Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ushuluddin

KAUM SHABI’IN DALAM AL-QUR’AN Kajian atas pluralitas Agama berdasarkan kata kunci Ahl al-Kitab Jamarudin, Ade
Jurnal Ushuluddin Vol 19, No 1 (2013): Januari - Juni 2013
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shabi’in merupakan orang yang keluar dari agamanya yang asal, dan masuk ke dalam agama lain, sama juga dengan arti asalnya ialah murtad. Mereka adalah orang yang menyembah malaikat, shalatnya tidak menghadap kiblat dan mereka membaca Zabur.Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa Sabiin ini termasuk Ahli Kitab dan oleh karena itu dihalalkan memakan sembelihan mereka dan mengawini wanita mereka. Namun sebagian yang lain mengatakan bahwa Sabiin ini bukan Ahli Kitab, oleh karena itu umat muslim dilarang memakan sembelihan mereka dan dilarang mengawini wanita mereka. Golongan Shabiin itu memanglah satu golongan dari orang-orang yang pada mulanya memeluk agama Nasrani, lalu mendirikan agama sendiri. Orang-orang Sabiin adalah suatu kaum yang tinggal di sebelah negeri Irak. Mereka kaum yang suka menangis, beriman kepada semua nabi serta puasa selama tiga puluh hari setiap tahunnya, dan mereka salat menghadap negeri Yaman setiap harinya sebanyak lima kali. Kaum shabi’in yang merupakan penggambaran tokohahl al-kitab walau keberadannnya tidak seperti kaum Yahudi ataupun Nasrani, saat ini adalah tantangan bagi kaum muslim sendiri untuk meningkatkan kesalehan sosial. ahl al-kitab, tidak terbatas pada penganut agama Yahudi dan Nasrani. Dengandemikian, bilaadasatukelompok yang hanyapercayakepadasuhuf Ibrahim atauZabur (kitabDaud As) saja, makaia pun termasukdalamjangakauanpengertianahl al-kitab.Begitu pula dengankaummajusi, Shabiindanpengikut agama kunolainnya.Kesalehan sosial yang dibangun dari pengakuan akan adanya pluralitas agama (bukan pluralisme) dapat dibangun dengan tanpa mencampuradukan sisi akidah.
SOCIAL APPROACH IN TAFSIR AL-QUR’AN PERSPECTIVE OF HASAN HANAFI Jamarudin, Ade
Jurnal Ushuluddin Vol 23, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : Jurnal Ushuluddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasan Hanafi states that a thorough revival in religious reforms affects social revolution and Muslims’ politics, interpretation methodologies are needed go beyond the textual and historical interpretations, which do not take al-Qur’an in a narrow space and time in Rasulullah period, Hasan Hanafi gave a social approach in interpreting the Qur’an (almanhaj al-ijtima’i Fi at-Tafsir). With this interpretation, according to Hanafi, an exegete who want to find the meaning of al-Qur’an do not only deduce the meaning of the text, but on the contrary, can induce the real meaning into the text. Interpret according to Hasan Hanafi means looking for something, object focus. Interpreting is to find something new among language text. It uses thematic method that is characteristic of interpretation by the scientific paradigm, which expresses the subjectivity emphasis of commitment interests and interpreter objective socially