I Kadek Saputra
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Dewa Ayu Putu Dhita Indah Pradhani; Made Oka Ari Kamayani; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p04

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu beradaptasi terhadap kesulitan, ini terkait dengan kualitas tidur terutama dalam menghadapi stres. Resiliensi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup karena individu lebih mampu mengatasi stres sehingga memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD Wangaya, dengan sampel sebanyak 118 pasien yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner CD-RISC-10 dan PSQI, hubungan antara resiliensi dengan kualitas tidur kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden (48,3%) mendapatkan skor resiliensi ≥38, sedangkan hasil analisis kualitas tidur didapatkan sebanyak 74 responden (62,7%) mendapatkan skor <5. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r=-486, maka artinya ada hubungan dengan kekuatan sedang antara variabel resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya. Arah korelasi yaitu negatif, sehingga dapat diartikan ketika semakin tinggi skor resiliensi maka semakin rendah skor kualitas tidur, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil ini diharapkan perawat dapat merencanakan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif dan individual, tidak hanya fokus pada gejala fisik tetapi juga mempertahankan resiliensi dan memperbaiki kualitas tidur pasien.
GAMBARAN SAFETY CULTURE PRAMUWISATA DALAM PERTOLONGAN PERTAMA TENGGELAM PADA WISATA LUMBA-LUMBA DI PANTAI LOVINA Ni Kadek Dewi Yani; I Kadek Saputra; I Made Suindrayasa; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p14

Abstract

Safety culture sangat penting diterapkan di sektor pariwisata bahari, khususnya aktivitas melihat lumba-lumba di Pantai Lovina. Safety culture yang mencakup budaya yang berkaitan dengan sikap dan perilaku pramuwisata lumba-lumba diimplementasikan bervariasi antar organisasi pemandu wisata di pantai Lovina, salah satunya penerapan safety culture penanganan tenggelam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan safety culture pramuwisata dalam pertolongan pertama tenggelam pada wisata lumba-lumba di Pantai Lovina. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observatif. Responden pada penelitian ini merupakan pramuwisata lumba-lumba yang tergabung dalam organisasi pramuwisata di Pantai Lovina yang dipilih dengan melalui metode purposive sampling dengan jumlah 121 responden. Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan Safety Culture Assessment Review Team (SCART). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan safety culture oleh pramuwisata lumba-lumba dalam pertolongan pertama tenggelam termasuk dalam kategori B dengan bobot total skor 748,63. Peringkat B mengindikasikan bahwa kinerja keselamatan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan dan tidak menimbulkan risiko keselamatan. Namun, masih ada beberapa hal terkait keselamatan yang perlu ditingkatkan oleh pramuwisata ataupun organisasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan organisasi untuk meningkatkan perilaku safety culture pada pramuwisata yaitu dengan memberikan motivasi dan dukungan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar pramuwisata dapat memperkuat komitmen pramuwisata dalam mengutamakan keselamatan saat bekerja, yang salah satunya diwujudkan melalui kepatuhan penuh terhadap SOP yang ada.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT LOKAL MENGENAI BANTUAN HIDUP DASAR PADA KORBAN TENGGELAM DI DAERAH WISATA PESISIR PANTAI SANUR Ni Putu Arin Wirasantini; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p07

Abstract

Kejadian keterlambatan pemberian pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan seperti tenggelam, masih banyak dilaporkan diwisata pesisir pantai salah satunya pada Pantai Sanur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat lokal mengenai bantuan hidup dasar pada korban tenggelam di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observatif yang dilakukan di daerah wisata pesisir Pantai Sanur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pengetahuan dilakukan pada 27 April sampai 11 Mei 2023 dengan alat ukur berupa kuesioner pengetahuan bantuan hidup dasar. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 44 orang (45,8%). Mayoritas berusia 46-55 tahun (36,5%), berjenis kelamin perempuan (53,1%), bekerja sebagai pedagang (50%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (51%). Sebagian besar tidak memiliki pengalaman menolong korban tenggelam (72,9%) dan belum pernah mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar (70,8%). Berdasarkan hasil analisis soal kuesioner, sub pertanyaan mengenai langkah-langkah dan pelaksanaan pemberian bantuan hidup dasar mayoritas dijawab keliru oleh responden. Peneliti merekomendasikan agar masyarakat dapat lebih aktif mencari informasi mengenai pemberian bantuan hidup dasar yang dapat diperoleh dari berbagai media sehingga dapat mengetahui dan dapat memberikan bantuan pada kondisi kegawatdaruratan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN ALTRUISME PADA LINMAS Yuli Sartikah; I Made Suindrayasa; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p01

Abstract

Keterlambatan penanganan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab kematian tertinggi nomor tiga di dunia, sehingga diperlukan pemberian pertolongan pertama segera. Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) merupakan masyarakat yang dibekali pengetahuan terkait penanganan bencana serta berpeluang besar menjadi first responder ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, sehingga Linmas perlu memiliki pengetahuan pertolongan pertama. Pengetahuan pertolongan pertama erat hubungannya dengan altruisme, pengetahuan memiliki peran penting sebagai dasar seseorang melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan rancangan deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Sampel yang terlibat berjumlah 52 Linmas dan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis bivariat yang digunakan dalam penelitian adalah uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pertolongan pertama dengan altruisme pada Linmas di sekitar desa di Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Selatan, dengan nilai signifikansi p=0,006 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi r=0,375 yang menunjukkan kekuatan hubungan antar variabel lemah. Linmas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama serta altruisme yang dimiliki melalui berbagai sumber informasi terkait pertolongan pertama.
GAMBARAN KESELAMATAN BERSELANCAR OLEH PEMANDU SURFING DI PANTAI KUTA BALI Aulia Zahra; I Gusti Ngurah Juniartha; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p13

Abstract

Pantai Kuta merupakan destinasi wisata surfing yang merupakan salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung ke Bali. Namun di samping daya tariknya, tidak sedikit laporan mengenai adanya kecelakaan-kematian saat wisatawan melakukan surfing. Terjadinya kejadian kecelakaan surfing yang mengakibatkan cedera fisik bahkan sampai kematian di Pantai Kuta. Untuk mencegah hal tersebut, dibutuhkan keterlibatan bystander salah satunya pemandu surfing. Pemandu surfing wajib memiliki pengetahuan yang luas tentang olahraga berselancar, kondisi di lokasi berselancar, serta pengetahuan tentang pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keselamatan berselancar oleh pemandu surfing di Pantai Kuta, Bali dan memang belum pernah ditemukan pada penelitian terdahulu. Pemandu selancar memiliki peran penting dalam memastikan keselamatan dan pengalaman yang menyenangkan bagi peselancar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 52 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian menggunakan teknik wawancara dan pengisian kuesioner. Skor hasil dikategorikan dalam tingkat rendah, cukup, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan para pemandu surfing dalam kategori tinggi (100%). Peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik yang serupa, dapat menambahkan komponen penelitian yang mengarah pada pengembangan intervensi yang dapat meningkatkan pengetahuan pemandu surfing atau bisa mengkaji faktor internal dengan indepth interview dalam penelitian kualitatif.
GAMBARAN TINGKAT DAN TUNTUTAN STRES AKADEMIK MAHASISWA BARU TAHUN PERTAMA PSSKPPN DALAM MENJALANI SEMESTER AWAL Ni Putu Nesia Santika Dewi; I Kadek Saputra; I Gusti Ngurah Juniartha
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p15

Abstract

Mahasiswa PSSKPPN Universitas Udayana semester awal mengalami tingkat stres akademik yang cukup tinggi sehingga memerlukan perhatian yang lebih. Faktor-faktor penyebab mahasiswa mengalami stres disebabkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan tuntutan stres akademik mahasiswa baru tahun pertama PSSKPPN di Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif observasional. Responden penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun pertama PSSKPPN di Universitas Udayana sejumlah 84 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Probability Sampling dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dua instrumen pengambilan data menggunakan kuisioner Perception of Academic Stress (PAS) dan kuisioner Student-Life Stress Inventory (SLSI). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 19 tahun sebanyak 62 orang (73,8%), dan didominasi oleh perempuan sebanyak 75 orang (89,3%). Hasil penelitian mengenai tingkat stres akademik mahasiswa sebagian besar responden memiliki tingkat stres akademik sedang sebanyak 59 orang (70,2%), tingkat stres akademik tinggi sebanyak 24 orang (28,6%) dan tingkat stres akademik rendah sebanyak 1 orang (1,2%). Dan hasil dari tuntutan stres akademik mahasiswa yaitu tinggi, mahasiswa mengalami frustasi dalam kategori tinggi sebanyak 44 orang (52,4%). Pada indikator konflik menunjukkan, sebagian besar mengalami tuntutan stres akibat konflik yang tinggi sebanyak 72 orang (85,7%), kemudian 72 orang (85,7%) mengalami tuntutan stres akibat tekanan dalam kategori tinggi. Sedangkan sebanyak 47 orang (56%) mengalami tuntutan stres akibat perubahan dalam kategori tinggi, serta sebanyak 43 orang (51,2%) mengalami tuntutan stres pemaksaan yang tinggi juga. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami tuntutan stres akibat konflik dan tekanan. Dari temuan tersebut disarankan mahasiswa dapat menerapkan strategi koping stres.
PENINGKATAN MOTIVASI MENOLONG SEKAA TRUNA-TRUNI MELALUI PENDEKAR (PENDIDIKAN KEGAWATDARURATAN) I Made Suindrayasa; Hendry Irawan; I Kadek Saputra
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p08

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan merupakan kondisi mengancam nyawa dan kecacatan. Dalam kondisi kegawatdaruratan semakin cepat pertolongan diberikan akan meningkatkan keselamatan korban. Perlu motivasi menolong seseorang dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Remaja merupakan karakteristik yang cocok menjadi seorang penolong. Motivasi menolong terbentuk apabila seseorang memiliki kecukupan dalam pengetahuan untuk melakukan pertolongan kegawatdaruratan. Perlu dilakukan pendidikan kegawatdaruratan yang mencakup peningkatan pengetahuan menolong dan memotivasi seseorang untuk melakukan pertolongan. PENDEKAR (Pendidikan Kegawatdaruratan) merupakan salah satu pelatihan yang diharapkan meningkatkan motivasi menolong remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarat ini adalah meningkatkan motivasi menolong remaja. Tempat pelaksanaan dari kegiatan ini adalah di Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Responden dari kegiatan ini adalah remaja yang tergabung dalam Sekaa Truna-Truni. Metode kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, simulasi, dan pemberian kuesioner motivasi menolong sebelum dan sesudah kegiatan. Teknik sampel dalam kegiatan ini adalah purposive sampling. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 42 remaja. Hasil dari analisis kuesioner pre dan post didapat p-value 0,000 (p-value < 0,05). Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh PENDEKAR terhadap peningkatan motivasi menolong pada Sekaa Truna-Truni Desa Wisata Medewi Kabupaten Jembrana. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan atau pendidikan kegawatdaruratan kesehatan dan bencana dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi menolong remaja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN TERAPI KOMPLEMENTER DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA Yunita Nur Fadilla; Putu Ayu Sani Utami; I Kadek Saputra; Ni Komang Ari Sawitri
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p11

Abstract

Hipertensi merupakan satu dari banyaknya penyakit tidak menular yang paling umum terjadi pada lansia dan dapat ditangani melalui terapi farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya terapi komplementer. Namun, penggunaan terapi komplementer dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan antihipertensi lansia. Kepatuhan mengkonsumsi obat antihipertensi sangatlah penting, agar tidak terjadi komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan penggunaan terapi komplementer dengan kepatuhan pengobatan antihipertensi lansia. Metode penelitian adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel yang digunakan sejumlah 54 orang lansia yang mendapatkan obat antihipertensi dari Puskesmas Blahbatuh II dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan Spearman’s Rank. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 57,4% lansia menggunakan terapi komplementer dan sebanyak 68,5% patuh berobat. Hasil uji Spearman’s Rank didapatkan p = 0,106 > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan. Jadi, penggunaan terapi komplementer tidak memengaruhi kepatuhan pengobatan antihipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Blahbatuh II. Lansia hanya menggunakan terapi komplementer sebagai pendamping terapi farmakologis untuk menunjang pengobatannya.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KELOMPOK KECIL, PERORANGAN DAN MENGELOLA KELAS PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING I Kadek Saputra .; Dra. Desak Putu Parmiti,MS .; Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd .
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v3i1.5713

Abstract

Media video pembelajaran tentang keterampilan dasar mengajar sudah ada di Jurusan Teknologi Pendidikan, namun perlu untuk diperbarui dan dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan rancang bangun, mengetahui kualitas hasil video, mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi dan Evaluasi). Validasi video pembelajaran dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 mahasiswa uji coba perorangan, 12 mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 mahasiswa menggunakan penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, metode tes dan metode observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancang bangun pengembangan, kualitas hasil pengembangan media dan efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu ahli isi pembelajaran 91% berada pada kategori sangat baik; ahli desain pembelajaran 91,1% berada pada kategori sangat baik; ahli media pembelajaran 84% berada pada kategori baik; uji coba perorangan 87,6% berada pada kategori baik; uji coba kelompok kecil 90% berada pada kategori sangat baik; uji coba lapangan 76,6% berada pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 5,32 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja dari 4 mahasiswa sebagai sampel adalah di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching The media of video learning about the teaching basi skills already exist in The department of Educational technology, but it needs to be updated and developed. The purpose of this study is to describe the design, knowing the quality of the video and find out the effectiveness of instructional video media. This research is development research by using ADDIE models (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). The validation of instructional videos made by an professional in learning content, an professional in instructional design, an professional in instructional media, 3 students in individual trials, 12 students in small group trials, and 29 students in field trials. The effectiveness of the instructional videos performed by 29 students that used pre-test and post-test research design and 4 students as a sampel Test performance. The datas were collected by questionnaire, Test methods and methods of observation. The data analysis using descriptive qualitative analysis, quantitative, and inferential statistics method. The results of this research is the description of the development design, the quality of media development and the effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the professional review and student, the results are: the professional in learning content 91% are in very good category; the professional in instructional design 91,1% are in very good category; the professional in instructional media 84% are in good category; the individual trial 87.6% are in good category; the small group trial 90% are in very good category; the field trial 76.6% are in enough category. The effectiveness of the development of instructional video media gained the significance t-test= 5.32> t-table= 2.000. The percentage level of achievement test performance of the for students in The sampel si above 85%. This means instructional video media is effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching