Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Education Curiosity

Analisis Nilai Karakter Gotong Royong Pada Pelaksanaan Pembelajaran Tema 8 Membangun Masyarakat yang Beradab Kelas 4 SDN 1 Pucung Kidul Yusnia, Arwinda; Janattaka, Nugrananda
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 3 (2023): Juli-Oktober 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta didik dalam pergaulannya menggunakan bahasa yang tidak santun, perilaku gotong royong siswa sedikit memudar. Semangat kerja sama di antara siswa di sekolah menurun. Mereka tidak lagi bahu-membahu dalam menyelesaikan persoalan bersama. Mereka kurang menjalin komunikasi. Dari hasil wawancara, dijelaskan bahwa hubungan karakter dengan gotong royong sangat erat sekali di mana setelah siswa belajar dalam pendidikan karakter yang kemudian dipraktikan dalam kehidupan misalnya gotong royong. Gotong royong adalah suatu bentuk kerja sama yang dilakukan secara secara bersama-sama baik di lingkungan sekolah, masyarakat dalam mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, merupakan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan, variabel dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikan apa adanya. Subjek penelitian ini siswa kelas V SDN 1 Pucung Kidul. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan angket. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa nilai karakter gotong royong siswa kelas IV SDN 1 Pucung Kidul yang dilihat pada rekapitulasi data nilai karakter gotong royong siswa kelas IV yaitu dideskripsikan pada pada aspek 1 yaitu indikator kebersamaan mendapatkan skor total 95 dengan nilai persentase 91%. Pada aspek 2 yaitu indikator persatuan mendapatkan skor total 90 dengan nilai presentase 87%. Pada aspek 3 yaitu indikator rela berkorban mendapatkan skor total 84 dengan nilai presentase 81%. Pada aspek 4 yaitu indikator tolong menolong mendapatkan skor total 86 dengan nilai presentase 83%. Pada aspek 5 yaitu indikator sosialisasi mendapatkan skor total 87 dengan nilai presentase 84%.
The ANALISIS KETERLAKSANAAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 4 SDN 5 CAKUL KECAMATAN DONGKO KABUPATEN TRENGGALEK Sari, Nindi Novita; Janattaka, Nugrananda
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 3 (2023): Juli-Oktober 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran project based learning diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam mempelajari materi, mengembangkan potensi anak usia sekolah dasar, selain itu model pembelajaran project based learning diharapkan bisa menghasilkan sebuah produk yang dapat mengasah kemampuan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Begitupun di kelas 4 SDN 5 Cakul, Guru kelas mengatakan bahwa di kelas 4 memang telah menggunakan model pembelajaran project based learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia, namun fakta dilapangan masih ada permasalahan yang ditemukan pada saat proses pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model project based learning dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 4 SDN 5 cakul. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah guru kelas dan siswa kelas 4. Penelitian dilaksanakan di SDN 5 Cakul kecamatan Dongko kabupaten Trenggalek. Informan diambil sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk penerapan model project based learning, memberikan pertanyaan mendasar masuk dalam kategori sudah baik dengan presentase 73%, penerapan mendesain perencanaan produk masuk dalam kategori kurang baik dengan presentase 49%, penerapan menyusun jadwal masuk dalam kategori cukup baik dengan presentase 66%, penerapan pemonitoran peserta didik dan kemajuan proyek masuk dalam kategori kurang baik dengan presentase 52%, penerapan pengujian hasil masuk dalam kategori kurang baik dengan presentase 53%, serta penerapan mengevaluasi pengalaman masuk dalam kategori cukup baik dengan presentase 61%.