Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan LMS Berbasis Literasi pada Google-sites sebagai Bentuk Penguatan GLS pada Tahap Pembelajaran Hanifah Nurus Sopiany; Iyan Rosita Dewi Nur; Siti Badriyah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.496 KB) | DOI: 10.30653/jppm.v8i1.361

Abstract

Efek dari kondisi pandemi yang telah dilalui memaksa kita untuk selalu siap melaksanakan pembelajaran daring. Salah satunya adalah kesiapan menyediakan media ajar online yang mudah diikuti dengan biaya yang murah. Learning management system (LMS) pada Google Sites dapat menjadi alternatif yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menggunakan media online, penulis memberikan pendampingan pembuatan LMS berbasis literasi pada Google sites. Metode pelaksanaan terdiri dari 3 sesi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12-14 Desember 2022 di SDN 1 Kedungjeruk dan diikuti oleh 26 peserta. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa ada beberapa guru yang sudah mulai dapat membuat pembelajaran berbasis situs Google dengan alur pembelajaran yang sesuai dengan tahapan pembelajaran GLS. Hal ini terlihat dari kumpulan link situs Google yang dikirimkan oleh masing-masing peserta kepada pelaksana kegiatan. Berbagai respon positif diberikan oleh para peserta setelah kegiatan ini dilaksanakan. Salah satunya adalah tanggapan Kepala Sekolah SDN Sukasari II yang berharap agar kegiatan baik ini dapat tersalurkan ke banyak sekolah lainnya secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan dan pencerahan literasi teknologi. The effects of the pandemic conditions that have been passed force us to always be ready to carry out online learning. One of them is the readiness to provide online teaching media that is easy to follow at a low cost. The learning management system (LMS) on Google Sites can be an alternative that fits these characteristics. To increase teacher competence in implementing the School Literacy Movement (GLS) using online media, the authors provide assistance in making literacy-based LMS on Google sites. The implementation method consists of 3 sessions. The activity was held on 12-14 December 2022 at SDN 1 Kedungjeruk and was attended by 26 participants. The results of this PkM activity show that there are several teachers who have started to be able to create Google site-based learning with a learning flow that is in accordance with the stages of GLS learning. This can be seen from the collection of Google site links sent by each participant to the executor of the activity. Various positive responses were given by the participants after this activity was carried out. One of them was the response from the Principal of SDN Sukasari II who hoped that this good activity could be distributed to many other schools in a sustainable manner as a form of strengthening and enlightening technological literacy.
Keterampilan Metakognitif Peserta Didik Dalam Menyelesaikan Masalah Matematis Bentuk Soal Cerita Nizar Mahar Dhika Ismail; Dori Lukman Hakim; Hanifah Nurus Sopiany
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v8i2.5711

Abstract

This article discusses the metacognitive abilities of students in solving mathematical problem solving story problems. This study uses a qualitative approach by using the case study method. Research subjects were selected by purposive-sampling. The subjects were six people, taken from 38 students, to represent mathematics ability with low, medium, and high categories of 2 people each. This study uses a test instrument of mathematical problem solving story questions, a metacognitive ability questionnaire, and an interview guide. The data were collected using the technique of giving tests, giving questionnaires, and interviewing guidelines. The data analysis technique used consists of 3 stages, namely analyzing the results of students' answers, presenting the results of data analysis, and making conclusions from the results of data analysis of students' mathematical problem solving abilities. The results of this study indicate that based on the results of tests on students with high mathematical abilities, they are able to carry out the three stages of metacognitive abilities, namely planning, monitoring, and evaluating. The students with moderate mathematical abilities, the results of the study showed that they were able to carry out the planning, and monitoring stage but had not been able to carry out the evaluating stages. Meanwhile, students with lower category mathematics abilities have not been able to carry out the three stages of metacognitive abilities, namely planning, monitoring, and evaluating.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Menurut Teori Konstruktivisme Ditinjau dari Gaya Belajar Fidia Puspa Azzahra; Hanifah Nurus Sopiany
Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education Vol. 2 No. 1 (2023): Radian Journal: Research and Review in Mathematics Education
Publisher : Program Studi Sarjana Pendidikan Matematika, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/rjrrme.v2i1.7155

Abstract

Kemampuan representasi diperlukan siswa untuk mengekspresikan pemikiran atau ide matematika yang berguna untuk memecahkan persoalan matematika dan memahami konsep dengan mengacu pada prinsip-prinsip belajar konstruktivisme serta gaya belajar yang dapat mempengaruhi penguasaan kemampuan representasi siswa. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis menurut teori konstruktivisme yang ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IX SMP yang terdiri dari 10 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes tertulis serta wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan konklusi. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dengan tipe gaya belajar (1) visual mampu dalam membuat model matematis namun masih salah dalam membuat grafik serta penulisan kalimat matematis secara benar, (2) auditorial mampu dalam membuat grafik serta penulisan kalimat matematis secara benar tetapi masih salah dalam model matematis, dan (3) kinestetik mampu dalam membuat model matematis namun masih salah dalam membuat grafik serta penulisan kalimat matematis secara benar. Hal ini membuktikan bahwa siswa menggunakan representasi matematis dan berarti bahwa dalam prinsip pembelajaran konstruktivisme siswa telah mencapai pada tahap eksplorasi dimana siswa menggunakan kemampuan representasi matematis untuk menemukan sebuah konsep yang akan membantu dalam proses pemecahan masalah.
Profile of Students' Mathematical Problem Solving Ability in the High Category in terms of Learning Motivation and Numeracy Ability Ratnasari Meliana; Hanifah Nurus Sopiany
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Number 1, March 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v8i1.4095

Abstract

This study aims to describe the profile of students' mathematical problem solving abilities in the high category in terms of learning motivation and numeracy abilities. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The subjects of this study were class IX students of SMP PUI YATSHI in the odd semester of the 2022/2023 academic year. The subjects of this study were determined by purposive sampling by selecting one student from each category of mathematical problem solving ability test results consisting of high, medium, and low ability categories. based on students who have learning motivation and high, medium, and low numeracy abilities. However, what will be explained in this study is only subjects with high problem-solving abilities based on learning motivation and high numeracy abilities. Data collection techniques used were mathematical problem solving ability test instruments, students' numeracy ability test instruments, interviews, and data triangulation. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study are to describe the profile of students' mathematical problem-solving abilities in the high category in terms of learning motivation and numeracy abilities, namely students' mathematical problem-solving abilities in the high category with high learning motivation and students' numeracy abilities, so the subject is able to: (1) understand the problem, namely being able to determine what is known and asked from the problem; (2) make a problem solving strategy plan, namely being able to determine the formula or solution model used in solving the problem; (3) carrying out a strategic problem solving plan, namely being able to perform calculations from formulas that have been used correctly and correctly; (4) re-examining the results obtained, namely being able to determine the final conclusion and write the final answer correctly.
Workshop Pembuatan Asesmen Numerasi dalam Kurikulum Merdeka bagi Guru Sekolah Dasar Iyan Rosita Dewi Nur; Anik Yuliani; Hanifah Nurus Sopiany; Darso Sugiono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2973

Abstract

Assessment is a form of assessment that is used to measure cognitive abilities or student learning outcomes at the primary, secondary and equivalent levels. The minimum competency assessment is used to see how the deficiencies are mapped in learning activities so that improvements can be made in subsequent activities which in the end can obtain the skills or abilities of Indonesian students as a whole. The main objective in carrying out this activity is to improve the ability of teachers to make in-depth assessments of the independent curriculum so that in the end it is expected to improve students' abilities in learning mathematics. This activity was carried out in the form of a workshop with material on training in making assessments in the independent curriculum. This activity involved 25 participants who were elementary school teachers in Curug village, Klari district, Karawang district. This community service activity uses the method of carrying out lectures related to the National Assessment, minimum competency assessment, providing training in compiling assessment questions related to numeracy literacy, assigning assignments, and discussing. -mathematical assessment questions. The response of the workshop participants to the material provided was very good, especially in terms of the urgency of the material, the scope of the training material, the time it was held and the competence of the resource persons. Post-training assistance is carried out 1 time after 3 weeks of workshop activities.Asesmen merupakan salah satu bentuk penilaian yang digunakan dalam mengukur kemampuan kognitif atau hasil belajar siswa di tingkat dasar, menengah dan yang sederajat. Asesmenkompetensi minimum digunakan dalam melihat bagaimana pemetaan kekurangan-kekurangan yang berada di dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat dilakukan perbaikan dalam kegiatan selanjutnya yang pada akhirnya bisa didapatkan kecakapan atau kemampuan siswa Indonesia secara utuh. Tujuan Utama dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan para guru membuat asesmendalam kurikulum merdeka sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar matematika. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan materi tentang pelatihan pembuatan asesmen dalam kurikulum merdeka. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta yang merupakan guru sekolah dasar di desa Curug kecamatan Klari kabupaten Karawang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan ceramah terkait Asesmen Nasional,  asesmen kompetensi minimum, memberikan pelatihan penyusunan soal-soal asesmen  terkait literasi numerasi, pemberian tugas, dan diskusi Dari pemberian tugas mandiri yang diberikan kepada peserta, di atas 90% guru mampu menyusun soal-soal asesmen matematika. Respon para peserta workshop terhadap materi yang diberikan sangat bagus, terutama pada segi aspek urgensi materi, cakupan materi pelatihan, waktu penyelenggaraan dan kompetensi narasumber. Pendampingan pasca pelatihan dilakukan 1 kali setelah 3 minggu kegiatan workshop selesai dilaksanakan.
Kemampuan Representasi Matematika Siswa SMP Berdasarkan Self-Efficacy Siswa Adelia Prihartini; Hanifah Nurus Sopiany
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self-efficacy siswa SMP berdasarkan kemampuan representasi. Kemampuan representasi matematika penting dimiliki oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang siswa kelas VII. Instrumen yang digunakan terdiri dari observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan representasi matematika siswa dengan memperhatikan self-efficacy yang dimiliki. Hasil penelitian yaitu siswa yang memenuhi semua (tiga) dimensi seorang siswa; Seorang siswa memenuhi dua dimensi dengan deskripsi yang dimensi strength dan dimensi generality sebanyak satu siswa; dan yang memenuhi dimensi Strength dan dimensi level sebanyak satu siswa. Kemampuan representasi matematis pada siswa yang memenuhi ketiga dimensi self-efficacy belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan representasi matematis. Indikator yang tidak sesuai, yaitu. Indikator yang membuat model matematis dari permasalahan yang diberikan dan menyajikan kembali data atau informasi representasi ke representasi diagram, grafik, atau tabel. Siswa yang memenuhi dua dimensi self-efficacy hanya dapat mencapai satu indikator kemampuan matematis, yaitu menggunakan diagram sebagai fasilitas solusinya.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning dan Hubungannya dengan Self Confidence Dewi Badriyah; Sutirna Sutirna; Hanifah Nurus Sopiany
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui model pembelajaran discovery learning dan hubungannya dengan self confidence siswa SMK. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasy Eksperimental Design dan bentuk desain yang diambil yaitu The Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X dengan sampel sebanyak 2 kelas masing-masing 30 siswa di SMK Sehati Karawang. Pengambilan sampel mengggunakan teknik pusposive sampling maka diperoleh kelas X Keperawatan 1 dan X Keperawatan 2. Teknik pengumpulan data berupa test uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan uji Independent Sampel t Test dan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukan bahwa (1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh  model pembelajaran discovery learning lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat hubungan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan self confidence; (3) Terdapat hubungan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran discovery learning dengan self confidence; (4)  self confidence siswa yang memperoleh model pembelajaran discovery learning lebih baik dari pada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional.
Respon Peserta Didik SMP terhadap Penggunaan Google Classroom dalam Pembelajaran Matematika Secara Online Azmi, Saffira Nurul; Sopiany, Hanifah Nurus
PRISMA Vol 11, No 2 (2022): PRISMA Volume 11, No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v11i2.2377

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap sektor pendidikan di Indonesia sehingga memaksa pemerintah untuk memberlakukan pembelajaran jarak jauh pada institusi pendidikan di Indonesia. Keadaan ini membuat para guru harus kembali beradaptasi dengan perubahan dalam penyampaian pembelajaran dengan menggunakan berbagai macam model pembelajaran berbasis online yang bisa menjangkau pembelajaran jarak jauh. Google Classroom merupakan salah satu platform terbaik yang dapat dipilih oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran secara online. Dikatakan sebagai platform terbaik karena Google Classroom dapat menyediakan kelas online, sehingga memudahkan peserta didik untuk mengaksesnya dimanapun dan kapanpun.  Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui respon peserta didik SMP terhadap pembelajaran matematika menggunakan Google Classroom. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif deskriptif dengan teknik survei menggunakan angket respon peserta didik serta wawancara. Pelaksanaan penelitian pada kelas VIII di SMP Negeri 1 Tirtamulya, dengan pemilihan sampel acak yaitu 27 orang peserta didik dari kelas VIII G. Hasil penelitian yang dianalisis berdasarkan data hasil angket respon peserta didik sehingga didapatkan rata-rata respon peserta didik menunjukkan bahwa respon peserta didik SMP Negeri 1 Tirtamulya terhadap penggunaan Google Classroom dalam pembelajaran Matematika pada setiap indikatornya memiliki kriteria baik. Namun, untuk keefektifan penggunaan Google Classroom pada pembelajaran matematika masih kurang.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Pada Materi Persamaan Linear Ditinjau Dari Aspek Metakognitif Nashrulloh, Akhmad Alif; Sopiany, Hanifah Nurus
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 3 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman dan penguasaan konsep matematika merupakan pilar utama dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian bertujuan untuk mendalami bagaimana siswa menerapkan metakognitif dalam menyelesaikan permasalahan matematis khususnya pada materi sistem persamaan linear satu variabel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa angket, tes uraian dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII.4 yang berjumlah 25 orang. Penentuan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sample. Berdasarkan temuan dan pembahasan dalam penelitian ini, kami menyelidiki kesadaran metakognitif siswa kelas VII. 4 SMP Negeri 21 Bekasi diklasifikasikan menjadi tiga kategori: kesadaran metakognitif tinggi, kesadaran metakognitif sedang, dan kesadaran metakognitif rendah. Hasil penelitian menunjukkan 9 siswa (36%) memiliki kesadaran metakognitif tinggi, 11 siswa (44%) dengan kesadaran metakognitif sedang, dan 5 siswa (20%) dengan kesadaran metakognitif rendah. Kesimpulannya adalah sebagian besar siswa di kelas VII.4 SMP Negeri 21 Bekasi yang menjadi subjek penelitian setidaknya memiliki kesadaran metakognitif baik sedang maupun tinggi, sebagian lagi memiliki kesaaran metakognitif yang rendah.
Analisis Hypothetical Learning Trajectory Siswa SMP Pada Materi Bilangan Bulat Rosidah, Rosidah; Sopiany, Hanifah Nurus
Prosiding Sesiomadika Vol 5 No 2 (2024): Sesiomadika
Publisher : Prosiding Sesiomadika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Hipotesis Lintasan Belajar atau biasa disebut dengan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) siswa SMP pada materi bilangan bulat, terutama pada aspek operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dua siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang menjadi subjek dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis data model Miles dan Huberman. Proses ini melibatkan langkah-langkah seperti reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur berpikir siswa tidak terlalu berbeda dengan Desain Hypothetical Learning Trajectory yang telah disusun oleh peneliti. Meskipun siswa mampu menyelesaikan soal dengan cukup baik, tenyata masih terdapat beberapa kesalahan saat dihadapkan pada operasi hitung bilangan bulat dengan tanda yang berbeda. Kesalahan ini disebabkan oleh kekeliruan siswa dalam memahami konsep operasi hitung bilangan bulat.