Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Digital Reconstruction of Ethnopedagogy : Integration of Local Historical Narratives of North Sumatra into the Merdeka Curriculum in the PGSD Study Program Karina Wanda; Anik Ghufron; Ibnu Syamsi
International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis Vol. 3 No. 2 (2026): April : International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijeepa.v3i2.478

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed educational practices while simultaneously posing challenges to the preservation of local cultural values. This study aims to develop and evaluate a digital ethnopedagogical reconstruction model that integrates local historical narratives of North Sumatra into the Merdeka Curriculum within the Primary School Teacher Education (PGSD) program. Employing a Research and Development (R&D) approach with the 4D model, this study utilized a mixed-methods design involving document analysis, interviews, observations, expert validation, and field trials. The findings reveal that local historical narratives—comprising folkloric legends, educational acculturation, and the heritage of local sultanates—possess strong ethnopedagogical potential when reconstructed through interactive digital media. Quantitative results demonstrate a significant 38% increase in students’ ethnopedagogical understanding, supported by high content validity (89%) and media feasibility (92%) scores. Qualitative findings further indicate enhanced cultural awareness, historical empathy, and learner engagement. The study concludes that the effectiveness of digital ethnopedagogical innovation is primarily determined by its pedagogical integration within the learner-centered framework of the Merdeka Curriculum. This research contributes a sustainable model for culturally grounded digital pedagogy in teacher education.
Pendidikan Gizi Sehat: Program Edukasi Makan Gizi untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Sleman Syamsi, Ibnu; Rakhmawati, Yeni; Putri, Agnesi Sekarsari; Riyanto, Dwi Mahmud Rizki; Riyadhika, Yulian Yosa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1233

Abstract

Edukasi gizi memiliki peran krusial dalam memastikan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka. Permasalahan pemenuhan gizi bagi ABK masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi guru maupun orang tua. Salah satu dampaknya adalah kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak kurang optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penyusunan menu makanan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pelaksanaan terdiri dari ceramah, diskusi, dan praktik implementasi penyusunan menu harian bergizi. Ceramah dan diskusi digunakan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai pentingnya gizi seimbang dan prinsip dasar penyusunan menu, serta praktik implementasi untuk memberikan pengalaman langsung agar peserta mampu merancang variasi menu makanan bergizi sesuai kebutuhan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menyusun menu makanan bergizi yang sesuai dengan kondisi anak.
Effectiveness of “Sumut-History” Website Platform on Digital Literacy and Cultural Awareness of Elementary School Students Karina Wanda; Anik Ghufron; Ibnu Syamsi
Proceeding of the International Conference on Social Sciences and Humanities Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): December : Proceeding of the International Conference on Social Sciences and Hu
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/icsshi.v2i2.78

Abstract

This study investigates the effectiveness of the “Sumut-History” website platform in enhancing digital literacy and cultural awareness among elementary school students. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design, the research involved 124 fifth-grade students in Medan, North Sumatra, divided into experimental and control groups. Data were collected using digital literacy tests, cultural awareness questionnaires, and classroom observations. The findings reveal that students who utilized the platform demonstrated significant improvement in digital literacy, particularly in critical thinking, information evaluation, and digital ethics. In addition, the integration of local cultural content through digital storytelling and interactive multimedia significantly increased students’ cultural awareness, including their understanding of local heritage and sense of identity. The study also highlights a positive synergy between digital literacy and cultural awareness, suggesting that both competencies can be developed simultaneously through contextualized digital learning. These results indicate that web-based platforms integrating local cultural narratives can serve as effective educational tools in primary education. The study contributes to the advancement of technology-enhanced learning and supports the promotion of culturally responsive digital education.
DETERMINING THE DEGREE OF HISTORICAL CONSCIOUSNESS AMONG PRIMARY SCHOOL TEACHER EDUCATION COLLEGE STUDENTS STUDYING HISTORY IN RELATION TO ETHNICITY Karina Wanda; Anik Ghufron; Ibnu Syamsi
Sensei International Journal of Education and Linguistic Vol. 3 No. 2 (2023): Sensei International Journal of Education and Linguistics
Publisher : SENSEI JOURNAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53768/sijel.v3i4.157

Abstract

This study set out to determine the degree of historical awareness among Indonesian college students about various ethnic groups, with a focus on Melayu and Batak ethnic groups. The four components of historical awareness are knowledge of historical events, comprehension of historical research techniques, interpretation of historical events, and historical utility perception. The subjects of this study were college students from two different universities: State University of Medan, which represented Melayu students studying history education, and University of Sumatera, which represented Batak students studying history education. Through the use of a historical consciousness exam, research data were gathered. Multiple-choice questions were developed as test instruments, which assessed knowledge of historical events, comprehension of historical research methodologies, and interpreting historical events, as well as considering the value of history. The proportion of the average historical consciousness scores for each ethnic group of college students was used to examine the data. Overall, the analysis of the results revealed that Melayu college students scored 42% higher on the historical consciousness scale than Batak college students, who scored 39%. This indicates that Melayu college students have a greater level of historical consciousness than Batak college students. The T-test result indicates that there was no significant difference in the historical consciousness of Melayu college students and Minang (df = 78, value sig. 0.198 < 0.08). One may argue that Melayu college students have the same amount of historical awareness as Minang students.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Panduan Functional Behavior Assessment Terintegrasi QR Code dan Google Sheet untuk Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Asesmen Perilaku Bermasalah Siswa di Kota Yogyakarta Rifka Fakhrianda Lu&#039;lu; Ibnu Syamsi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p328-332

Abstract

Analisis kebutuhan merupakan tahap awal dalam pengembangan panduan functional behavior assessment terintegrasi QR code dan Google Sheets. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar yang diperlukan dalam proses pengembangan panduan functional behavior assessment terintegrasi QR code dan Google Sheets dalam meningkatkan keterampilan guru dalam asesmen perilaku bermasalah siswa di Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data angket dan wawancara secara mendalam. Penelitian ini dilaksanakan di lima sekolah menengah pertama negeri inklusi di Kota Yogyakarta. Subjek penelitian ini yaitu lima guru pembimbing khusus (GPK) dengan kriteria telah mempunyai dasar ilmu terkait functional behavior assessment. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kebutuhan dasar materi dan media yang diperlukan oleh guru pembimbing khusus dalam pengembangan panduan functional behavior assessment terintegrasi QR code dan Google Sheets dalam meningkatkan keterampilan guru dalam asesmen perilaku bermasalah siswa. Hasil penelitian ditemukan bahwa guru mengalami kendala dalam asesmen perilaku bermasalah siswa meliputi minimnya pelatihan FBA (100%), ketiadaan panduan baku (100%), pencatatan manual yang rawan hilang (100%), kesulitan pengarsipan data jangka panjang (60%), dan rendahnya integrasi teknologi (100%). Dari analisis kebutuhan, GPK menginginkan panduan yang memuat konsep dasar perilaku bermasalah, tahapan FBA yang lengkap, serta instrumen siap pakai untuk metode ABC dan pengukuran dimensi perilaku. Pada aspek media, mereka menghendaki panduan hybrid berbentuk cetak berukuran ringkas yang dilengkapi QR Code terhubung ke Google Sheets untuk rekap dan analisis otomatis secara real-time. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan panduan FBA terintegrasi teknologi guna meningkatkan akurasi, efisiensi, dan keterampilan asesmen perilaku di sekolah inklusi.
Penerapan Media Digital Bookbot untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan pada Anak dengan Kesulitan Belajar : The Implementation of Bookbot Digital Media to Improve Early Reading Skills in Children with Learning Difficulties Fitri Yuliastuti; Ibnu Syamsi
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 02 (2026): Research Articles, August 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i02.9244

Abstract

This study aims to improve early reading skills in students with learning difficulties by using the Bookbot digital tool in an inclusive primary school. Early reading is a fundamental skill that largely determines a student's success in subsequent stages of learning. However, students with learning difficulties often face obstacles in recognising letters, blending syllables, reading simple words, and comprehending basic texts. The study employed the Kemmis and McTaggart Classroom Action Research (CAR) model, conducted over two cycles, each comprising planning, action implementation, observation, and reflection phases. The subjects were five first-grade students experiencing difficulties with early reading at an inclusive primary school. Data were collected through early reading assessments, observations of the teaching-learning process, and documentation, then analysed using both qualitative and quantitative descriptive methods based on learning mastery percentages. The results indicate that during the pre-cycle stage, none of the students met the Learning Objective Achievement Criteria (KKTP), resulting in a 0% mastery rate. Following the intervention in Cycle I, the mastery rate rose to 60% and subsequently increased to 80% in Cycle II, with four out of the five students successfully meeting the KKTP. This improvement was supported by the tool's presentation, which integrates visual, audio, and digital interactive elements, thereby enhancing student attention, motivation, and engagement during the learning process. Thus, the Bookbot digital tool is effective for improving early reading skills among first-grade students with learning difficulties in an inclusive primary school setting.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Multisensori Berbasis Teori Pembelajaran Sosial Pada Siswa Beresiko Lamban Belajar Siti Nurjanah; Ibnu Syamsi
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v3i1.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa berisiko lamban belajar kelas IV SD Negeri 002 Long Mesangat melalui penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membedakan bentuk huruf yang mirip, menghubungkan bunyi dengan simbol huruf, serta membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana secara lancar. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran membaca. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang teridentifikasi berisiko lamban belajar. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan membaca permulaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan multisensori diterapkan dengan mengoptimalkan penggunaan indera visual, auditori, kinestetik, dan taktil, sedangkan teori pembelajaran sosial diimplementasikan melalui kegiatan pemodelan (modeling), imitasi, latihan terbimbing, pemberian penguatan (reinforcement), dan interaksi langsung antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenali huruf, melafalkan bunyi huruf, membaca suku kata, membaca kata sederhana, serta memahami kalimat sederhana. Selain itu, terjadi peningkatan perhatian, keberanian membaca, kepercayaan diri, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.