Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kumpulan Gaya Bahasa Sapardi Djoko Damono (Kajian Stilistika) Jafar, Jafar; Rosary Iriany; Nuzul Tenriana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3474

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena sesuai dengan objek kajian dan tujuan yang akan dicapai oleh peneliti. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah puisi pada buku puisi perahu kertas Sapardi Djoko Damono. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisisi Miles Huberman, yaitu: Pengumpulan data, Klasifikasi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Gaya bahasa pada kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono, bertema nilai moral, nilai sosial dan nilai religi, sedangkan gaya bahasa satire, ironi, sinisme,dan sarkasme terkadang muncul untuk melakukan kritik sosial, serta mengandung gaya bahasa pertentangan. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam kumpulan puisi perahu kertas Sapardi Djoko Damono, digunakan gaya bahasa retoris yang terdiri atas gaya bahasa Aliterasi, Asonansi, Anastrof, Asindenton dan Polisindeton. Gaya bahasa yang dominan digunakan adalah gaya bahasa Asonansi
Kajian Persepsi Masyarakat Indonesia terhadap Obat Kimia dan Tradisional melalui Analisis Linguistik dan NLP dalam Konteks Farmasi Irmawati, Irmawati; Aziz, Firman; Delilah, Eva; Ishak, Pertiwi; Jafar, Jafar
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 3 No. 1: Februari: 2025: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v3i1.76

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap obat kimia dan tradisional di Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap pilihan pengobatan serta tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Kedua jenis obat ini, meskipun digunakan secara luas, kerap kali dipandang berbeda oleh masyarakat berdasarkan berbagai faktor seperti budaya, nilai-nilai kepercayaan, dan pengalaman personal dalam penggunaannya. Dalam konteks modern yang ditandai dengan berkembangnya teknologi digital, media sosial telah menjadi ruang publik yang penting bagi masyarakat untuk mengekspresikan opini, berbagi pengalaman, dan membentuk narasi kolektif tentang obat-obatan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat Indonesia terhadap obat kimia dan obat tradisional melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan analisis linguistik dan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP). Data dikumpulkan dari platform media sosial seperti Twitter serta forum-forum kesehatan daring selama periode Januari hingga Maret 2024, menghasilkan lebih dari 50.000 unggahan dan komentar. Proses analisis mencakup pra-pemrosesan teks, analisis sentimen menggunakan model IndoBERT, topic modeling dengan BERTopic, dan analisis linguistik untuk menggali kedalaman makna bahasa yang digunakan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat tradisional lebih sering diasosiasikan dengan persepsi positif, terutama terkait sifatnya yang dianggap alami dan aman. Sebaliknya, obat kimia sering dipandang negatif, terutama karena isu efek samping dan ketergantungan. Temuan ini memberikan wawasan penting dalam menyusun strategi komunikasi kesehatan dan edukasi masyarakat yang lebih adaptif terhadap persepsi dan pola bahasa publik di Indonesia.
PENGARUH SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS DAN SILICA FUME SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP NILAI PROPERTIS MEKANIK BETON Jafar, Jafar; Jamaaludin, Kisna Hafizh
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 25 No. 2 (2023): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v25i2.4718

Abstract

Sampah berbahan dasar kaca merupakan jenis sampah yang tidak dapat terurai secara alami. Material gelas yang telah melalui proses penggilingan hingga berbentuk bubuk dapat digunakan dalam campuran beton sebagai pengganti sebagian agregat halus Penelitian ini mencoba untuk mengetahui pengaruh subtitusi agregat halus dengan serbuk kaca dalam campuran beton. Persentase serbuk kaca yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5, 10, 15, dan 20% dari berat agregat halus. Portland Cement (PC) dalam penelitian ini juga sebagian diganti dengan Silica fume. Silica fume yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10% dari berat semen. Studi ini dilakukan berdasarkan SNI 2834-2000 untuk menentukan proporsi PC, agregat halus dan kasar, dan air. Nilai yang diharapkan setelah 28 hari adalah 25 MPa. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan, tarik belah, lentur, dan modulus elastisitas. Dari hasil pengujian kuat tekan dengan beberapa presentase serbuk kaca didapatkan presentase optimum ialah 5% serbuk kaca dengan menghasilkan kuat tekan 29,42 MPa yang sesuai dengan nilai Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan serbuk kaca 5% sebagai pengganti agregat halus dan silica fume 10% sebagai pengganti semen dapat meningkatkan kuat tekan, tarik belah, lentur, dan modulus elastisitas beton. Selanjutnya penambahan serbuk kaca lebih dari 5% menurunkan nilai sifat mekanik beton.
Perbandingan Performa Lentur Balok Beton Bertulang dengan Sambungan Lewatan dan Mekanis Tipe Clamp Iman, Dimas; Jafar, Jafar
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.8624

Abstract

Reinforcement bars, or rebar, face length limitations, prompting the need for connection methods in construction. Techniques like overlapping splicing, welding, and mechanical clamping address this. This research investigates flexural performance in reinforced concrete beams, focusing on tensile reinforcement splice methods—overlapping and mechanical clamping with a clamp connection. Key aspects such as flexural moment, deflection, and crack patterns are evaluated through laboratory testing using a two-point loading method. Findings show that beams with overlapping splices outperform those with mechanical clamping, with nominal moments of 33.5 kNm and 32.31 kNm, and deflections of 69.37 mm and 49.02 mm, respectively. Crack patterns in both samples indicate failure at one-third of the beam span due to reinforcement splices at the midpoint, enhancing cross-sectional area. In conclusion, this research underscores the superior performance of overlapping splices in terms of nominal moment and deflection, offering valuable insights for optimizing reinforced concrete element performance in structural engineering.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK PADA KELAS X TKJ B DI SMKN 3 PALU Jafar, Jafar
Aksioma Vol. 10 No. 1 (2021): AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v10i1.833

Abstract

Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah Mengatasi Kesulitan Siswa belajar tentang Persamaan Dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak dalam Menentukan Unsur-Unsur Niali Mutlak. Salah satu faktor penyebabnya adalah pembelajaran yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran tidak melibatkan siswa secara aktif. Untuk memotivasi siswa dalam belajar, maka Model pembelajaran yang menekankan keaktifan dan kerjasama siswa dalam belajar adalah pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam mengatasi kesulitan belajar siswa tentang persamaan dan pertidaksamaan Nilai mutlak untuk menentukan unsur-unsur nilai mutlak. Dalam penelitian tindakan kelas, cara pengumpulan data melalui tes, wawancara dan observasi aktivitas. Desain penelitian ini menggunakan model Spiral Kemmis dan Mc Taggart dengan empat tahap kegiatan yaitu:(1)Perencanaan ;(2)Tindakan ;(3)Observasi ;(4)Refleksi. Setelah penelitian ini dilaksanakan terjadi peningkatan minat dan prestasi pada siswa kelas X TKJ.
REPRESENTASI IDENTITAS NILAI BUDAYA DAN DINAMIKA SOSIAL DITINJAU DARI SASTRA DAN SEJARAH DI GOWA Jafar, Jafar; Setia Wati, Jenny Ratna Ika; Iriany, Rosary; Tenriana, Nuzul; Muhdar, Andi
Phinisi Integration Review Volume 8 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v8i3.78988

Abstract

Sastra dan sejarah di Kabupaten Gowa merupakan dua entitas yang saling berkelindan dalam membentuk konstruksi identitas budaya masyarakat. Berbagai bentuk teks tradisional seperti lontaraq, kelong, tuturan lisan, hingga legenda-lagenda lokal tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga arsip historis yang merekam perkembangan sosial, politik, dan budaya Gowa dari masa kejayaan Kerajaan Gowa–Tallo hingga era modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana identitas, nilai budaya, dan dinamika sosial masyarakat Gowa direpresentasikan melalui karya-karya sastra dan catatan sejarahnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui analisis tekstual pada sumber sastra tradisional, dokumen lontaraq, serta literatur sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra berfungsi sebagai mekanisme penguatan identitas kolektif, penjaga nilai budaya siri’, pacce, lempu, dan getteng, sekaligus menjadi refleksi perubahan sosial akibat modernisasi dan pergeseran budaya. Dengan demikian, sastra Gowa memainkan peran strategis dalam memahami rekam jejak sejarah dan dinamika sosial masyarakat setempat. Literature and history in Gowa Regency are two interrelated entities that collectively shape the cultural identity of its society. Various forms of traditional texts, such as lontaraq, kelong, oral narratives, and local legends, function not only as artistic expressions but also as historical archives documenting the social, political, and cultural development of Gowa from the era of the Gowa–Tallo Kingdom to the modern period. This study aims to describe how identity, cultural values, and social dynamics of Gowa’s society are represented through its literary works and historical records. The research employs a descriptive qualitative method through textual analysis of traditional literary sources, lontaraq manuscripts, and historical literature. The findings reveal that literature serves as a mechanism for strengthening collective identity, preserving cultural values such as siri’, pacce, lempu, and getteng, as well as reflecting social changes influenced by modernization and cultural shifts. Thus, Gowa’s literary tradition plays a strategic role in understanding the historical traces and social dynamics of the local community.
Pembelajaran Sastra Indonesia Berbasis Ekokritik Sebagai Media Edukasi Nilai Kearifan Lokal dan Kesadaran Lingkungan di Sekolah Jafar, Jafar; Rosary Iriany; Nuzul Tenriana; Andi Muhdar
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 10 No 2 (2025): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v10i2.10544

Abstract

This study aims to examine the relationship between literature, ecology, and Indonesian culture through an ecocritical approach. Literature is understood not only as an aesthetic work but also as a representation of the relationship between humans, nature, and their social environment. The ecological approach to literature views literary texts as reflections of ecological awareness and cultural values that shape how humans perceive and treat nature. This research employs a qualitative descriptive method using a literature review technique. The data were obtained from Indonesian literary works with ecological themes, such as Orang-Orang Proyek by Ahmad Tohari and Nyanyian Rimba by Triyanto Triwikromo, as well as relevant references on literary ecology and Indonesian cultural studies. The analysis focuses on identifying the representation of ecological values in the literary texts, emphasizing the interconnections among humans, culture, and the environment. The results indicate that Indonesian literary works convey ecological values such as harmony between humans and nature, local wisdom, mutual cooperation (gotong royong), simplicity, and environmental responsibility. Literature functions as a cultural archive that records the ecological worldview of traditional communities while also serving as a medium for reflection and critique of environmental crises caused by modernization. Furthermore, literature holds significant potential in fostering ecological awareness and sustainability ethics through the promotion of cultural values. Thus, literary ecology plays a vital role in understanding and revitalizing cultural practices to be more in harmony with nature and in strengthening the function of literature as a medium for cultivating ecological consciousness among students at MA Arifah Gowa.