Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

REVIEW OF THE USE OF DNA BARCODING IN AVIFAUNA RESEARCH: CONSERVATION, AUTHENTIFICATION, AND DISEASE DETECTION I Wayan Rosiana; Made Pharmawati; I Made Murna; Putu Angga Wiradana; Ni Wayan Ayu Wiartini; Fransiskus Jimmy Roga
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v27i1.2025.10-17

Abstract

DNA barcoding is an effective tool for identifying species, with additional uses for measuring molecular diversity, authentication of illegal products, and early detection of disease types. In this review, we discussed the use of DNA barcoding for Avifauna research, that is known to have an important impact on environmental health. The existence of Avifauna is threatened with extinction due to human anthropogenic activities. This review starts by providing a general overview of DNA barcoding, focusing on its application in Avifauna research, metabarcoding, as a tool in detecting food samples from the Avifauna, tracking enandgered and protected exotic birds, and tracking avifauna diseases. This review concludes with definitive statements and challenges regarding the use of DNA barcoding, especially in regions with high levels of avifauna diversity. This review can contribute to a better understanding of DNA barcoding and its potential in managing Avifauna genetic resources in the wild and conservation institutions.
PKM Kerupuk Rumput Laut Vegetarian Prima di Padang Sambian Kaja Kota Denpasar Propinsi Bali Murna, I Made; Sirna, I Ketut; Suartana, I Ketut
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 4 No. 2 (2020): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.591 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v4i2.1374

Abstract

ABSTRAKKerupuk rumput laut Vegetarian Prima mempunyai rasa khas karena memakai bahan baku darirumput laut yang diproduksi di Desa Padangsambian Kaja. Awalnya kurang dikenal olehmasyarakat, sehingga penjualannya relatif kecil sekitar Rp 250.000/hari. Setelah tim ProgramKemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Dhyana Pura memberikan pelatihan danpendampingan, maka penjualan kerupuk rumput laut ini meningkat. Ada 4 (empat) aspek yangdilakukan oleh tim PKM untuk menyelesaikan masalah mitra: (1) Pelatihan dan pedampinganpeningkatan kualitas / mutu produksi dari segi hygiene dan sanitasi, (2) Pelatihan danpendampingan desain dalam proses pengemasan produk, (3) Pelatihan dan pendampinganpembukuan pengelolaan keuangan dengan aplikasi komputer sederhana, dan (4) Pelatihan danpendampingan Peningkatan kapasitas mitra mengenai efisiensi produksi dan kandungan nutrisiproduk. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, kerupuk rumput laut ini semakin dikenaloleh masyarakat bahkan Kepala Desa Padangsambian ini bangga dan sangat mendukung ataskerjasama yang dilakukan oleh tim PKM. Sehingga permintaan kerupuk ini semakin ramai sertaberpotensi meningkatkan pendapatan mitra. Penjualan kerupuk rumput laut ini meningkat sekitarRp 420.000 sampai Rp 450.000/hari (70% sampai 80%) dari penjualan sebelumnya. Peningkatanpendapatan melalui usaha kerupuk rumput laut ini dapat memberikan inspirasi kepada generasimuda untuk berwirausaha, dengan demikian secara tidak langsung meningkatkan ekonomi danpendapatan masyarakat.Kata Kunci : kerupuk rumput laut, pengembangan produk, pemasaranABSTRACTVEGETARIAN Prima Seaweed Crackers has a distinctive taste because it uses raw materialsfrom seaweed produced in the village of Padangsambian Kaja. Initially, it less known to the publicand caused sales were relatively small at around Rp. 250,000 / day. Through the CommunityPartnership Program (PKM) team from Dhyana Pura University, training and mentoring weregiven, the sales of these seaweed crackers increased. There are 4 (four) aspects carried out bythe PKM team to solve partner problems: (1) Training and assistance in improving productionquality in terms of hygiene and sanitation, (2) Training and design assistance in the productpackaging process, (3) Training assistance and financial accounting with simple computerapplications, and (4) Training and assistance increasing the capacity of partners related toproduction efficiency and product nutrition content. After the training and mentoring, theseaweed crackers became increasingly known to the community and even the Padang SambianVillage Head is proud and very supportive of the collaboration carried out by the PKM team. Thedemand for crackers is potentialy increase partner’s revenue. Seaweed cracker sales increasedby Rp 420,000 to Rp 450,000 / day (70% to 80%) from previous sales. Increasing income throughthe seaweed cracker business can inspire young people to become entrepreneurs and indirectlyincreasing the economy and income of the community.Keywords: seaweed crackers, product
IMPLEMENTASI KONSEP SAPTA KARYA PARIWISATA; STRATEGI PENGUATAN DESA WISATA BUGISAN, KLATEN, JAWA TENGAH Artana, I Nengah Rata; Adnyana, I Made Dwi; Adinegara, I Gusti Ngurah Joko; Murna, I Made
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3591

Abstract

Desa Wisata Bugisan di Klaten adalah daerah yang punya destinasi unik karena mengintegrasikan potensi budaya, sejarah, dan keindahan alam, khususnya keindahan Candi Plaosan yang juga dikenal dengan nama Candi Kembar. Disebut candi Kembar karena candi ini adalah jejak sejarah peninggalan Hindu dan Budha. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal dengan menggunakan pendekatan konsep Sapta Karya Pariwisata Indonesia. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi berperan serta (participant observation), dan studi literatur untuk mengetahui eksistensi desa wisata Bugisan serta strategi penguatan agar desa wisata Bugisan semakin berkembang dan survive dalam usaha pengeloa desa wisata Bugisan. Peningkatan infrastruktur, pelatihan keterampilan masyarakat, dan kolaborasi penta helix juga dilakukan untuk memastikan manfaat ekonomi merata dan kelestarian sumber daya desa terutama yang berkaitan dengan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian budaya Candi Plaosan, peran seniman, budayawan serta semua komponen masayarakat lokal berperan aktif dalam memajukan desa wisata Bugisan. Melalui Festival Candi Kembar (FCK) juga diupayakan melakukan promosi desa wisata Bugisan dengan menampilkan berbagai kesenian daerah tradisional setempat, demikian pula penguatan usaha mikro berbasis pariwisata juga diupayakan sesuai dengan potensi desa wisata Bugisan.