerasan agregat kelas B. Segmen II yaitu di daerah Ladong (Sta. 22+000 s/d Sta. 24+000) dengan lebar badan jalan 7 meter dan kondisi bahu jalan yang telah lapisan aspal tipis (latasir). Penelitian ini yang bertujuan: (1). Menentukan kinerja jalan pada Segmen I dan II yang ditunjukan dengan nilai Derajat Kejenuhan (DS), (2). Prediksi kinerja jalan pada tahun 2019, jika tidak ada perubahan kapasitas jalan (do nothing) pada kedua segmen tersebut. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kinerja jalan pada Segmen I dengan nilai DS tertinggi 0,62 tingkat pelayanan jalan C. Hasil penelitian pada segmen II menunjukkan bahwa kinerja jalan dengan nilai DS tertinggi 0,18 dan tingkat pelayanan jalan A. Prediksi Kinerja jalan pada tahun 2019 jika tanpa ada peningkatan kapasitas maka Segmen I dengan nilai DS 1,1 dan termasuk ke dalam tingkat pelayanan jalan F, dimana sudah tidak lagi memenuhi syarat untuk jalan luar kota, prediksi kinerja jalan pada Segmen II pada tahun 2019 jika tanpa ada peningkatan kapasitas dengan nilai DS 0,3 dan masih memenuhi syarat yang tergolong tingkat pelayanan jalan B. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa kinerja jalan pada Segmen I nilai DS 0.62 hampir mendekati standar kejenuhan jalan yaitu 0,75 dan untuk Segmen II nilai DS 0,18 tingkat pelayanan jalan A.Kata kunci : Kinerja jalan,  Prediksi
ANALISIS PRIORITAS PENANGANAN DAN AUDIT KESELAMATAN JALAN PADA SEGMEN RAWAN KECELAKAAN DI KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR Fadli Fadli; Muhammad Isya; Sugiarto Sugiarto
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Along with the increase in vehicle ownership resulting transport problems including congestion and traffic safety. According to the Traffic Police of Banda Aceh in 2010-2015 occurred 754 cases of accidents. This study aims to identify accident-prone road segments and determine the location of the accident-prone that need to get priority treatment first, then conducted a road safety audit of the road be given priority handling. Primary data were obtained from observations with field measurements and observations. The secondary data used is the data released by the accident City Police Banda Aceh. The results of the study recommended three roads, the location of priority handling, Jalan Laksamana Malahayati obtained value (SI) = 50, Jalan Banda Aceh-Medan obtained value (SI) = 31, Jalan Lama Blang Bintang obtained value (SI) = 17. The results of the audit safety average percentage of road safety Admiral Malahayati 42%, the average percentage of road safety Banda Aceh-Medan 54% and the average percentage of road safety long Blang Bintang 43%. From the results of this study concluded that Jalan Laksamana Malahayati is the first roads to be prioritized to get treatment first, then that is the way to Medan and Banda Aceh Blang Bintang long way. Abstrak: Seiring dengan meningkatnya kepemilikan kendaraan yang mengakibatkan permasalahan transportasi diantaranya kemacetan dan keselamatan lalu lintas.Menurut Satlantas Polresta Kota Banda Aceh pada tahun 2010-2015 terjadi 754 kasus kecelakaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmen jalan rawan kecelakaan dan menentukan lokasi rawan kecelakaan yang perlu mendapatkan prioritas penanganan terlebih dahulu, kemudian dilakukan audit keselamatan jalan terhadap jalan yang mendapat prioritas penangan.Data primer diperoleh dari observasi melalui pengukuran dan pengamatan lapangan.Data sekunder yang digunakan adalah data kecelakaan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Resor Kota Banda Aceh. Hasil penelitian direkomendasikan 3 ruas jalan yang menjadi lokasi prioritas penanganan,Jalan Laksamana Malahayati didapat nilai (SI) = 50, Jalan Banda Aceh-Medan didapat nilai (SI) = 31, Jalan Blang Bintang Lama didapat nilai (SI) = 17.hasil audit keselamatan persentase rata-rata keselamatan jalan Laksamana Malahayati 42%, persentase rata-rata keselamatan jalan Banda Aceh-Medan 54% dan persentase rata-rata keselamatan jalan Blang Bintang lama 43%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jalan Laksamana Malahayati merupakan ruas jalan yang pertama yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan penanganan terlebih dahulu, selanjutnya yaitu jalan Banda Aceh-Medan dan jalan Blang Bintang lama.
TINJAUAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN BERBASIS MASYARAKAT Satria Mandaraira; Muhammad Isya; Renni Anggraini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Earthquakes frequently happen in Sumatra, in particular Aceh province, one of the reason is this island located in convergent horizon (limit) where Sunda plate collided under Indo-Australia plate. Tapaktuan, most of areas are coastal area. the purpose of this research is to provide recommendation in selecting and evacuation route and point in form of providing adequate route and sign for evacuation process. The result of this study is recommendation for evacuation route for tsunami disaster in Tapaktuan district, both in evacuation route and point. Results of a study reported in the District of Tapak Tuan evacuation path leads to some Gampong, namely Gunung Kerambil, Lhok Keutapang, Gampong Hulu, Jambo Apha, Lhok Bengkuang, Panton Luas, Batu Itam, Lhok Rukam, Panjupian, and Air Pinang. The movement of citizens when an evacuation occurs highly leads to Gampong Panton Luas, for 22%, Jalan used when the tsunami evacuation are Jl. Tapaktuan - Medan, Jl. TR. Angkasah, Jl. Tapak Tuan - Banda Aceh, Jl. Lhok Bengkuang - Panton Luas, Jl. Syech. Abd.Rauf, Jl. Depan Mesjid, and Jl. T. Hasan Peukan. Building evacuation that can be used are the South Aceh BPBDs Office Building, Agam building, South Aceh DPRD Building, School Building MTsN Tapaktuan, and Panton Luas Mosque.Abstrak: Gempa bumi sering terjadi di Pulau Sumatera khususnya di Provinsi Aceh karena pulau ini berada di batas konvergen tempat Lempeng Sunda bersubduksi di bawah Lempeng Indo Australia. Pada Kecamatan Tapaktuan, sebagian daerahnya terletak di sepanjang pesisir pantai. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan rekomendasi pemilihan dan peningkatan/perbaikan jalur evakuasi dan titik evakuasi bencana tsunami yang dilakukan warga di Kecamatan Tapaktuan berdasarkan partisipasi masyarakat dalam bentuk penentuan jalur evakuasi dan titik evakuasi pada wilayah Kecamatan Tapaktuan. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada penentuan arah jalur evakuasi, penentuan titik evakuasi pada kawasan pesisir pantai di Kecamatan Tapaktuan. Hasil penelitian mendapatkan jalur evakuasi pada Kecamatan Tapaktuan mengarah pada beberapa Gampong, yaitu Gunung Kerambil, Lhok Keutapang, Gampong Hulu, Jambo Apha, Lhok Bengkuang, Panton Luas, Batu Itam, Lhok Rukam, Panjupian, dan Air Pinang. Pergerakan warga saat evakuasi terjadi paling tinggi mengarah ke Gampong Panton Luas yaitu sebesar 22%. Jalan yang digunakan adalah Jl. Tapaktuan - Medan, Jl. TR. Angkasah, Jl. Tapaktuan – Banda Aceh, Jl. Lhok bengkuang - Panton Luas, Jl. Syech. Abd. Rauf, Jl. Depan Mesjid, dan Jl. T. Hasan Peukan. Bangunan evakuasi yang dapat digunakan adalah Gedung Kantor BPBD Aceh Selatan, Gedung Agam, Gedung DPRD Aceh Selatan, Gedung Sekolah MtsN Tapaktuan, dan Mesjid Panton Luas.
KAJIAN RUAS JALAN PEGUNUNGAN UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN LALU LINTAS (Jalan Nasional Lintas Tengah Km. 87+300) Nova Viyantimala; Renni Anggraini; Muhammad Isya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Development of road infrastructure has strategic value in supporting the development and economic growth of the region and the country. However, behind the great benefits derived had appeared several problems related to the availability of road infrastructure, among others: 1). a traffic accident caused by a deficiency of road infrastructure safety; and 2). pollution and noise perceived by road users due to congestion is prolonged. Roads Bireuen - Takengon located in the central highlands is the National Road with type 2 lane two-way road divided and a Collector Road Primary. In Bireuen road - Takengon Km.87 + 300 is black spot point where frequent accidents occur. The purpose of this study was to evaluate the safety of road infrastructure deficiencies at Jalan Bireuen - Takengon Km.87 + 300 and evaluate the results of measurement and observation in the field by providing an assessment of the existing condition of safety facilities of road infrastructure in the two (2) segments of reviews frequent traffic accidents. Efforts to minimize accidents among others, by the installation of signs - signs for speed limits, speed signs, signs for directions, the installation of lighting, signal lights and repainting road markings and other road fittings according to the specifications and reference existing standards so as to minimize traffic accidents and will not cause more casualties for user vehicles across the road segment and creation of road safety.Abstrak: Pembangunan infrastruktur jalan memiliki nilai yang sangat strategis dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan ekonomi wilayah dan negara. Namun demikian di balik manfaat besar yang diperoleh ternyata muncul beberapa permasalahan yang berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur jalan, antara lain : 1). kecelakaan lalu lintas akibat defisiensi keselamatan infrastruktur jalan; dan 2). polusi dan kebisingan yang dirasakan oleh pengguna jalan akibat kemacetan yang berkepanjangan. Ruas Jalan Bireuen – Takengon yang terletak di Kabupaten Bener Meriah merupakan Jalan Nasional dengan tipe jalan 2 lajur dua arah terbagi dan merupakan Jalan Kolektor Primer. Pada Jalan Bireuen – Takengon Km.87 + 300 merupakan titik black spot dimana sering terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi defisiensi keselamatan infrastruktur jalan pada ruas Jalan Bireuen – Takengon Km.87 + 300 dan mengevaluasi dengan hasil ukur dan pengamatan di lapangan dengan memberikan penilaian terhadap kondisi eksisting fasilitas keselamatan infrastruktur jalan pada 2 (dua) segmen tinjauan yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Upaya untuk meminimalkan kecelakaan antara lain dengan pemasangan rambu – rambu batasan kecepatan, rambu kecepatan, rambu petunjuk arah, pemasangan lampu penerangan, lampu sinyal serta pengecatan marka jalan dan alat kelengkapan jalan lainnya yang sesuai dengan spesifikasi dan acuan standar yang ada sehingga dapat meminimalkan kecelakaan lalu lintas dan tidak menimbulkan lebih banyak lagi korban bagi penggguna kendaraan yang melintasi ruas jalan ini dan terciptanya jalan yang berkeselamatan.
PENINGKATAN JALAN BENER MERIAH – SP. KRUENG GEUKUEH DITINJAU DARI EKONOMI TRANSPORTASI Irwin Irwin; Muhammad Isya; Sofyan M. Saleh
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 1, September 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : National and Province road condition in middle area generally is located in mountained which there are many bend, hills, vertically down. As well as Takengon – Bireun road condition which located in mountain area and usually there is a Landslide disaster, its because the poor system of geometric which impact to traveling time and comfortability of road user. For anticipate this problem, on 2008 Aceh Government start to budgeting for Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh Road improvement which is ex road of PT. KKA and its status is changed to Road Province with ministry of Home Affairs and  regional autonomy decision number : 55 Date 22nd December 2000 about list of provine road in Proince Aceh with named road are Sp. Kebayakan – Sp. Krueng Geukueh. Road sp. Kebayakan - sp. Krueng Geukueh Loated in Aceh Tengah, District Bener Meriah and District Aceh Utara with road length 90 km. Purpose of this study is to determine the Vehicle Operatioanl Cost (VOC), Saving Time Value and evaluating economic feasibility based on Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Economic Internal Rate of Return (EIRR) and Sensitivity analysis. From this research obtained that difference of  Average Passenger Car Time Value is Rp130,437.-/vehicle,  bus Rp860,451.-/vehicle, truck Rp90,991.-/vehicle dan Difference on total average operational cost of passenger car Rp474,-/vehicle/km, bus Rp2,162.-/vehicle/km, truck Rp1,476.-/vehicle/km. feasibility economic of Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh road improvement on pada 2027 obtained EIRR value on discount rate  18.97%, it show that improvement of Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh road is very feasible to be implemented with bank lending rates up to 18.97% and also sensitive to sensitivity analysis with shift of cost and benefit on sensitivity research that cost increased 10% and benefit decreased 10%. Abstrak : Kondisi jalan nasional dan jalan provinsi di lintas tengah pada umumnya terletak pada daerah pegunungan yang banyak terdapat tikungan, tanjakan dan turunan. Demikian juga halnya dengan ruas jalan Nasional  Takengon - Bireuen yang terletak pada daerah pegunungan dan sering terjandi bencana alam longsor,  kurang baik sistem geometrik jalan berpengaruh   terhadap waktu tempuh dan kenyamanan pengguna jalan. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, tahun 2008 pemerintah Aceh mulai menganggarkan dana untuk peningkatan jalan Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh yang merupakan jalan eks. PT. KKA (Kertas Kraft Aceh) yang berubah status untuk jalan propinsi dengan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah nomor : 55 tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000 tentang daftar jalan propinsi di wilayah propinsi daerah istimewa Aceh dengan nama ruas jalan Sp. Kebayakan – Sp. Krueng Geukueh. Ruas jalan sp. Kebayakan – sp. Krueng Geukueh terletak di Kabupaten Aceh Tengah, kabupaten Bener Meriah dan  Kabupaten Aceh Utara dengan panjang  jalan 90 km. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Biaya Operasional Kendaraan (BOK), penghematan nilai waktu dan mengevaluasi kelayakan ekonomi berdasarkan Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Economic Internal Rate of Return (EIRR) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian diperoleh selisih nilai waktu rata rata mobil penumpang Rp130.437,-,  bus Rp860.451,-, truk Rp90.991,- dan Selisih total rata rata biaya operasional kendaraan mobil penumpang 474,-/kend/km, bus Rp2.162,-/kend/km, truk Rp1.476,-/kend/km. Kelayakan ekonomi peningkatan jalan Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh pada tahun 2027 diperoleh  Nilai EIRR  pada discount rate  18,97%, ini menunjukkan bahwa peningkatan jalan Bener Meriah – Sp. Krueng Geukueh sangat layak untuk dilaksanakan dengan suku bunga pinjaman bank sampai dengan 18,97% dan peka terhadap analisa sensitivitas dengan perubahan  biaya dan manfaat pada sensitivitas riset dengan biaya  naik 10%,  manfaat turun 10%.
Co-Authors Adia Saputra Alfiansyah Yulianur Alfiansyah Yulianur BC Alfiansyah, Reza Alwin Rusydi Andris Wandi Ariadi Ariadi Bahron Bakti Bakauddin, Bakauddin Bambang Tripoli Chaira Chaira Chaira Chaira Cut Mutiawati Etty Herawaty Fadli Fadli Fadli Idris Fadli Idris Fahrezi, Ahmad Egi Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fisaini, Juliana Fitri, Suraya Fitrika Mita Suryani Hafnidar A. Rani Hamdani Hamdani Handayani Handayani Intan Wirnanda Iqbal Iqbal Iqbal Iqbal Irfan Irfan Irin Caisarina Irwin Irwin Isnanda Isnanda Isnanda Isnanda Joly Srianty Keumala, Putri Pirusa Liza Karmina Lulusi Lulusi Martina, Rita Marwan Marwan Matjakriandi Matjakriandi Matjakriandi, Matjakriandi Mirza Irwansyah Mirza Sofyan Mubarak Mubarak Mudinillah, Adam Mudji Burrahman Mufazzil Yusra Muhammad Ahlan Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Muntazar Muntazar Nasution, Wenny Rahmadhani Natalia Tanan, Natalia Nazariani Nazariani Noer Fadhly Nova Viyantimala Nura Usrina Ondriani Ondriani Ondriani, Ondriani Pinta Sari Raby, Shahrial Rahmad Saputra Ramli, Yuswardi Razuardi Razuardi Razuardi, Razuardi Renni Anggraini Renni Anggraini Rijalul Qadri Riski, Sita Rita Martina riza, Fakhrur Ruslan Ruslan Salmannur, Alfi Satria Mandaraira Shafira, Zadia Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sofyan M. Saleh Sugiarto Sugiarto Suraya Fitri Suryani*, Fitrika Mita Tarmizi Tarmizi Tarmizi Tarmizi Taufiq, Luthfi Chaliqi Tety Sriana Teuku Aswardi Teuku Fadrial Mahfud Tri Handayani Wirnanda, Intan Yuhanis Yunus Yunus, Yuhanis Yusria Darma Yuswardi Ramli Zahroel Barady