I Kadek Saputra
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN PENGALAMAN SPIRITUALITAS DENGAN PERILAKU SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS GIANYAR I Ni Made Sri Dharmayanti; Desak Made Widyanthari; I Kadek Saputra
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.394 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i05.p10

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that requires patients’ active role in self management to prevent life-threatening complications such as hypoglycemia, neuropathy, heart disease, and stroke. Diabetes self management is important for the patient to achieve optimal diabetes management and spirituality experience is one of the factors that can affect diabetes self management behavior in patients. The purpose of this study was to determine the correlation between spirituality experience and self management behavior of diabetes mellitus patients in Puskesmas Gianyar I. This study was a descriptive correlative study with a cross-sectional approach. A total of 37 respondents were selected by consecutive sampling technique which majority of respondents were male (67.6%) and the age range between 56 to 65 years (40.5%). Data were collected for a month from March to April 2021 with research instruments used in this study were the Daily Spiritual Experience Scale (DSES) to measure spirituality experiences and the Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ) to measure self-management behavior. Spearman's rank statistical test (? = 0.05) obtained p-value = 0.007; r = 0.437 indicates a significant correlation between spirituality experiences and self-management behavior of diabetic patients. The spirituality experiences provide support, strength, and confidence in dealing with an illness that will be related to self-management behavior. The result of this study is expected to be a reason for health services and nurses to understand more about patient spirituality experience aspects and diabetes self management behavior.
GAMBARAN KEJADIAN LUKA BAKAR DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR PADA ANAK USIA TODDLER DI DESA PADANGSAMBIAN KLOD Ni Made Krisna Dewi Widya Permata Adi; I Kadek Saputra; Ni Luh Putu Eva Yanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.778 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i03.p08

Abstract

Incidence of burns is a fairly common occurrence in toddler age, and mostly occur at home. Mothers who have close relationships with children have a very important role in providing physical, psychological and emotional protection for children. Action that mothers can give when child has a burn is giving first aid to prevent disability in children. This study aimed to describe the incidence of burns and knowledge level of mothers about first aid burns among toddlers in Padangsambian Klod Village. This research was a quantitative research methods with sample was 62 mothers. The sampling technique was probability sampling with a simple random sampling method. Data on the incidence of burns and knowledge level of mothers were collected using a questionnaire that compiled by the researchers. The result shows that the respondents in age 26-35 years were 42 people and last education were high school or equivalent were 31 people. Meanwhile, children in age range of 2 - 3 years with the number of 31 respondent for each boy and girls. Percentage of burn incidents in this study was 3.2% and knowledge level of mothers was in the sufficient category. Some mothers have a missunderstanding of first aid burns because they consider ice cubes, ice water compresses, and toothpaste to be used to heal wounds. Further researchers are expected to be able to increase the number of samples and develop a questionnaire so they can assess more about the incidence of burns and knowledge level of mothers about first aid.
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAWAT DI RUANG LELY 1 DAN 2 RSUD BULELENG Luh Dea Pratiwi; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 8 No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.036 KB) | DOI: 10.24843/coping.2020.v08.i04.p13

Abstract

Nurses are the most health professional in hospital that have to handle and treat patients for 24 hours and give nursing care using manual material handling. Manual material handling has risks creating a physical workload that is characterized by pain in muscle area called musculoskeletal disorders. This study aimed to determine the correlation of physical workload and musculoskeletal disorders among nurses in Lely 1 and 2 wards of Buleleng Hospital. This study was descriptive correlational with a cross sectional study design. Sample in this study was 25 respondents who were selected by probability sampling method with total sampling. The research instrument that used in this study was cardiovascular load using ten pulse method and Nordic Body Map. The correlation of physical workload and musculoskeletal disorders among nurses was analyzed using Pearson Product Moment because the data were normally distributed. The results show that most of respondents has very mild physical workload categories (84%) and low category musculoskeletal disorders (84%). Pearson Product Moment test shows a significant result with p-value=0,000, r = 0,806. In conclusion, there is a positive relationship between physical workload and musculoskeletal disorders among nurses in the Lely 1 and 2 wards of Buleleng Hospital. Based on the results of this study, it is recommended to apply ergonomic attitudes according to the procedure of nursing care
GAMBARAN PENGETAHUAN PENGEMUDI OJEK ONLINE TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KONDISI KEGAWATDARURATAN DI KOTA DENPASAR Putu Gede Wiyata Dharma Putra; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.735 KB) | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i04.p12

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba dan dimana saja termasuk di jalan raya. Ojek online merupakan profesi yang dituntut bekerja lebih banyak di jalan sehingga berpotensi menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Pengetahuan pertolongan pertama sangat penting dimiliki oleh ojek online untuk menghadapi situasi kegawatdaruratan agar dapat meminimalisir jumlah korban dan kecacatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan pengemudi ojek online tentang pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang pengemudi ojek online dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan menggunakan kuesioner pertolongan pertama yang dibagikan berupa google form kepada responden. Analisis data yang digunakan adalah univariat yang disajikan ke dalam bentuk tabel frekuensi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 73 orang (76%).
Hubungan Pengalaman Spiritualitas dengan Perilaku Self Management pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Gianyar I Ni Made Sri Dharmayanti; Desak Made Widyanthari; I Kadek Saputra
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): May 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.555 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i1.1058

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan peran aktif penderitanya untuk melaksanakan self management agar mencegah terjadinya berbagai komplikasi yang mengancam nyawa. Self management diabetes merupakan hal penting dalam mencapai penatalaksanaan diabetes yang optimal dan pengalaman spiritualitas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan self management. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengalaman spiritualitas dengan perilaku self management pasien diabetes melitus di Puskesmas Gianyar I. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Total 37 responden dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan dari Maret hingga April 2021. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ). Hasil uji statistik spearman’s rank (α = 0,05) didapatkan p value= 0,007; r = 0,437 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengalaman spiritualitas dengan perilaku self management pasien diabetes. Pengalaman spiritualitas memberikan dukungan, kekuatan dan kepercayaan dalam menghadapi suatu penyakit sehingga akan berhubungan dengan perilaku self management. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan landasan bagi pelayanan kesehatan dan perawat agar lebih memperhatikan aspek pengalaman spritualitas dan perilaku self management diabetes pasien.
Hubungan Sikap Duduk terhadap Kejadian Nyeri Leher pada Mahasiswa PSSIKPN selama Pembelajaran Daring Ulfiana Ulfiana; I Kadek Saputra; I Made Suindrayasa
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Juni 2022 "The 4th Udayana International Nursing Confer
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.567 KB)

Abstract

Perubahan proses pembelajaran selama masa pandemi COVID-19 menyebabkan aktifitas fisik mahasiswa berkurang dan lebih banyak duduk saat perkuliahan daring. Sikap duduk yang tidak ergonomi jika dilakukan dalam kurun waktu lama mengakibatkan timbulnya keluhan musculoskeletal disorder (MSDs) salah satunya nyeri leher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap duduk terhadap kejadian nyeri leher pada mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Keperawataan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana selama pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah deskritptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 55 orang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Adapun karakteristik responden yaitu 10 (18,2%) orang responden laki-laki, 45 (81,8%) orang responden perempuan dan rata-rata usia responden adalah 20,05 tahun dengan usia termuda 18 dan tertua 22 tahun. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank, didapatkan hasil nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara sikap duduk terhadap kejadian nyeri leher pada mahasiswa PSSIKPN FK UNUD selama pembelajaran daring. Hasil nilai r=0,760 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara variabel sikap duduk dan nyeri leher adalah kuat dengan arah korelasi positif. Artinya, semakin beresiko sikap duduk maka semakin berat keluhan nyeri leher. Hal ini terjadi karena sikap duduk yang tidak ergonomi akan menyebabkan gangguan pada leher dan gangguan akan memberat apabila dilakukan berulang dalam kurun waktu yang lama. Hasil penelitian ini merekomendasi agar mahasiswa diberikan edukasi sikap ergonomi saat pembelajaran daring serta mengatur waktu lama duduk yang diselingi dengan istirahat sejenak dan stretching secara berkala.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR MAHASISWA KEPERAWATAN ANGGOTA DAN NON-ANGGOTA VOLUNTARY NURSING TEAM DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Rapmauli Tambunan; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha; I Made Suindrayasa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p04

Abstract

Voluntary Nursing Team (VNT) adalah komunitas mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berfokus pada pengembangan kompetensi kegawatdaruratan, salah satunya Bantuan Hidup Dasar (BHD). Keterampilan BHD menjadi krusial dalam menangani kasus henti jantung, karena keterlambatan penanganan dapat mengurangi peluang kelangsungan hidup hingga 7-10% setiap menit. Anggota VNT mendapatkan pelatihan intensif yang tidak tersedia bagi mahasiswa non-anggota, meliputi pendidikan dan latihan mengenai BHD serta simulasi penanganan kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam tingkat pengetahuan BHD antara mahasiswa keperawatan yang menjadi anggota VNT dan yang tidak menjadi anggota VNT di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, mengingat pentingnya BHD dalam praktik keperawatan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan disebarkan kepada 84 mahasiswa keperawatan, terdiri dari 42 anggota VNT dan 42 non-anggota VNT. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan tingkat pengetahuan BHD antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan BHD antara anggota dan non-anggota VNT (p < 0,05). Mahasiswa anggota VNT memiliki tingkat pengetahuan BHD yang lebih tinggi dibandingkan non-anggota dengan skor rata-rata anggota VNT adalah 72,68 dan skor rata-rata non anggota VNT adalah 55,73. Hal ini mengindikasikan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan oleh VNT berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan BHD. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pelatihan yang diberikan oleh VNT efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan di bidang kegawatdaruratan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program serupa di institusi pendidikan di bidang kesehatan lainnya untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
PENGARUH EDUKASI DENGAN VIDEO MELALUI PLATFORM TIKTOK TERHADAP EFIKASI DIRI SISWA DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS Ni Luh Putu Yunita Kristina; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p13

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera di dunia, termasuk di Kota Denpasar yang mencatat angka kecelakaan tertinggi di Bali. Pengetahuan tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang terkait dengan pertolongan segera yang diberikan kepada korban kecelakaan sebelum ditangani oleh paramedis. Pengetahuan erat kaitannya dengan efikasi diri. Kurangnya pengetahuan khususnya siswa, dalam memberikan pertolongan pertama. Edukasi melalui media digital seperti video di platform TikTok menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan video melalui platform TikTok terhadap efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di SMK N 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan Pre-Test dan Post-Test. Sampel penelitian adalah siswa SMK N 1 Denpasar yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner efikasi diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang diberikan berupa edukasi melalui video animasi TikTok, diberikan sebanyak satu kali selama 15 menit. Setelah itu diberikan link TikTok agar siswa bisa menonton edukasi berulang kali. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk membandingkan skor efikasi diri sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok responden. Responden berjumlah 41 orang didapatkan hasil dari Pre-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori sedang yaitu 33 orang (80,5%) sedangkan hasil dari Post-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori tinggi yaitu 29 orang (70,7%).
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI PADA PENGEMUDI BUS DI KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN GIANYAR Putu Ariyanti Swandewi; I Kadek Saputra; Ni Ketut Guru Prapti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p16

Abstract

Pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar merupakan pekerjaan yang berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal. Sebanyak 9 dari 14 pengemudi mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya keluhan muskuloskeletal. Pengemudi yang mengalami keluhan muskuloskeletal dapat merasakan nyeri, kaku, dan kelemahan pada otot serta sendi, sehingga menurunkan konsentrasi mereka dalam mengemudikan kendaraan. Faktor yang dapat mempengaruhi keluhan ini antara lain usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, kesesuaian beban kerja, postur tubuh yang tidak ergonomis, durasi mengemudi, pajanan getaran, dan masa kerja. Situasi tersebut dapat membahayakan keselamatan pengemudi serta penumpangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian mencakup seluruh pengemudi bus yang bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian kuesioner, yaitu kuesioner data demografi, Nordic Body Map, dan kuesioner faktor risiko. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 71,4% responden mengalami keluhan muskuloskeletal dengan tingkat risiko tinggi. Berdasarkan hasil ini, saran yang dapat diberikan kepada instansi terkait adalah melakukan evaluasi terkait desain ergonomis dari kursi, roda kemudi, dan pedal bus untuk meningkatkan kenyamanan dan meminimalisir keluhan muskuloskeletal yang terjadi pada pengemudi bus.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN PARA NELAYAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN TENGGELAM (WATER RESCUE) DI PANTAI LABUHAN DESA ANTIGA Ni Putu Juliantari; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p14

Abstract

Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk di perairan. Salah satu kejadian darurat yang sering terjadi diperairan adalah tenggelam, yang kerap menimpa nelayan karena kurangnya persiapan saat melaut. Kematian akibat tenggelam bisa dicegah dengan pertolongan pertama yang cepat dan tepat, sehingga kesiapsiagaan sangat penting untuk mencegah dan menangani insiden tenggelam. Kesiapsiagaan tenggelam menjadi peran penting terhadap antisipasi maupun pemberian pertolongan pertama pada kejadian tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan kesiapsiagaan nelayan dalam memberikan pertolongan pertama pada insiden tenggelam (water rescue) di pantai Labuhan, Desa Antiga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 67 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengalaman buruk terkait insiden tenggelam, seperti pernah tenggelam, diterjang gelombang, terjatuh dari kapal, atau terseret ombak. Tingkat kesiapsiagaan mereka tergolong cukup siap (52,2%), namun pengetahuan dan sikap cenderung kurang siap (55,2%), serta sistem peringatan bencana cenderung kurang siap (46,3%). Sementara perencanaan keadaan darurat masuk kategori sangat siap (52,2%), dan mobilisasi sumber daya berada pada tingkat sangat siap (46,3%). Kesimpulannya, banyak nelayan Desa Antiga menganggap bahwa kematian akibat tenggelam termasuk hal yang biasa dan dapat terjadi pada nelayan yang memiliki pengalaman. Karena itu, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyarankan agar institusi keperawatan dan pemerintah mengadakan edukasi dan pelatihan terkait penanggulangan insiden tenggelam untuk meningkatkan kesiapsiagaan para nelayan.