Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI DENGAN VIDEO MELALUI PLATFORM TIKTOK TERHADAP EFIKASI DIRI SISWA DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS Ni Luh Putu Yunita Kristina; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p13

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cedera di dunia, termasuk di Kota Denpasar yang mencatat angka kecelakaan tertinggi di Bali. Pengetahuan tentang pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas adalah segala sesuatu yang diketahui seseorang terkait dengan pertolongan segera yang diberikan kepada korban kecelakaan sebelum ditangani oleh paramedis. Pengetahuan erat kaitannya dengan efikasi diri. Kurangnya pengetahuan khususnya siswa, dalam memberikan pertolongan pertama. Edukasi melalui media digital seperti video di platform TikTok menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan video melalui platform TikTok terhadap efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di SMK N 1 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan Pre-Test dan Post-Test. Sampel penelitian adalah siswa SMK N 1 Denpasar yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner efikasi diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang diberikan berupa edukasi melalui video animasi TikTok, diberikan sebanyak satu kali selama 15 menit. Setelah itu diberikan link TikTok agar siswa bisa menonton edukasi berulang kali. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk membandingkan skor efikasi diri sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok responden. Responden berjumlah 41 orang didapatkan hasil dari Pre-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori sedang yaitu 33 orang (80,5%) sedangkan hasil dari Post-Test efikasi diri sebagian besar dengan kategori tinggi yaitu 29 orang (70,7%).
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI PADA PENGEMUDI BUS DI KANTOR DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN GIANYAR Putu Ariyanti Swandewi; I Kadek Saputra; Ni Ketut Guru Prapti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p16

Abstract

Pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar merupakan pekerjaan yang berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal. Sebanyak 9 dari 14 pengemudi mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya keluhan muskuloskeletal. Pengemudi yang mengalami keluhan muskuloskeletal dapat merasakan nyeri, kaku, dan kelemahan pada otot serta sendi, sehingga menurunkan konsentrasi mereka dalam mengemudikan kendaraan. Faktor yang dapat mempengaruhi keluhan ini antara lain usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, kesesuaian beban kerja, postur tubuh yang tidak ergonomis, durasi mengemudi, pajanan getaran, dan masa kerja. Situasi tersebut dapat membahayakan keselamatan pengemudi serta penumpangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal dan faktor-faktor yang berkontribusi pada pengemudi bus di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian mencakup seluruh pengemudi bus yang bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian kuesioner, yaitu kuesioner data demografi, Nordic Body Map, dan kuesioner faktor risiko. Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 71,4% responden mengalami keluhan muskuloskeletal dengan tingkat risiko tinggi. Berdasarkan hasil ini, saran yang dapat diberikan kepada instansi terkait adalah melakukan evaluasi terkait desain ergonomis dari kursi, roda kemudi, dan pedal bus untuk meningkatkan kenyamanan dan meminimalisir keluhan muskuloskeletal yang terjadi pada pengemudi bus.
GAMBARAN KESIAPSIAGAAN PARA NELAYAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN TENGGELAM (WATER RESCUE) DI PANTAI LABUHAN DESA ANTIGA Ni Putu Juliantari; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p14

Abstract

Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk di perairan. Salah satu kejadian darurat yang sering terjadi diperairan adalah tenggelam, yang kerap menimpa nelayan karena kurangnya persiapan saat melaut. Kematian akibat tenggelam bisa dicegah dengan pertolongan pertama yang cepat dan tepat, sehingga kesiapsiagaan sangat penting untuk mencegah dan menangani insiden tenggelam. Kesiapsiagaan tenggelam menjadi peran penting terhadap antisipasi maupun pemberian pertolongan pertama pada kejadian tenggelam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan kesiapsiagaan nelayan dalam memberikan pertolongan pertama pada insiden tenggelam (water rescue) di pantai Labuhan, Desa Antiga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 67 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengalaman buruk terkait insiden tenggelam, seperti pernah tenggelam, diterjang gelombang, terjatuh dari kapal, atau terseret ombak. Tingkat kesiapsiagaan mereka tergolong cukup siap (52,2%), namun pengetahuan dan sikap cenderung kurang siap (55,2%), serta sistem peringatan bencana cenderung kurang siap (46,3%). Sementara perencanaan keadaan darurat masuk kategori sangat siap (52,2%), dan mobilisasi sumber daya berada pada tingkat sangat siap (46,3%). Kesimpulannya, banyak nelayan Desa Antiga menganggap bahwa kematian akibat tenggelam termasuk hal yang biasa dan dapat terjadi pada nelayan yang memiliki pengalaman. Karena itu, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyarankan agar institusi keperawatan dan pemerintah mengadakan edukasi dan pelatihan terkait penanggulangan insiden tenggelam untuk meningkatkan kesiapsiagaan para nelayan.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Dewa Ayu Putu Dhita Indah Pradhani; Made Oka Ari Kamayani; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p04

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu beradaptasi terhadap kesulitan, ini terkait dengan kualitas tidur terutama dalam menghadapi stres. Resiliensi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup karena individu lebih mampu mengatasi stres sehingga memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD Wangaya, dengan sampel sebanyak 118 pasien yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner CD-RISC-10 dan PSQI, hubungan antara resiliensi dengan kualitas tidur kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden (48,3%) mendapatkan skor resiliensi ≥38, sedangkan hasil analisis kualitas tidur didapatkan sebanyak 74 responden (62,7%) mendapatkan skor <5. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r=-486, maka artinya ada hubungan dengan kekuatan sedang antara variabel resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya. Arah korelasi yaitu negatif, sehingga dapat diartikan ketika semakin tinggi skor resiliensi maka semakin rendah skor kualitas tidur, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil ini diharapkan perawat dapat merencanakan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif dan individual, tidak hanya fokus pada gejala fisik tetapi juga mempertahankan resiliensi dan memperbaiki kualitas tidur pasien.
GAMBARAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA DALAM PERTOLONGAN PERTAMA TENGGELAM PADA WISATA LUMBA-LUMBA DI PANTAI LOVINA Ni Kadek Dewi Yani; I Kadek Saputra; I Made Suindrayasa; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p14

Abstract

Safety culture sangat penting diterapkan di sektor pariwisata bahari, khususnya aktivitas melihat lumba-lumba di Pantai Lovina. Safety culture yang mencakup budaya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku pramuwisata lumba-lumba diimplementasikan bervariasi antar organisasi pemandu wisata di pantai Lovina, salah satunya penerapan safety culture penanganan tenggelam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan safety culture pramuwisata dalam pertolongan pertama tenggelam pada wisata lumba-lumba di Pantai Lovina. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observatif. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata lumba-lumba yang tergabung dalam organisasi pramuwisata di Pantai Lovina yang dipilih dengan melalui metode purposive sampling dengan jumlah 121 responden. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Safety Culture Assessment Review Team (SCART). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan safety culture oleh pramuwisata lumba-lumba dalam pertolongan pertama tenggelam termasuk dalam kategori B dengan bobot total skor 748,63. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait keselamatan yang perlu ditingkatkan oleh pramuwisata ataupun organisasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan organisasi untuk meningkatkan perilaku safety culture pada pramuwisata yaitu dengan memberikan motivasi dan dukungan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar pramuwisata dapat memperkuat komitmen pramuwisata dalam mengutamakan keselamatan saat bekerja, yang salah satunya diwujudkan melalui kepatuhan penuh terhadap SOP yang ada.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT LOKAL MENGENAI BANTUAN HIDUP DASAR PADA KORBAN TENGGELAM DI DAERAH WISATA PESISIR PANTAI SANUR Ni Putu Arin Wirasantini; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p07

Abstract

Kejadian keterlambatan pemberian pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan seperti tenggelam, masih banyak dilaporkan diwisata pesisir pantai salah satunya pada Pantai Sanur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat lokal mengenai bantuan hidup dasar pada korban tenggelam di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observatif yang dilakukan di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan dilakukan pada 27 April sampai 11 Mei 2023 dengan alat ukur berupa kuesioner pengetahuan bantuan hidup dasar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 44 orang (45,8%). Mayoritas berusia 46-55 tahun (36,5%), berjenis kelamin perempuan (53,1%), bekerja sebagai pedagang (50%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (51%). Sebagian besar tidak memiliki pengalaman menolong korban tenggelam (72,9%) dan belum pernah mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar (70,8%). Berdasarkan hasil analisis soal kuesioner, sub pertanyaan mengenai langkah-langkah dan pelaksanaan pemberian bantuan hidup dasar mayoritas dijawab keliru oleh responden. Peneliti merekomendasikan agar masyarakat dapat lebih aktif mencari informasi mengenai pemberian bantuan hidup dasar yang dapat diperoleh dari berbagai media sehingga dapat mengetahui dan dapat memberikan bantuan pada kondisi kegawatdaruratan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN ALTRUISME PADA LINMAS Yuli Sartikah; I Made Suindrayasa; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p01

Abstract

Keterlambatan penanganan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi nomor tiga di dunia, sehingga diperlukan pemberian pertolongan pertama segera. Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) merupakan masyarakat yang dibekali pengetahuan terkait penanganan bencana serta berpeluang besar menjadi first responder ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, sehingga Linmas perlu memiliki pengetahuan pertolongan pertama. Pengetahuan pertolongan pertama erat hubungannya dengan altruisme, pengetahuan memiliki peran penting sebagai dasar seseorang melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan rancangan deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Sampel yang terlibat berjumlah 52 Linmas dan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian adalah uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pertolongan pertama dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan, dengan nilai signifikansi p=0,006 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi r=0,375 yang menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel lemah. Linmas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama serta altruisme yang dimiliki melalui berbagai sumber informasi terkait pertolongan pertama.
GAMBARAN KESELAMATAN BERSELANCAR OLEH PEMANDU SURFING DI PANTAI KUTA BALI Aulia Zahra; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p13

Abstract

Pantai Kuta merupakan destinasi wisata surfing yang merupakan salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung ke Bali. Namun di samping daya tariknya, tidak sedikit laporan mengenai adanya kecelakaan-kematian saat wisatawan melakukan surfing. Terjadinya kejadian kecelakaan surfing yang mengakibatkan cedera fisik bahkan sampai kematian di Pantai Kuta. Untuk mencegah hal tersebut, dibutuhkan keterlibatan bystander salah satunya pemandu surfing. Pemandu surfing wajib memiliki pengetahuan yang luas tentang olahraga berselancar, kondisi di lokasi berselancar, serta pengetahuan tentang pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keselamatan berselancar oleh pemandu surfing di Pantai Kuta, Bali dan memang belum pernah ditemukan pada penelitian terdahulu. Pemandu selancar memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan dan pengalaman yang menyenangkan bagi peselancar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Skor hasil dikategorikan dalam tingkat rendah, cukup, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan para pemandu surfing dalam kategori tinggi (100%). Peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik yang serupa, dapat menambahkan komponen penelitian yang mengarah pada pengembangan intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan pemandu surfing atau bisa mengkaji faktor internal dengan indepth interview dalam penelitian kualitatif.
GAMBARAN TINGKAT DAN TUNTUTAN STRES AKADEMIK MAHASISWA BARU TAHUN PERTAMA PSSKPPN DALAM MENJALANI SEMESTER AWAL Ni Putu Nesia Santika Dewi; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p15

Abstract

Mahasiswa PSSKPPN Universitas Udayana semester awal mengalami tingkat stres akademik yang cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian yang lebih. Faktor-faktor penyebab mahasiswa mengalami stres disebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan tuntutan stres akademik mahasiswa baru tahun pertama PSSKPPN di Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif observasional. Responden penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun pertama PSSKPPN di Universitas Udayana sejumlah 84 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Probability Sampling dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dua instrumen pengambilan data menggunakan kuisioner Perception of Academic Stress (PAS) dan kuisioner Student-Life Stress Inventory (SLSI). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 19 tahun sebanyak 62 orang (73,8%), dan didominasi oleh perempuan sebanyak 75 orang (89,3%). Hasil penelitian mengenai tingkat stres akademik mahasiswa sebagian besar responden memiliki tingkat stres akademik sedang sebanyak 59 orang (70,2%), tingkat stres akademik tinggi sebanyak 24 orang (28,6%) dan tingkat stres akademik rendah sebanyak 1 orang (1,2%). Dan hasil dari tuntutan stres akademik mahasiswa yaitu tinggi, mahasiswa mengalami frustasi dalam kategori tinggi sebanyak 44 orang (52,4%). Pada indikator konflik menunjukkan, sebagian besar mengalami tuntutan stres akibat konflik yang tinggi sebanyak 72 orang (85,7%), kemudian 72 orang (85,7%) mengalami tuntutan stres akibat tekanan dalam kategori tinggi. Sedangkan sebanyak 47 orang (56%) mengalami tuntutan stres akibat perubahan dalam kategori tinggi, serta sebanyak 43 orang (51,2%) mengalami tuntutan stres pemaksaan yang tinggi juga. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tuntutan stres akibat konflik dan tekanan. Dari temuan tersebut disarankan mahasiswa dapat menerapkan strategi koping stres.
PENINGKATAN MOTIVASI MENOLONG SEKAA TRUNA-TRUNI MELALUI PENDEKAR (PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN) I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p08

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan merupakan kondisi mengancam nyawa dan kecacatan. Dalam kondisi kegawatdaruratan semakin cepat pertolongan diberikan akan meningkatkan keselamatan korban. Perlu motivasi menolong seseorang dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Remaja merupakan karakteristik yang cocok menjadi seorang penolong. Motivasi menolong terbentuk apabila seseorang memiliki kecukupan dalam pengetahuan untuk melakukan pertolongan kegawatdaruratan. Perlu dilakukan pendidikan kegawatdaruratan yang mencakup peningkatan pengetahuan menolong dan memotivasi seseorang untuk melakukan pertolongan. PENDEKAR (Pendidikan Kegawatdaruratan) merupakan salah satu pelatihan yang diharapkan meningkatkan motivasi menolong remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarat ini adalah meningkatkan motivasi menolong remaja. Tempat pelaksanaan dari kegiatan ini adalah di Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Responden dari kegiatan ini adalah remaja yang tergabung dalam Sekaa Truna-Truni. Metode kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, simulasi, dan pemberian kuesioner motivasi menolong sebelum dan sesudah kegiatan. Teknik sampel dalam kegiatan ini adalah purposive sampling. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 42 remaja. Hasil dari analisis kuesioner pre dan post didapat p-value 0,000 (p-value < 0,05). Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh PENDEKAR terhadap peningkatan motivasi menolong pada Sekaa Truna-Truni Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan atau pendidikan kegawatdaruratan kesehatan dan bencana dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi menolong remaja.